
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.......🌹
...,🦂...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🦂...
...tak pernah terbayangkan...
...cinta indah yang mekar setelah badai...
...semangat hati akan pelabuhan...
...aku tau aku telah jatuh...
...hingga aku temukan dirimu...
...kekasih hatiku...
...aku sadar kekurangan ini...
...namun kepercayaan dan cintamu...
...dan aku mengerti...
...aku inginkan mu...
...akan lakukan apapun...
...bukti nyata atas cinta...
...pelabuhan indah atas dirimu...
...maka jika kau sebut namaku...
...kasih,akan kupersembahkan dunia...
...buatmu bahagia...
...cinta adalah sebuah kebangkitan...
...kehidupan sinar yang lebih baik...
...pesona kasihmu...
...kau satu-satunya pengubah hidupku...
...siapa aku?...
...kau adalah poros hidup ini...
...mengubah diriku...
...aku mengerti...
...dan aku jatuh tak perduli...
...karena dirimu...
...kasihku...
.............🔱.............
Pintu mansion terbuka lebar kala pemimpin Hades itu kembali menjajakan kakinya disana.
para penjaga menunduk dengan Rion dan Kayra yang tersentak diruang tamu kala melihat kedatangan sang Tiran.wajah dingin tanpa ekspresi serta aura gelap namun tak mencekik terasa seperti kasih sayang yang membuncah? mungkin.Rion hampir terbahak melihat penampilan Arkansas kini namun cubitan serta tatapan maut Kayra membungkam tawa pria itu.
sungguh demi Neptunus.Arkansas datang hanya dengan kemeja yang sudah penuh darah,rambut acak-acakan,entah sudah berapa lamq ia tak bercukur? oh my! bahkan tapak lumpur terlihat dari jejak kakinya.sudah pasti Anggi akan mengamuk besok pagi kala melihat noda di lantai itu.
"dimana istriku?" suara Arkansas terdengar mendesak dan sungguh Rion ingin sekali mencekik saudara kembarnya itu.bukanya masuk dan bersapa ria? nada bicaranya justru terdengar seperti orang minta baku hantam,bagaimana Rion tidak emosi coba? hell!! sabar.
"ck.....lihat dulu dirimu sebelum tanya dimana istrimu!!" jawab Rion tak kalah sengit.Arkansas merotasi bola matanya malas dan menatap Rion kesal.
" kenapa memangnya?!!" ucap Arkansas sarkas.
kenapa? sungguh Rion ingin sekali menendang manusia satu ini ke pluto.ayolah pria batu ini memang tidak akan pernah sadar akan kelakuannya.
"kenapa kau bilang? kau tidak sadar wujudmu tak lebih seperti gembel!! ayolah....Liora akan pingsan saat melihatmu,setidaknya bersihkan dirimu dan bercukur sana!! ck..ck..ck...aku sungguh tak habis fikir,sejak kapan Mansion Wiguna bisa dimasuki Gembel!!" ujar Rion kesal sendiri,para penjaga yang berdiri dibelakang sosok Arkansas mati-matian menahan nafas kala aura gelap tuan muda mereka itu mulai terasa hingga ketitik beku.
hell!! tidak bisakah tuan muda kedua mereka sedikit memberi rem pada mulutnya? mereka tak mau terkena imbas dengan harus tidur sekandang dengan para demon.
"ck...." Arkansas berdecak malas menatap sesaat lalu berlalu begitu saja.
hening.....
BWAHHHAHAHAH.....
"wah...aku tak sangka kepalaku masih utuh!!" Gelak Rion tertawa terpingkal-pingkal.
Arkansas dihina dan dia diam saja? sungguh keajaiban dunia.mungkin dalam situasi normal,Rion akan segera dilarikan kerumah sakit akibat amukan saudara kembarnya itu.
"ketawa terus!! bagus...terus saja ketawa!!"
Deg.....
Rion bungkam,kepalanya menoleh patah-patah kebelakang dan kini matanya sukses membola melihat pelototan Kayra padanya.hell!! demi apa ia lupa masih ada istrinya disana.matilah dia kini!.
"eh.. sayang..kamu masih ada disini? sejak ka..kapan?" baiklah pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut Pria itu sukses membuat pada penjaga yang mendengar sibuk menahan tawa,tapi baiklah mereka masih sayang nyawa untuk berani menertawai tuan muda mereka.
"sejak monyet bisa tertawa!! dan monyet itu kini berdiri di depanku dengan wajah bodohnya!!" sembur Kayra emosi.
"hah?monyet? mana aku tidak lihat?" tanya Rion dengan cengiran bodohnya,baiklah mood ibu hamil satu ini langsung jatuh.jika saja Kayra tidak ingat Rion adalah suaminya,maka sudah pasti akan ia lubangi kepala pria itu dengan pistol Rion sendiri.makan hati saja!.
"hei kalian..mana monyetnya?!! cepat tangkap mahluk itu!!" ucap Rion pada para penjaganya yang justru menunduk sopan dan berlalu cepat dari sana.
"wah...lihat orang-orang itu?!! beraninya mereka mengabaikan tuan mereka!!" ucap Rion jengkel.Kayra mendengus dan bangkit menuju kamar,otak dan batinnya lelah menghadapi Suaminya itu.
"honey...kamu mau kemana? dan tidak ada monyet disini?!!" pekik Rion kala sosok Kayra hampir memasuki lift.
"kau tanya dimana monyetnya bos?" Rion menoleh kebelakang kala suara laknat Tristan terdengar mengejek.
"disini mana ada monyet bodoh!!" sembur Rion malas.
Tristan mengangguk santai lalu terkikik mengejek yang membuat alis Rion terajut memanjang.
" kenapa kau tertawa begitu?!!" tanya Rion kesal.
"kau tanya dimana monyetnya?" tanya Tristan jahil.tanpa sadar Rion mengangguk malas.
"ya kaulah monyet itu hahahaha..." gelak Tristan dan berlalu begitu saja menuju lift kelantai dua kamarnya, meninggalkan wajah melongo linglung Rion.monyet? dia? Rion mengeram kesal dan berlari cepat memasuki lift,istri nakal nya itu harus diberi pelajaran.
"Kayra!! awas kau honey....akan kumakan bukit kembarmu sampai bengkak!! ARRKKHHH...." desis Rion jengkel,ingat wajah geli para penjaga yang menatapnya tadi.baikkah jatuh sudah harga dirinya didepan bawahan.
Arkansas yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya kini berjalan perlahan mendekati ranjang.
"huft....." menghela nafas dan duduk tenang disisi ranjang menatapnya lembut sosok seindah malaikat yang kini tengah tertidur dengan wajah sembab itu.
perlahan jemarinya naik dan mulai mengusap pipi basah sang istri dan menghapus jejak air mata itu lembut.menunduk dan mengecup kening Liora penuh kasih.
"maaf....seberat apapun cobaan ini,harusnya aku lebih kuat dan berdiri didepan dan disampingmu sayangku.sebagai pelindung dan penopang dirimu,maafkan aku istriku.harus kau tau sejauh apapun aku pergi,tak sedetikpun hati ini meninggalkan dirimu.jadi kumohon sayangku,maafkanlah suamimu ini" Lirih Arkansas sembari menggenggam telapak tangan halus Liora dengan hangat dan penuh kasih.
tes....tes...tes.....
air mata Liora mengalir meski manik indah itu masih terpejam.
Menghapus perlahan liquid bening itu dan merangkak naik tidur disisi sang istri,Arkansas meraih tubuh sang istri lembut dan perlahan memeluknya erat tak ingin bayi mereka tertekan.
"14 hari aku tak melihatmu.taukah kau sayang,betapa takutnya aku saat manik indah ini menatapku kecewa? aku takut tak cukup kuat menjadi penopang dirimu,izinkan aku memperbaiki diri untukmu sayang" gumam Arkansas sembari mengecup sayang pucuk rambut Liora yang tepat berada dibawah dagunya .
pria itu mengangkat perlahan tubuh istrinya yang terasa sangat ringan,diletakkannya tubuh mungil itu diatas dada bidangnya dan kini ia merengkuh tubuh Liora semakin dalam dan penuh cintamu.pelukan hangat yang sangat ia rindukan.
jemarinya dengan lembut membelai pipi putih yang kini terlihat memerah karena terlalu banyak menangis.
"jangan menanggung semuanya sendiri,datanglah padaku lagi dan menangis lah hanya padaku.aku adalah dirimu dan kamu adalah aku" bisik Arkansas lembut.
tes.......
Arkansas tersentak lagi saat dada bidangnya merasakan satu tetes air mata istrinya jatuh disana.bahkan saat tidurpun istrinya masih menangis,lihat.betapa berat dan hancur hati istrinya.
manik tajamnya memerah dan pelukan hangat itu semakin erat.tanganya terulur dan mengusap lembut air mata itu lagi.
cup....
cup.....
cup....
cup....
bibir hangatnya mulai mencium kedua manik basah Liora,menunduk lagi.Arkansas kini menciumi pipi sang istri lembut dan terakhir,ciuman panjang pada bibir manis Liora.hanya menempel lembut tanpa hasrat.
sementara disisi alam bawah sadar Liora......
wanita cantik dengan gaun putih itu menatap langit luas dengan awan putih bersih yang mengelilingi dirinya.
"dimana?" Liora bertanya lirih menatap sekeliling.
"Liora..."
Deg....
rasanya jantung wanita itu terpompa keras dengan tubuh yang mengigil terpaku,suara itu.suara maskulin lembut yang menemaninya hingga akhir.
"Le...Leo..." ucap Liora lirih,wanita itu berbalik dan terpaku pada sosok tampan yang berdiri dengan kemeja dan celana kain putih bersinar.berdiri dengan senyum hangat menatapnya.
Taphhhh...... Taphhhh......
Liora berlari dengan linangan air mata dan tanpa aba-aba langsung memeluk tubuh Leonardo.
pria itu tersenyum lembut dan membalas pelukan hangat penuh air mata itu erat.
"hahahaha...tidak bisakah kamu berhenti menangis Liora? wajahmu semakin jelek!" ucap Leonardo sembari tertawa renyah.Liora menggeleng dan semakin menangis keras memeluk tubuh pria itu erat.
Greph......
Leonardo menarik tubuh Liora lembut dan memegang erat bahu Liora lembut.
"jangan menangis lagi,dia telah kembali lagi untukmu!!" ucap Leonardo lembut nan tegas.
Liora menangis dalam diam,rasa sakit dalam hatinya semakin mengangga lebar menoreh luka dalam yang menyakitkan.
"Liora dengar,percayalah kita akan bertemu lagi.rohku akan selalu ada menjagamu dan tangismu membuat jiwaku tidak tenang" ucap Leonardo lemah.
"kenapa? kenapa kau meninggalkanku seperti ini Leo? Hiks... kenapa?" Lirih Liora pilu, Leonardo tersenyum nanar dan mulai memeluk Liora lagi.
"semua di dunia ini ada sebab dan akibat Liora.sebab aku lakukan itu adalah rasa cinta dan akibatnya adalah kau harus kutinggalkan karena ini" ucap Leonardo tersenyum tulus.
"hiks...aku tak bisa terima ini!! aku tak bisa hiks...tidak!!" Ucap Liora pilu, Leonardo menggeleng lembut dan mengusap air mata Liora perlahan.
"kenapa kau selamatkan aku? hiks...karena aku kau tiada!!" Isak Liora penuh penyesalan.
"semua yang terjadi adalah karena takdir benang merah kita,aku tidak menyesal menukar hidupku dan untuk itu jangan kau sesali lagi.tolong jangan membuat pengorbananku sia-sia karena penyesalan itu,aku bahagia kau tetap hidup" jawab Leonardo teguh.
"kau tau? cinta dan pengorbanan adalah hal yang wajar untuk seorang pria.dan kau tau? aku merasa bangga untuk itu.Arkansas menunggumu Liora,jangan tengelam berlarut-larut! lihatlah burung Garuda diatas sana!" ucap Leonardo tersenyum sembari mendongak menatap seekor burung Garuda gagah yang terbang angkuh diatas langit tepat diatas dimana Liora berdiri.
"dia akan tumbuh kuat,namanya akan menggetarkan seluruh musuh yang berhati jahat dan dia.dia akan menjadi tameng kuat untuk dirimu dan seluruh keluargamu.kuatlah Liora,dia akan terlahir kuat dari sosok ibu yang kuat!!" ucap Leonardo mantap.
Liora mendongak dan burung Garuda gagah itu langsung menukik tajam dan bertengger manis dibahunya.Liora tersentak namun tak lama tersenyum kala burung perkasa itu mengusap pipi Liora dengan Paruhnya.
Garuda,bahkan dengan satu ekor dapat menumbangkan puluhan burung gagak yang terbang diangkasa karena kedatanganya.
Liora meraih leher dari burung perkasa itu dan mengelusnya lembut kala raja langit itu nampak menatap lurus ke arah Leo dengan tatapan tajamnya.Leonardo tersenyum dan mulai berjalan menjauh.
"Liora.mulai kini tersenyumlah dengan bahagia,dia akan menjagamu dan aku akan selalu berdoa untuk itu,selamat tinggal Liora.berbahagialah wahai sang ibu dari calon raja masa depan" ucap Leonardo kala bayangan tubuhnya mulai samar.Liora mengangguk dan tersenyum lembut menatap sosok yang mulai hilang menyatu dengan angin.
Garuda itu mulai bergerak dan terbang tinggi,sebelum naik kembali membelah awan.Garuda itu mengelilingi tubuh Liora dan terbang diam menatap perut wanita itu dengan intens.Liora tersenyum dan membelai kepala burung gagah itu sayang.
"anakku"
wush......
setelah berucap,Liora menatap bahagia Garuda kini yang terbang cepat membelah langit.
"untuk anak dan suami serta keluargaku aku akan bertahan!!" ucap Liora dengan senyum manis yang mengembang di bibir seindah kelopak bunga mawar itu.
.............🔱............
matahari pagi bersinar hangat menyapa mencoba menerobos pada celah-celah tirai yang bahkan belum terbuka.
sepasang anak Adam masih terlelap dalam damai sembari berpelukan erat melupakan beban dunia yang ada.
Anggi menghela nafas kala sudah hampir 15 menit berdiri didepan pintu kamar putra sulungnya itu,ia sungguh merindukanmu pangeran kecil tampannya yang kini telah berubah menjadi pria dewasa yang dingin dan kejam.karena diberi tahu oleh Kayra akan kepulangan putranya itu jadi Anggi berjalan cepat dan antusias untuk memberi ceramah rohani untuk kekeras-kepalaan Arkansas yang menghilang selamanya 14 hari lamanya dan kini,disinilah wanita paruh baya itu mengomel akibat terlalu lama berdiri menunggu pintu itu terbuka.
"sudahlah mom...tiran itu tak akan bangun dan membuka pintu,dia pasti tengah memeluk tubuh Liora dan melepas rindu hingga tidur saja bagai orang mati" cibir Rion malas.
Plak.....
Bughhh....
"aduh...Astaga punya istri begini sangat!!" ringis Rion kala Kayra dengan kejam memukul punggung nya keras.belum lagi tamparan pedas pada lengannya oleh Anggi,sungguh Rion merasa teraniaya.
"kak... mulutnya itu minta di tabok!!" ucap Ara jengkel.
mendesah dan duduk malas diatas sofa lantai tiga.set sofa yang berada tepat didepan kamar sang Hades.
" biarlah mereka istirahat sayang,mari kita sarapan saja duluan.lagipula hari ini kau harus pergi pagi Rion,ada seleksi anggota baru delta di Markas pusat" ujar Rafendra menatap jengah kelakuan putra keduanya itu.
"ck...menyusahkan saja!!"dumel Rion jengkel.
akhirnya para Wiguna itu turun dan mulai memasuki lift menuju lantai dasar dimana Tristan sudah duduk anteng didepan meja makan dengan ayam goreng sudah menggunung diatas piringnya .
"Tan,kau lapar atau kerasukan?!! itu paha ayam kau telan berapa kilo?" tanya Rion menatap Tristan tak percaya.
"aku lapar dan aku tidak perduli!!" balas Tristan mulai makan tanpa menunggu sang tuan rumah makan dulu.inilah devinisi anak tidak tau diri! Rafendra menggeleng masa bodoh sedangkan Anggi menghela nafas sabar menghadapi kelakuan kedua putranya itu .
...TBC...
so...please jangan lupa tinggalkan jejak vote & like sebelum komentar ya.....😉