
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....⭐
selamat membaca...🌹
⚜️⚜️⚜️My Beautiful Target ⚜️⚜️⚜️
siang terasa panas dengan sengatan terik matahari yang terasa membakar.
Duakh.........
"dasar sial! sudah panas ban malah segala bocor lagi,kesialan apa lagi ini !!" pekik Amber emosi.rencananya mereka akan mengunjungi lokasi pemotretan Angel .mereka,Amber,Jessy dan Daisy .mengapa mereka tidak mencari liora? biasalah ,si tiran diktator telah membungkam amber dan Nixon atas sikap posesive dirinya pada liora.
tak jauh dari lokasi mobil ketiga gadis itu,sebuah mobil Range Rover berwarna putih berhenti tepat disamping amber yang kini menendang ban mobilnya penuh emosi.
"memang dengan kau tendang ban mobilmu,mobil itu akan jalan dengan sendirinya?!" pertanyaan bernada mengejek itu membuat gadis yang tengah kesal itu menoleh cepat.
damn!!
amber mendelik dengan tatapan sinis menatap pria tampan yang kini menatapnya dengan senyum menyebalkan.pria itu,Axel.
Axel berdiri angkuh sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.gabril dan Tristan yang berdiri tepat disamping Axel menatap amber penuh arti.
"apa lihat-lihat? mau kucongkel mata kalian!" ketus amber emosi,gadis ini benar-benar tengah kesal sekarang.bukanya membantu ketiga pria tampan itu justru berdiri sambil menonton ya saja.
"kau tidak meminta tolong nona,jadi Axel mana tahu kau butuh bantuan" ucap Tristan polos-polos menyebalkan.gabril terkekeh dan menggeleng takjub atas kelakuan kedua sahabatnya.
"sudah lihat seorang gadis tengah kesulitan ya inisiatif tolong kenapa?,kalian ini laki-laki atau bukan sih?" suara ketus Daisy terdengar tiba-tiba, gadis itu sudah berdiri saja disamping amber,berkacak pinggang dan melotot memandangi Tristan jengkel.
"tolong apa?" tanya Tristan binggung,sungguh wajah manis itu ingin sekali terkena cakaran maut Daisy,tapi sayang gadis itu tak tega kala mata polos itu menatapnya binggung.ya Tuhan tolonglah Daisy dari kemanisan Tristan.
"KYAAAAA...ANAK BAYI DARI MANA NIH" pekik Jessy yang tiba-tiba keluar sembari menguyel pipi putih Tristan .Axel,Daisy,Amber bahkan Gabril tersentak kaget akan ulah jessy.oh ayolah,kalau saja Jessy tahu kelakuan si babyface iblis ini.apakah ia akan tetap menganggap Tristan manis?.
"Ck Jessy jangan diuyel kasian " decak Daisy yang langsung menepis kasar tangan Jessy dari wajah melongo Tristan.yah,fakta mengejutkan dari kedua gadis itu adalah,mereka sangat menggila para pria berwajah babyface.
sementara itu ada sepasang mata yang menatap Daisy intens.
"Huwaaa....aku bilangin mommy kalian cubit-cubit" pekik Tristan kala meringis akibat serangan dua gadis bar-bar yang tengah mengaduk gemas wajahnya.
"aku tau wajahku manis tapi kalau begini terus hilang juga kegantengaku" batin Tristan miris.
"baiklah maaf,kalian sedang apa disini?" tanya Axel setelah berhasil menutupi wajah terkejutnya melihat penderitaan kawan manisnya itu.
"main hom pim pa" jawab Amber ketus.dan percayalah wajah Axel kini terlihat kesal dengan Daisy yang tergelak seketika.
"ck...ditanya itu jawab yang benar" desis Axel menatap amber tajam,sungguh wajah manis gadis ini tak sesuai dengan prilakunya.
"masuk mobil kita antar" ucap Axel tegas.
"tidak mau,siapa yang tahu kau akan bawa kami kemana?" balas Daisy tajam,yah mereka sudah saling kenal saat pesta penyambutan Liora dulu meski tidak dekat,namun cukup untuk tau satu sama lain .terlebih Axel,pria itu tahu segala hal yang berhubungan dengan gadis sang bos.
greph.....
"eh" Axel, Tristan,Jessy dan amber melongo kala Gabril dengan seenak hatinya menarik tangan Daisy duduk di bangku samping kemudi.daisy? gadis itu diam mematung memandangi wajah tampan pria yang sudah menarik tangannya.
"baby Tristan sama Jessy saja duduknya" suara riang Jessy membuat amber mendengus kesal dan Tristan yang mengangguk kikuk.apa-apaan ini ? Tristan kau ditarik seorang gadis,tuhan Tristan yang polos dan tidak tau apa-apa hanya diam dan duduk manis tanpa kata-kata.
"wow..... Tristan,kulaporkan kau pada mommy kalau sudah berani cinta-cintaan ya" goda Axel sembari terkekeh melihat wajah gelagapan tristan.hell!! siapapun tolong Tristan masih polos dan Jessy sudah mengotori imagenya.dia digandeng seorang gadis dan bukan malah menggandeng seorang gadis?. Tristan menangis dalam hati kala melihat binar gemas diwajah cantik Jessy.
"mobilnya bagaimana?" tanya Daisy setelah berhasil mengatasi kegugupannya.
enak saja putra Thomas ini,dia fikir beli mobil seperti membeli kacang goreng? baiklah Gabril mulai emosi.
"enak saja kau Tristan,kau saja yang beli mobilnya!!" desis Gabril jengkel.
"mana boleh,mommy Veleri bilang aku masih belum boleh beli mobil sendiri,mau kamu dimarahin mommy suruh aku beli mobil ?" tanya balik Tristan menggeleng menatap kebodohan kawannya itu.
"terserah!! kau bayi monster!!" desah Gabril frustasi.
"enak saja ak-"
"sudah diam,ini kapan jalannya?" ucapan Tristan terpotong pekikan emosi amber,gadis itu mulai lapar sekarang.
"monster bar-bar" gumam Tristan menatap amber kesal.sedang amber mendelik dan yang lainya hanya tertawa melihat hiburan kecil itu.
🖤🖤🖤
tap....tap....tap....
Terdengar suara tawa mengerikan dibarengi dengan langkah kaki yang terdengar berat semakin mendekat,awal mulanya Arkansas ingin mengirim Natasha dan Stefani ke mansion Houston,namun nampaknya melihat keadaan tubuh liora yang juga belum sadarkan diri membuat niat pria tiran itu urung.dan disinilah,pria tiran itu akan turun tangan sendiri.
Krakh......
ARKHHH......
jeritan Stefani sungguh memilukan saat pria itu memutar pergelangan tangan wanita itu dan mematahkannya.natasha bergetar ketakutan dan semakin meringkut menjauh,wajah wanita itu pucat pasi dan terbungkam lemah.
"ARKHHH...lepas...lepaskan aku" teriakan lirih Stefani menjadi pemandangan memilukan dimata Natasha.tubuh kedua wanita itu telah penuh dengan luka basah yang mengerikan.namun anehnya Arkansas tidak membiarkan siapapun menyentuh wajah mereka kecuali dirinya,entah apa yang pria tiran itu rencanakan.
"Arkansas hiks...mengapa kau menyiksa kami seperti ini? hiks...aku adalah cucu dari orang tua angkat mommy Veleri" tangis pilu Natasha.rahang Arkansas mengeras mendengar wanita itu berani-beraninya menyebut nama ibunya.
"tutup mulutmu! jangan berani menyebut nama ibuku dengan mulut kotormu!" desis Arkansas tajam,pria itu sudah diliputi kemurkaan yang pekat.tak lama wajah itu langsung berubah 180' pria itu terkekeh dan menaikkan sebelah alisnya serta melipat kedua tangannya didepan dada.
"kau tau apa kesalahanmu?! jawab sendiri atau aku yang paksa?!" ucapan bernada tajam itu membuat kepala kedua wanita itu menggeleng lemah.
Axel yang berdiri tepat disamping sang bos tertawa remeh,Ryu berdecih sinis dan Arkansas? pria itu menyeringai buas.
"Ar...Arkansas ku mohon lepaskan kami"lemah Natasha menatap tak percaya akan sosok Arkansas, pria yang sangat ia cintai ternyata seorang psikopat yang sangat keji.
"masukkan dia"perintah Arkansas sambil menunjuk sebuah kotak besi.Ryu mengangguk paham kemudian menghempas tubuh Stefani masuk.
"ARKH..." wanita itu menjerit kala paku-paku kecil mulai menusuk tubuhnya saat box itu bergerak semakin menghimpitnya.darah wanita itu mengalir keluar dari sela-sela box besi dan jatuh tepat kedalam wadah dibawahnya.
Natasha mual dan bergidik ngeri.tubuh wanita itu menegang kaku,ingatan tentang sosok Arkansas yang begitu dingin namun sangat ia cintai berputar indah didalam otaknya.natasha menggeleng kuat ,Arkansas seorang pembunuh keji yang sangat berbahaya pria yang malangnya adalah cinta pertama Natasha sampai saat ini.
tes....tes....tes...
air mata tanpa sadar mengalir deras saat melihat tubuh Stefani yang sudah dikeluarkan dalam keadaan mengenaskan terkoyak dan sekarat.
"jangan biarkan wanita hina itu mati! bawa dia dan obati,aku masih belum puas bermain-main" bengis,keji dan tak manusiawi.Natasha benar-benar tidak mempercayai apa yang ia lihat.
"sudah kukatakan pada para sampah yang kau sewa,jangan sentuh milikku!! "tegas Arkansas sembari menyeringai buas dan menatap Natasha datar.
"a..apa maksudmu? aku tidak mengerti apa yang kau katakan hiks...tidak aku tidak pernah menyentuh apapun"Natasha tetap bersikeras bahkan menangis begitu pilu demi membuat sedikit saja rasa iba Arkansas untuk dirinya.memangnya dia bodoh mau mengaku! tidak, Natasha tidak akan pernah mundur!.
"hm....Ryu ,Axel bawa dia" pria itu mulai bosan,Ryu dan Axel bergerak cepat .kini mereka akan membawa Natasha ke mansion Houston bersama Stefani,mari lihat apa yang akan si tiran lakukan.dan apa reaksi keluarga besar Houston itu?.
TBC....
see you next chapter 🤗