
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...🌹
🌹 Happy Reading 🌹
aku bukan manusia sempurna
banyak hal jahat yang telah kulakukan
namun aku tak akan pernah berhenti untuk itu
dan kupastikan kegelapan ku tak akan menyakitimu
maka akan kukatakan sebelum diriku menyesal
bahwa aku hanya jatuh padamu
aku telah temukan sebuah alasan
membiarkan iblis ini untuk menjagamu
sebuah alasan untuk mempertahankan mu disisiku
kau adalah alasan segala milikku
maaf kau harus melihatku seperti ini
namun aku tak akan pernah menyesal
dan semua darah yang kau lihat
kuharap itu tak merubah apapun
kutahu rasa takut itu tak bisa terhapus,namun akan kututup dengan cinta
biarkan aku mengusap air mata dan sisa masa lalumu
karna itu tetaplah disamping ku
Liora berjalan menuju basemant parkir mobil,mereka sudah puas mengisi perut dan kini berencana menghabiskan waktu berkeliling taman hiburan atas permintaan Si dua bungsu.
Daisy ditemani angel permisi sebentar memberi tahu pekerja cafe bahwa mereka akan berjalan-jalan seharian.jessy menemani Amber membawa Ara dan Tristan pergi terlebih dahulu karna dua bungsu itu benar-benar tidak ingin menunggu .
"Q kau pergilah dulu ambil mobil di basemant bersama Kayra,mungkin jika aku sedikit lama kalian bisa berangkat menyusul Amber duluan" ucap Daisy tidak enak hati.
"benar Q.aku bisa pergi bersama Daisy menyusul kalian nanti" tambah Angel mantap.
Liora menatap Kayra yang kini mengangkat bahu masa bodoh.
"huft....baiklah kami duluan ,kalian segera menyusul ya.jangan lama-lama!" ucap Liora sedikit tidak yakin.daisy dan angel mengangguk kemudian berjalan meninggalkan Liora dan Kayra didepan pintu keluar cafe.
"Q biar aku yang ambil mobilnya dulu.kamu tunggu saja di depan cafe,ingat jangan berdiri ditempat panas!!" ucap Kayra memperingatkan liora tegas.gadis manis itu terkekeh dan mengangguk jenaka.
"baiklah nyonya Kayra,pelayanmu ini mengerti" ucap Liora menggoda ,Kayra mendengus menanggapi guyonan sahabat nya itu.
"baik aku pergi dulu" Kayra berlalu meninggalkan Liora yang kini berjalan menuju keluar cafe dan bersiap menunggu Kayra tiba dengan mobilnya.
seorang pria tampan dengan tatapan teduh nan sayu menatap sosok Liora sendu,berjalan mendekat dan bersuara sebaik mungkin.
"Liora"
deg......
Liora menoleh saat mendengar suara serak maskulin yang ia kenal.maniknya bergetar kala sosok Leonardo berdiri tepat tak jauh disamping nya.
"le... Leonardo" gumam Liora lirih.tiba-tiba perasaan canggung dan gelisah menyapa gadis itu.ingatan akan Arkansas yang menembak tubuh Leonardo masih terekam jelas diingatnya.liora mematung dengan manik sendu menatap pria itu.
tap....tap.....tap.....
"Lio,apa kabarmu? sudah lama ya kita tidak bertemu sejak aku tertembak" ucap Leonardo tersenyum lembut.Liora meringis dalam hati,ia sadar apa yang dilakukan Arkansas dulu tak lepas dari dirinya.
"bolehkah kita bicara?" tanya Leonardo sendu.
Liora tanpa sadar menangis dalam hati,pria ini terlihat sakit.entah? bukan sakit fisik,namun Liora dapat melihat betapa hancur hati pria itu kini.tatapannya,suaranya bahkan gerak tubuh nya membuat liora sungguh dihantam rasa bersalah.
"baiklah Leo, sungguh maafkan aku apapun yang telah terjadi aku minta maaf dan memang sebaiknya kita perlu bicara" ucap Liora sesal.pria itu menggeleng lemah dengan senyum menyakitkan tergambar jelas.
"ini bukan salahmu tapi salah hatiku yang sudah jatuh cinta pada sosok yang salah " ucap Leonardo tersenyum miris.
🖤🖤🖤
disinilah mereka,disebuah taman pusat kota.setelah mengirim pesan pada Kayra,liora akhirnya duduk berdua bersama Leonardo.
hening......
keheningan yang canggung.
"awal setelah aku melihatmu,aku selalu bertanya-tanya apakah gadis ini yang selalu datang menari indah di mimpiku? aku ingin tertawa mengingat fantasi gila ku.apakah kau juga bermimpi melihatku seperti diriku memimpikan tentangmu?" ucap Leonardo memecah keheningan.Liora terdiam mendengar apa yang ingin Leonardo ingin ucapkan.
"Leo-"
"tidak jangan bicara apapun biarkan aku ucapkan semua beban ku" sanggah Leo memotong apa yang Liora ingin katakan.
"panggil aku gila,panggil aku pria buta yang bodoh karena cinta!! kau boleh sebut aku apapun itu.sungguh aku memang pria bodoh yang rela menderita akibat sesuatu yang bukan milikku,aku memang bodoh Liora!" ucap Leonardo menahan sakit yang begitu menyesakkan menghantam hatinya.
"hiks....hiks...maaf Leo...maafkan aku...aku tidak bisa melakukan apapun untuk menolongmu dari rasa itu hiks....akupun tak bisa" Liora mulai terisak.sungguh masalah hati adalah masalah paling pelik yang bisa membuat manusia gila.
"apakah aku telah kehilangan cinta yang bahkan belum kumiliki? apakah aku tak lebih baik darinya? apa dia mencintaimu lebih dari diriku? kau tahu betapa aku sangat mencintai dirimu Liora? banyak yang ingin kukatakan.aku telah kesepian sejak kau memilih pergi dengannya tanpa membalas pernyataan ku" Leonardo mengambil nafas sejenak kemudian tersenyum miris menatap langit.
pria itu kembali berucap.
"sangat menyakitkan.tapi benar! meski dirimu tak ada aku,cukup hatiku terisi namamu hanya dirimu.bahkan aku menangis seperti seorang gadis saat terbangun setelah penembakan itu ,hari saat kau pergi tanpa melihat kebelakang lagi" manik hazel itu mulai memerah kala isakan lirih Liora menyayat hatinya.
"hiks...maaf....maafkan aku Leo...apa yang harus kulakukan demi menebus rasa sakitmu?" tanya Liora lirih.Leonardo menggeleng lemah enggan menatap gadis manis disamping nya itu.
mengepal kedua tangannya erat lalu mengatur kembali perasaan campur aduk sebelum kembali membuka suara.
"kau tau,aku bahkan ingat tanggal dan jam pertama kali melihatmu" gumam Leonardo tersenyum kecut.
"hiks...a.... apa?" liora menatap bingung disela tangis pilu nya.
"bulan April tanggal 22 hari Minggu jam 11 siang lebih 15 menit,ditaman duduk seorang diri pada sebuah kursi panjang dengan air mata tanpa suara.kau menangis sendiri menatap langit hingga bahkan aku tak mampu berkata akibat bibirku yang entah mengapa terasa kelu.saat itu aku merasakan sesuatu hal yang aneh pada hatiku,sesuatu yang dulu hilang.namun sesuatu yang indah itu ternyata bukan milikku,aku tahu.benar-benar tahu aku telah kalah sejak hari peluru itu menembus tubuhku" terang Leonardo terkekeh miris.
"kau hiks.... pasti akan bertemu seseorang yang lebih baik dariku Leo,suatu hari nanti hiks....dia akan datang padamu" ucap Liora serak,pria ini benar-benar baik dan ia sungguh menyesal tanpa sadar telah menyakiti hati seorang Leonardo Alaska Gergino.
tersenyum kecut dan menggeleng miris.
"kau bahagia kini? kuharap dia bisa membahagiakan dirimu.jika tidak aku akan benar-benar menyesal telah mengalah" Leonardo berdiri dan mengusap rambut panjang liora lembut,tersenyum dan mengeluarkan sebuah kotak beludru cukup besar yang diambil dari paper bag yang dibawa pria itu.
manik coklat bening Liora bergetar sedih.sebuah set kalung berlian yang begitu elegant namun terlihat sangat indah terlihat saat kotak itu terbuka.
"aku tahu.Arkansas bahkan bisa memberikanmu lebih dari ini,tapi tolong terimalah ini sebagai bentuk ucapan selamat ku atas hubungan kalian dan sebagai bentuk permintaan maaf ku membuat priamu marah" ucap Leonardo tersenyum tipis.
"tidak Leo!! jangan ini terlalu berlebihan,aku tak berhak menerima ini"tolak Liora,sungguh set Diamond white Tiara ini adalah salah satu set perhiasan paling langka yang dibuat dan ditempa khusus dengan tangan manual.harganya bahkan mengalahkan harga satu buah mobil Lamborghini Aventador.
"aku pergi Liora dan terimakasih banyak sudah meluangkan waktu untuk bicara.aku pergi sampai jumpa lagi My Beautiful Sunshine" Leo pergi.
Liora menatap pria itu sendu dan tak lama maniknya menatap kotak perhiasan itu sayu.
"apa yang harus kulakukan Leo,akan ku simpan pemberian mu ini dan akan kukembalikan saat ada seorang wanita yang berhasil masuk mengobati lukamu" gumam Liora sendu.
disebrang sana.manik berwarna abu-abu itu menatap sinis sosok pria yang baru saja pergi layaknya pengecut tanpa berani mengambil resiko.
"hahahaha...gadis manis yang menarik.begitu banyak kumbang yang terbang disekitamu dan sepertinya aku harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan milikku!!" pria itu tertawa mengerikan,maniknya menatap penuh damba sosok Liora yang tengah memeluk erat kotak perhiasan pemberian Leo,pria itu menghidupkan mobilnya kemudian berlalu membawa obsesi pada liora yang semakin besar.
🖤🖤🖤🖤
"ARKHHH......"
"AMPUN"
"lepas kan aku Arkansas, kumohon"
Ctar.......
Ctar.......
Ctar.......
Ctar.......
suara jerit dan raungan kesakitan Stefani dan Natasha terdengar kala para anggota Delta mulai mencambuki tubuh mereka dengan cambuk yang terbuat dari kulit dan juga bergerigi tajam disetiap bagiannya.
aroma anyir begitu pekat tercium akibat luka dari kulit yang mulai terkoyak menampakkan daging.
Arkansas menatap tajam dan bengis Natasha,lalu pria itu berjalan dengan langkah berat dan mengancam ke arah Stefani.
Greph.....
Duakh.....
pria berhati iblis itu menarik dan menghantam kepala Stefani pada lantai yang sudah penuh dengan darah tanpa iba.
"siapa kau berani menyebut namaku begitu saja?!! kau wanita menjijikkan tidak tau malu!!" desis Arkansas tajam.manitnya menyorot tajam dan bengis,Stefani meringis merasakan kepalanya bagai dihantam batu berton-ton beratnya.keningnya sobek hingga mengucurkan darah yang mengalir deras.
hahahaha.......
Arkansas tertawa remeh,beralih ke arah sosok lemas Natasha membelai wajah lebam Natasha dan menjilat darah yang menempel dijemarinya tanpa jijik.
"cih....darahmu begitu pahit,masih berani kau mengatakan cinta busuk mu padaku?! dasar wanita bodoh!!" sarkas Arkansas jengah.
Greph....
"AKHHH...le...lepaskan akh....aku Arkan-"
Plak........
telapak tangan besar nan kokoh itu menampar keras pipi Natasha hingga wanita itu jatuh menyamping dari kursi tempat ia diikat.
BRAAKHHH.....
"isssshhhh" ringis Natasha kala tubuhnya begitu keras menghantam lantai.Stefani melihat keadaan Natasha dengan tatapan nanar dan putus asa.
"kau tuli?!! jangan berani menyebut namaku begitu saja! panggil aku Lord!!" ucap Arkansas dengan smirk iblisnya.
Srethhh......
Krakh........krakh......
"ARKKKHHHH.....SAKIT!! HENTIKAN!! DEMI TUHAN AMPUNI AKU LORD!!" jerit Natasha saat belati Arkansas mulai menyayat wajahnya hingga menimbulkan luka yang mengangga.
"hahahaha...menjerit lah sayang!! bukankah kau begitu mencintai diriku? inilah balasan cintamu padaku,harusnya kau bersyukur Natasha sayangku hahahaha......." ucap Arkansas jenaka sembari menekankan kata sayang.
tidak cukup,Stefani bahkan menutup mata bergidik saat benda tajam itu memotong jemari Natasha bagai mengiris daging hewan.
Takh........
dua buah jari telunjuk Natasha terputus dan dilempar begitu saja kesebuah mangkuk yang telah diberi cairan alkohol.
"hentikan!! hiks.....iblis...monster...hentikan!! ARKHHHH......sakit.....dasar kau pria iblis!!" jerit kemarahan sekaligus putus asa Natasha terdengar pilu, Arkansas perduli? tidak,pria itu justru tertawa bahagia.
"hahahaha....terima kasih pujiannya,tapi kata-kata itu sudah terlalu basi untukku! banyak orang sebelum dirimu yang menyebutku begitu,tapi saat aku mencabut nyawa mereka.akhirnya mereka akan melihat sosok iblis yang sebenarnya hahah...." ucap Arkansas santai.
Natasha menutup mata tak sadarkan diri.
stefani? wanita itu sudah menangis pilu tak berani menatap kearah dimana Natasha kini terbaring mengenaskan.
deg.........
mata tajam menghunus itu kini menatap ke arah Stefani dengan senyum manis yang teramat menakutkan.namun tak lama pria itu keluar dan menutup pintu,Stefani menutup mata dan bernafas lega sesaat.
namun.......
Arkansas kini kembali dengan sebuah kawat besi terseret digengamannya.
"maaf membuatmu menunggu,sungguh entah dimana para anggotaku menyimpan mainanku ini!" ucap Arkansas menghela nafas berat dengan wajah bersalah yang sangat dibuat-buat.
Stefani menjerit ketakutan.
Arkansas terkekeh dan mengkode anggota deltanya mendekat dan mengambil alih.
" ikat dan gantung dia!!" titah Arkansas santai tanpa ekspresi apapun.wajah dingin itu kembali terbit.
Jleb.......
Srretthhh...
"ARKKKHHHH"
Stefani menjerit kala tali kawat itu menancap pada kulit dan menembus daging.tubuhnya diikat dengan posisi tersalip.
kawat itu melilit tubuhnya hingga darah pekat langsung mengucur deras dari luka tembus kawat besi itu.
Arkansas membiarkan wanita itu menjerit kesakitan seorang diri,beralih pada Natasha.
"buka ikatannya!! dan tenggelamkan dia di kolam dengan air penuh es batu!!" titah Arkansas tegas,tubuh Natasha terseret dan tanpa aba-aba para pria itu melempar tubuh nya tanpa iba.
Natasha tersentak,rasa perih dan seperti tersayat-sayat langsung menyerang luka yang terkena air es yang kini menenggelamkan tubuhnya .
Bluk.....Bluk.......Bluk.......
mencoba bergerak namun sebuah tongkat dari atas kembali mendorong tubuhnya semakin tenggelam.
Arkansas kemudian mengambil sebuah belati ukuran besar,dan mulai berjalan ke arah Natasha.begitu wanita itu dikeluarkan dalam kondisi lemah tak berdaya.
Jleb.........
Jleb.........
dua tikaman menusuk perutnya .
" bawa dia ke laboratorium Gabril,obati dia dan pastikan wanita ini menjadi kelinci percobaan Kedua dokter gila itu!!" perintah Arkansas bengis.
Stefani sudah tergantung dengan darah yang tidak berhenti menetes.
"awasi mereka!! saat hari pernikahan ku,mereka akan menjadi pelajaran yang berharga bagi siapapun yang berani mengusik milikku!!"
berlalu membuka sebuah ruang pribadi miliknya dan segera menuju pusat markas besar BE dimana sang ayah dan Axel telah menelpon sebelumnya.
waktunya mengintai musuh besar!.
🖤🖤🖤
ruang tamaram yang penuh dengan jejeran komputer dan teknologi informasi canggih itu kini menjadi tempat sang Tiran berada.
"sudah dapat?!" tanya Arkansas tajam.
Axel menggeleng kesal dengan jemari yang sibuk menari di atas layar komputernya.
"BEDEBAH sialan itu membuatku bekerja lembur lagi dan lagi!!" batin Axel jengkel.namun sayang ia masih sayang nyawa untuk sekedar protes.
TBC......