PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Cinta dan air mata



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....🌹



⚜️ Happy Reading ⚜️


Liora duduk diatas sofa dengan William sang ayah yang duduk diam disamping putrinya itu,keduanya terdiam dengan perasaan berkecamuk didalam hati masing-masing.


William sungguh ingin memeluk dan mencium putrinya seperti dulu lagi,hatinya berdenyut nyeri kala mendengar kata-kata yang begitu menohok hati dari bibir putri kesayangannya itu,yah.kesayangan saat mata hatinya dulu belum tertutup oleh racun tipu muslihat istri keduanya itu.


"putriku,tolong maafkanlah papamu ini.papa tau ini sangat terlambat untuk meminta maaf,namun hati papa sudah terlalu lelah menunggu" William berujar sendu sembari menatap wajah dingin Liora,putrinya terluka ia tau,sangat tau.


menghela nafas kala rasa sakit mulai membuat kepalanya terasa berputar,William kembali bersuara meski putrinya tak merespon,william tak apa.


" seperti air hujan yang jatuh tanpa akhir,seperti itulah perasaan papa pada mama-mu dahulu.hingga kamu hadir dan mengisi hati papa dengan semua kebahagiaan yang ada di dunia.seperti butiran pasir yang tak terhitung kamu dan ibumu memiliki seluruh cinta kasih papa hingga.hingga,semua kebohongan itu menghancurkan hati papa" William berucap lirih dengan manik menerawang jauh ,tubuhnya bergetar saat kenangan buruk itu kembali menyapa.Liora menunduk,maniknya memanas mendengar suara lirih ayahnya.kedua tangan wanita cantik itu terkepal hingga buku jarinya memutih.sungguh rasa sakit itu benar-benar racun yang membuat seluruh kewarasannya lumpuh.


william mengangguk dengan senyum kecut saat melihat tak ada reaksi apapun yang putrinya berikan,sebegitu dalamnya luka hati putrinya itu? William terus dihantui pertanyaan itu sepanjang hidupnya.


Pria itu berdiri tertatih dan menarik tiang infusnya kearah jendela,ia berdiri dengan senyum miris terpatri jelas diwajahnya yang mulai menua.


"maafkan papa Liora,maafkan papa bodohmu ini.papa benar-benar melupakan sosok-sosok indah yang dikirimkan Tuhan untuk mengisi hari-hari suram papa..........dihari-hari yang sepi,papa menangis dengan air mata penyesalan mengalir tak ada arti.bisakah kamu memberi papamu ini senyuman kenangan yang manis lagi?"


tes.....tes....tes.....


Nafas William tercekat,air mata kini mengalir pasrah dan jatuh menandai luka hati penyesalan yang tiada guna lagi.Liora menutup mulutnya sekuat tenaga,hatinya sakit.sangat sakit! wanita itu meremas kuat ujung rok yang ia kenakan berusaha tetap tegar meski semua tak mungkin lagi.


"semua ini....semua waktu telah berjalan lambat saat kau menampar dan mencaci ibuku hiks....kau ingat bagaimana kau melayangkan cambukmu padaku?kau ingat bagaimana tanganmu menampar wajah darah dagingmu sendiri? hiks....kau ingat bagaimana kau menyakitiku dengan kata-kata kejammu itu? kau ingat bagaimana kau menelan mentah-mentah kata-kata kedua wanita itu dan memukul anak kandungnya sendiri? hiks...hatiku perlahan membeku karena perlakuanmu sendiri!!" Liora mulai terisak,sungguh demi tuhan rasa sakit pada hatinya benar-benar membuat pertahanan istri Arkansas itu runtuh.


William mengangguk lemah dengan senyum penyesalan yang dihiasi air mata deras yang mengalir dalam kesunyian.


"ketika aku ingin merasakan pelukan hangatmu lagi,kau sudah menjauh pergi mengabaikan diriku.kau menjauh tak ingin disentuh oleh anak dari wanita yang kau fikir sebagai penghianat dan pembohong!! kau tak percaya pada wanita yang kau bilang kau mencintai dia,tapi kau mengatakan dia sebagai pembohong!! kau memaki ibuku!!" Pekik Liora pedih,wanita itu menangis sudah dengan deru nafas memburu penuh kebencian dan rasa kecewa yang begitu dalam.


William berbalik dan menatap wajah kesakitan putrinya,pria itu berjalan perlahan dan duduk bersimpuh sembari menggenggam kedua tangan Liora mengiba.


"maaf....maafkan papa Liora,jika kau minta nyawa papa sekarang akan papa berikan,papa sungguh menyesal nak.papa tau,meskipun terasa sakit,meskipun papa sangat merindukan.bahkan jika papa ingin tersenyum,air mata akan jatuh saat itu juga.air mata penyesalan dari dosa mengerikan yang papa lakukan dulu" William menangis pedih saat liora memalingkan wajah dengan air mata yang sempat jatuh mengenai telapak tangan pria paruh baya itu.


demi Tuhan,rasanya begitu sakit dan menyiksa.


DEG.......


William merasa waktu berhenti saat Liora putrinya memegang kedua lengannya dan membantunya bangkit.tanpa banyak bicara kini keduanya duduk berhadapan.Liora masih menangis tanpa suara lagi,hanya air mata yang setia mengalir.


William mengusap lembut pipi putrinya dan menghapus air mata itu dengan tangan yang bergetar.


"meski waktu berhenti,meski jantung papa juga berhenti.papa akan katakan dengan jujur,kau dan ibumu akan terus hidup dalam setiap kenangan yang tersisa di sisa hidup papa.papa mencintai dan menyayangi kalian dan papa tau ini terlambat,disisa waktu jantung papa berdetak bisakah beri papa sedikit saja senyuman indahmu sebagai kenangan yang bisa papa bawa?" William tersenyum lembut menatap wajah pilu Liora yang sudah banjir air mata.


"tersenyumlah putri papa yang cantik,berikan maaf dengan senyuman yang papa rindukan,berikanlah pada papa nak.hanya itu akan membuat papa bahagia dengan kenangan akhir yang indah.tak ada yang lain lagi yang papa inginkan,sampai akhir nafas ini papa bersumpah hanya ada nama ibumu dan dirimu dihati kelam ini.papa mencintai kalian berdua dengan seluruh sisa waktu papa" William mendekat dan mencium kening Liora sayang,air mata mereka mengalir deras dengan tangis pilu Liora yang kini terlihat begitu menyedihkan.


"kau tau. betapa menyedihkan aku dulu? seorang putri dari seorang pengusaha kaya namun hidupnya tak lebih baik dari seorang pelayan? hiks......aku berjuang sendiri untuk bisa sekolah dan bertahan hidup.kau tau itu hiks.....aku punya orang tua namun apa arti orang tua jika anak mereka hidup begitu menyedihkan? kau tau betapa teganya dirimu dulu hiks.....jika Tuhan memberi kesempatan,rasanya aku lebih memilih pergi dengan mama hiks......" gumam Liora lirih,wanita cantik dengan wajah sendu itu menatap pilu wajah penuh penyesalan William,ayah kandungnya sendiri.


"maaf.....jika kamu tidak bisa memaafkan papa mu ini,tidak apa sayang.melihatmu sudi datang saja sudah lebih dari cukup.dengan semua sisa hidup papa,papa minta maaf pada dirimu dan mendiang ibumu disana.tidak apa sayang,hiduplah bahagia dan anggap saja ini permintaan terakhir papa dan setelah itu papa tidak akan membebani hatimu lagi nak,papa menyayangimu dan minta maaf padamu setulus hati papa" ucap William tersenyum getir,pria itu bangkit kembali dan mulai berbalik ingin berbaring.


Greph.....


DEG.....


tubuh William menegang kala Akhirnya.akhir dari penantiannya terwujud meski terlambat,Liora.putriya memeluk tubuhnya dari belakang.


"hiks....pa...papa hiks....." tangis Liora pecah,akhirnya ia bisa menyebut kata papa setelah sekian lama .


William mengangguk ribut,hatinya membuncah bahagia.terima kasih Tuhan,disisa waktunya ia bisa merasakan lagi pelukan hangat putri yang sudah ia sia-siakan dulu.


tes.....tes.....tes......


"hiks...ia...ia sayang,aku papa....aku papamu hiks....panggil aku seperti dulu....oh Tuhan terima kasih " Isak William penuh syukur.


William menegang,sesuatu yang hangat dan kental menetes dari hidungnya.


"tidak jangan sekarang kumohon tuhan,kumeminta padamu!!" batin William pedih.ia meraih sebuah sapu tangan dari saku celananya diam-diam dan segera menyeka darah dari hidungnya.Ia tak akan membiarkan Liora melihat keadaannya sekarang,William tidak mau!.


"papa....maaf....maafkan Liora pa,Liora yang salah tidak bisa menjaga papa dan semua milik keluarga kita hiks....maafkan Liora pa,maaf" Liora berucap lirih,wanita itu memeluk tubuh sang ayah dari belakang dan menangis disana.


.........⚜️⚜️.........


Arkansas melihat semua itu dari layar ponselnya.dimana,didalam kamar itu telah ia pasangi Cctv dan penyadap suara.


Pria dengan wajah tampan yang terlihat begitu dingin namun tersirat kesedihan disana melihat semua dalam diam.menghela nafas kala melihat kondisi William,pria paruh baya itu sekarat.


Andara menatap wajah dingin CEO AR SECURITY SISTEM itu,dokter muda itu menghela nafas berat.yah,kedua pria tampan itu tengah berada di dalam ruang praktek Andara.


Andara bangkit setelah selesai memeriksa berkas akhir pemeriksaan William,ia melangkah ke sebuah kulkas mini dan mengambil dua kaleng beer dingin disana.


"waktunya hampir habis.aku sudah memeriksa berkas medisnya,sebaiknya hadapi kenyataan dan katakan pada istrimu,waktunya tak lama lagi.aku tau aku bukan Tuhan,namun sudah tak ada harapan sembuh lagi" jelas Andara setelah memberikan sekaleng beer pada Arkansas dan pria itu menerimanya dengan wajah dingin tanpa ekspresi.


"aku pergi" Arkansas bangkit dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan Andara dengan wajah sedih dan prihatin.


...........⚜️⚜️............


manik itu memandang kosong pada langit yang terlihat sedikit mendung,Sesekali tangan nya terangkat menghapus air mata yang menetes beberapa kali.


"menangis tak akan menghasilkan apapun,kau bukan seorang gadis jadi jangan perlihatkan air matamu!!"


Deg.......


Remaja itu menoleh dan mendongak kesamping.sosok Arkansas berdiri dengan wajah dingin menatapnya tanpa ekspresi.


Lukas,ia remaja itu adalah Lukas.


Ia mengangguk samar lalu kembali menghapus air matanya lagi.


"bukankah ini tidak adil? " Lukas bertanya lirih,entah mengapa Arkansas membuat remaja itu merasa ingin bicara.


Arkansas diam,pria itu mengambil tempat disamping Lukas dan duduk disana dalam diam.Menyilangkan kedua kaki dan bersidekap dada,Arkansas menatap orang-orang yang berlalu lalang dihadapan mereka dalam sorot mata penuh arti.


"kau tau, dulu saat aku melihat perlakuan ibu dan kakakku pada kak Liora.aku ingin menghentikan mereka,namun apa daya seorang anak yang bahkan belum berusia 10 tahun.terkadang aku ikut menangis saat mereka memukulnya,namun aku bahkan tak mampu membuat papa percaya.hingga suatu hari saat perayaan pernikahan kedua orang tua kami,dari balik kaca disebrang jalan.aku melihat,aku melihat.......melihat pandang mata yang telah berubah dari kak Liora saat melihat kami.mata indah yang biasanya penuh pengharapan akan cinta dan kasih sayang telah berubah gelap akan suatu hal mengerikan yang entah apa,aku tak tau.dia pergi,kak Liora pergi meninggalkan papa dengan penyesalan yang datang terlambat" Lukas menunduk dalam,air matanya kembali mengalir.meski Liora memafkan William,lalu apa jika nantinya Lukas akhirnya menjadi sendiri dan ditinggalkan?.


Arkansas mendengar semua dalam diam,pria itu tak bersuara bahkan untuk sekedar hanya memberi penghiburan,ia terlalu dingin untuk itu.


menghela nafas dan meraih sapu tangan dari saku celananya.


"ambil ini dan usap air matamu, laki-laki tak layak menangis seperti seorang wanita.akan kuberi tau sesuatu dan dengarkan!" ucap Arkansas tegas setelah sapu tangan milik Liora kini digenggam oleh Lukas,sapu tangan penghubung benang merah antara dirinya dan takdir yang ditulis Tuhan untuknya.


"adil tidaknya takdir yang sudah dituliskan untuk manusia,terkadang manusia sendirilah yang harus berfikir ulang.didunia ini hanya tekad dan kemampuan yang membuat nasib akan terlihat baik untuk kita.jika kau hanya melihat dan membiarkan semua berlalu begitu saja,maka yang menyesal pada akhirnya adalah manusia itu sendiri.dan kau lihat kini keluargamu lah salah satu contohnya" ucap Arkansas santai,pria itu bahkan tak menampilkan ekspresi apapun selain datar.


lihat bahkan mata-mata para wanita disana yang sibuk melirik dirinya tak membuat Arkansas perduli,pria itu terlalu dingin tak tersentuh.


"ia.anda benar Mr Arkansas,saya telah membiarkan semua kesalahan ini terjadi dan ini merupakan penyesalan terbesar dalam hidup saya" Lukas terlalu segan berbicara dengan pria raksasa bisnis Wiguna itu,Lukas tau bahwa hubungan mereka tak bisa dikatakan dekat walau kakak tirinya adalah istri dari pria tiran itu.Lukas merasa terlalu kecil.


"kau tak perlu terlalu formal padaku,adik istriku adalah adikku juga.aku tau kau tidak salah Lukas,tapi perlu diingat sebagai seorang pria ,kita dituntut akan sikap yang tegas dalam segala hal atau suatu hari karna ketidak tegasan seorang pria maka sebuah keluarga akan hancur pada akhirnya" Arkansas menepuk pundak Lukas tegas dan bangkit lalu berlalu pergi dengan wajah dingin itu.


Lukas mengangguk.benar,sangat benar.pria adalah kepala sebuah keluarga dan sikap kepala keluarga lah yang akan membawa jalan takdir untuk keluarga mereka.dan William telah gagal,ayahnya telah gagal.


menghapus sisa air matanya dengan hati yang sedikit lega,Lukas berjalan menuju kamar rawat sang ayah.dia harus melihat bagaimana keadaan ayah dan kakak tirinya kini.


memang terkadang masalah akan datang pada sebuah rumah tangga,sebuah keluarga akan menjadi tempat yang seindah surga jika kepala keluarga dapat memimpin dan mengarahkan anak dan istri mereka dengan benar,tak perduli bagaimanapun hal-hal buruk dari luar datang,jika seorang suami bisa mempercayai istrinya dengan saling memberi kepercayaan dan saling terbuka.maka hidup sebuah keluarga akan damai dan bahagia.


TBC......