
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya.........🌹
...💠...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...💠...
"Apa?wah....lihatlah betapa jahatnya dirimu kak?!!" Suara Geraman dari seorang pria yang kini wajah manisnya berubah merah dan manik mata yang tampak berkaca-kaca memulai vicall besar para inti.
"hah....maaf Tristan,kakak tidak bermaksud membuatmu sedih begini! tapi sungguh kecelakaan itu tak bisa diprediksi olehku!" gadis cantik itu nampak menghela nafas sedih menatap wajah sendu adik lelakinya.
"Jadi bagaimana bisa kau sampai memegang gelar Putri angkat Mr Onail?" Ryu bertanya cepat saat akhirnya pria itu mulai memahami situasi.
Axel meringis kala sorot bengis Tristan kini menatap tajam padanya! astaga sungguh ia sudah angkat tangan menghadapi sifat pendendam si babyface iblis itu.
"Dan kau Axel! bagaimana bisa kau menyembunyikan semua dari kami saat kau tau bahwa Cristal masih hidup?! sudah bosan hidup kau hah?!!" maki Rion emosi sudah.benar! Axel sudah tau bahkan sebelum Nixon,karena Cristal sudah mengirim sinyal khusus para inti pada si mata dewa begitu ia pulih dari operasi,namun memang dasarnya banyaknya masalah yang terjadi membuat Axel lupa ! dan sungguh ini adalah sifat paling mengerikan dari si mata dewa, pelupa!.
"bukan menyembunyikan! tapi dia itu lupa memberitahu kita!!" sinis Gabril menatap bengis wajah sok polos seakan tak memiliki dosa dari si mata dewa.
Arkansas mendesah,pria itu memilih diam saja terlalu malas melihat keributan di vicall para inti.menyenderkan tubuhnya pada kursi kebesaran diruang kerjanya dan mulai menyesap segelas cofee yang diantar oleh seorang maid sebelumnya.
"bos katakan sesuatu!!" Jeremi menyembur kesal menatap wajah Axel dari balik layar laptopnya sinis.
Axel menghela nafas,sialan! kenapa jadi dia yang salah? lagipula salahkan saja si Tiran yang memberikannya tugas segunung!.
"sudah cukup bicara! Tristan,kakak akan kembali setelah membantu orang tua angkat kakak mengurusi beberapa masalah disini,jadi kamu harus jadi anak yang baik dan tunggu kakak kembali!" suara Cristal nampak terdengar jenaka hingga.
"Amour dimana celanaku?"
hening.......
para inti dibalik layar terdiam kala suara pria nampak terdengar disela percakapan mereka.
"KAKAK SIAPA ITU? KALIAN SEDANG A-"
TUT..........
Vidio terputus dengan wajah memerah Cristal sebagai akhir dari Vidio call mereka.
"hei.....rupanya dia sudah tidak Ting!!!" suara laknat James terdengar membahana dengan tawa nistanya.telinga Tristan memerah dan segera ia meninggalkan obrolan.Axel terbahak sebelum terlihat dari layar Amber datang dan menimpuk wajah suaminya itu dengan bantal dan vicall Axel berakhir dengan raungan emosi Amber dan kepanikan axel.entahlah? pasangan itu mungkin memang sudah gila?.
Gabril mendengus dan mematikan vicallnya kemudian disusul oleh para inti yang lain,Arkansas? si tiran itu sudah off sejak suara pria terdengar dari vicall Cristal.
........💠........
Arkansas menghela nafas melihat kebobrokan para saudaranya,Liora mengeryit melihat suaminya tengah memijit pelipisnya nampak pusing.
mendekat dan meraih pundak Arkansas dan memijit disana dengan lembut.
"kenapa Ar? wajahmu terlihat lelah" ucap Liora hangat dengan jemari yang kini mengusap rahang tegas suaminya sayang.
tersenyum dan menggeleng samar,Arkansas meraih tubuh Liora dan meletakkannya dipangkuan pria itu.
"tidak sayang.....aku hanya lelah melihat kelakuan konyol para inti, kau tau Cristal masih hidup hanya saja kini wajahnya berubah total! yah.....rupanya kecelakaan itu berdampak besar untuknya" ucap Arkansas yang kini menjatuhkan wajahnya diceruk leher sang istri.
"Benarkah? astaga!! ini berita bagus,lalu bagaimana?!!" tanya Liora antusias .
"semua sudah tau,kau tau sayang? kecepatan informasi Daddy bahkan lebih cepat dari kedipan mata Axel! hah......aku harus bilang apa lagi coba? rasanya sebagai pemimpin aku malu pada Daddy!" adu Arkansas yang kini sibuk menduselkan hidung mancungnya menghirup rakus aroma Vanila dari tubuh indah Liora.
"hahaha....benarkah? hehehehe...harusnya kamu itu ambil pelajaran pada Daddy dan belajar darinya agar tidak kalah saing?!! kamu ini,sama Daddy iri-an sama Rayganta cemburuan!! heran punya suami begini sekali" gurau Liora sembari terkekeh geli merasakan bagaimana lehernya dikecup dan digigit manja oleh suaminya itu.
"hais......aku tidak iri dan cemburuan ya baby!! perasaan kamu saja mungkin!" elak Arkansas dengan pucuk telinga yang memerah samar.sial! Liora gemas sendiri lama-lama melihat kelakuan Tsundere seorang tiran seperti Arkansas ini.
"ia...ia suka-suka kamu sajalah!!" final Liora pasrah.
"bagaimana mommy seharian ini?" Arkansas bertanya mengingat kini kehamilan Liora sudah jadi buah bibir di keluarga besarnya.
"bagaimana apa nya? ya begitu......mommy senang dan bahkan dia bertanya ini dan itu aku butuh apa" jelas Liora mengingat kelakuan heboh ibu mertuanya itu
"welcome Young master!"
Klik......
Arkansas dan Liora menoleh serempak pada sosok kecil yang kini masuk bersama seorang wanita paruh baya.
ditangan kecilnya ada sebuah nampan berisi segelas susu dan sepiring pudding.
"mom.... Rayganta? ada-apa?" tanya Liora lembut dan mulai turun dari pangkuan suaminya itu,dan Arkansas hanya mendengus melihat kelakuan cari perhatian putra kecilnya itu.
"mommy...kata Grandma mommy belum minum susu hamil? cepat mom ini Ray bawakan untuk mommy....mommy tidak boleh lupa menjaga kesehatan" ucap Rayganta tegas.Anggi terkekeh melihat kelakuan cucu kecil tampannya itu.
"Liora,besok bukankah kalian harus kerumah sakit cek up menemui dokter Carol? kalian sudah telat cek up awal,kalau kalian lupa" ucap anggi mengingatkan.
Arkansas mendesah,benar! dan Liora kini mengangguk pasrah menerima Omelan ibu mertuanya itu.
"baiklah mom....besok Ar akan bawa Liora kerumah sakit cek up" ucap Arkansas tegas.
"tak apa Grandma,masih ada Ray yang bisa antar mom kalau dad tak bisa" Rayganta berucap santai menyilangkan kedua tangannya angkuh.
krik...krik...krik..
dari mana datangnya sikap bossy itu? wah...memang benar,buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
"sudah...sudah....Ray mari ikut Oma" Anggi meraih tangan kecil cucu sulung nya dan berlalu keluar dari kamar Arkansas setelah melempar senyum tegas agar pasangan itu tak lagi melupakan cek upnya.
"ingat.....jangan lupa!!"ancam Anggi telak.
keduanya mengangguk pasrah dan tersenyum kikuk melihat wajah garang nyonya besar Wiguna itu.
"wah....mommy menakutkan!" gumam Liora ngeri.
masa lalu yang indah.
......🦅......
James kini setelah selesai menyelesaikan pengiriman, ia melajukan mobilnya kearah rumah sakit Healthy Hospital.
sementara itu.....
Ara baru saja kembali pulang demi menemani Dexter yang akan menghadiri acara salah satu kolega bisnis Wishnutama malam nanti.
Freya mendesah bosan, kesunyian membawa kesedihannya kembali.gadis cantik dengan baju pasien itu bergerak turun dari tempat tidurnya perlahan dan dengan membawa tiang infusnya keluar kamar,sungguh ia butuh suasana baru sebentar saja.
"nona.....anda mau kemana? tuan besar tidak memberi perintah kepada kami untuk membiarkan Anda keluar!" salah satu penjaga didepan pintu kamar Freya berucap tegas.
"tapi-"
"tidak bisa nona!! kembalilah kedalam dan jangan membuat kami terkena masalah" salah satu lagi berucap tegas lengkap dengan wajah kakunya.
Freya bungkam dan gadis itu mendesah lelah ingin sekali ia menangis saja.
blam.........
pintu tertutup kembali dengan wajah frustasi Freya,sungguh! ia ingin menangis keras rasanya.
menunduk dan menekuk kedua kakinya duduk diatas lantai yang dingin.Freya tenggelam dalam kesedihan.
hingga.....
"mau jalan-jalan?" suara lembut nan maskulin terdengar disertai sebuah Buket bunga yang terulur disamping tubuhnya.
Deg.......
sumpah demi apapun! baru kali ini Freya merasa senyuman James bukan lagi senyuman konyol dari seorang player sejati.namun sebuah senyum hangat yang membawa sejuta perasaan bahagia nan lembut membelai hatinya yang kini terluka.
"kak James......" lirih Freya dengan manik mata bergetar.
"hm....bunga ini untuk dirimu,ambillah" lembut,sangat lembut bagai sapuan kapas yang menggetarkan hati.Freya mengulurkan tangan meraih buket bunga yang diberikan oleh sang Casanova.
"mau jalan-jalan?" tanya James kembali.Freya menatap wajah tampan James dalam diam,dan gadis itu menundukkan kepalanya dengan semburat merah menghiasi wajah cantiknya.sudut bibir pria itu berkedut dan ia tanpa sadar menarikan telapak tangannya dan membelai rambut panjang Freya dengan lembut.bolehkah ia berharap lebih? James akan berusaha.
"ayo!" James melepas jaket hitam yang ia kenakan dan memasangkan jaket itu ditubuh gadis cantik yang kini tersipu malu.
Deg....Deg....Deg....
Aroma maskulin Citrus ini benar-benar membuat senyum manis Freya terbit lebar.
"tuan James!" tegur salah satu penjaga was-was.
"jangan khawatir,aku James akan membawa dan mengembalikan Freya dengan selamat! ini aku,apa yang harus kalian takutkan?" santai James menatap mantap tanpa takut pada kedua penjaga yang ditugaskan oleh Rafendra.
"hah...baikah tuan,kami akan lapor pada tuan besar nanti!" ucap penjaga itu pasrah.
mengangguk ringan dan berlalu pergi sembari menggandeng tangan halus Freya hati-hati.
dan disinilah mereka,ditaman pusat rumah sakit.duduk tenang dengan debaran jantung masing-masing.
" Freya...apa kau marah padaku?" ucap James memecah keheningan canggung itu.
Freya menoleh dan menatap wajah tampan James yang terlihat begitu dalam sulit diselami.
"aku bukan manusia sempurna Freya....banyak hal yang sudah kulakukan selama ini, hal-hal buruk dan baik semua campur menjadi satu.bahkan aku tidak tau mana yang benar dan mana yang salah sampai saat malam itu akhirnya aku menyadari sesuatu" James berucap sendu menatap langit cerah dengan sedikit awan yang nampak bergerak mengikuti arah angin.
hening.....
Freya diam mendengarkan.
"namun aku mulai belajar.sungguh Freya.....aku tak pernah bermaksud menyakiti dirimu akibat kebodohanku! maka harus kukatakan sebelum aku Benar-benar terlambat nanti.bahwa aku hanya ingin kau tau,kini aku telah temukan alasan besar untuk merubah diriku yang dulu,diriku yang hidup terlalu bebas! kau....sebuah alasan memulai langkah awal dan itu adalah kau" James kini menatap wajah linglung dan terkejut Freya ,senyum hangat pria itu tak pernah pudar dan ia yakin akan perasaannya.
"maaf akan kesalahanku malam itu,sungguh aku menyesali nya setiap saat.dan semua rasa sakit yang kau rasakan,entah bagaimana aku merasakan lebih sakit! aku selalu berharap sejak saat itu,aku bisa menghapus air matamu tanpa perlu alasan.bisakah aku menghapus semua kenangan itu? maka dengarkanlah aku, izinkanlah aku berubah untuk dirimu Freya......jadikan alasanku menjadi sosok lelaki penuh tanggung jawab dan aku mencintaimu,alasan semua rasaku adakan kamu.percaya dan rubahlah aku" James menagkup wajah Freya dengan tatapan penuh cinta dan harapan.
deg.......deg.......
tes.............
air mata Freya jatuh bebas,gadis itu menangis dan untuk pertama kalinya ia melihat sosok lain dari seorang James dan itu cukup mengejutkan.membakar seluruh rasa sakitnya dan buket bunga itu kini terpeluk erat dengan tangis pecah Freya yang bahkan tak mampu merangkai kata lagi.
"Freya...aku tak ingin bermain-main lagi,menikahlah denganku!" James membawa tubuh Freya dalam dekapannya dan mereka hanyut dalam perasaan indah yang tak terlukiskan.
dan.....
"hiks....benarkah bocah bodoh itu putra kita?" Alika terisak haru sembari mengatai putra nya sendiri.
Jeremi merotasi bola matanya malas mendengar ucapan konyol istrinya.Anggi terkekeh dan Rianti yang sibuk menggeleng geli menatap drama live tak jauh dari sudut ketiga pasang orang tua berkumpul.
"wah... sepertinya kita akan berbesan Jeremi?" Davin tergelak melihat putrinya yang mengusap ingus tepat dikemeja James dengan manja,dan pria muda itu hanya bisa mengusap dada sabar.
"yah....aku harap anak bodoh itu insyaf!!" ucap Alika gemas,entah ada dendam apa Ibu satu ini pada putra kandung nya sendiri.
"hahaha...sudah...sudah....jangan jadi penonton gelap,kata Gabril besok Freya sudah bisa pulang jika kondisi stabil" ucap Rianti melerai keributan tak kenal tempat pasangan Jeremi Alika.
"yah...setidaknya tinggal satu lagi putra kita yang masing melajang! hah.....entah aku tidak tau harus menangis atau tertawa!!" desah Anggi menginggat Tristan.
"hahahaha...kudengar Cristal selamat dari kecelakaan saat itu dan dia akan kembali,well....adik kakak itu harus kita adakan kencan buta mungkin ?" gurau Alika terkekeh geli sendiri.
"sudah...sudah...kau tau Alika? Cristal akan mengamuk jika kau lakukan itu,gadis nakal itu tidak suka perjodohan!!" gelak Rianti menginggat sifat dari Cristal saat putra-putri mereka masih kecil dulu.
"ya sudah ayo kembali saja, sepertinya kita tidak dibutuhkan disini!!" Jerami melirik James yang kini nampak melempar lelucon hingga putri Davin itu nampak tertawa lepas dan keduanya tampak bahagia.
dan akhirnya,Anggi dan para orang tua lainya berbalik meninggalkan romansa Jeremi ,dan Freya yang harus kuat menerima jurus gombalan dari si Player itu,atau mantan player mungkin?.mari tunggu dan lihat saja akhirnya!.
sementara itu.....
BWAHAHAHA
"hahahaha...mam*us!! si James mulai menebar jala!!" gelak Marsel terbahak-bahak.
Gabril menggeleng takjub melihat kepiyawaian seorang James dalam hal percintaan.Trisran mendengus,sial si Driversky itu mulai gerak cepat menghapus status pria bebas dengan sejuta cinta.
Ryu menguap dengan Axel yang sibuk mencibir melihat layar laptopnya yang terhubung dengan sebuah proyektor besar hingga seluruh anggota BE di Markas dapat melihat langsung siaran live dari seorang James.
"kau mengerikan Axel?!! bagaimana kau bisa menyadap James tanpa ketahuan olehnya?" ucap Xander bergidik ngeri juga.
"hehehehe... ini Axel,si mata dewa! aku bahkan bisa memata-matai dirimu dalam mimpi sekalipun!!" sombong Axel dengan tawa menjengkelkan itu.
para inti mencibir dengan anggukan polos bodoh anggota mereka.
Arkansas? mendesah dan kembali pusing,semakin berumur para inti ini semakin tidak waras!.
...TBC...