
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya......🌹
💞 Happy Reading 💞
Liora menatap acuh kearah Steven,wanita itu masih menunggu apa alasan pria itu kembali menyapa dirinya?.sedangkan wanita yang berdiri disamping Steven nampak menatap Liora intens.
"kalau tidak ingin bicara tolong pergilah!!"ucap Liora dengan mimik wajah begitu acuh.
Steven menggeleng lemah sebelum mulai berbicara sangat hati-hati.
"khem....apa kabar Liora? kudengar kau sudah menikah? aku hanya datang ingin mengucapkan selamat padamu" ucap Steven lirih.Wanita disamping Steven nampak menatap pria itu dalam dan tak lama tanpa diminta iapun mengulurkan tangannya pada Liora penuh percaya diri.
"hai.kenalkan aku adalah Nadia Ervina dan aku adalah istri dari Steven!" tegas wanita itu sembari menekan kata istri dan menatap Liora penuh arti.
Liora mengangguk acuh tanpa mau meraih tangan yang disodorkan Wanita bernama Nadia itu.Yah benar,Steven telah menikah akibat perjodohan yang dilakukan oleh keluarganya yang frustasi melihat kejatuhan Steven akibat kepergian Liora beberapa waktu yang lalu.dan Steven akhirnya dengan pasrah dan mau tak mau mengikuti keinginan keluarganya.
"tolong diam Nadia.ini bukan waktu untukmu bicara!!" Steven mengeram melihat sikap buruk yang diperlihatkan Istrinya itu pada wanita yang masih ia cintai hingga kini.
"kamu kenapa sih pah?!! jangan bilang kamu dan perasaan sial*nmu itu masih ada?!! ingat kita sudah menikah dan aku sedang hamil!!" geram Nadia melihat kelakuan suaminya itu.benar,selama mereka menikah pun hanya ada nama Liora dihati suaminya.bahkan mereka berhubungan pun tak jarang Steven selalu menyebut nama Liora.ayolah Nadia sebagai istri sangat sakit hati karena itu,meskipun mereka menikah karena perjodohan,percayalah Nadia sangat mencintai suaminya sejak pandangan pertama mereka dipertemukan pada pertemuan keluarga.
"kumohon Nadia,jangan mendebatku!!" ucap Steven menatap tajam wajah istrinya itu.
Liora mendesah,apa kini ia tengah menonton Opera sabun? haruskah mereka membuat dirinya melihat pertunjukan pertengkaran pasangan suami istri itu? Liora berdecak kesal.
"bisa kalian hentikan perdebatan kalian itu?!! jika ingin mengurusi urusan rumah tangga kalian itu lakukan dirumah ,jangan ditempat umum seperti ini!!" Ucap Liora sarkas.
Nadia menoleh dan kini menatap wajah Liora dalam.yah,Nadia akui bahwa Liora memiliki fitur wajah yang sangat manis dan cantik.kulitnya putih bersih dengan wajah merona alami,bibir tipis yang berwarna bak bunga sakura,hidung mancung yang begitu pas membingkai wajah manis wanita itu,manik bening dengan warna coklat,alis hitam tanpa polesan pewarna alis,Rambut indah yang bergelombang serta tubuh semampai yang sangat ideal.jujur Nadia iri atas kesempurnaan yang liora miliki,sungguh.pantas saja sampai sudah menikah pun Steven tak bisa melupakan mantan nya itu.
"jadi kau wanita yang dulu dicampakkan oleh suamiku?!! harus ku akui kau memang cantik.tapi sungguh kecantikanmu sangat menjijikkan kala kau berubah setelah ditinggalkan.apa kau begitu murahan hingga harus merombak seluruh penampilan mu hanya untuk mencari pria pengganti Steven?!! sudah berapa lelaki yang kau tiduri untuk itu?!!" ucap Nadia dengan wajah sinis dan menatap jijik wajah dingin Liora yang kini menatapnya tanpa ekspresi lagi.
sungguh Nadia begitu bicara asal,wanita itu bahkan tak tau apapun namun bicaranya begitu berani dan menghina orang lain sesuka hatinya.Liora diam,wanita itu menatap tajam pada sosok Nadia.ingat,jika ini bukan tempat umum dan kakinya tidak sakit,sudah ia beri pelajaran wanita banyak bicara itu.
Steven menatap wajah Nadia dengan nafas memburu.
Grephhh....
"isshh...papa!! papah kenapa sih?!! lepaskan tangan mama!!" Desis Nadia kala Steven mencengkram erat pergelangan tangannya.
"apa-apaan kau bicara seperti itu hah?!! jangan sok tau kamu akan apa yang kami alami dulu.apa mulutmu begitu tidak tau adap hah?!!" ucap Steven geram,Nadia merinding kala suara Steven mengalun berat ditelinga wanita itu.
"pergi!! pergi sebelum kau akan tau rasanya ingin mati!!" desis Liora tajam,wajah wanita itu memerah dengan kilatan kemarahan dimanik coklat gelapnya.
"maaf Liora.sungguh aku minta maaf karena pertemuan kita harus rusak seperti ini.lain kali kuharap kita bisa bicara santai dan maafkan istriku" akhirnya Steven berujar sesal dan tak lama menarik istrinya pergi menjauhi Liora.sungguh pria itu begitu merindukan sosok Liora dan hanya ingin bicara dengan wanita itu,namun apa daya jika istrinya merusak semua begitu saja.
tanpa mereka ketahui,Arkansas melihat semua itu dari jauh.Bibir pria itu menyeringai tipis lalu berbalik dan mengikuti langkah Steven dan istrinya,sejenak apa yang ia beli untuk istrinya ia tunda dulu dan lebih baik mengurusi sampah busuk yang mengotori pendengaran sang istri,Arkansas terkekeh dengan Menik mata berkilat gelap.
..............❇️..............
Steven menghempas tangan Nadia begitu tiba di basement parkir gedung mall.pria itu menjambak rambut nya frustasi menatap wajah Nadia yang kini juga memerah penuh amarah.
"kau apa yang kau lakukan hah?!! sudah kukatakan jangan campuri urusanku!! kita hanya menikah diatas kertas dan jangan harap perasaanmu akan terbalas olehku!!" maki Steven emosi.
Nadia terkekeh miris,Steven begitu tak menghargai usahanya selama ini dan wanita itu tak mau mendengar makian suaminya lagi.ia harus menyadarkan Steven bahwa kini ia sudah menikah dan punya seorang istri dan calon anak mereka .
"kamu yang apa-apaan pah?!! sadar pah.sadar aku ini istrimu dan tak pantas pandangan cinta dan kerinduan itu kau tunjukkan pada wanita lain terlebih itu adalah mantanmu, mantanmu!!" balas Nadia emosi.
prok......prok.....prok......
keduanya menoleh ditengah pertengkaran mereka saat suara tepukan tangan seseorang terdengar mendekat.
Deg..........
Steven menegang kala tau siapa yang menghentikan pertengkaran itu.
Arkansas!!
pria itu berjalan dengan kedua tangan dimasukkan kedalam kantong celana dan menyerigai remeh menatap pasangan suami istri itu.
"pertunjukan yang buruk!! bahkan jika kau jual Opera sabun seperti ini,kuyakin pertunjukkan ini tak akan laku dipasaran!!" suara berat dan dingin Arkansas entah bagaimana membuat bulu kuduk Nadia berdiri,aura pria ini sangat menakutkan.sementara Steven hanya diam,sungguh ia tak tau mengapa pria penguasa itu ikut campur urusan mereka? Steven tak mengerti.
"Mr Ar,maaf mengapa anda berbicara seperti itu pada kami.kurasa masalah kami tak ada kaitannya dengan anda" ucap Steven berusaha tetap tenang.
"apa kau tak pernah mengajari istrimu untuk menjaga mulutnya?!! apa perlu aku membantumu untuk membersihkan mulut kotor istrimu ini?!! menyedihkan !!" Arkansas kini berdiri berhadapan dengan Steven yang mulai merasa mengigil akan tatapan tajam bak predator itu.
"a..apa masalahmu tuan?!! mengapa kau mengatai diriku?!! kapan aku pernah menyinggung dirimu.anda jangan keterlaluan ya!!" Nadia mulai tersulut,wanita itu bahkan tak tau bahaya apa yang tengah ia pancing.
"beraninya kalian mengusik istriku!! kau.laki-laki sampah yang berani menatap istri orang dan kau wanita busuk yang hanya tau menghina dengan mulut kotormu!! asal kalian tau Liora adalah istriku,istri seorang Arkansas Dimitri Leander Wiguna.apa kalian tinggal di hutan hingga sampai tak tau hal ini?!! menyedihkan!!"
Duar.............
bagai dihantam batu besar,hati Steven begitu sakit saat mendengar apa yang Arkansas ucapkan,sedangkan istrinya sudah berdiri mematung dengan keringat dingin menghiasi dahi wanita itu.
"ti...tidak Mr Ar,tolong maafkan saya.saya benar-benar menyesal telah mengatai istri anda dan tolong ampuni kami!!" Nadia reflek bersujud dibawah kaki Arkansas yang menatapnya dingin.ayolah Nadia tau sebesar apa kekuasaan para Wiguna dan ia tak mau nantinya akibat ulahnya keluarganya akan menerima akibatnya.steven mematung dan bahkan seakan jiwanya tak berada didalam raganya.sungguh Liora menikahi pria berbahaya seperti Arkansas? hatinya tak menerima kenyataan ini.
Arkansas meraih ponsel dari balik rompi yang ia kenakan,pria itu mendial sebuah nomor hingga suara seseorang terdengar ditelinga ya.
"hallo bos,astaga kau tidak tau tengah menganggu kencanku?!! menelfon nya nanti saja bos!!"
Arkansas merotasi bola matanya bosan mendengar racauan Axel disebarang sana.
"Akuisisi sebuah perusahaan dan aku mau laporannya malam ini juga.buat mereka bangkrut!!" titah Arkansas tegas.
deg....
tubuh Nadia menegang dan menggeleng ribut sungguh ia takut sekarang.
"kau sudah bosan hidup!!" balas Arkansas mulai kesal.
"astaga baik-"
Tut.............
tanpa mendengar balasan dari Axel, sambungan itu terputus sudah.dan disana Axel pastinya tengah memaki habis sikap arogant bosnya itu.
Arkansas menatap dingin wajah syok Nadia,tidak!! wanita itu menggeleng cepat sembari mulai menangis takut akan apa yang akan terjadi pada bisnis keluarga nya nanti.
" anda...hiks.....apa yang anda katakan? si...siapa yang anda ingin buat bangkrut tuan?!! hiks...anda jangan bercanda!!" Nadia menangis ketakutan kala menatap senyum dingin nan bengis pria itu.
"lain kali jaga mulutmu itu!! dan ku peringatkan padamu,kau tak punya hak meremehkan istriku.camkan itu!! dan terima hadiahmu!" ucap Arkansas tajam dan menusuk.
"dan mulai kini kau.Steven Rush,jangan berani memikirkan istriku atau nasibmu akan lebih dari keluarga istrimu!!" Steven mematung,dan setelah sosok Arkansas pergi maka luruhlah tubuh pria itu jatuh dengan pandangan kosong menatap ke depan .bahkan tangis ketakutan Nadia tak membuat pria itu tersadar.
...............❇️................
Anggi dan Zoya saling melirik satu sama lain kala entah bagaimana Dexter tiba-tiba datang dan kini sudah duduk tenang dihadapan mereka.
"wah...jadi benar kamu datang dari Amerika langsung ke Indonesia untuk bertemu Ara?!!" antusias Zoya yang kini menatap Dexter intens.
pria muda itu tersenyum tampan dan mengangguk santai.ayolah demi Ara akan ia lakukan apapun bahkan memindahkan pusat bisnisnya ke London ia lakukan,apalagi hanya untuk menemui Ara di Indonesia.bagi Dexter itu hal mudah.
"benar mam,saya kesini mau mengajak Ara jalan-jalan.lagipula rumah kedua orangtua saya juga disini jadi sekalian mau menyapa ayah dan mama saya" terang Dexter ramah.
"mommy tidak sangka kamu datang kemari,padahal kami akan kembali beberapa hari lagi" jelas Anggi halus.
"namanya juga sudah rindu mom,jadi meski menyebrangi samudra.Dexter akan datang menemui Ara mom!!" Ucap Dexter dengan senyum cerah diwajahnya.Anggi dan Zoya tergelak sementara dari jauh sana James dan Tristan mendengus kesal.dasar serigala!.
"Oh astaga...manis sekali sih calon mantu mu Veleri!! coba jika aku punya anak gadis,sudah kunikahkan mereka!!" gelak Zoya antusias.
Dexter menggeleng samar,gadis lain? oh maaf saja dihati seorang Dexter hanya ada Ara seorang.
"ya sudah tunggu mommy panggil dulu anak gadis mom,kau tau dia sedang merajuk akibat ulah kakak-kakaknya!!" ucap Anggi sembari terkekeh geli sendiri.
Dexter mengangguk dan tersenyum lembut mengingat wajah yang selama ini ia rindukan akan kembali ia lihat.jatuh cinta memang indah!.
...........❇️...........
disinilah pasangan Dexter dan Ara kini.di sebuah wisata bermain yang sangat terkenal di ibukota.Dufan!.
"bagaimana senang tidak sugar ketemu pangeran tampanmu lagi?!!" goda Dexter menatap wajah ceria Ara jahil.
"ih....senang sekali tau!! Ara kangen kak Dexter!!" ucap Ara polos.lihat wajahnya bahkan sudah merah dengan manik mata berbinar kala mobil Dexter sudah berhenti tepat di pintu masuk Dufan.
setelah membeli tiket,kini Dexter mengajak Ara memasuki tempat wisata itu dengan senyum bahagia diwajah mereka.jika Ara bahagia karena bisa bermain puas tanpa larangan para kakak dan ayah posesive nya,maka Dexter bahagia karena bisa mengajak Ara berkencan.
"Ara mau naik itu!!!" seru Ara antusias saat melihat sebuah roller coaster yang tak jauh dari mereka berdiri.
"ara serius mau naik itu?!! itu sedikit....ekstrim untuk mu sugar,main yang lain saja bagaimana?" tawar Dexter cemas,ayolah ia tak mau gadisnya nanti malah ketakutan,menangis histeris bahkan muntah setelah turun.ayolah Dexter hanya terlalu khawatir.
"tidak...tidak....Ara mau naik itu titik!!" tegas Ara semangat.Dexter menghela nafas pasrah lalu mengangguk samar tak mampu menolak keinginan tuan putri Wiguna itu.
setelah membeli tiket kini Dexter menatap Ara intens.
"tiketnya sudah aku beli,awas kalau nanti nangis!!" peringat Dexter tegas.
Ara menggeleng ribut lalu menarik tangan Dexter cepat menduduki salah satu kursi dengan Dexter yang duduk tepat disampingnya.
"uwahhh...Ara deg-degan!!" Ara terus mengoceh riang dengan Dexter yang terkekeh gemas disamping gadis itu,jemari Dexter mulai menarik jemari Ara dan menautkannya.
"jangan menyesal!!" ucap Dexter sebelum wahana mulai bergerak.tidak tau saja Dexter jika Ara ini pecinta wahana ekstrem.sungguh sebenarnya Dexter lah yang takut disini.
1 detik....
5 detik....
dan roller coaster mulai melaju kencang.
"AAAAAAAAAKKHHH"
"ASTAGA DEMI TUHAN KEPALAKU BERPUTAR!!"
"YA TUHAN AKU INGIN MUNTAH!!!"
"KUMOHON BERHENTI........HENTIKAN BENDA LAKNAT INI!!"
baiklah itu adalah teriakan panik Dexter! Ara melirik kekasihnya itu dengan senyum geli diwajahnya,lihatlah gadis itu bahkan sedari tadi sibuk tertawa melihat wajah pucat dan teriakan ketakutan Dexter.sungguh Ara ingin terpingkal jika mengingat bagaimana Dexter dulu sungguh berani menantang para singa yang menjaga dirinya,dan sekarang hanya karena sebuah roller coaster pria itu berteriak histeris seperti itu.sungguh Ara spechless.
"KAK DEXTER TENANG NIKMATI SAJA!!" teriak Ara kala angin menghantam wajah mereka saat kecepatan wahana itu benar-benar membuat mereka serasa berlari diatas angin.
"OH MY GOD......KAPAN BENDS INI BERHENTI!! INGATKAN AKU MEMBAKAR TEMPAT INI NANTI!!" pekik Dexter kala wahana kini berputar dan membuat tubuhnya terbalik 180°.
Cup.....
Seketika teriakan Dexter terhenti oleh kecupan pada pipinya.ia menoleh dan mendapati senyum manis Ara yang menatapnya geli.
" TI AMO !!" teriak Ara dengan senyum malu diwajahnya.Dexter tersentak dan tak lama rasa takutnya seakan sirna.
"I LOVE YOU MORE MY SUGAR!!" balas Dexter mantap.
keduanya akhirnya tertawa bersama ditengah wahana yang melaju kencang membawa angin segar penuh kedamaian dan cinta di hati pasangan Dexter dan Arabela.
TBC.......