PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Siasat dan taktik



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar....✌️



...💠...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...💠...


Kayra memasang sikap waspada saat seorang pria asing memasuki kamar mandi wanita dan mengunci pintunya dari dalam,manik bening Kayra menajam dan tatapannya dingin mengancam.


Pria itu.Baron! menatap seluruh tubuh Kayra bak menel*njangi wanita itu hanya dengan tatapan mesum dan seringai bak binatang buas.


meraih simpul dasi yang ia kenakan dan Baron merasa dirinya tercekik hanya dengan melihat sosok fantasinya berdiri dengan dress hitam selutut yang membuat kulit putihnya begitu kontras dan bersinar memikat.


"hallo...... beautiful!" suara Baron menjadi berat,matanya tak lepas dari tubuh indah semampai istri dari Arion itu.


kedua tangan Kayra mengepal,mata itu! mata pria itu begitu buruk melecehkannya.


manik indah wanita itu menatap dingin,wajahnya menjadi datar meski sorot mata menghunus tajam.


"siapa kau?! ada urusan apa denganku? jika kau tidak memiliki hal,pergi dari sini!!" Suara dingin dengan tatapan setajam pisau dari kayra bukanya membuat Baron takut,namun lib*donya semakin terpacu.


Greph.......


"APA YANG KAU LAKUKAN?!!'


sudah cukup! Kayra berang saat tangan besar pria itu mencengkram telapak tangannya.


"kau sangat cantik! wajahmu,harum tubuhmu dan kelembutan kulitmu!! aku...aku ingin mencicipimu dibawah tubuhku!!' nafas Baron semakin berat,ia mendorong tubuh Kayra terjepit antara wastafel dan dadanya.


Manik Kayra menghunus hingga.


Bugh......


"ARKHHH....KAU...KAU WANITA KURANG AJAR!! BERANINYA KAU!!" jerit Baron saat pusakanya terkena tendangan keras Kayra,beruntung tidak telak! jika tidak,habis sudah.


"pria kotor!! siapa kau beraninya menyentuhku!!" geram Kayra


Baron tak terima kalah oleh seorang wanita.


"Lepaskan sialan!!" Kayra mengerang saat Baron bergerak cepat mengunci kedua tangannya dibelakang tubuh.Kayra murka! ia tak bisa bergerak.


nafas Baron terasa di tengkuknya.


"kau hanya wanita pembunuh yang hanya tau menggunakan senjata dan racun! kau fikir aku tak tau?! sayang sekali disini kau tak bersenjata dan aku laki-laki jauh lebih kuat darimu yang hanya seorang wanita!!"bisik Baron geram tepat ditelinga Kayra.


meronta........


Kayra berusaha menyikut perut Baron,namun pria itu terlalu licik hingga gerakannya mudah terbaca.Kayra sudah tersulut! Wanita itu bergerak gelisah kala tangan pria itu mulai kurang ajar menyentuhnya.


hingga..........


Bugh............


PRANKKKK........


sebuah bola kaca salju pecah tepat dikepala belakang Baron.


pria itu meringis dan berbalik kearah pintu dengan geram.


Deg.............


tiga orang bocah kecil tampan namun berwajah begitu gelap mengerikan tengah menatapnya.


ditengah kedua orang bocah laki-laki kembar berdiri seorang anak laki-laki berkulit putih,bermata tajam serta ada seekor ular piton berwarna kuning cukup besar melilit pinggangnya.


Baron mengigil,Bahkan tak sadar saat seorang bocah kembar bertopi terbalik menarik tubuh Kayra dari cengkraman Baron.


rupanya bocah itu yang melempar dirinya dengan SnowBall.karena satu snowball ada ditangan anak kembar satunya lagi.


Rayganta menatap dingin kearah sosok Baron yang merasakan aura intimidasi yang sangat mencekam.kakinya mengigil dan saat kepala ular itu menghadap padanya,ia bagai melihat sosok Zeus sang dewa tertinggi dari sosok kecil penuh aura membunuh dihadapanya itu .


"mami...mami tidak apa?!" Raino bertanya sembari berputar mengelilingi tubuh ibunya dengan panik.


Raider meraih tangan Kayra yang nampak memerah,bocah kecil itu memandang Rayganta dengan mata berkaca-kaca seolah mengadu.


"uncle.....bawa mami pulang!!" Raygan berucap dengan suara bak melody yang begitu mengerikan,dingin mencekik.


kedua bodyguard yang entah kapan tiba dibelakang Rayganta bergerak sigap tak mau menimbulkan kemarahan tuan muda kecil mereka,atau nyawa mereka taruhannya.


Kayra masih linglung, bagaimana Rayganta bisa membuat pintu terkunci itu terbuka? sejak kapan?.Kayra bahkan tak sadar Raino telah menarik lembut tangannya dan membawa ibunya keluar bersama kedua bodyguard.


"kau mau mati sekarang,atau nanti.paman Baron?!"


deg........


anak kecil itu bagaimana tau namanya? Baron mengigil saat putra Arkansas itu mulai berbicara.sungguh kedinginan yang mengerikan.


"Raider,pulang!" titah Rayganta tajam.


Raider ingin menolak,tapi melihat sorot mata predator berdarah Dingin itu ia mundur.


"kak, hati-hati dan cepat menyusul!" Raider akhirnya mundur dan sebelum itu ia menatap sosok Baron penuh dendam.


"bajingan!!" maki Raider dan berlalu pergi menyusul ibu juga saudaranya.


Baron terkekeh canggung.sudah cukup! alasan apa hingga ia harus takut dengan seorang anak berusia 5 tahun? Baron segera menghilangkan ketakutannya meski sosok kecil ini tak seperti kelihatannya.malaikat? bukan! ini adalah sosok iblis berwajah tampan.


"hei anak kecil!! pulang dan pergilah tidur dipelukan ibumu sana,jangan mengurusi urusan orang dewasa. jika ayahmu tak bisa memberimu pelajaran maka aku bisa menggantikan ayahmu menghukum anak yang tidak patuh!! beraninya kau menghalangi urusanku?!! kau tau....mangsaku pergi olehmu!!" hardik Baron emosi.hilang sudah ketakutannya,meski sungguh ia tak menyadari sudah bermain-main dengan sebuah ekor dari raja rimba yang terlihat tenang namun menyimpan keganasan mengerikan.


Prok...........


Baron mengeryit saat sosok anak kecil itu justru bertepuk tangan sesaat dan saat itu juga tubuhnya membeku.


Deg.....


empat orang pria dengan kemeja hitam berwajah kaku tanpa ekspresi entah sejak kapan tiba-tiba sudah berdiri dibelakang tubuh sosok kecil itu.


" tuan muda" salah seorang pria itu berucap sopan.pria dengan surai dicat maroon dan terlihat berusia sekitar 20-25 tahun.


"Kau lihat tanganya brother?!" smirk Rayganta bengis.


pria bersurai maroon itu menengadah wajah menatap sosok Baron yang kembali mengigil.


"tentu!" pria itu menyerigai melirik ketiga teman-temannya.


Rayganta berbalik dan berjalan keluar dari kamar mandi.


dan saat tubuhnya hendak melewati pintu.


sepanjang jalan para pengunjung mall menjerit ngeri melihat seekor ular yang melata mengikuti sosok kecil yang terlihat tak perduli.


dan Baron? menyesal!.


Keempat pria kaku itu menghajar dan mematahkan tanganya dengan kejam,lalu tubuhnya dilempar sembari sebelumnya diseret tak sopan keluar dari gedung Great mall milik Wishnutama itu.


dan akhirnya, pria itu dengan kondisi mengenaskan dilarikan kerumah sakit akibat penyiksaan tak manusiawi para penjaga cucu Wiguna itu.


"anak kubalas kau suatu hari nanti setan kecil!!'


kaki serta tangan kirinya patah, serta tulang rusuk retak dan jangan lupakan wajah babak belur dengan luka sobek pada bibirnya yang cukup melintang parah.


mereka bukan hanya mematahkan tanganya tapi juga kaki dan merobek mulutnya dengan belati.anak kecil itu benar-benar adalah iblis!.


..........💠...........


"mami......?" Raino merangkak naik kepangkuan sang ibu saat melihat Kayra melamun.


sebenarnya Kayra bukan memikirkan apa yang baru saja ia alami,namun ekspresi mengerikan diwajah keponakan nya itu,putra Arkansas dan Liora!.


bagaimana anak itu bisa menghadapi pria asing itu seorang diri? bagaimana bisa aura seorang anak kecil bisa begitu menekan? apa yang akan terjadi? terus dan terus,Kayra mengkhawatirkan sosok tampan keponakannya itu.


cup.........


"eh....?" Kayra tersentak saat bibir mungil putra kecilnya mendarat manis mengecup pipinya.


"mami tidak apa? Kak Raider panggil,mami tidak menjawab.mami sakit? " Raino bertanya dengan manik berkaca-kaca.


cup......


kayra mengecup sayang pipi putra kecilnya dan mulai mengelus kepala putra sulungnya juga.


"tidak sayang...mami tidak apa, Raider.... Raino...boleh mami minta sesuatu?" Kayra bertanya lembut pada kedua putra kembarnya itu.


keduanya mengangguk dan tersenyum manis semakin merapat pada ibu mereka.


"jangan beritahu papi,jangan beritahu siapapun tentang hari ini.mami tidak mau membuat semua khawatir,apa boleh ?" Kayra bertanya lembut pada kedua bocah tampan itu.


Raino melirik sang kakak yang terdiam berfikir.Kayra tak perlu mencemaskan Raygan karena anak itu memang tak banyak bicara.sementara kedua putranya,Kayra harus pastikan terlebih dahulu.


"Raider...?" Kayra memanggil was-was.


menghela nafas berat dan akhirnya Raider mengangguk pasrah.karena raider sudah setuju,otomatis raino akan mengikuti sang kakak.


"terimakasih sayang...." Kayra meraih tubuh kedua putra kecilnya dan memangku mereka dengan ciuman sayang bertubi-tubi.


"hihihi mami....geli...stop!!" Raino tertawa sementara Raider sibuk menghindar dari ciuman maut sang ibu.gelak tawa terdengar dari dalam mobil Audi yang tengah membawa pulang pasangan ibu dan anak bahagia itu.


Kayra tertawa hingga air mata jatuh dari sudut matanya.tak pernah ia bayangkan bisa memiliki keluarga kecil yang begitu bahagia kini.


Cup....


"we love you mami!!' seru keduanya sembari mengecup pipi Kayra kiri dan kanan.


kedua bodyguard yang duduk didepan tanpa sadar tersenyum tipis melihat kebahagiaan nyonya dan tuan muda kecil mereka.


.........💠.........


"apa papi tidak perlu memberi tahu papi Rion, Rayganta?!" Axel bertanya ragu-ragu saat wajah dingin keponakan kecilnya itu tiba-tiba muncul dilayar laptopnya sesaat sebelum kejadian mall itu ia akan laporkan pada Rion.


Bocah tampan itu memandang dingin wajah cemas salah satu ayahnya itu.


"tidak perlu! Ray sudah urus sampah itu,jangan memperbesar masalah papi Axel,lagipula biarkan papi Rion dan saudara-saudara ku bahagia tanpa repot mengurusi tikus tak berotak itu!!" hell!! sungguh mulut beracun nan berbahaya Raygan membuat Axel senam jantung.meski anak itu begitu pengasih pada keluarganya,tapi sungguh cara sikap dan bicaranya selalu membuat orang lain sakit hati!.


"baiklah,tapi dalam keluarga kita tak boleh ada rahasia.dan papi harus lapor setidaknya pada daddymu!" sanggah Axel masih membujuk.


"papi sejak kapan mendadak bodoh! sudah Ray bilang tidak perlu! kalau mommy Ray tau apa yang menimpa mami Kayra,lalu mom sedih! papi akan Ray teror!!" Axel melongo! apa ini? apakah dia sedang diancam? Axel mendengus dan tanpa aba-aba menutup saluran server milik Ray seketika.bocah ini benar-benar cobaan berat!.


"hah....bisa gila aku!!' desah Axel frustasi.


"gila kenapa kau?"


Deg.....


axel menoleh patah-patah saat suara Rion terdengar memasuki gendang telinganya.


"tidak ada!" jawab Axel cepat,sungguh ancaman Rayganta benar-benar membuat seorang The God Eyes seperti dirinya putus asa.


Rion memicing menatap Axel penuh curiga.


"ada-apa dengan tatapanmu itu?!! pergi sana aku sibuk!!" hardik Axel kesal.


"kau mencurigakan!!" Rion terkekeh kecil melihat wajah gelagapan Axel.


"sudahlah...pergi ke Markas dan Bantu Ryu pada ekspedisi Malam ini!!" Axel bergerak cepat mengalihkan pembicaraan.


"yah,kau benar! seperti aku tidak akan pulang sampai lusa!!" desah Rion mengingat jumlah besar pengiriman senjata ke Jerman malam nanti.


"sudah nasibmu! lagipula kau tidak lebih kasihan dari James yang masih pengantin baru!!" gelak Axel sembari sibuk mengutak-atik kaybord penghubung empat buah komputer canggih diruanganya.


Rion tergelak,benar! dari mereka semua,james adalah yang paling kasihan.pengantin baru ,tapi bahkan Arkansas tak memberinya libur! lihat,bukankah sangat Tirani si Hades itu?.


"sudahlah,disini lama-lama lelah juga aku tertawa!!" Rion mengusap air mata disudut matanya tanpa sadar raut wajah aneh Axel yang menatapnya.oh Rion,sungguh.betapa kasihan dirimu yang tak sadar apa yang baru saja istrimu alami.


"kenapa kau melihatku seperti itu? kau jangan suka padaku,aku masih suka buah melon besar dari pada tongkat batang BWAHHHAHAHAH!!" Rion terbahak hingga bahkan para anggota meliriknya ngeri sendiri .


"dasar gila!!" umpat Axel jengkel juga lama-lama.


akhirnya,Rion berbalik pergi dari ruang kontrol dan bersiap kembali ke Markas setelah puas tertawa tidak jelas tujuannya.


...........💠...........


Erika menatap miris sosok Baron yang terbaring dengan perban melilit wajahnya,penyangga kaki dan tangannya dan jangan lupa,selang infus yang tertancap di lengannya,pria itu sungguh mengenaskan!.


"apa yang kau lakukan hingga jadi samsak begini?" ejek Erika menatap malas sosok yang kini melotot tajam padanya.sudah untung bukan inti yang memberinya pelajaran,hanya anggota Delta yang bertugas sebagai bayangan tuan muda kecil Wiguna.


"dyamlah kwau!! akuh akan membalas begundal ITUH!!" maki Baron geram,bahkan berbicara saja ia susah akibat kulit dari bibir sampai pipi kanannya disayat memanjang oleh pria bersurai maroon itu.pria itu akan mengingat rasa malu ini sampai mati!.


"heh....... membalas? jalan saja kau belum tentu bisa?" wanita dengan syal hijau disamping Erika bersuara sinis.


"Dyamlah kwau Jaluang!!" Hardik Baron emosi.


Barbara merotasi bola matanya malas,yah.wanita rekan sesama Erika dan Susan dulu.


"Barbara bagaimana? apa kau sudah bisa menemukan seorang Hacker handal dan bisa dipercaya?" Erika bertanya mengabaikan kemarahan Baron.


"hm...bukan hanya Hacker,aku juga sudah mendapatkan seorang wartawan lepas yang bisa kita gunakan sebagai alat!! kau tau,aku membantumu ini karena kau adalah temanku.dan ingat,jalan kehancuran Wiguna adalah kunci keberhasilan kita!!" ucap Barbara licik,senyum jahatnya benar-benar pasangan sempurna dengan segala otak kriminal seorang Erika.


"hahahaha...kau benar! Wiguna jatuh,maka aku akan pastikan Rion berlutut memohon belas kasihanku dan para wanita j*lang menantu Wiguna itu akan bekerja dirumah bordil dan hasil mereka akan mengalir untuk kita...hahahaha.....oh aku tak sabar melihat wanita-wanita sok itu menangis dibawah kakiku!!" Erika dan Barbara tertawa lepas dengan seringai licik Baron dibalik perban wajahnya.


bip......


sebuah kemera tersembunyi berkedip tanpa siapapun diruangan itu sadari.


dan..........


"tikus yang mencoba menggertak singa!!"


pria tampan dengan setelan suit hitam Armani menyerigai dingin.pria itu menutup laptopnya dan segera bangkit keluar kantornya.


"sir para investor dari Saudi Arabia telah tiba"


seorang pria dengan kacamata bening menyerahkan sebuah berkas dan mereka berlalu pergi.


...⚛️...


...⚛️...


...⚛️...


...TBC...