PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Murka Anggi



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...🌹


tolong share juga ke akun sosmed reader ya...buat bahan bakar ide-ide El selanjutnya .


dan selamat pagi dan selamat beraktifitas para reader.......


mohon maaf ya jika jumpa Typo😋



🌹 Happy Reading 🌹


mobil Audi putih itu memasuki kawasan tanah pribadi mansion besar Wiguna,pintu gerbang megah itu terbuka otomatis saat keamanan pemindai mendeteksi calon ratu sang putra mahkota Wiguna.


"Kay,aku jalan saja ya" ucap Liora pelan saat pak Dendi telah menyiapkan kursi rodanya tepat didepan pintu mobil.Kayra menggeleng tegas dengan manik memicing tajam.


"tidak!! sudah cepat duduk tenang biar aku dorong kursi rodanya masuk ke dalam!!" ucap Kayra tegas.


Liora mengangguk lemas,percuma berdebat dengan Kayra.gadis itu sangat keras kepala dan tak akan pernah bisa dibantah,entah bagaimana nasib suaminya kelak? Liora seketika meringis ngeri.


"kamu kenapa Q? apa masih sakit?" tanya Kayra cemas.Liora menggeleng dan tersenyum tipis.


"selamat datang nona Liora dan nona Kayra" sapa kepala maid sopan kala pintu besar itu terbuka dan masuklah kedua gadis itu dengan sambutan ramah para penjaga dan maid mansion Wiguna.


"terima kasih semua,silahkan kembali bekerja" ucap Liora ramah, Kayra?.gadis itu hanya diam saja.


"paman Faren,dimana mommy?" Liora bertanya pada kepala maid yang baru saja ingin berbalik pergi,pria paruh baya itu menatap wajah manis Liora sesaat sembari mengingat dimana keberadaan sang nyonya Besar.


"hm...nyonya Veleri ad-"


"YA AMPUN LUTUT KAMU KENAPA SAYANG?!!" ucapan Kepala maid itu terpotong saat suara nyaring panik Anggi terdengar dari arah tangga.Wanita cantik itu berjalan cepat menuju Liora yang kini tertunduk gelisah.


"tidak apa-apa mom,hanya tidak sengaja jatuh saat ditaman"bohong Liora, gadis itu tak mau melihat raut wajah cemas wanita sebaik Anggi.


Kayra mendengus dengan Ara dan Freya yang nampak menatap tak percaya.


"bohong mom! Liora didorong oleh Natasha dan Stefani" ucap Kayra enteng,gadis itu tak perduli manik Liora yang kini menatapnya ngeri.


Wajah cemas Anggi berganti raut wajah datar dan dingin,wanita itu menatap Ara dan Kayra.


"Ara,bawa calon istri kakakmu ini beristirahat dan Freya.antar Kayra membersihkan diri sebelum makan malam,mommy keluar sebentar" ucap Anggi dingin.ibu dari Arkansas itu menatap lembut wajah Liora yang kini nampak memerah seperti ingin menangis.ayolah sejak kapan hati gadis itu jadi seperti hello Kity begini? Liora merutuk dirinya sendiri.


"sayang,dengar mommy! kau adalah calon pendamping hidup seorang Arkansas.Putra mahkota keluarga kami,jangan biarkan siapapun merendahkan dirimu.jika mereka membuatmu terluka,balas mereka lebih kejam jika memang bukan kamu yang salah.mulai hari ini mommy tidak ingin lihat kamu lemah seperti ini! mengerti sayang?!" ucap Anggi tegas,wanita lembut ini akan berubah layaknya iblis jika keluarga nya terusik.


"sudah kuingat kan kau Rebecca,maka lihat saja bagaimana aku akan mendisiplinkan putrimu itu!!" batin Anggi yang sudah berlalu memasuki lift menuju lantai 4 dimana kamarnya berada.ke empat Gadis itu menatap sosok Anggi dalam diam hingga lift merangkak naik.


"Kak Kayra ayo masuk dan bersihkan diri kakak.mau pakai kamar tamu atau kamar kak Rion juga tidak apa" goda Freya berusaha menghentikan keheningan yang ada.Kayra tersentak dan mengangguk samar mengikuti Freya menuju kamar tamu,gila saja ia mau memasuki kamar Rion sementara yang punya sedang tak ada.bisa besar kepala si buaya mesum itu!.


"kak jangan melamun,ayo Ara antar ke kamar" ucap Ara sembari mendorong kursi roda calon kakak iparnya itu.Liora mengangguk lemas,hatinya gundah gelisah memikirkan ucapan Anggi.walau terdengar lembut namun tak dapat di bohongi wajah dingin ibu dari Arkansas itu sangat menakutkan.


Anggi keluar dari kamarnya dan segera memasuki Lift setelah selesai berganti baju.


"pak....pak Dendi.... siapkan mobil,saya mau keluar!!" Anggi memanggil supir pribadi keluarganya itu,wajah wanita itu kini benar-benar mengerikan setelah anak dan calon menantunya sudah tak terlihat lagi,akhirnya wajah murka wanita itu terlihat juga.


pria paruh baya itu menatap ngeri wajah nyonya besar Wiguna itu,baru kali ini sang nyonya yang terkenal lemah lembut itu begitu murka.Tak mau terkena dampak kemarahan ratu Rafendra itu,segera ia menyiapkan mobil khusus sang nyonya.


"antarkan saya ke kediaman Aprilio!!" ucap Anggi dengan suara dingin tak bersahabat.



supir itu mengangguk patuh dan segera menyiapkan mobil Mercedez sang Nyonya.


🖤🖤🖤🖤


kediaman Aprilio itu begitu ribut dengan tangis drama putri Rebecca itu.wanita cantik berhati licik itu menatap sang ibu dengan wajah sembab dan pipi yang juga terlihat membengkak.


"kenapa bisa seperti ini Natasha?" tanya Kevin binggung,begitu pulang dari bekerja pria itu melihat putri nya nampak menangis disertai wajah penuh amarah sang istri.


"kau masih bertanya?!! Kevin...lihatlah apa yang sudah calon menantu Wiguna itu lakukan pada putriku?!! gadis murahan itu menampar wajah Natasha di muka umum!!" desis Rebecca murka.Kevin mengeryit dan menggeleng tak percaya.


"Natasha,katakan pada papa apa yang sebenarnya terjadi? kamu jangan langsung saja mengadu membabi buta seperti ini pada mama kamu.jelaskan sejujurnya!!" ucap Kevin pusing,pria itu mendesah lelah melihat sikap keras istri dan juga putrinya itu.bahkan belum juga beristirahat dari mengurus kantor Houston membantu Marsel, pulang-pulang bukanya mendapat sesuatu yang membuat lelahnya hilang,kini apa lagi yang sudah dilakukan oleh putrinya itu? Kevin benar-benar menyesali didikan Rebecca pada Natasha.


"APA-APAAN KAMU KEVIN?!! KAMU MENUDUH PUTRIMU BERBOHONG?!! TEGANYA DIRIMU SEBAGAI SEORANG AYAH!!" amuk Rebecca geram.Kevin menutup matanya menahan emosi saat Rebecca benar-benar tidak melihat dirinya sebagai kepala keluarga.


"tidak bisakah kamu tenang Rebecca?!! apa yang kamu lakukan ini semakin membuat Natasha menjadi-jadi,kelakuan anak ini sudah keterlaluan!!" desis Kevin tajam.


"KALAU KAU TIDAK BISA MEMBANTU,SEBAIKNYA DIAM SAJA.KAU TIDAK BERGUNA SEBAGAI SEORANG AYAH DAN JUGA SUAMI!!" sarkas Rebecca tajam.


Brakhhhh......


nafas Kevin memburu kala emosinya telah terbakar mencengkram hati,pria itu memukul meja kuat hingga kedua wanita berbeda generasi itu terjangkit kaget.


"baik,urusi saja ulah putrimu itu.aku sudah lelah menasehati kalian berdua!!" ucap Kevin dingin,pria itu berdiri menuju tangga dan berlalu begitu saja tanpa berbalik.


Natasha menatap geram ayahnya itu.stefani yang tadi duduk diam disamping Natasha tak berani bersuara.biarlah saat Natasha meminta baru ia bicara.



Rebecca menatap datar kepergian suaminya itu,wanita itu menoleh dan menatap Stefani yang juga bernasib sama dengan Natasha,pipinya bengkak dengan ujung bibir yang sobek.


"kami saat itu berjalan di taman selepas pemotretan,Stefani melihat gadis cacat itu dan berniat baik ingin meminta maaf.tapi gadis kurang ajar itu justru menampar Stefani ma,dan saat Natasha ingin meminta dia bersikap baik jika Arkansas jadi menikah dengannya ,entah mengapa dia malah menampar Aku ma" jelas Natasha berdusta.Stefani menyeringai melihat betapa bagusnya akting Kawanya itu.


"dasar gadis rendahan!! berani sekali dia menyakiti putriku!! tenang saja mama akan fikirkan cara membalas nya nanti" ucap Rebecca geram.


"nyonya...nyonya...hah.....hah.... didepan....didepan ada" seorang maid berlari masuk dengan tergesa-gesa.nafasnya memburu disertai keringat dingin menemui Rebecca.


"kamu kenapa?!! dasar apa kau tidak punya sopan santun menemui majikanmu ?!! ucap Natasha jengkel.


Brakhhhh........


pintu masuk kediaman Aprilio itu dibuka paksa hingga daun pintu menghantam dinding.


Anggi masuk dengan wajah murka sembari berteriak emosi.


"REBECA.......KELUAR!!!" amuk Anggi murka.wanuta itu bahkan melempar vas bunga yang berada tepat di dekat pintu masuk.


PRANKKKK..............


"KELUAR ATAU KUHANCURKAN RUMAHMU INI!!!"


Rebecca berlari berang menemui Anggi yang kini terlihat dipenuhi kemarahan.


"STOP VELERI!! APA-APAAN DIRIMU MENGACAU DIRUMAH KU?!!" tanya Rebecca sengit.


"HARUSNYA AKU YANG MARAH KARNA CALON MENANTUMU ITU SUDAH MENYAKITI PUTRIKU,MENGAPA JUSTRU DIRIMU YANG TIDAK TAU MALU MENGACAU DISINI!!" tambah Rebecca yang juga mulai tersulut.


"menyakiti?! hahaha...kau jangan mendramatisir keadaan!! aku lebih tau calon istri putraku dibanding dirimu!!" sarkas Anggi.


kedua wanita paruh baya itu menatap sengit dengan Natasha dan Stefani yang berdiri gemetar takut.



tatapan mata Anggi benar-benar gelap,kedua tangannya terkepal kuat menatap nyalang pada wajah angkuh Rebecca


"sudah kuperingatkan!! jangan berbuat ulah atau aku tak segan melupakan hubungan keluarga kita!!" desis Anggi tajam.wanita itu menatap wajah Natasha dan Stefani yang nampak takut namun berusaha tenang.


"mommy...mommy Veleri tenang dan duduk dulu,Natasha mohon mommy dengarkan kami dulu jangan marah-marah seperti ini" ucap Natasha melas,wanita itu benar-benar pandai berakting.wajah sembab dan juga sorot mata layaknya korban diperlihatkannya agar hati sekeras batu Anggi luluh.tapi ingatkan dirinya,bahwa Anggi bukan wanita bodoh yang mudah tertipu mulut manis wanita muda dihadapannya itu.


"diam kamu!! apa kamu bodoh atau sudah tidak punya malu?!!sudah lihat putraku menolakmu,masih saja kau keras kepala dan berani mengusik calon menantu Wiguna!!" desis Anggi tajam.Natasha mengeram dalam hati,sungguh jika saja ia bisa membunuh wanita keras kepala yang sayangnya adalah ibu dari pria pujaannya,sudah pasti Natasha akan bersorak jika wanita itu mati.


menghela nafas dan menatap Anggi dengan senyum manis,Natasha mulai mengeluarkan bujuk rayunya.


"mommy Nata-"


"jangan panggil aku mommy!! aku bukan ibumu!!" bentak Anggi emosi.ketenangan wanita itu hilang saat melihat kedua lutut Liora yang nampak berdarah dan lebam begitu gadis itu pulang.entah bagaimana Anggi akan menjelaskan pada Arkansas nanti.


Rebecca sudah gelap mata,nafasnya memburu dan siap menerjang Anggi jika saja Stefani tidak menarik dan menahan tubuhnya.


"baik,aku akan panggil Tante saja.tante,mengapa Tante tidak mengerti? Liora itu tidak pantas untuk Arkansas,akulah yang sudah mengenal Arkansas sedari kecil dan Tante juga tau aku begitu mencintai putra Tante itu.Liora itu hanya gadis murahan yang entah bagaimana bisa menjadi adik dari Mathew Anderson" ucap Natasha dengan suara lembut dan nada bicara yang terdengar santai menghina secara halus.


PLAK...........


"VELERI......!!!!" pekik Rebecca kala melihat putrinya jatuh tersungkur dengan pipi yang memerah dan sudut bibir yang robek.


Anggi benar-benar menampar keras mulut kurang ajar wanita muda itu.tak lama manik istri Rafendra itu menyalang kala tubuhnya didorong menjauh oleh Rebecca.


"ada apa ini?" suara Kevin terdengar panik.pria itu berlari dari arah tangga menuju sosok Anggi yang kini berdiri tegak tak terpengaruh perbuatan Rebecca.


Anggi tak menggubris keberadaan Kevin ,wanita yang kini terbakar amarah itu berjalan dengan langkah berat mengerikan kearah sosok Natasha yang kini tengah dibantu berdiri oleh ibunya.


"kau!!" tunjuk Anggi berang pada sosok Natasha yang menatapnya tak percaya.apakah ini benar wanita lemah lembut istri dari seorang Rafendra? Natasha meringis merasakan sakitnya tamparan Anggi .


"siapa yang kau sebut gadis murahan?!! sadarlah Natasha!! kau dan Stefani itu tak lebih dari wanita langganan club malam.jangan kau fikir aku tak tau kelakuanmu diluar sana! kau.......jika tak ingat keluarga Houston,sudah kubuat kamu mengerti apa arti neraka dunia!!" ucap Anggi bengis.


"APA MAKSUD PERBUATANMU INI VELERI?!! KAU TAK PUNYA HAK MENYAKITI PUTRIKU!!" murka Rebecca,wanita itu bangkit dan berjalan cepat ingin menerjang anggi,tangan wanita itu telah dekat ingin menampar wajah angkuh anggi hingga.


Grephhh......


ARKHHHH....


Anggi mencengkram kuat lengan Rebecca.


"REBECA APA YANG KAU LAKUKAN?!!" panik Kevin,pria itu bahkan tak berani memikirkan apa yang akan para Wiguna lakukan pada keluarga nya jika Rafendra sampai mengamuk.


"sudah kukatakan,tidak perlu suamiku turun tangan.aku sendiri bahkan mampu memerintahkan para iblis BE menghabisi nyawa putrimu itu.disiplinkan anak kalian atau aku yang akan merobek mulut kurang ajarnya itu!!" ucap Anggi tajam,wanita cantik itu menatap Kevin dalam dan Kevin cukup tau masih ada rasa hormat Anggi padanya ,jika tidak bahkan Anggi tak akan berfikir dua kali menghabisi putri nya itu.


"lepaskan aku!! kau keterlaluan Veleri!!" ronta Rebecca kalap,ia bahkan yakin pasti cap tangan Anggi nanti akan berbekas merah.


Anggi menghempas tangan Rebecca kuat hingga wanita itu terhuyung jika saja Kevin tak menahan tubuhnya,sudah pasti dia akan menghantam meja kaca yang berada diruang tamu itu.


"Kevin aku pergi!! ingat disiplin mulut kotor putri dan istri mu,kau tidak lupa bukan apa yang dulu Arkansas lakukan pada wajah putrimu?!! jangan membuat bencana datang sendiri padamu.camkan itu!!" ucap Anggi ,wanita itu lalu berbalik dan pergi begitu saja meninggalkan suasana mencekam di kediaman Aprilio.


"sudah puas?!! kau dan semua didikanmu itu adalah sampah!!" sinis Kevin pada Rebecca,pria itu berlalu pergi keluar rumah terlalu frustasi akan ulah istri dan putrinya.


"aku tidak bisa terima ini!! aku akan membuatmu membayar Veleri!!" batin Rebecca nyalang.


TBC........