PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Tamu tak terduga



...Vote, Like dan Komentar ya ❣️...



...🌴...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🌴...


Iringan beberapa mobil sedan hitam nampak memasuki sebuah wilayah tanah pribadi clan pebisnis terkenal seantero London.


di baris kedua dari mobil sedan pertama nampak sebuah mobil Lexus berwarna hitam mengikuti dengan beberapa mobil Jeep mengawal dari belakang.



para penjaga yang nampak melihat kumpulan mobil asing yang memasuki wilayah pemimpin mereka nampak mulai mengambil kewaspadaan.


pintu gerbang awal segera dialiri listrik tegangan tinggi sementara beberapa penjaga berjaga dari sisi luar gerbang mencoba menelisik sang tamu tak dikenal.


"unit dua siaga 1,tamu tak dikenal memasuki wilayah !"


nampak salah satu pria penjaga dengan sebuah slayer terikat di lengan kirinya mulai meraih earphone dengan cepat menghubungi gerbang dua.


" apa masalahnya lagi?! cegah mereka masuk jika tidak ada izin tuan besar tak ada seorangpun bisa memasuki Mansion utama! boss Kansas sedang tidak ditempat dan tuan besar dalam hati yang buruk! suruh mereka pergi!"


balasan dari seberang earphone nampak geram.


pria berslayer mengangguk mantap dan segera melangkah maju terdepan kala iringan mobil itu kini berhenti beberapa langkah dari pintu perbatasan wilayah Wiguna dengan ibu kota.


Klik........


seorang pria dengan kemeja putih formal dan seorang pria dengan kemeja hitam dengan kancing atas terbuka dua baris nampak keluar dari mobil.


postur mereka nampak berhati-hati dan terlihat jelas menjaga sikap dengan baik.


"selamat pagi tuan-tuan,maafkan kami atas ketidak sopanan kami yang datang terlalu pagi ,namun tuan kami ingin bertemu dengan tuan muda pertama Wiguna.apakah kami mendapat wajah untuk masuk?" pria dengan rambut coklat gelap berkemeja putih menjelaskan sopan.


"ada perlu apa anda sekalian kemari? maaf,jika tanpa pemberitahuan dari tuan muda dan tuan besar,tidak ada satupun tamu asing diizinkan masuk!" sang kepala penjaga berslayer kekeh.


raut wajah datarnya nampak acuh dan tanpa izin sang pemimpin bahkan seorang raja sekalipun tak akan diizinkan masuk.


hingga.....


"bedebah!"


Sentakan emosi dari seorang pria dengan kemeja hitam disebelah pria berkemeja putih tiba-tiba tersulut.


para penjaga mansion utama itu benar-benar tak tergoyahkan dan mereka terlalu kolot!.


"Samuel easy! tidak perlu keributan disini!" desis sang pria berkemeja putih mencoba tetap sabar.


"Tuan Alfonso bisa membunuh kita jika terlalu lama membuang waktu! kau tau kita datang begitu pagi dan jauh-jauh hanya untuk ditahan bahkan belum dari setengah tanah wilayah ini?! apa kau bodoh Fredrik!" yah,mereka yang kini datang tak lain adalah anggota SantosDominiq bersamaan ketua mereka langsung.


"hei...kau tuli?! kepala penjaga sudah katakan pergi dari sini! maka pergilah sialan!"


baiklah para penjaga Mansion mulai melempar tatapan permusuhan dan tak bersahabat.


klik....klik...klik...


dan tak lama,setelah perkataan itu jatuh.maka beberapa pria berpakaian hitam nampak keluar dari pintu 6 mobil Jeep hitam dari belakang.


"KAU BEDEBAH SIAL! KAMI DATANG BAIK-BAIK DAN SEKARANG MENYINGKIR!!" Fredrik kehilangan ketenangan.


tangan kanan Alfonso itu ikut tersulut akibat wajah penolakan dari para penjaga Wiguna itu.


"khe..khe...khe....mau kau datang baik-baik memangnya apa urusan kami!" balas sang ketua penjaga sinis.


"BEDEBAH!! mati kalian!!"


dan pagi itu pecah dengan perkelahian sengit antara penjaga dan penerobos!.


.........🌴.........


Ckittttttt......


suara rem keras dari sebuah motor KLX berhenti tepat di gerbang kedua yang sudah otomatis terbuka saat sensor menandai salah satu id penjaga.


pria dengan lebam biru serta darah segar dari sudut bibirnya itu berlari cepat memasuki pintu utama demi menemui sang kepala keluarga.


hingga......


"TUAN...TUAN... RAFENDRA! HAH... SIAL NAFASKU SEAKAN MAU HABIS!" pria itu terengah-engah.


"kau kenapa Blake?" Dyazel bertanya begitu keluar dari pintu dapur lantai satu.


pria berseragam butler itu menatap miris sosok yang merupakan salah satu penjaga garis gerbang wilayah Wiguna itu.


"hah...tu..tuan besar mana,butler?!" Blake,pria dengan darah rusia itu terengah-engah mengatur nafad.


"kau tau ini jam bersantai tuan sebelum sarapan bukan? tentu tuan ada di meja makan sedang meminum kopi apa lagi?" Dyazel menggeleng hingga matanya membola melihat kondisi Blake.


"Astaga! kau kenap-"


WUSHHHH....


Dyazel melongo kala Blake sudah berlari menuju ruang makan.


............🌴.............


kini suasana terasa hening mencekik,udara pagi semakin jatuh ketitik beku saat mata pria gagah yang bahkan sudah berusia 60 tahun itu kini menatap tajam sosok tamu yang tak diundang dihadapannya.


acara sarapannya hancur kala laporan kekacauan dari salah satu penjaga di depan mansion sampai ditelinganya.


" apa urusanmu kemari? jangan banyak basa-basi" Rafendra bertanya cepat.


ia tak ingin pria ini masih ada di mansion nya sampai para menantu dan cucunya turun,dan pria itu harus segera pergi!.


yah,ini masih pukul 6.30 pagi,dan ini bukanlah waktu wajar seseorang bertamu apalagi dengan iringan mobil hitam yang cukup mencolok.


"tenanglah tuan besar Wiguna,saya kemari hanya ada sedikit urusan dengan putramu.adahal yang harus saya konfirmasikan dengannya" jawab Alfonso dengan tenang.


benar!


Alfonso harus memperjelas masalah kematian sang adik bersama Arkansas dan dia akan meminta maaf atas sikapnya dulu.


sesama organisasi underground,tidak baik jika berselisih jalan.


dan Alfonso sadar akan keuntungan melimpah jika mereka bekerja sama.


hingga.....


percakapan sengit saling menyerang dengan dingin itu terhenti kala sosok cantik bergaun putih dengan sesosok balita mungil menggemaskan turun tak sadar akan tamu yang kini bersama ayah mertuanya.


"Daddy..apa kau melihat Ray? dia tak ada dikamar da-"


Liora bungkam dengan wajah memerah malu akibat tiga mata asing yang kini tertuju pada dirinya.


semuanya adalah pria seusia suaminya.meski wajah dua diantara tiga pria itu cukup babak belur,namun wajah cukup tampan mereka lumayan enak dipandang mata.


deg...........


Alfonso mengangkat wajah dan menoleh kesamping dimana alunan merdu suara seorang wanita terdengar.



tubuh tegak Alfonso membeku,wajahnya kosong menatap sosok cantik yang baru saja keluar dari lift.


Samuel dan fredrik kaki tangan-nya nampak sama terdiam.


apakah bidadari benar-benar ada?


apakah makhluk seindah itu benar-benar bisa menjelma?


Rafendra terkekeh sinis saat menatap warna dari wajah ketiga pria dihadapannya.


tuan dan bawahan yang sama saja.


istri cantik dari Arkansas itu sudah turun dan terlihat sangat cantik begitu segar dan begitu manis dengan satu orang balita berwajah polos di pelukannya.


wajah cantiknya menatap ketiga pria asing itu binggung,tak lama ia merapikan rambutnya dengan canggung dan mencoba tersenyum sopan pada tamu ayah mertuanya.



"maaf,rupanya ada tamu" Liora menyapa kikuk.


Rafendra terkekeh,benar rasanya Liora adalah penjelmaan Anggi istrinya saat muda dulu.


bunga manis pemikat kumbang yang membuat Rafendra harus berusaha menjadi kumbang yang beruntung demi sari manis sang bunga.anggi istrinya dulu benar-benar racun pada para makhluk Adam.


Rafendra akui bahwa para putranya benar-benar pandai mencari istri.


"Ray sedang joging,dan sekarang Daddy minta cepat masuk!" Suara Rafendra terdengar menekan.


Liora linglung sejenak kemudian mengangguk permisi dan berlalu pergi,namun sebelum itu.


" Liora,kamu lihat tidak sepatu Raino yang dibeli suamiku dari Jepang itu? aduh...itu anak pagi-pagi maminya belum mandi apa sudah bikin rusuh,mana tadi aku baru saja abis joging sama raider malah disuruh Carikan sepatu lagi,memang anak nakal!" sesosok wanita dengan baju olahraga itu nampak memasuki Mansion dari arah luar taman.


keringat nampak menghiasi kening juga lehernya.


dan yah,wanita itu baru saja kembali dari joging pagi tanpa ketiga putranya yang lain.


Kayra Romanov Arion Wiguna!.


sosok cantik yang terlihat energik itu rupanya baru saja dari luar menghabiskan weekend dengan joging bersama putra-putranya.


"aku tak tau di mansion iblis Wiguna ini dua malaikat cantik bisa hidup!" batin seorang pria yang kini matanya tak lagi menatap Liora,namun sosok Kayra yang terlihat sedikit tomboy dengan gaya pakaiannya.


yang satu layaknya bidadari lemah lembut.


dan yang satu lagi bagai Dewi yang penuh keangkuhan dengan rambut dikuncir tinggi.


Fredrik merasa jantungnya berdebar keras untuk pertama kalinya semenjak wanita yang ia cintai tiada.



kayra kini nampak berpakaian casual,ibu dari dua anak kembar itu terlihat mengambil nafas bersiap memasuki lift kala anggukan Liora menjawab pertanyaannya.


sebelumnya.....


"morning dad! wow you looks so handsome dad!" kayra menyapa dengan wajah dibuat setakjub mungkin,berlebihan! sambil terkekeh melihat gelengan miris ayah mertuanya itu.


yah,dibanding Liora Kayra lebih dekat dan tak sungkan bahkan untuk menggombali seorang Rafendra pria tua kolot yang hanya menurut pada istrinya.


"berikan saja gombalanmu pada suamimu itu,Daddy ingin muntah mendengar suaramu,pergi dan bersihkan dirimu sana! sudah tua seperti gembel saja kamu!" Rafendra menyahut dingin,wajahnya sedatar jalan tol tanpa hambatan.


kayra tertawa mendengar respon ayah mertuanya itu.


sungguh Rafendra terlalu kaku,dan Kayra suka sekali membuat pria tua itu darah tinggi akibat godaannya.


rasanya bagai mendapat durian runtuh saat pria itu mulai berbicara lebih panjang dan sinis.


Rafendra,Kayra bagai menemukan sosok ayah kandungnya dalam kepribadian hangat Rafendra yang terkadang tersembunyi dalam racun kata-katanya.


yah,komedi receh!.


"hahaha..gembel mana ada secantik menantumu ini dad! lihat saja jika Kayra berdandan,putra Daddy itu akan mimisan!" balas Kayra jenaka.


lihat,bahkan keduanya tak lagi memperdulikan tamu yang kini menatap mereka dengan wajah syok.


"cih...pergi sana kau bau sekali!" sinis Rafendra.


kayra semakin terbahak.


ia tak sakit hati,sudah biasa.memang mulut Rafendra itu sangat beracun bahkan meski sudah tua namun kini racunnya semakin kuat saja menohok hati!.


"hehehe...sudah Kayra jangan ganggu Daddy,pergi mandi jangan sampai anak-anak nakal itu kembali dan kau bahkan belum siap" ujar Liora menghentikan aksi saling menggaggu mertua dan menantu itu.


pagi yang cukup menghibur.


"ck...baiklah! bye Daddy,maafkan kayra.rasanya tidak mengganggu Daddy sehari saja itu tak enak!" kayra meluncur cepat memasuki lift saat sebuah remote AC bersiap melayang kearahnya.


"oh ada tamu rupanya! maaf..maaf " Kayra buru-buru menekan tombol close pada lift saat wajahnya memerah kala orang asing melihat penampilan berantakan dirinya sehabis olahraga bersama putra-putranya.


sebelum Kayra menutup lift ia sempat melirik wajah masam jengkel ayah mertuanya.


gila!


Rafendra ini benar-benar kejam.


apa dikata nanti jika sampai Kayra benjol saat suami dan kedua anaknya kembali? sungguh bisa malu dia.


ada-apa dengan ayah mertuanya itu?


tidak bisa diajak bergurau.


Liora menggeleng pusing.


Ting......


kayra sudah memasuki lift menuju kamar mereka bersama Liora yang menuju ruang makan lantai dua.


"tidak disangka, putra anda begitu beruntung akan istri cantik dan seorang putri kecil yang manis" Alfonso berucap tak berhenti menatap dimana sosok cantik Liora tadi berada.


bahkan ia tak mampu berkata membalas sapaan lembut yang bahkan alunannya masih terasa sampai kehati.


"jaga matamu tuan Alfonso,aku tau isi otakmu jadi jangan coba-coba mengusik menantuku!" suara Rafendra nampak tenang,namun percayalah sorot matanya sudah cukup sebagai peringatan bahaya.


"dan kau.....jaga matamu!" sentak Rafendra pada Fredrik yang masih menatap dimana Kayra menghilang.


"hahaha..maaf tuan besar Wiguna, kecantikan memang sulit di tolak! lagipula kami sadar status para bidadari itu dan kami tidak akan melewati batas" Alfonso berujar main-main.


tapi sungguh,pertama kali ia melihat langsung kecantikan yang menggetarkan hati.


"sekarang pergilah!" ucap Rafendra mulai jengah.


Alfonso tersenyum penuh arti.


ia tau ini waktu yang tepat kala Arkansas pasti akan kembali.


dan ia tak rela jika langsung pergi saat matanya tak puas melihat sosok cantik yang tengah menggelitik hatinya.


ia harus tinggal setidaknya beberapa jam kedepan demi memuaskan rasa haus akan kecantikan lembut yang menggelitik bagai cakar kucing kecil yang manis.


"tuan,kami datang dari jauh.setidaknya jangan langsung mengusir lagipula kami juga setidaknya disuguhi segelas kopi,Mungin ?" Fredrik berucap jenaka.


manik Rafendra semakin tajam,silver yang berdiri dibelakang tubuh tuanya berdecak kesal.


tidak tau malu!.


"kau-"


"Rafen? ada tamu ternyata! astaga kebetulan sekali kami akan sarapan bersama,mari ikut santap pagi!"


mulut Rafendra terkunci rapat kala suara ramah istrinya terdengar dari arah lift.


Anggi turun kala suaminya cukup lama tidak naik untuk sarapan bersama.


rupanya ada tiga pria muda yang Anggi anggap sebagai tamu,melihat dari stelan rapi dan postur tubuh,Anggi tau mereka bukan pengusaha biasa.


mengabaikan lebam di wajah dua diantaranya


maka sebagai nyonya rumah,tidak salah bukan jika menjamu tamu?.


wajah masan Rafendra terlihat


dan wajah sumringah tiga pria tampan itu terbit puas.


kesempatan!.


baiklah jika tidak bisa miliki,setidaknya melihat dan mengagumi saja sudah cukup.


biarkan mereka merasakan perasaan asing ini lebih lama,sedikit !


............🌴...........


"dari mana?!"


deg.........


tubuh berbalut jaket hitam dengan tudung menutupi kepala itu menegang.


"pa..papah" Dysabel tergagap melihat sosok Lucas ,suaminya itu berdiri dengan sorot mata dingin menatapnya.


"apa kamu tidak bisa diam dan duduk berdoa sementara aku dan para bawahan kakak ipar mencari lili? kemana kamu semalam?!" Lucas bertanya menahan amarah saat melihat penampilan mencurigakan istrinya.


"cukup! aku ini mencari lili dengan caraku sendiri,dan kakak ipar? hahaha..tuan muda Wiguna itu bukan kakak ipar ku! Dan wanita keji itu bukan iparku!"


Deg


tubuh lucas menegang dengan kemarahan yang merangkak naik.


"DYSABEL!!!" raung Lucas dengan nafas naik turun.


"LIORA BUKAN KAKAK IPARKU,DIA BUKAN SAUDARIMU,DIA ITU WANITA KEJI PEMBUNUH DAN SEORANG PENIPU!" raung Dysabel dengan air mata deras melihat perubahan sikap Lucas yang kini berubah dingin dan kasar.


plak........


tamparan keras kembali melayang pada pipi pucat Dysabel yang baru saja kembali.


"apa maksudmu?! jangan pernah berbicara buruk tentang kakakku! hanya ada satu saudari untukku dan dia adalah LIORA!" tekan Lucas geram.


sudah cukup!


kini kepalanya terasa panas dan jika berlama-lama menghadapi istrinya ia tak yakin bisa mengontrol kembali emosi.


namun saat sudah mencapai pintu,ucapan Dysabel membuat seluruh tubuhnya menegang.


"Stefani.....dan ibu Monika" Senyum miris Dysabel menatap punggung dingin suaminya yang kembali melangkah berlalu pergi.


"kau bodoh Lucas hiks....."


...⚜️...


...TBC...


meski sakit hati jangan skip ya