PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Punishment



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....⭐


El minta tolong bagi kalian buat sempatkan sebar Story ini ke akun sosmed kalian ya guys....support kalian sangat berarti dan tolong silent reader segera tobat!


 


Happy Reading....🌹



 


jemari kokoh itu terulur bergetar menggenggam sebuah telapak tangan mungil yang kini terlihat begitu kecil dan rapuh.pria tampan dengan sorot mata dingin penuh kehampaan itu menatap sosok manis yang kini terbaring lemah dengan manik indah yang setia terpejam.


"huft........baby,apa kau tak merindukanku ?" helaan nafas berat dengan kekehan miris terdengar menyakitkan dari pria tampan yang kini begitu rapuh.sosok kuat itu terluka!.


tangan pria itu terukur mengangkat telapak tangan rapuh sang gadis,membelai sayang dan mengecupnya penuh cinta.


cup.........


bibir hangat bergetar itu mengecup punggung tangan mungil itu penuh perasaan dan emosi tertahan.Arkansas memukul dadanya yang terasa sakit saat tak ada satupun respon yang berarti dari gadisnya.tubuh manis itu tertutup sempurna berbalut perban dibeberapa bagian,bibir yang selalu menampilkan senyum tipis penuh pesona itu kini terkatub rapat.bahkan,manik indah yang selalu menatapnya malu-malu kini tak mau terbuka,Arkansas bagai hidup dalam kegelapan yang begitu menelan seluruh jiwanya.Liora adalah hidup dan cahaya baginya.dan kini awan gelap datang dengan tidak tau malunya menutupi sumber hidupnya dan Arkansas bagai raga kosong tanpa jiwa.


Arkansas mengambil sebuah handuk kecil yang telah direndam dengan air hangat dan mulai mengelap lembut wajah damai gadisnya.pria itu mengelap wajah,telapak tangan bahkan jari-jari kaki liora lembut.Arkansas mengurus Liora penuh sayang tak perduli sorot wajah terluka semua orang.pria itu bahkan mengoles krim pelembab pada wajah liora agar tidak kering,berbicara meski liora tak merespon bahkan tertawa sendiri saat dirinya mengingat semua hal manis yang pernah mereka lakukan dulu,Arkansas tak perduli saat orang-orang akan menatapnya aneh,miris atau apapun.Arkansas tak akan membiarkan liora sendiri dalam keheningan alam bawah sadar gadis itu.


Pukh......


sebuah tangan kekar menepuk pundaknya kuat.


"son!" suara berat sang ayah menyadarkan keterdiaman pria itu.Arkansas menoleh dan menatap wajah sang ayah sayu.


"gadismu baik-baik saja,Daddy percaya itu dan yakinlah Rion dan Gabril tak akan membiarkan Liora meninggalkan mu.sadarlah son! kita harus segera menyidang para tikus itu" ucap Rafendra terdengar bagai genderang kematian di telinga siapapun yang mendengar nya.


"mereka semua! para bedebah itu sudah siuman,beruntung kematian belum menyapa atau......." suara Ryu terdengar menyeramkan,pria itu terdiam dengan smirk dalam menatap Rafendra yang kini tengah menyergai buas.


"hahahaha...berterima kasihlah karna malaikat maut memberi kita waktu menjalankan tugasnya,kitalah sang pencabut nyawa!" smirk Ryu bengis, Rafendra tertawa sinis tak lama mengangguk samar.


"come on son,let's pass judgment!" smirk Rafendra penuh aura haus darah yang kini telah bangkit kembali.


Arkansas terkekeh buas,pria itu mengangguk membiarkan sang ayah serta ketua delta itu pergi terlebih dahulu.berbalik dan mendekatkan wajahnya menatap penuh cinta pada sang gadis.


cup........cup.......cup......


pria tiran itu mengecup kening,kedua pipi dan sudut bibir Liora lembut penuh perasaan.senyum manis terbit dari wajah tampan rupawan itu,mengelus sayang surai panjang Liora dan merapikan kembali selimut yang menyelimuti gadisnya.


"baby,aku akan menghukum para bedebah itu! kau mau mereka kuhukum bagaimana? mati cepat,perlahan atau kau ingin aku melempar mereka pada para predator peliharaan ku? hahaha....oh sayang darahku mendidih.tunggulah sayang ,pria mu ini akan segera kembali dengan kepala para tikus itu" ucap Arkansas dengan wajah lembut namun nada bicaranya benar-benar penuh ancaman.pria itu berdiri tegak menatap liora lamat,berbalik dan mendapati para inti organisasi tepat berdiri tegak didepan pintu ruang rawat Liora.aura gelap terpancar hingga udara terasa menipis ,mencekam dan dingin mencekik.


"eksekusi!" ucap Rafendra bengis.mantan leader BE itu berjalan angkuh berdampingan dengan sang putra sulung Arkansas.kedua iblis itu berjalan keluar dari rumah sakit megah Van Healthy menuju markas eksekusi demi meredam bara api kemarahan yang meronta.Wiguna adalah keluarga yang tak kenal ampun.


🖤🖤🖤


Dua orang pria berbeda usia berjalan angkuh dengan langkah berat penuh aura dingin menusuk.dibelakang mereka berjalan empat orang pria muda berparas tampan namun terlihat tak bersahabat,datar tanpa emosi.


tab.....tab.....tab.....


suara langkah kaki terdengar berat mengisi lorong panjang dengan cahaya remang serta aroma-aroma anyir menusuk hidung.sepanjang kaki melangkah,para pria berwajah sangar dengan tubuh tegap berdiri menunduk hormat saat sang leader datang bersama seorang Pria pendiri BLOOD EAGLE yang masih terlihat kharismatik dengan aura penuh intimidasi.


"mereka telah berada di ruang eksekusi,Gabril telah menyuntikkan serum bius dosis tinggi demi menghilangkan sedikit rasa sakit! Daddy Rafendra tak ingin mereka mati dengan cepat!!" ucap Ryu menderu penuh emosi.Arkansas terdiam angkuh berjalan tegap meski pendengaran menangkap jelas kata demi kata dari sahabatnya itu.


"dad akan biarkan kau tangani sendiri,kali ini Daddy akan melihat langsung bagaimana kau bekerja son! jangan membuatku kecewa" ucap Rafendra menatap tajam wajah kaku putranya itu.


kini pintu besi berwarna hitam menjulang tinggi dihadapannya.para pria berhati iblis itu,darah Arkansas mendidih dengan letupan kebahagiaan yang menari indah menyapa gendang telinga nya saat suara jeritan terdengar dari balik pintu megah tersebut.


"let's play" smirk Arkansas bengis.


Krangggg............


suara rel besi digeser dengan pintu mulai terbuka lebar.manik Arkansas menangkap empat orang yang kini terduduk dengan seluruh tubuhnya terikat rantai besi dengan tubuh penuh luka.


Wajah pasangan anak dan ayah itu mengelap dengan seringai buas layaknya predator yang telah menemukan mangsa yang siap tercabik kuku dan cakar tajamnya.


Rafendra berjalan dan mulai menduduki sebuah kursi.the great king Wiguna itu duduk angkuh sembari menyilangkan kedua kakinya serta menatap hina pada korban tangkapan anggotanya.


Ryu dan Axel berdiri tegap dibelakang Rafendra membiarkan sang leader maju dengan langkah berat sarat kemarahan.


"Emran Aljafar,kaki tangan Fladir.pengedar narkoba,membunuh serta memperkosa wanita yang diculik anak buahnya,menyelundupkan senjata ilegal dan seorang pedofil!" suara dalam sarat penghinaan membuat pria yang disebut namanya itu mendongak dan menatap wajah kaku seorang pria tampan yang ia tahu pasti siapa sosok itu.Arkansas! pria tiran itu terkekeh mengerikan dan mulai menggulung lengan kemejanya .


"pemerkosa,pedofil serta pembunuh!! hahahaha...kalian dengar?" gelak Arkansas sembari menatap wajah para anggotanya intens.mereka semua terdiam mulai merasakan aura kekejaman Arkansas yang kini menguarkan pekat.Rafendra tergelak dengan sebuah cocktail ditangannya.


belati itu berputar dengan tatapan ngeri semua orang,Arkansas menjilat bibirnya yang terasa kering dan tak lama berjalan semakin mendekat ke arah wanita yang kini terlihat mengenaskan dengan tubuh hanya tertutup bra dan celana dalam saja.Tergoda? semua pria itu justru mual dan bergidik.


"nah.....mari mulai dari kau! wanita jal*ng yang berani menyakiti milikku!!" ucap Arkansas terdengar bahagia.


Srethhh.........


"ARKHHH"Kiki,wanita itu menjerit keras begitu belati itu menancap dalam pada lengan kanannya.Arkansas menarik belati itu menyeret sepanjang lengan wanita itu hingga menimbulkan luka besar yang menganga dengan cairan merah kental yang mengalir deras bagai aliran sungai.sayatan panjang dan dalam itu benar-benar membuat wanita itu menjerit pilu.


"1,Fladimir yang mendalangi?!" tanya Arkansas bengis,meski sudah tau namun Arkansas ingin mendengar wanita ini mengaku dengan mulutnya sendiri.wanita itu menatap dalam diam,bahkan bersuara pun ia tak berani.tatapan pria itu begitu mengerikan penuh ancaman.Arkansas mengeram hatinya meronta tak sabar,dan.


jleb......jleb.....jleb......


"ARKHHH....KUMOHON HENTIKAN!!" jerit Kiki begitu Arkansas terus menusuk pahanya dengan belati tajam beracun itu,kulit wanita itu seperti terbakar dengan darah hitam yang berbau busuk keluar dari luka mengangga yang disebabkan siksaan sang Tiran.bahkan tusukan-tusukan tak berpola mengakibatkan daging paha wanita itu terkoyak dengan darah yang banjir tak berhenti.Rafendra terkekeh puas dengan Ryu dan Axel saling melirik menatap ngeri raut bengis sang Hades.


Mental Emran dan kedua anak buahnya jatuh begitu melihat luka koyakan yang dialami Kiki.wanita itu memucat lemas dengan darah yang mengalir mengenang seluruh lantai dingin di ruangan pengap itu.


Kini Arkansas berdiri dan berjalan menuju pria dengan luka di pipi kirinya.menyerigai buas dan menyugar rambut kelamnya angkuh.


Greph.......


Arkansas mencengkram lengan kiri pria itu kuat dan memelintirnya kebelakang tubuh dengan mudah.


Krakh........


satu kali putaran dan lengan itu patah seketika.


HAHAHHAHA........


Rafendra tertawa bengis kemudian melirik Ryu.putra lingga itu mengangguk dan berjalan mendekat dengan katana yang sudah terseret dilantai.


Wuzh.......


Crash..........


pedang dengan ujung runcing dan tajam itu melayang dan menebas kedua tangan yang telah dipatahkan oleh sang Hades.


"Aarkhhhhh.....ya Tuhan!!! monster!!" jerit pria itu saat tangannya terpotong dalam satu kali tebasan .darah merah yang kini berubah sedikit gelap kebiruan itu mengucur deras dari luka akibat sabetan katana Ryu.pria itu menatap tangan yang tergeletak itu dengan sorot mata dingin.


Takh......Takh....Takh....


didepan mata ke empat tahanan sang iblis Wiguna,Ryu memotong-motong tangan itu menjadi bagian kecil dan tak lama siulan dari Axel mendatangkan seekor serigala berbulu putih besar yang langsung memakan tangan itu buas.Emran seketika muntah dengan Kiki yang telah jatuh pingsan sedang dua pria lagi menatap pandangan itu kosong dan seketika jatuh tak sadarkan diri.


Arkansas terkekeh,pria itu berjalan ke arah Kiki kembali.wanita itu sudah pingsan dengan tubuh bersimbah darah.


"Berikan dia satu ember penuh air lemon!!" titah Rafendra yang langsung diangguki oleh James,pria itu berjalan cepat dan langsung memberi perintah pada anggota BE yang berdiri diluar.dan tak menunggu lama,seember penuh air garam dengan potongan lemon mengguyur tubuh lemah kiki.


Byur..........


wanita itu tersentak dan seketika menjerit kesakitan saat air itu mengenai seluruh luka pada tubuhnya.


"ARKHHHHH........BUNUH SAJA AKU!!DASAR IBLIS MONSTER!!" jerit Wanita itu menahan kesakitan.rasa panas membakar seketika membuat seluruh tubuhnya bergetar hebat.raungan-raungan penuh kesakitan terus keluar dari mulut yang kini mengeluarkan darah akibat racun pada belati mulai menyebar.


Arkansas menyambar katana ditangan Ryu kemudian menusuk perut wanita itu brutal.pria itu bahkan merobek kulit perut wanita itu hingga ususnya terburai keluar.dan seketika wanita itu berhenti bernafas.


"bloody,demon,Big Wolfy come here! time to eat!!" Suara berat nan dingin Arkansas disambut lolongan keras tiga ekor serigala yang langsung berlari masuk dan kini menatap dalam wajah tuan mereka.Arkansas mengelus ketiga serigala besar peliharaan nya,pria itu menatap Demon tajam!.



serigala besar bermata merah Ruby itu melolong keras dan tak lama telunjuk Arkansas terangkat ke arah jasad kiki.dan dalam sekejap mata tubuh itu telah terkoyak gigitan para serigala buas berbadan besar peliharaan Arknasas.


semua mata bergetar menatap kala tubuh itu mulai disantap oleh serigala besar nan buas itu.



Bloody,serigala percampuran darah dari seberian Husky itu menarik kaki kiri dan memakannya buas.



sedang Big Wolfy,serigala berbulu putih itu mengoyak tangan yang telah tersayat oleh sang Tuan dan sang pemimpin Demon! serigala bermanik merah terang itu mengoyak tubuh wanita itu buas tanpa ampun.Arkansas terkekeh bengis dengan keringat dingin para anggotanya yang bergidik ngeri melihat peliharaan buas sang bos.ini baru para serigala,mereka bahkan belum membuka kandang para buaya predator rafendra.dan para ular berbisa milik Rion .sungguh Wiguna sangat mengerikan.


Emran melihat semua itu dengan tatapan mata kosong,mental pria itu jatuh hingga kedasar.para iblis ini seakan menelan jiwanya.


"makanlah my Wolf.....makan hingga habis tak bersisa,tapi.....sisakan kepalanya!!" titah Arkansas santai, dan para serigala buas itu menjawab titah sang tuan dengan lolongan senang saling bersahutan.


TBC...