
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....⭐
Happy Reading....🌹
Ruang rawat bercat putih dengan aroma obat terasa begitu suram saat lima orang gadis nampak terdiam dengan wajah sendu menatap seorang gadis yang kini tertidur lemah diatas Brangkar.
Ryu terduduk tepat disamping brangkar Angel begitu Rion selesai memeriksa keadaan gadis itu.
"bagaimana Rion? apa kondisi Angel baik-baik saja? hiks....dia tidak apa-apa kan dokter?" Isak Liora menatap Rion yang kini berdiri tegak sembari menatap iba wajah Ryu yang kini terlihat dalam kondisi memperihatinkan.
"huft....begini liora,sebenarnya luka ditubuhnya tidak terlalu parah.namun aku takut akan kondisi batin angel,kalian Taukan bagaimana korban yang hampir mengalami pelecehan.beruntung angel belum disentuh ,sebaiknya kalian terus semangati dia dan jangan membuat dia teringat hal buruk ini lagi! beri dia dukungan moril dan awasi dia" jelas Rion sembari menepuk pundak Ryu iba.
Manik Rion terus saja menatap gadis manis dengan rambut hitam panjang di belakang liora yang bahkan sedari tadi terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri.sudut bibir Rion tertarik dan begitu tak menyangka dunia benar-benar sempit.sayangnya,gadis itu nampak tak mengingat atau meliriknya.mungkin akibat waktu mereka bertemu malam dan gadis itu juga nampak terlihat linglung saat dia pergi,Rion menatap liora dan sahabat-sahabat gadis itu penuh arti.
"jadi gadis itu mengenal calon kakak ipar? hm...lucu sekali" batin Rion.pria itu mengangguk pada Ryu dan berlalu pergi sembari menatap wajah cantik Kayra dalam.
"kenapa kau menatapku? perlu ku congkel matamu itu?!!" Ketus Kayra jengkel.ayolah ditatap intens oleh seorang dokter yang memiliki paras Rupawan tidak manusiawi membuat tubuh Kayra panas dingin dan gadis itu tidak suka!.
"indah" ucap Rion santai dan berlalu pergi begitu saja setelah melempar seringai yang sayangnya terlihat begitu seksi dan memikat Dimata Kayra.
"dasar gila!!" umpat Kayra jengah.
Blam........
pintu tertutup dengan meninggalkan keheningan untuk semua orang.
"Mr Ryu,anda bisa kembali biar kami yang menjaga Angel sekarang" ucap Jessy tersenyum tipis pada pria yang telah menolong sahabatnya itu.Ryu diam dan mengelus tangan mungil angel sayang.manik putra lingga itu menggelap penuh sesal tak mampu menjaga pemilik hatinya.
"tak apa, sebentar lagi" ucap Ryu lemah.suaranya terdengar bergetar dan percayalah wajah yang biasa kaku itu terlihat kasihan.
"Mr Ryu,kalau begitu kami pamit dan tolong jaga sahabat kami" ucap Daisy sopan.Hari ini dia dan Jessy memiliki urusan penting begitu pula dengan liora yang harus kembali ke mansion Arkansas sebelum pria tiran itu kembali dan percayalah dia akan mengamuk saat mendapati liora tak ada.
"hm" balas Ryu tak perduli.
Liora dan sahabatnya berlalu dengan berat hati hanya tersisa Ryu yang ditemani Nixon yang sedari tadi terduduk di sofa dalam diam.
"kau menyukai Angel?" tanya Nixon to the poin saat sahabatnya yang lain telah pergi.
"menurutmu" acuh Ryu,pria itu terlalu malas berbicara berbelit.
"kalau kau mencintai angel,maka aku mewakili para sahabat Angel yang lain berterima kasih.semoga kau bisa menjaga gadis rapuh ini dan aku percaya padamu,jangan sakiti angel atau Queen akan membunuhmu" ucap Nixon kemudian bangkit dan berlalu pergi.
"hm...ia aku mencintai Angel Holland.Ryuiji Stevano Hara mencintai gadis manis nan rapuh ini" lirih Ryu.
cup......
satu kecupan manis mendarat di kening Angel dan pria itu bangkit kemudian berbaring disamping tubuh Angel perlahan.memeluk gadis itu dan ikut menelusuri alam mimpi,sungguh Ryu lelah dan dia ingin beristirahat sejenak.
🖤🖤🖤
Arkansas menatap wajah sendu Liora yang kini terduduk lesu didepan dirinya.saat ini mereka tengah duduk disebuah restoran bintang lima untuk sekedar makan siang bersama.
"baby,sudahlah jangan memasang wajah seperti itu! kau akan membuat adikku on nanti" ucap Arkansas berusaha menggoda gadisnya agar kesedihannya berkurang.setidaknya gadis itu lebih baik terlihat kesal dari pada memasang wajah murung seperti itu.
Gotcha........
Gadis itu menatap wajah santai Arkansas penuh kesal,tanpa sadar bibir ranum itu mengerucut dengan manik yang melotot horor menatap wajah tampan Arkansas.Arkansas mengeram,gadis ini benar-benar virus bagi nya.tak bisa dicegah senyum mesum Arkansas terbit dan percayalah Liora begitu mengutuk Tuhan yang telah menciptakan iblis mesum ini.
"dasar gila!!" umpat Liora kesal.
"biar saja gila,wajahku tetap tampan" ucap Arkansas sombong.liora berdecih dan kembali sibuk pada makanan didepannya.
"huft....makan baby!! makanan itu dimakan bukan kamu acak dan aduk-aduk begitu! makan!!" titah Arkansas mulai gemas sendiri melihat kelakuan gadisnya.oh ayolah,Liora sedari tadi hanya mengaduk dan memainkan makanannya tanpa dimakan sedikitpun.dan Arkansas tidak suka itu.
"ck...aku tidak lapar Ar!! aku mau pulang saja" Arkansas sungguh mati-matian menahan tawa melihat tatapan memelas imut disertai rengekan manja Liora padanya.Pria itu merasa dunia seakan bersorak suka cita untuknya.
"tidak baby,sekarang makan yang benar dan setelah itu baru kita pulang" tegas Arkansas berusaha tak terpengaruh wajah imut gadisnya
"aish.....kau terus saja memesan banyak makanan dan kau lihat,pipiku sudah seperti bakpao dan kau pasti senangkan jika aku menjadi gendut" Liora rasanya ingin menangis saat bercermin pagi tadi,ayolah kini wajahnya sudah mirip anak- anak balita dengan pipi tembem dan bulat itu.bagaimana tidak,dimansion dia tidak boleh bekerja hanya makan, tidur,nonton dan jalan-jalan jika diberi izin.
"meski kau gendut baby,percayalah kau tetap yang terindah di mataku" ucap Arkansas tulus.senyum manis diwajah tampannya membuat Liora merasa sekarang hatinya meleleh dan percayalah ,bukan hanya dirinya yang merasa terbawa perasaan.lihatlah wajah memerah para wanita dan gadis-gadis yang duduk tak jauh dari mereka menatap genit pada Arkansas.dan percayalah Liora merasa gatal ingin menghancurkan wajah-wajah para wanita genit itu.
Krietttt....
kursi Arkansas kini bergeser dan tanpa disadari liora yang masih asik dengan lamunannya,Arkansas kini duduk tepat disampingnya
Greph....
tubuh atletis beraroma musk dan hutan Pinus itu memeluk tubuh liora lembut,liora tersentak namun tak ayal hanya diam dan menyembuhkan wajahnya di dada bidang kekasihnya.demi apapun yang liora tahu,pelukan ini benar-benar hal yang tak akan pernah liora tukarkan dengan apapun yang ada di dunia.Arkansas adalah pria satu-satunya yang mampu menghadirkan pelangi indah setelah badai didalam kehidupan seorang Liora.
"kamu sempurna baby,aku tak pernah menaruh cintaku pada fisik.cukup kau berikan hatimu padaku maka aku sudah lebih dari kata puas.dan jika Tuhan memberikan kebahagiaan padaku lewat kesempurnaan parasmu,maka anggaplah itu sebagai bonus dari Tuhan.dan ingat aku mencintaimu dirimu dengan segala apa adanya kamu,dan bukan ada apanya! paham my Love" ucap Arkansas lembut,telapak tangannya mengelus sayang surai panjang liora lembut dan percayalah pasangan itu bahkan tak memperdulikan suara pekikan histeris semua orang yang melihat keromantisan sang CEO Tiran itu pada gadisnya.
"benarkah? kau tidak bohong?" tanya Liora polos,manik bulatnya menatap Arkansas tak berkedip dan percayalah wajah menggemaskan Liora telah membangunkan singa jantan yang sedari tadi mencoba untuk tidur itu.
"demi tuhan.....aku tidak tahan lagi!! tolong baby...jangan menyiksaku!!" batin Arkansas yang sedari tadi sudah salah fokus melihat bibir pink merekah itu menganggur.
"bolehkah?" tanya Arkansas lembut,sungguh pria itu tak perduli dimana mereka berada sekarang,dan bagai sebuah sihir.Liora mengangguk polos saat manik tajam itu mengunci dirinya dengan sejuta cinta disana.
akhirnya.....
Arkansas kalah oleh jiwa lelakinya.bibir manis itu bagai sebuah Nikotin untuk Arkansas,pria itu mel*mat bibir bawah liora perlahan dan lembut penuh cinta,ciuman manis yang begitu lembut tanpa nafsu.hanya kasih sayang dan cinta luar biasa yang terasa.lidah Arkansas bermain lihai membelit lidah liora dan gadis itu hanya diam dengan mata terpejam menikmati apa yang Arkansas lakukan pada bibirnya.
jatuh......
menikmati....
dan semua terasa indah dengan jutaan bunga tak kasat mata melingkupi keduanya.
"hah.....hah......" liora meraup oksigen setelah pria itu melepas bibirnya.maniknya menatap sayu pada Arkansas yang kini tengah melempar senyum lembut sembari membelai wajah manis liora sayang.
"terima kasih baby, i love you" bisik Arkansas dengan kecupan singkat pada kening Liora.
Blush......
wajah liora bersemu merah,manis.Arkansas tak akan mampu bahkan sekedar berpaling untuk sekejap saja.
"hm...I love you more" balas Liora malu.
HAHAHAH.....
Arkansas tertawa lepas,hatinya menghangat dengan desiran pada seluruh sendi tubuhnya lagi dan lagi.
"tetap seperti ini hingga tuhan menyatukan kita" ucap Arkansas lembut.liora mengangguk pelan dengan pipi chabby itu terus bersemu indah dimata Arkansas.
"baby,mukanya merah kamu sakit hm?" goda Arkansas Kembali ke mode Menyebalkan nya.
"ish.....mana ada,wajahku memang seperti ini tidak sakit " kesal Liora.gadis itu sungguh mengutuk rasa panas yang kini serasa membakar wajahnya.
"oh...aku tau,kamu senangkan digoda oleh pria setampan kekasihmu ini?" lagi dan lagi,pria ini sungguh menjengkelkan.lihatkah kedua alis hitam yang tengah turun naik itu.senyum seringai remeh itu dan tatapan mengejek itu,lengkap sudah penderitaan liora.
"mana ada,kamu itu yang memang dasarnya pria mesum gila!! ih...jangan goda terus,aku malu"cicit liora menutup wajahnya dengan kedua tangan mungil gadis itu,Arkansas terkekeh geli dan sungguh menggoda liora adalan kegiatan wajib baginya sekarang.
"berhenti tidak!! atau garpu ini melayang ke wajah jelek mu itu!!" ancam liora sembari memegang sebuah Garpu yang tepat terarah ke wajah tampan Arkansas yang hanya melihatnya santai.
"ck...ck...ck. jelek dari mana baby? coba tanya semua wanita disini,apa ada pria rupawan seperti ku ini jelek? sungguh lucu dirimu ini" ucap Arkansas santai tanpa beban,pria itu bahkan memanggil seorang wanita berpakaian ketat kearah tempat duduk nya melalui isyarat tangan saja.dan wanita itu dengan wajah memerah berjalan patuh sembari menatap genit Arkansas yang terlihat santai.
"buat apa kamu panggil wanita itu kesini?!!" baiklah Liora mulai kesal.saat wanita berdada besar yang sudah pasti hasil silikon itu menghampiri mereka percaya diri.
"Mr Arkansas memanggil saya,ada yang bisa saya lakukan?" wanita itu bertanya dengan suara mengalun mendesah manja.Liora bergidik dan hampir saja muntah ditempat.sabar liora,sabar.
"katakan siapa lelaki paling tampan di negara ini?" tanya Arkansas sombong.wanita itu tersenyum menggoda sembari mulai berani memainkan jemarinya menyentuh bahu kokoh berbalut jas Armani hitam itu.
"tentu saja anda Mr Arkansas,anda lelaki paling ideal dan tampan di negara ini" jawab wanita itu dengan suara sensual yang membuat Kesabaran liora turun habis.
"baiklah Tante,sesi wawancara telah berakhir dan pergi dari sini!!" desis Liora sembari menekan kata Tante pada panggilannya,wanita itu mendelik sinis namun tak perduli sampai suara dingin Arkansas membuat wanita itu melangkah gusar menjauh pergi.
"kau lihat baby" ucap Arkansas dengan seringai penuh ejekan menatap jahil wajah cemberut liora.gadis ini benar-benar tidak sadar betapa menggemaskan dirinya.
"lihat apa?! lihat pria sombong dengan wajah jelek dan percaya diri tidak tertolong ini?!" baiklah suara Liora benar-benar terasa dingin bertanda betapa kesalnya gadis itu kini.bukanya takut,Arkansas justru terkekeh geli dengan tangan bersidekap dada dan kaki yang menyilang angkuh menatap liora remeh.
"kalau cemburu bilang baby" kekeh Arkansas geli.
"mimpi saja!!" ketus Liora,rasanya ia ingin menangis saja dijahili seperti ini.tapi liora tidak mau Arkansas semakin gencar menggodanya maka tidak perduli adalah jalan keluarnya,biarlah pria itu berbuat sesuka hatinya saja.
"sekarang apa lagi salahku baby? kau bilang aku jelek dan wanita lain mengatakan aku tampan,jadi Dimana salahku sekarang?" Arkansas berkata dengan wajah santai tak berdosa.dan percayalah jika Liora sangat ingin mencakar wajah iblis tampan ini.
"kau itu salah!! masa tidak paham sih?!!" desis Liora menahan semburan lahar penuh amarah dihatinya.
"baiklah kau menang baby dan aku lelaki selalu salah" ucap Arkansas mengalah,ayolah wanita memang selalu benar apapun yang mereka lakukan dan sudah kodrat pria untuk mengaku salah meski mereka benar.poor you Arkansas.
"kau memang salah!" acuh Liora masih dengan wajah dingin nya.
cup....
"hei!! jangan cium-cium sembarangan!!" sembur Liora saat Arkansas menyambar bibirnya gemas.
"kau ini cerewet juga,apa tidak lelah mengomel terus?" tanya Arkansas gemas.
"kau cium lagi akan kutampar bibirmu itu" sembur Liora tak perduli ucapan Arkansas padanya.
Cup.....
Cup....Cup....
"YAKH.......BERHENTI KUBILANG!!" pekik Liora sembari menutup bibirnya yang terus mendapat serangan beruntun bibir Arkansas.
"marah lagi akan kubuat bibirmu bengkak!" ancam Arkansas menyeringai buas penuh kemenangan.
"AAAAAAAA......mama si tiran ini terus membuat bibir ku tidak perawan lagi hiks...hiks...kapan aku bisa menjahit mulut tiran mesum ini" batin Liora menangis frustasi.
"jangan berfikir aneh-aneh dan semua yang kau rencanakan dalam otak cantikmu tak akan pernah terjadi" skak Arkansas menyeringai penuh arti.
TBC.....