PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Rencana berjalan mulus



Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.........💕



...☘️ HAPPY READING ☘️...


"come on!! ayolah semua...ada-apa dengan wajah masam kalian itu? Ar....Ganta,ayolah bantu mom!!" Liora berseru kesal.


para pria lengkap dengan dukungan para anak-anak mereka memasang tampang nelangsa dihadapan para istri dan ibu mereka.


Wajah Arkansas datar sedatar lapisan es tebal yang begitu dingin.Rayganta menatap wajah antusias para ibunya dengan hati penuh kesusahan.


para inti benar-benar kehilangan warna hidup mereka kala memandangi nasib malang Tristan yang kini tengah menjadi kelinci percobaan para istri rubah itu.


"AR!! HENTIKAN WAJAH INTIMIDASI MU ITU!! " kesal Liora kala dirasa wajah para pria itu tidak berubah.


"bagaimana jika rencana kami gagal?! yakhh...Rion,Raider,Raino!! hentikan wajah busuk kalian itu!!" kali ini Kayra yang berteriak jengkel pada suami juga kedua putranya.


para wanita tengah sibuk mengatur para pelayan agar segera memasang dekorasi berduka senyata mungkin.namun lihatlah wajah poker para suami mereka! sungguh tidak bisa diajak bekerja sama.


si kembar R bersama ayah mereka Arion saling melirik.diwajah mereka tertulis jelas betapa mengerikannya para wanita dewasa itu.


"ALARIK.... ACELLA!! TURUN! JANGAN JADIKAN TRAMPOLING RANJANG UNCLE TRISTAN!!" nafas Arabela naik-turun kala kenakalan kedua anak kembar dari amber itu tak terkendali,sedang ayah mereka Axel hanya bisa mengangkat tangan tanda menyerah.


"Diego,kurasa para ibu mulai gila!" Maxim berbisik pada Diego.kedua putra Marsel dan Dexter itu sibuk mengunyah keripik keju sambil duduk tenang layaknya menonton bioskop.


"Hem...aku bahkan tak berani bergerak kala tatapan mata mami Kayra sangat tajam kini" Gion sang putra dari Gabril dan Daisy bergidik kala mata tajam para ibunya tak pernah lepas pada mereka yang masih duduk diam tak berani bertingkah.


sementara itu Ryuga dan para sepupunya yang lain terlihat diam mengelilingi ranjang paman malang mereka.


tringggg....


Amber@Xel :


Li,kami segera tiba


read.....


senyum manis Liora merekah lebar.


"dengar mommy!! perhatikan wajah kalian semua...awas saja jika wajah kalian mengacaukan rencana mommy dan para ibu kalian,akan mommy beri pelajaran!! Ar...wajahnya itu yang sedih,jangan datar begitulah!!" Liora mulai mengintruksikan kala pesan Amber terbaca sudah.


"anak-anak!!ayo..ayo....jangan lupa air matanya!!" Ara heboh dengan wajah memerah penuh antusiasme.wanita cantik istri dari Dexter itu sungguh tak sabar menanti drama heboh apa yang akan mereka saksikan nanti.


..........☘️..........


hiks...hiks.....hiks....


mobil yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi itu kini begitu hening hanya menyisakan suara Isak tangis tertahan dari seorang wanita cantik yang masih dibalut piyama tidurnya.


seorang wanita dengan rambut dikuncir kuda dari awal selalu melirik sosok menyedihkan gadis itu dari balik kursi kemudi.


entah?


apakah ia harus tertawa atau menangis kini?


Daisy melirik Amber.dan istri dari Axel itu hanya bisa mengunci mulutnya rapat-rapat dengan sorot mata penyesalan menatap sakura.yah,kini mereka hampir tiba di area pribadi Mansion megah Wiguna.


"kenapa kau menatapku seperti itu? ini bukan salah right!!"


"dramamu terlalu berlebihan!! kau ini rubah berdarah dingin!!"


"yakhh!! siapa yang kau sebut rubah?! ingat ini rencana bersama jangan menyalahkan ku!!"


"ya...ya...ya...kau selalu benar!!"


"memang!!kau ada masalah?! diamlah kau tukang masak!!"


"yakhh....kau rubah psikopat!!"


pandangan kedua wanita yang duduk di jok depan itu saling bertabrakan sengit.tak lama hembusan nafas berat terdengar dan mereka kembali fokus menatap kedepannya.


percuma juga keduanya berdebat tak jelas!.


Sakura meremas ujung dress piyamanya.wanita dengan wajah memerah dan mata bengkak itu tanpa sadar mulai menatap keseluruhan tempat kala merasa mobil yang ia tumpangi mulai tak terlihat lagi suasana kota dan rumah penduduk sipil lainya.


hanya ada pohon-pohon besar Cemara dan didepan sana terlihat bangunan besar berwarna putih tulang yang begitu elegan yang berdiri gagah tanpa bangunan lain disekitarnya.


"khem.... sakura...kita sudah sampai,kami harap kamu tegar!" Daisy berucap penuh arti dengan sorot mata sendu.


Deg....


jantung sakura memompa,keringat dingin mulai membasahi punggung dan telapak tangannya.


gadis itu ketakutan......!


sakura tenggelam dalam keheningan dunia gelap hatinya sendiri hingga mobil Audi Hitam itu tanpa terasa telah berhenti bergerak.


ceklek....


pintu mobil terbuka oleh Daisy,sakura masih mematung hingga tepukan pada bahu menyadarkan gadis itu.


"sakura....sudah sampai kam-"


"Dimana?" sakura memotong ucapan Daisy dengan kalap.


"apa?" Daisy linglung sesaat kala menatap mata gadis itu yang terlihat begitu memerah.


"dimana...dimana..Tristan!! dimana pria bodoh itu?!" Sakura berseru serak.jantunynya bagai tertimpa beban berat dan suaranya bergetar.


Daisy masih dalam keterkejutan kala suara sakura menghantam telak gendang telinganya.


"hei...sakura tunggu!!" Daisy berteriak kala sakura kini sudah berlari menaiki tangga menuju pintu utama.


Drmmmmmm


pintu besar mahoni itu terbuka oleh kekuatan lemah gadis itu,sakura melirik panik kesegala arah.


"tu...tunggu!!" sakura melihat seorang wanita berpakaian maid melintas dan wanita itu telihat panik.


"di...dimana Tristan?" suara sakura bergetar,bahkan telapak tangan yang menggenggam lengan maid itu juga ikut bergetar.


Dyazel yang datang entah dari mana langsung mengambil alih dan memberi kode pada salah satu maid bawahannya itu.


wanita itu berlalu pergi dengan cepat.


"nona sakura?"


sakura mengangguk dengan lelehan air mata yang tak terbendung lagi.


dyazel mendesah iba.


"para nyonya ini sungguh keterlaluan mengerjai gadis muda ini ". batin Dyazel iba.


"mari ikut saya" Dyazel bergerak cepat diikuti sakura dari belakang.


dan dari belakang nampak Amber dan Daisy saling melirik dengan sudut bibir berkedut dan kedua tangan yang saling menyenggol menahan ekspresi horor diwajah mereka.


"kujamin,gadis itu pasti menangis" ucap amber tanpa beban.


"dan kurasa Tristan pasti lebih keras tangisannya!! hahaha" balas Daisy dengan semburan tawa yang sudah lagi tak dapat dibendung.


.........☘️........


sakura berjalan dengan seakan ada sebongkah batu besar yang menekan punggungnya.


disepanjang koridor menuju kamar, terdengar suara tangis yang begitu miris.


dan mata sembab sakura mendapati beberapa pria tampan dengan wajah sedih menatap dirinya prihatin.


ada juga beberapa anak kecil dengan paras luar biasa menatapnya dengan mata bulat polos mereka.


dan sakura melewati semuanya dengan linglung .


"psttt...gadis yang malang!" James berbisik pada Ryu saat gadis itu melewati keduanya.


"HM...Dia benar-benar celaka karena mengenal para istri licik kita!" Rion mendesah iba.


"tak kusangka para kakak iparku begitu licik,dan kini istri kecilku pun sudah terkontaminasi" Dexter ikut menyahut.pria yang duduk berhadapan dengan Sosok Arkansas itu kini ikut mendesah frustasi.


"aku akan memberi gadis itu tiket liburan ke Hawaii jika semua ini berakhir dan dia tidak menderita Trauma batin atas kelakuan para wanita kita!!" Marsel menggeleng lemah.


"HM...kurasa semakin hari Liora semakin gila,masih untung istriku tidak terlalu ikut-ikutan!!" kali ini Xander menyahut tanpa beban meski sorot mata Arkansas sudah akan menelan seluruh tubuhnya dalam api ketersinggungan.


sementara......


sakura telah sampai didepan pintu dimana suara tangis wanita terdengar jelas dari dalamnya.


dyazel mundur perlahan dan membiarkan gadis malang itu meraih gagang pintu.


"hiks....Tristan!! adikku yang malang!!"


"ya Tuhan anak ini sungguh kasihan!!"


"demi Tuhan bangunlah Tristan! kakak akan memberikan apapun padamu ...bangun Tan... bangun little brother!!"


Suara-suara penuh kesedihan menghantam hati sakura.


gadis itu mengigit bibirnya menahan air mata,genggaman pada gagang pintu semakin keras dan knop perlahan terputar.


tes.....


tes...


tetes air mata mulai jatuh saat daun pintu mulai terbuka perlahan.


mata sembab gadis itu menatap pada beberapa sosok wanita asing selain sosok Liora dan Cristal disana.


mata mereka saling bertemu.


Sakura mengalihkan pandangan dan menatap sosok lemah diatas ranjang.


berjalan mendekat tertatih.para pria yang semula berdiri diluar menatapnya dari belakang.


tes...tes....


sosok pria itu terlihat menyedihkan dengan beberapa selang infus yang mulai tercabut dari tubuhnya.


sakura berdiri diam disamping ranjang,Liora menepuk pundak gadis itu iba.


"Ya....Tristan...Tristan...bangun adikku!!" Sakura menatap sosok Cristal dengan mata memanas dan tubuh bergetar.


Kayra memalingkan wajahnya dengan tubuh atletis Rion ia raih dan ia peluk dengan wajah terbenam di dada bidang suaminya itu.


entah Rion harus tertawa atas drama istrinya atau menangis ?.


kini sakura berdiri tepat dibelakang Cristal yang terlihat tengah mengguncang tubuh Tristan dengan kalap sambil memanggil nama pria itu.


"oh....ayolah!! aku tak tahan lagi melihat drama ini!!" James hampir terbahak jika saja Freya tak mencubit ganas pinggangnya,sudah pasti pria Playboy insyaf itu akan meledak dan merusak rencana para rubah tega itu.


"tidak....tidak mungkin" sakura bergumam dengan bahu bergetar hebat dan kedua tangan yang naik memeluk tubuhnya sendiri.mata sembabnya tak lepas pada sosok yang kini terbaring tak bergerak disana.


"hiks....TRISTAN.... BANGUN...BANGUN!! SAKURA...SAKURA SUDAH DATANG,BANGUNLAH BODOH!!" Cristal menjerit pedih,Nixon menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan menyembunyikan raut malu atas drama Oskar istrinya.


"tidak...ini pasti bohong!! pria nakal itu pasti bohong!! DIA PASTI BOHONG!! Nyonya LIORA..KATAKAN,KATAKAN SEMUA INI TIDAK BENAR!!" suara sakura meninggi,gadis itu berbalik menatap sosok Liora yang kini terlihat memeluk erat tubuh seorang pria tampan dengan aura kuat disana.


Liora menggeleng lemas dan menangis pelan didada keras Arkansas.


mendesah dan pria tampan itu menarik dagu istrinya saat sakura telah meninggalkan sosok keduanya dan kembali menatap tristan lagi.


"kau puas sayang? apa ini menyenangkan mengerjai orang lain hm?" bisik Arkansas sembari menunduk dan mengigit gemas pipi chubby istrinya.


Liora Meringis dan menepuk dada bidang suaminya dengan kesal.


"sttttt.... diam jangan bicara nanti sakura dengar!" Balas Liora jengkel.


Arkansas merotasi bola matanya pasrah sudah,tak tau lagi bagaimana menghadapi sifat jahil keras menuju ekstrem Liora.


kembali kepada sakura.......


gadis itu mendekat dan bersimpuh disamping ranjang tidur Tristan.


"hiks....apa...apa yang telah terjadi? mengapa begini?" sakura terisak sambil menggenggam telapak tangan Tristan dan suhu hangat pria itu langsung terasa di telapak tangan mungilnya.


"hiks.....dia...dia...anak bodoh ini mengemudi cepat dan menabrak pagar pembatas" Isak Amber yang sudah berjalan masuk bersama Daisy.


Axel merotasi bola matanya jengah akan drama yang kini istrinya ikuti.


Amber mendekati dan diam-diam menginjak kaki suaminya itu geram.


"issss....honey?" desis Axel kaget.


"shut up Man!!" ancam amber telak.


Axel mengerut dan menutup rapat mulutnya sebelum istrinya merepet lagi kemana-mana.


Liora melirik keras para suami dan anak-anak mereka.mengangguk dan semua melangkah keluar dengan Nixon mulai meraih tubuh Cristal dan memapah wanita itu keluar kamar.


"sakura...kami akan tinggalkan kamu sendiri dan waktu bersama Tristan,nikmatilah sebelum kami memulai proses pemakaman" suara sendu Daisy terdengar.


tubuh sakura mematung, jantungnya berdegup dan wajahnya memutih penuh getir.


Hening.........


sakura bangkit dan duduk disamping Tristan yang sudah tak bergerak.


Grep........


telapak tangan gadis itu meraih lembut tangan besar yang dulu selalu memberi kehangatan saat masa sulitnya.


"Tristan....bangun bodoh!! kau..kau katakan akan menikahiku dulu! apa kau berbohong sama seperti pria jahat itu?!! hiks....bangun!!" sakura terisak perih meletakkan tangan Tristan menyentuh pipi sembabnya.


diam.....


Tristan yang terbujur diam tak bersuara.


tapi.........


jauh didalam hati seorang Tristan,pria itu menjerit ingin menangis dan memeluk wanita yang sudah memiliki tempat dihatinya.


sayang.....!!


tubuhnya benar-benar mati rasa.ia tak bisa bergerak,bersuara,membuka mata apalagi memeluk sosok rapuh yang kini menangis.


masih 30 menit lagi sebelum efek obat laknat para saudari iparnya habis!!...


"bangun...hiks...kenapa kamu begini kejam padaku? kenapa...hiks...apa salahku?!!" sakura terus menangis dan berbicara tanpa henti.


"hiks...apa ini yang kau inginkan aku rasakan?!! apa ini caramu membalas ku atas perasaanmu dan hatimu yang tak ku balas?!! hiks...cukup!! kamu berhasil membuatku sakit melebihi Benji!!"


sakura menatap wajah tenang Tristan dengan getir.


"Tristan...hiks...aku..aku bersalah padamu!! maaf...hiks...maafkan aku,baik....aku...aku entah,aku tidak tau apa yang terjadi pada hatiku.tapi...tapi saat mendengar sesuatu hal buruk padamu,aku...aku sakit....cinta....mungkin...mungkin aku sudah mencintaimu juga....jadi...jadi bangunlah bodoh!! aku sudah mengaku dan apa..apa kamu tidak puas?!!" sakura meraung.


"hiks...aku...aku bodoh!! aku..aku salah!! jadi kumohon jika Tuhan bisa.....tolong...tolong kembalikan pria ini padaku Tuhan....jangan...jangan biarkan dia juga pergi meninggalkan diriku!!"


"hiks...Tristan...aku...saat itu,maafkan aku yang sudah mengabaikan perasaanmu kumohon,aku...aku takut dikhianati lagi! jadi...jadi aku takut menerima semua perasaan yang kamu berikan,Tristan.... bangunlah HM,aku mohon"


Desahan iba keluar dari mulut para wanita yang kini tengah menguping.decakan miris terdengar dari para pria yang kini menatap para istri mereka ngeri.


"Tristan....jika kau bagun....aku..aku akan lakukan apapun untuk membuatmu bahagia dan hidup sampai kita menua bersama.bagaimana hm? aku...aku akan mencintaimu seperti apa yang kamu ingin,jadi tolong...tolong bangunlah!!" sakura menangis pilu,kedua tangannya mengguncang tubuh kaku Tristan dengan pedih.


dan...


kepala gadis itu jatuh terkulai diatas perut sixpack yang sudah tertutup selimut putih.


tetesan air mata terus jatuh diatas kain selimut dan terus berjatuhan dari mata sembab dan bengkak gadis itu.


hingga....


Deg.....


...☘️...


...TBC...


see you later....😘