PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
special chapter 2



...Vote,Like dan Komentar ya ❣️...


cek profile El ya untuk spin off....



...🌴...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...A...


...E...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🌴...


Lucas terdiam menatap sosok wanita yang kini duduk diatas kursi roda,wanita yang terlihat menyedihkan.


"apa maumu?"tanya Lucas dengan wajah dingin tak bersahabat.


"tidak bisakah kamu memaafkan ku? tolong....aku meminta maafmu,hiks...aku...aku sungguh menyesal dan terpuruk Lucas" wanita yang terduduk lemah diatas kursi roda itu memohon miris,Lucas menatap dingin.


wanita itu meremas ujung roknya dan sedikit meringis kala kukunya terasa menancap pada kulit pahanya.


rok hitam itu tak mampu menahan cengkraman oleh tangannya.


Lucas terkekeh sarkas Menatap bawah tubuh wanita itu yang sudah tak ada lagi.


yah,wanita itu cacat dengan kedua kaki terpotong.


hidup menyedihkan dengan sisa belas kasihan nyonya besar Wiguna.


"tidak....tidak...hiks...cukupkah penderitaanku selama ini? tolong setidaknya maafkan aku hiks... Lucas" wanita itu terisak menunduk sesal .


"penderitaan? JANGAN MEMANCING AMARAHKU WANITA HINA! apa kau bilang, penderitaan? KAU ADALAH SUMBER PENDERITAAN KAMI! KAULAH PENYEBAB PUTRIKU TIADA! ANDAI KAU BICARA JUJUR SAAT ITU, PUTRIKU MASIH ADA... KAKAKKU TIDAK AKAN KOMA! BEDEBAH!" nafas Lucas naik turun menunjuk benci wajah ketakutan wanita dihadapannya.


taman kota itu mendadak hening oleh segala aktivitas pengunjung.


semua atensi beralih pada sosok Lucas yang menahan amarah dan sosok wanita menyedihkan berkursi roda.


Wanita itu hanya bisa menangisi masa lalu kebodohannya.


"andai bukan karena kemurahan hati mommy veleri,dan statusmu sebagai ibu dari lili,kau akan mati! kau akan tinggal nama! kau...kau wanita paling tidak tau diri yang pernah kukenal setelah kedua Medusa itu.harusnya aku tak pernah mengenalmu,aku menyesali semua cinta yang aku berikan padamu! kau adalah kutukan bagi bayi kecil seperti Lili,kau adalah kutukan Tuhan bagiku,dan wanita-wanita seperti dirimu dan Stefani.....kalian adalah simbol dari malapetaka bagi para manusia berhati mulia seperti kakakku dan keluarganya.mulai hari ini jangan tampakkan wajahmu dihadapanku,jangan pernah muncul atau aku tak akan segan mengirim dirimu menemani Stefani,wanita terkutuk itu!" Lucas berbalik pergi, meninggalkan sosok Dysabel yang terpuruk seorang diri.


ditinggalkan suami.....


ditinggalkan sosok putrinya.....


Dysabel mendongak menatap langit yang mulai menghitam.


dirinya menatap sekeliling yang mulai sepi.


dirinya melihat suster yang bertugas merawatnya tak ada.


Dysabel tersenyum miris......


tangannya meraih sebuah botol kecil dari tas tangannya.


"mungkin mama memang harus menemani lili disana...mungkin aku memang harus pergi dari dunia yang sudah menolak diriku...mungkin aku harus tiada agar Lucas bisa bahagia....Lucas...maafkan aku,meski kau sudah bukan suamiku lagi sejak perceraian kita 5 tahun yang lalu....namun,namun kamu tetaplah satu-satunya pria dihatiku.Lucas Alexander,maafkan aku...maafkan aku...." Dysabel melirih.


Glek........


isi botol berwana putih tak berbau itu ia telan dalam sekali teguk.


Uhukkkk..........


dirinya mengusap cepat darah dari mulutnya yang perlahan keluar.


"Mrs saatnya kembali" suara acuh sosok wanita berseragam perawat terdengar.


"baiklah..hah...ma..mari pulang" Dysabel menahan rasa sakit yang menyerang jantungnya.


mobil sedan sederhana itu telah tiba disebuah rumah kecil dengan cat putih.


Dysabel diangkat masuk oleh sang supir dan dibaringkan diatas ranjang.


"tidurlah,satujam lagi kau harus minum obat " suara dingin perawat itu disambut senyum nanar Dysabel.


"terimakasih...." jawab Dysabel lirih.


perawat wanita itu mendengus dingin,jika bukan karena nyonya besar Wiguna,dirinya tak mau bekerja mengurus mantan korban kebengisan dari raja Tiran Arkansas dan putranya Rayganta itu dengan suka rela.


"cih...kau itu hanya wanita tak tau diri,sudah bagus nyonya muda begitu baik padamu tapi kau malah mengigit wanita baik itu dengan licik! heh...tidak sudi sebenarnya aku mengurus hama seperti dirimu,lebih baik kembali ke rumah sakit dan bekerja dengan tuan muda kedua Wiguna!" sinis perawat itu keluar dari kamar setelah puas menghardik Dysabel


Dysabel tersenyum miris.


uhukkkk.....


tubuhnya kejang.....


darah mulai keluar dari hidung,telinga dan mulutnya.


"Li..lilih... ma..mama datang nak"


dan pada akhirnya Dysabel menutup mata meregang nyawa,seorang diri dengan berjuta penyesalan.


ditinggalkan.....


dalam kesepian.....


sunyi......


dan,air mata.......


...........⚜️...........



........⚜️.........


Suasana aula pesta ulang tahun cucu kembar A Wiguna nampak tegang.


sosok gadis kecil dengan dress soft pink itu menatap ke depan dengan mata bulat berkedip lucu.


Grephhh.......


Rafendra menurunkan sang cucu dari gendongan saat sosok tegas putranya berjalan mendekat.


"Daddy? hiks...itu Daddy Archa?" Archana membatin lirih,namun.


"kakak?" gadis kecil itu bertanya binggung kala dua sosok kakak laki-laki berdiri didepannya seakan menghalangi sosok laki-laki dewasa yang kini mendekat dengan senyum sendu.


"rupanya kau ingat pulang,dad?!" Sosok Rayganta dengan stelan putih berdiri menatap sang ayah sengit.


"kufikir kami benar anak yatim piatu?" suara dingin Arshenio kecil menimpali.


Rafendra mendesah panjang,sudah berbusa mulutnya menjelaskan bahwa ayah dan ibu mereka masih ada,namun Arshenio yang keras kepala dengan sifat hampir serupa Arkansas itu tidak perduli.


hanya Archana kecil yang berhati seluas samudra.


Arkansas tersenyum kecut.benar! ini salahnya.


Grephhh.....


Anggi menarik Rayganta menyingkir dengan senyum tajam penuh peringatan, Rafendra dengan putus asa menggendong tubuh kecil Arshenio yang memberontak keras.


"diam Arshen! Opa sudah katakan berulang kali,jangan buat adikmu sedih dengan kata yatim piatu! kalian punya orang tua,titik!" ancam Rafendra melihat mulut kecil itu bersiap protes.


"kak,kau pulang?" Rion mengangguk melihat wajah Arkansas yang terlihat lebih tirus dari sebelumnya.


kini Arkansas sudah berdiri didepan sosok gadis kecil yang benar-benar copi-an antara wajah dirinya dan sang istri.


jika Arshenio dominan wajah dirinya,maka Archana benar paket komplit Arkansas dan Liora versi kecil.


Arshenio berambut hitam lebat kayaknya Rayganta dan Archana memiliki rambut coklat lembut yang panjangnya sepunggung.


manis,cantik,polos dan baik hati.


tuan putri Wiguna benar-benar peri kecil hadiah Liora yang terindah.


sungguh Arkansas harus benar-benar menahan hati agar tidak menerkam gemas wajah kecil putrinya.


mata bulat yang cerah bersinar polos,hidung mungil mancung yang memerah lucu,bibir kecil yang bergetar sambil mengerucut dan pipi gempal yang benar-benar membuat siapapun gemas untuk mengigitnya.


Archana yang polos dan baik hati.


Arshenio yang keras kepala dan kejam.


dan terakhir,Arkansas melirik sosok putra sulungnya yang berdiri bersilang tangan menatapnya jengah.


si pangeran es berhati iblis.


Menghela nafas dan Arkansas kembali menatap wajah menggemaskan putrinya.


"baby...my little girl...." panggil Arkansas lembut.


para tamu menatap drama keluarga tiran Wiguna itu dalam diam,terlalu takut membuat suara bahkan untuk bernafas saja terasa berat.


mereka tak ingin mengganggu moment itu atau nyawa mereka yang jadi tumbalnya.


"putri dan putra kecil Daddy..." lirih Arkansas menatap Arshenio yang baru saja diturunkan oleh Rafendra nanar.


"kami tidak punya orang tua!" Rayganta menyahut sarkas.


Anggi menghela nafas.Rayganta ini benar-benar pendendam ulung.


"kalian anak-anak Daddy dan mommy! maafkan Daddy ya kids,Daddy benar-benar menyesal mengabaikan kalian selama 5 tahun terakhir" Arkansas menunduk menghela nafas berat,meraih telapak mungil putrinya dan menatap mata bulat itu sedih.


"maaf? sejak kapan kamu menganggap kami anak-anakmu?! kemana kau selama ini? kemana kau saat kami pertama kali belajar berjalan?! kemana?" suara Arshenio melirih.


tes......


satu tetes air mata jatuh di pelupuk mata Arkansas untuk kesekian kali akibat keluarga kecilnya, anak-anak dan istrinya yang malang.


para tamu sudah dibubarkan paksa oleh para inti.


"maaf boy...maafkan kesalahan daddymu ini,maaf atas semua kebodohan Daddy pada kalian..maaf....." suara berat Arkansas terdengar bergetar.


para istri sudah mulai menangis terisak dengan pelukan hangat para suami mereka.


Anggi menangis memeluk lengan Rafendra yang menepuk punggung istrinya sabar.


"apa maumu?!" tanya Rayganta tanpa perubahan pada wajahnya yang benar-benar dingin.


namun,sungguh didasar hatinya dirinya juga ingin sekali berlari memeluk ayahnya.menumpahkan seluruh beban hatinya pada sosok panutan ya itu.


Arkansas meraih dan menggenggam erat tangan kecil Archana,menatapnya lembut penuh penyesalan.


"kalian boleh hukum Daddy,asalkan jangan benci pada Daddy seperti ini dan Daddy menyesali semuanya" Arkansas benar-benar getir menatap wajah sedih putrinya,wajah dingin putranya.


Rayganta tertawa sumbang,Arshenio mendekat dan menarik tangan sang adik menjauh dari sosok ayah mereka itu.


"kau...setelah 5 tahun meninggalkan kami tanpa kabar! kemana saja kau saat adikku menangis karena diejek tak memiliki ayah! kemana saja kau saat kami ingin bertanya dimana ibu kami?! mengapa kau melarang semua orang menemui ibu kami?! MENGAPA?! dimana dirimu saat kami butuh kasih sayang? hiks.... dimana kau saat kami mulai belajar bicara,merangkak,berdiri dan berlari? DIMANA KAU SAAT ARCHANA DAN AKU JATUH SAAT BELAJAR NAIK SEPEDA?!KAU BAHKAN TIDAK BERHAK MENYEBUT DIRIMU AYAH! hiks..mengapa kau tega tinggalkan kami sendiri?" Arshenio menangis pilu memeluk tubuh bergetar Archana kecil.


keduanya menangis menyayat hati.


kayra meraih dan memeluk tubuh kecil keduanya dengan senyum pedih.


"Daddy tau ini semua sudah terlambat,tapi tolong....tolong izinkan Daddy menebus segalanya,izinkan Daddy menjadi ayah kalian sekali lagi" pinta Arkansas dengan putus asa.


dia duduk dengan kedua lutut menopang tubuh,menatap ketiga anak-anaknya dengan pilu.


"maaf...maafkan aku karena menyebabkan anak-anak kita menangis Liora,maafkan aku istriku" batin Arkansas menangis pedih .


Kayra menghela nafas iba.


wanita cantik istri dari Arion itu menarik kedua sosok kecil itu menatapnya.


"sayang....mami tau Daddy kalian sudah melakukan kesalahan besar,tapi bolehkah mami memohon? maafkan Daddy kalian ya,beri dia kesempatan untuk memperbaiki diri. ingat kata Oma.....mommy kalian adalah wanita yang baik hati dan lembut pada siapapun jadi maafkanlah Daddy kalian dan jangan hukum dia lagi,mungkin dengan begitu kalian bisa melihat sosok mommy kalian lagi" bujuk Kayra perlahan.


Deg......


manik kedua anak kembar A itu bergetar.


mommy?....


satu kata dan pertahanan mereka hancur.


"dengar Oma,kalian tahu? meski kalian marah pada ayah kalian itu,meski dia telah gagal Dimata kalian,tapi mau bagaimanapun dia tetaplah ayah kalian.berbesar hati itu baik,biarkan dirinya perbaiki segala kesalahan,biarkan dia menjalankan tugasnya sebagai sosok ayah.turunkan ego diri sendiri ,fikirkan beban hati ayah kalian juga Oma tidak pernah mengajari cucu-cucu Oma membenci keluarga sendiri,apapun kesalahannya terutama jika itu masih bisa diperbaiki" Anggi mengelus surai hitam Arshenio dan menggenggam telapak tangan Rayganta kemudian.


"Da...daddy.... Daddy nya Archa hiks...." Archana berlari dan menubruk tubuh tegap ayahnya dengan derai air mata.


cup....


cup....


cup....


Arkansas dengan gemas mengecup kening dan kedua pipi bulat putrinya dengan wajah berseri .


"iya little girl...me your Daddy! " Arkansas terkekeh dan memeluk erat tubuh kecil itu dengan sayang.


Arkansas menatap kedua putranya yang berdiri diam bak patung.


"Boys?" Arkansas membuka kedua tangannya lebar dan tanpa aba-aba sosok Arshenio kecil mendekat dengan malu-malu dan memeluk tubuh maskulin ayahnya dengan binar bahagia.


sungguh jika ia sampai seantusias Archana akan dibawa kemana wajah dingin ya nanti.


yah,Arsenio dan sikap tsundere-nya!.


"Rayga?" kini semua mata keluarga menatap pada sosok anak laki-laki berusia 12 tahun ini dengan antusias.


hingga....


"aku bukan bayi yang butuh pelukan!"


jleb......


"sakit tidak boss?" tanya Tristan dengan polos.


"pasti sakit hati itu Tan!" james berceletuk santai.


"woah...Daddy ditolak mantap rasanya! " si kembar R mengangguk mantap.


"rasakan memang enak ditolak!" seru Ara pada sang kakak.


Arkansas mendengus,para setan ini!....


" kak" panggil Rion samar.


"apa?!" sentak Arkansas jengkel.


kini kedua anak kembarnya sudah ia gendong dengan sekali angkat.


kanan sosok kecil Archana duduk dengan antusias dilenganya.


kiri sosok Arshenio duduk dengan wajah memerah malu.


"mampus!" gelak Rion yang sudah kabur menarik kedua putra kembarnya dengan senyum menyebalkan.


"Bedebah!" amuk Arkansas kesal.


hingga....


"Daddy...bebebah apa?!" pertanyaan polos meluncur cepat dari bibir pink cerah sang putri.


Deg......


tubuh Arkansas menegang dengan pelototan dari para ibu dan menantu mereka.


"ARKANSAS....AYAH LAKNAT KAMU!" amuk Anggi murka.


sial,dirinya sudah susah payah mendidik agar cucunya itu tetap polos dan murni.


dan si Tiran itu sekali datang sudah menodai telinga suci cucunya! Anggi naik pitam.


"ma..maaf mom!" Arkansas tanpa aba-aba berjalan secepat kilat menuju lift menjauhi amukan dari ibu suri.


Rafendra mengeleng miris melihat kelakuan absurd keluarganya.


"Rafen...kuharap keluarga kita akan terus bahagia hingga nanti Liora membuka mata,aku berdoa semoga tuhan masih berbaik hati memberi keluarga kita secercah cahaya harapan" Anggi berucap samar sembari menatap kearah dimana Arkansas dan ketiga anak-anaknya pergi dengan senyum bahagia ditengah pengharapan menanti keajaiban pada Liora.ibu,istri dan wanita sumber kehangatan para keturunan Wiguna generasi muda.


menunggu harapan.....


menunggu cahaya mereka kembali datang....


dengan sabar........


..........⚜️..........


...TBC...


satu chapter lagi dan say goodbye to all of MBT cast.......


...🤧🤧🤧🤧🤧...