PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
memories is pain



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....🌹



waktu


semua butuh waktu


cinta dan obsesi


namun aku akan berada disana


hanya cinta


yang dapat melindunginya


berjuang,akan kulakukan


untuk melindungi dirimu


tak ada yang akan meruntuhkan tekad


kita akan memulai


semua dari awal dan tak ada akhir untuk cinta


bertahanlah


percaya padaku,begitu kuat


beri kesempatan


untuk bukti


aku mencintaimu


semua dari awal,akan diubah


semua yang membunuh rasa cinta


kita akan lalui,satu kesempatan


jika kita memulai kembali


⚜️ Happy Reading ⚜️


gadis itu duduk dengan pandangan mata kosong menatap ke depan,air mata terus mengalir saat kenangan pahit masa lalu itu terus berputar menghantui seluruh jiwanya.


tes.......tes......tes.......


hening tak ada suara apapun yang terdengar.


sorot mata dingin tanpa ekspresi dengan wajah basah berlinang air mata sungguh penampilan yang menyedihkan.


Ceklek.........


dua orang gadis cantik masuk perlahan,berjalan dengan pandangan miris saat menatap salah satu sahabat mereka itu.


Pukh.........


"Kay......semua akan baik-baik saja" ucap Liora lirih.Gadis itu menepuk punggung Kayra yang sudah bergetar.keduanya berpelukan dengan air mata mengalir deras.


"hiks...apa aku tak pantas bahagia Q?......apa aku harus menyerah pada hidupku dan kembali seperti dulu? hiks...aku lelah.mereka semua terluka karena diriku" Lirih Kayra yang sudah menangis tanpa suara,Cristal bening itu sungguh tak terhenti mengalir.tubuhnya bergetar dengan nafas yang tersendat-sendat.


Amber mengigit bibir bawahnya menahan tangis,Liora sudah menengadahkan kepala demi menahan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk mata.


"i...ini bukan salahmu Kayra.....ini takdir jahat dari mereka.....kami tidak pernah menyalahkan dirimu.....kita bisa dan kita akan selalu bersama" ucap Amber tersendat-sendat,hatinya perih dan jiwanya meraung melihat penderitaan masa lalu Kayra,Liora dan Nixon.Amber tahu ketiga sahabatnya benar-benar sudah merasakan neraka dunia seperti apa.


Liora.apa yang gadis itu belum alami? cinta,penghianatan,air mata,rasa sakit dan harapan yang hancur bahkan sebelum berkembang.


Nixon.pria yang harus melihat kematian ayah kandung nya,ibunya yang dibunuh dan diperkosa oleh pamannya sendiri dan harus hidup susah selama masa pelarian demi bertahan hidup.lalu kesulitan apa lagi yang belum pria itu rasakan selain kematian?.


Kayra.Gadis ini mungkin yang paling buruk,seluruh keluarganya dibunuh dengan ibu dan kakaknya harus menjadi korban nafsu bejat para pembunuh itu.lalu hidup dengan pembunuh berdarah dingin yang memperlakukan lebih buruk dari binatang.hidup dengan membunuh atau dibunuh,seorang gadis yang hidup dibawah ketakutan akan sosok laki-laki yang terus melecehkannya dimasa lalu,hingga kini ia bisa lepas dan berdiri sendiri.namun apakah bisa dikatakan lepas jika pembunuh itu baru saja mencelakai orang-orang disekitarnya? Kayra bagai batu karang yang terus terhantam gelombang.


"tidak!! dia hiks....dia kembali untuk membawaku hiks....dia akan hiks....." Kayra sudah tak mampu lagi berucap,lidahnya kelu dengan jantung yang terasa terhimpit.



Kayra menunduk membiarkan air matanya mengalir lepas,dadanya sesak dengan jutaan rasa bersalah atas luka-luka para sahabatnya.



gigi-gigi itu bergemeretak hebat,Liora menagis dalam diam sembari merangkul tubuh Kayra dan menangis bersama,tangisan pilu yang mampu membuat siapapun merasakan kesakitan mereka.


dari balik layar Cctv,lima orang pria tampan menatap mereka kosong.manik mereka memerah namun air mata bahkan tak Sudi untuk mengalir lagi.


" bergeraklah sekarang son!! kita akan membuat mereka membayar mahal atas kesedihan pada wanita Wiguna!!" Rafendra berseru dengan aura gelap nan dingin mencekam.sungguh kala melihat para gadis itu,ia bahkan bisa mengingat kala bagaimana istrinya menangis dulu.dan Rafendra benci wanita dalam keluarganya menangis.


"BEDEBAH!!" geram Arkansas kala melihat bagaimana istrinya menangis pilu disana.hatinya sakit,susah payah ia menjaga senyuman sang istri dan mereka! mereka seenaknya datang dan menghancurkan senyuman itu lalu menggantinya dengan air mata? akan ia pastikan jantung pria itu lepas dari tubuhnya!!.


Rion menggepalkan kedua tangannya erat hingga buku jarinya memutih,melihat air mata gadisnya bahkan lebih menyakitkan dari pada tertembak dan tertusuk pedang sekalipun.


Axel,pria itu bahkan membuat kaybord komputer itu rusak akibat ditekannya terlalu kuat.Amber menangis dan itu lebih buruk dari kehilangan semua perangkat canggih komputernya.


"kurasa persiapan sudah selesai Rafen!! kita bisa menangkap pria itu kapan saja,seluruh jalurnya sudah diblokir dan didalam negara ini dia tak akan bisa keluar lagi!!" desis Bimo menatap iba para putranya itu.


"sudah sampai mana Xel?!' ucap Rion dengan wajah dingin nya.


Rafendra sudah duduk bersama Arkansas yang kini sibuk dengan tabletnya.melihat seluruh cctv pemantau di sekitar tanah mansion mewah Wiguna.memastikan tak ada masalah.


"aku akan pastikan,kita siap!!" balas Axel dengan senyum picik diwajahnya.


mengangguk dan menoleh pada ayah dan juga saudara kembarnya,Arion mengangguk setelah Arkansas berdehem samar.


"don't kill....dia masih berguna!!" ujar Rafendra menyeringai buas.


" sure"


........⚜️⚜️⚜️..........


Ryu berjalan santai bersama dengan Tristan mengikuti seorang pria dengan stelan mantel hitam menutupi tubuhnya.Pria berdarah Jepang itu menatap mangsa mereka begitu dingin.


pria itu.Frangky,dia sedang duduk dan berbicara dengan seorang wanita disalah satu cafe dan kedua pria tampan itu memperhatikan mereka dari jarak tidak terlalu jauh.


diluar cafe beberapa pria berkemeja hitam lengkap dengan sebuah earphone terpasang di telinga mereka nampak berada diposisi masing-masing menunggu perintah ketua mereka.


"kau harusnya membunuh istri dari putra sulung Rafendra itu,mengapa kau justru meledakkan gedung itu?!! yah masih bagus kalau semua sahabat wanita jal*ng itu mati!! kau tidak bisa bekerja dengan benar hah?!!"


Ryu mendengar jelas suara wanita dengan kepala tertutup tudung dan masker itu.para BE tim delta telah mengeset sebuah alat penyadap di bawah meja tempat musuh mereka bertemu.dan kini tinggal menunggu.


"hei!! kau jangan berani berteriak padaku!! jika aku mau kau sudah kuhabisi.jika dia tak melarang mengapa aku harus mendengar ucapan wanita bodoh seperti mu?!!" pria itu membalas sengit lawan bicaranya.


Tristan menguap sungguh bosan mengapa tidak bunuh langsung saja? putra Thomas itu bahkan ingin sekali tidur jika tak ingat misi.


"kau harus tau!! rara-ku juga ada disana,dan aku tak ingin dia mati sebelum menjadi istriku hahaha...." gelak pria itu bengis.


"terserah mu saja!! lakukan tugasmu dengan cepat,bawa istri Arkansas itu ke dia,dan selebihnya itu urusanmu.aku sudah memberi segala informasi tentang para gadis itu,mereka bisa kita jadikan alat memancing para ikan besar!!" terang wanita misterius itu dengan santainya.


"baik...aku pergi aku masih ada urusan!!" pria itu bangkit dan meninggalkan wanita itu sendiri.


disisi ketua delta dan wakilnya itu.......


"kita sergap yang mana??" tanya Tristan yang sudah memutar pergelangan tangannya gatal.


dalam misi maka sikap pria manis itu akan berubah 180° dan saat itu maka hanya ada anak iblis dimatanya.


"Frangky!" desis Ryu dingin,para delta yang mendengar instruksi pemimpin mereka segera bergerak.


mobil Frangky sudah melaju dan kini tiba di jalanan menanjak hingga.


Brakhhhh.........


bemper mobilnya tertabrak dari belakang,pria itu mengeram dan menambah kecepatan mobilnya menghindari pengendara nakal yang coba bermain dengannya.pria itu berfikiran salah! bukan pengendara nakal,namun Ryu yang kini mengendarai mobilnya dengan nafsu membunuh didalamnya.


Bruummmmm....


Brakhhhh......


"DAMN!!" maki Frangky kala kini tiga buah mobil Jeep hitam mengapit mobilnya kiri,kanan bahkan didepan sebuah mobil lagi menutupi jalannya.


"FU*K MAN!!!" umpat pria itu kembali kala mobil mewah berwarna hitam itu menubruk kembali bamper mobilnya.entah mengapa seakan mobil-mobil ini tengah menggiring mobilnya kesuatu tempat.meski melewati jalanan kota padat penduduk,entah bagaimana bisa seakan kota yang mereka lewati layaknya kota mati.tak ada orang ,tak ada rumah atau bangunan yang pintunya terbuka dan satu lagi.setiap kendaraan yang datang dari arah berlawanan langsung berbalik.


Frangky menyeringai,rupanya dia telah masuk perangkap.sayangnya kesombongan pria ini tak bisa membuatnya melihat iblis apa yang sedang menunggunya.


kecepatan mobil meningkat,mobil Frangky menambrak mobil Jeep hitam yang menutup jalannya.


Brakhhhh....


Brakhhhh....


dua kali tubrukan dan mobil itu menyingkir,senyum pria itu terbit mengejek.namun.


BRAAKHHH.........


tiga mobil mengenjet mobilnya kiri,kanan dan belakang.


"kau mau main-main dengan kami?!! hahahaha...bedebah!!" suara umpatan Ryu terdengar emosi.pria itu membuka kaca mobil samping Tristan .tubuh Tristan keluar dengan sebuah senjata api Laras panjang yang kini mengarah langsung kedepan.



"SH***!!!!" Frangky seketika terserang panik,ia tak menyangka mereka akan menyerang ditempat umum!.


"HAHAHA...MATILAH KAU!!" gelak Tristan yang sudah mengarahkan moncong senjata api itu tepat di mana knop bensin berada.


Dor........


sesaat sebelum peluru itu menembus mobilnya,Franky membuka pintu mobil sesaat setelah kedua mobil Kanan kirinya menyingkir cepat.lalu melompat tanpa fikir panjang lagi.


BOOOMMMMMM........


mobil itu meledak dengan tubuh Frangky yang terguling jatuh keras.


keempat mobil hitam berbeda jenis itu berhenti dengan jarak lumayan jauh menghindari efek dari ledakkan.


Franky sudah jatuh tak sadarkan diri dengan kepala terantuk batu dipinggir jalan.


"bawa dia!!" titah Ryu dengan senyum sinisnya.


"wah gampang sekali mengurusi pria ini!! kufikir akan sulit mengingat dia adalah pembunuh bayaran!!" ucap Tristan santai.


"jika berhadapan satu lawan satu kufikir kau akan mati Tan!" balas Ryu jengah.


pria manis itu mendelik,meski benar juga tapi ia tak terima diremehkan begitu saja.Tristan ini bukan tipe baik pertarung langsung tapi tipe pemakai senjata jarak jauh.


"ya sudahlah yang penting aku senang!! kau selalu protes saja!!" dengusan kesal disertai grutuan kesal Tristan terdengar.Ryu ini terlalu kaku dan tidak bisa diajak bercanda,sabar.


begitu tubuh Franky dimasukkan kedalam salah satu mobil Jeep anggota delta,Mereka segera meninggalkan Lokasi dengan mobil sedan pria itu yang telah terbakar akibat ledakkan tembakan Tristan tadi.


......⚜️⚜️⚜️........


disebuah ruangan,seorang pria tampan nampak memandangi seluruh kota dari balik kaca kantornya.



"Apa kau tak akan membantu Dexter?!!" Seorang pria masuk dengan kemeja coklatnya,duduk menatap Dexter sembari tersenyum tipis.


"ayolah Mereka lebih dari mampu tanpa harus aku membantu,mereka itu mafia !!" ucap Dexter dengan tenang.


"masalah kebakaran gedung disertai ledakkan kemarin sungguh buruk!! dan nampaknya para Calon kakak iparmu itu sungguh murka atas itu.yah kalau memang mereka mau kau menjadi adik ipar mereka haha....." gelak Pria tampan dengan kemeja coklat itu tanpa dosa.


"sialan kau Juan!!!" umpat Dexter kesal.


Eljuan Miguel Rodrigo.sahabat sekaligus rekan bisnis Dexter,Pria tampan yang gila kerja dan pemilik sebuah perusahaan mobil mewah di Amerika.


"kenapa kau kemari?!!" sinis Dexter menatap tanpa minat pada Juan.


"hahaha...lusa ada pameran mobil sport keluaran terbaru perusahaan ku,aku kemari memberimu undangan VIP" ujar Juan santai.masa bodo dengan wajah kesal Dexter.


"hm....aku akan datang" jawab Dexter malas.


"oh ia bagaimana gadis remaja manis itu? apa kau berhasil membawanya jalan ?!!" goda Juan dengan senyum mengejek diwajahnya.


"bagaimana mau kuajak jalan,mendekat saja kepalaku sudah ditodong pistol oleh para penjaga neraka itu!!" desah Dexter nelangsa.


"Bwahahahah....m*mpus!! semoga berhasil kawan....jika gagal jangan menangis!!" gelak Juan sungguh tertawa bahagia diatas penderitaan orang lain.


"Bangs*t!! pergi kau pria laknat!!" maki Dexter kesal.pria bermata biru itu bahkan melempar gelas cofee miliknya ke arah Juan.


prank....


"sorry brother kau meleset!! lain kali semoga berhasil BWAHHHAHAHAH..." gelak Juan semakin menjadi dengan tawa nistanya.


Juan akhirnya pergi sebelum tubuhnya dijadikan samsak hidup oleh Dexter.bisa remuk semua tulangnya jika terus memancing amarah si pemarah itu.


.........⚜️⚜️⚜️..........


Arkansas berdiri tegak memandang pantulan dirinya dari cermin kamar mandi.pria itu terdiam menatap cermin dimana bayangan tangis sang istri masih tergambar jelas.


menutup mata mencoba menetralkan nafasnya yang memburu menahan amarah.


PRANKKKK....



cermin itu hancur dengan tinjuan tangan pria itu.darahnya mendidih oleh kemarahan,dan sayangnya waktu belum tepat menumpahkan segala amarahnya itu.


"apapun yang terjadi akan kuhabisi mereka!!" desis Arkansas tajam.


Ting......


From : Ryuiji_Yama


To : princeHades


Bos kami menuju markas,misi complete.


Arkansas menyeringai kala membaca pesan singkat pada ponselnya.menyeka darah yang keluar dari telapak tangannya,Arkansas segera keluar dari kamar mandinya.


"baby aku akan segera kembali"


cup........


pria itu mengecup kening sang istri yang tengah tertidur lelap akibat terlalu lelah menangis,berdiri lalu berlalu pergi dengan manik memerah menatap sang istri.


keluar dari kamar,didepan pintu berdiri Rion dan Axel yang sudah berwajah sama gelapnya.


"akan kubuat siksaan ini bagai mimpi buruk!!" ucap Rion bengis.


Arkansas diam dengan mata menatap dingin kedepan,berjalan dengan langkah berat mengintimidasi keluar dari Mansion diiringi tatapan mata penuh arti sang ibu dan ayahnya.


"son!! lakukan dengan jantan!!" ucap Rafendra tepat setelah para putranya hampir memasuki Mobil yang sudah terparkir didepan halaman mansion.


"binatang itu akan ku buat memohon mati.aku janji!!" ucap Arkansas dengan aura dingin tak tersentuh.


"bagus" ucap Anggi yang sudah berbalik dan pergi ingin melihat kedua gadis para putranya.


.........⚜️⚜️⚜️..........


hening.......


setelah Liora dan Amber keluar,kini hanya ada keheningan dikamar yang ditempati Kayra.


perlahan dengan tatapan kosong,Kayra berjalan menuju kamar mandi.



"aku lelah" dibawah guyuran air shower gadis itu kembali menangis.


TBC......


 


*hidup* *terkadang memang sulit,terkadang air mata adalah obat yang paling bagus saat semua terasa sulit.dan air mata lah teman setiap manusia yang paling mengerti arti dari rasa sakit*.