
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....🌹
sebelumnya terimakasih buat yang sudah meninggalkan jejak disini....
ikan hiu makan tomat....
i love you so much.......
⚜️ Happy Reading ⚜️
pria muda dengan tatapan mata tajam dan wajah yang begitu tampan memikat itu terus saja menatap ke arah dimana gadis remaja cantik Putri dari keluarga Wiguna itu berada.
jas Armani hitam dengan gradasi putih itu dipadukan dengan sebuah dasi kupu-kupu berwarna merah dengan garis putih itu membalut tubuh pria muda itu dengan sempurna,sosoknya terus menatap pada Ara yang selalu dirangkul begitu posesif oleh para ayah bahkan para kakak gadis itu.maniknya tak pernah lepas pada sosok Ara,senyum tipis terus tercetak jelas membingkai wajahnya.pria muda berusia 23 tahun itu begitu memikat hati para wanita ditengah sosok para pria inti BE yang hadir.
deg........
manik Biru seluas samudra itu tiba-tiba bertemu dan bersitatap dengan manik indah sang putri Wiguna.keduanya terdiam dengan sang pria yang tersenyum penuh arti dan Ara yang seketika merasa aneh hingga pandangan itu tak bertahan lama karena Tristan datang dan langsung menarik Ara menuju stan ice cream dipojok ballroom.
menarik sudut bibirnya dengan smirk penuh ketertarikan.
"milikku!!" batin pria itu tegas,senyum tipisnya tertarik penuh arti.dan apapun yang sudah ia cap miliknya akan menjadi miliknya bagaimanapun caranya.pria itu sadar,gadis itu memiliki begitu banyak penjaga yang sangat mengerikan melebihi seekor predator,namun entah getaran pada hati dan juga seluruh sel tubuhnya membuatnya tak ingin menyerah dan semua menjadi sebuah tantangan yang menarik.
"i found my destiny.you're my lady" batin nya bersorak bahagia.
disana,tepat disudut panggung dimana kedua orang pria berbeda generasi tengah berdiri dengan aura dingin mengancam,mereka tengah menatap pria muda itu penuh arti.
"dia" ucap Arkansas dengan aura gelap.
Rafendra menyeringai dan melirik dimana istri beserta putri dan para calon mereka berkumpul, mengangguk dan terkekeh penuh rencana.
"Putra dari Wishnutama corporindo ,CEO Dexter Artura Wishnutama. dia adalah CEO muda pembantai saham,jika kau adalah iblis pemakan saham.maka dia adalah iblis yang suka menghancurkan perusahaan milik orang lain hingga bangkrut.dia pria muda yang picik!!" ucap Rafendra dengan seringai buas diwajahnya.bahaya!! putrinya ditandai oleh seorang berbahaya seperti Dexter.yah,Dexter sang pebisnis muda tampan namun picik dan tanpa belas kasih.dia memang tidak bermain didunia Hitam seperti Rafendra dan para putranya,namun kekayaan keluarga Wishnutama bisa dikatakan sebanding dengan kekayaan para Wiguna.keluarga Wishnutama menguasai seluruh bisnis di tanah Amerika dan seluruh kota bagian dinegara itu.
"perlu ku habisi dia dad?" tanya Arkansas dengan wajah tenang nya.namun tatapan tajamnya tak lepas sedikitpun pada para wanita kesayangannya,ibu,adik juga calon istrinya.
"tidak perlu,mari lihat dulu apa yang bisa dilakukan pria muda itu" jawab Rafendra dengan entengnya.
"kalian menyadarinya juga? kupikir hanya aku saja?" suara Bimo terdengar santai saat pria paruh baya itu datang bersama para putra dan sahabat mereka.
Kini para ayah dan putra-putra mereka menatap pada sosok pria muda yang tengah menatap intens putri mereka.Alex mendengus dengan lingga yang berdecak kesal.apa-apaan tatapan lapar itu? seketika raut wajah para ayah memerah kesal.
putri-putri mereka harus mendapat pria yang baik,bisa melindungi,dan menyayangi Putri mereka dari hati.bukan dari latar belakang kuat kelurga mereka, laki-laki yang memberi cinta dengan tulus dan bisa melindungi harta hati mereka yang berharga.Rafendra tau dia maupun para putranya bukan laki-laki bersih yang baik.mereka banyak membunuh dan melenyapkan nyawa orang lain,maka dari itu mereka butuh pria yang kuat dan mampu menjadi penjaga menggantikan dirinya suatu saat nanti untuk Arabela, putri sekaligus berlian permata berharga tiga keluarga besar.Wiguna,Houston juga Luksius.
setelah fakta besar Ara terungkap,bahkan kini gadis remaja itu harus menghela nafas frustasi kala menjadi pusat perhatian para pengusaha muda disana.bukan apa-apa,latar belakang kuat keluarga Wiguna membuat gadis itu menjadi penopang kuat bagi bisnis keluarga manapun.Ara kunci yang berlimpah bagi mereka yang tamak.
Liora dan para sahabat gadis itu semakin berdecak kesal kala para pria asing tak ada hentinya berdatangan dan bertanya basa-basi yang tidak penting.sabar! dengan senyum manis dan jawaban sopan Liora membawa Ara menghela nafas lega setelah berhasil keluar dari kerumunan para pria yang ingin berkenalan dan menjalin hubungan.bahkan para nyonya dengan ketamakan terlihat jelas tak mau ketinggalan mengenalkan para putra mereka pada Anggi yang harus menjawab demi menolak sopan.hari yang berat!.
"kak Tristan,makan ice cream sudah dulu ya.Ara mau makan cake disana!!" pekik Ara girang kala melihat tumpukan kue yang disusun semenarik mungkin.
Tristan mengangguk dan melepas gandengannya pada Ara dan lebih memilih pergi menuju para sahabatnya yang terlihat begitu tegang disebrang sana.
"Woah......banyak sekali cup cake nya!! Ara mau coba semuanya.....sementara kak Rion dan Daddy tidak lihat Ara,apalagi mommy!! bisa-bisa ibu ratu mengamuk kalau Ara makan yang manis-manis terlalu banyak hihihi...sekarang merdeka Ara bisa makan sampai puas!!" pekik Ara girang,gadis itu mengambil piring dan meletakkan sebanyak mungkin cup cake manis yang menarik hatinya.Liora terkekeh dari jauh melihat keantusiasan Ara pada makanan manis.
"Ara!!"
deg......
Ara berbalik dan seketika berhenti makan saat sosok dingin Arkansas memanggil namanya dengan suara berat penuh ancaman.
gadis itu menyengir dan segera meletakkan potong kuenya sebelum kakak tampan nan dingin ya itu mengamuk.
"hehehehe...maaf kak Ara khilaf" cengiran Ara membalas tatapan jengah sang kakak.
"Ara kamu ini kalau makan manis itu kira-kira lah sayang,gigi kamu rusak baru menyesal nanti" ucap Liora yang sibuk menggeleng geli melihat wajah takut calon adik iparnya dan wajah datar Arkansas,calon suaminya ini benar-benar dingin.
"hm....ingat jangan makan sesuatu yang manis berlebihan Ara!! kakak tidak mau nanti malam kamu menangis karena sakit gigi!!" ucap Arkansas tajam.
"hehehehe...aye capten..."
cup.....
cup.....
cup.....
Ara mengecup kedua pipi Arkansas kilat lalu mencium singkat pipi Liora sebelum berlalu pergi kearah sang ibu.Arkansas tersenyum walau tipis tapi itu mampu membuat kaum hawa menjerit tertahan.siapa yang menyangka ? pria Tiran yang terkenal dingin tak tersentuh itu dapat tersenyum? dan semua itu disebabkan boleh dua orang gadis yang selalu berada didekatnya.
"dah kakak,kakak ipar.Ara ke mommy dulu!! " pekik Gadis itu riang.Arkansas menggeleng, adik bungsu nya itu masih sangat polos dan naif untuk bisa menghadapi dunia.dan tugasnya sebagai seorang kakak adalah menjaga sang adik dari keburukan dunia meski ia sendiri adalah bagian buruk dan dunia yang sudah busuk ini.
tanpa Ara sadari,semua gerak-gerik nya telah masuk dalam pantauan pria bernama Dexter sang penghancur saham.
Ara terkikik karna berhasil kabur dari sang kakak.bukannya menuju sang ibu,gadis itu justru berbelok kembali mencari stan makanan manis lainya.
"hehehehe..maaf kak,Ara masih mau makanan manis" ucap Ara bermonolog.Gadis itu mencari tempat duduk dan bingo!! sebuah kursi dengan satu meja kosong terlihat dipojok ruangan.
"selamat menikmati Ara!!" ucap Ara antusias setelah berhasil duduk dan sedikit menjauh dari tatapan mata elang yang terus mengintai.
begitu nikmat pada kegiatan nya sendiri,Ara bahkan tidak sadar saat kursi disamping kini telah terisi dengan pria yang menatapnya dalam diam sembari terkekeh geli melihat bagaimana nikmatnya gadis itu makan.
Ara belum sepenuhnya sadar,cup cake dan ice cream manis itu benar-benar mengalihkan dunianya.
menjawab polos tanpa menatap lawan bicaranya,Ara berucap santai.
"tiduak bisua!! kalauw peluan-peluan terburuw kakakw kanswas dawtang dan membwuang semwua mwakanan dwari surgwa inwi"ucap Ara berantakan Karna makanan yang memenuhi seluruh mulut kecilnya.Pria itu tanpa bisa dicegah tergelak,sungguh gadis ini sangat menarik dengan semua tingkahnya.Ara berbeda dari para wanita yang selalu mendekatinya,bahkan gadis itu tidak merasa malu makan dengan terburu-buru seperti saat ini,tidak anggun dan berantakan.
uhuk...uhuk...uhuk...
"air!!!....uhuk...." akhirnya,pria itu tersadar dari rasa terpesona nya saat mendengar gadis disamping nya itu kini terbatuk parah,gadis itu tersedak!.
pria itu dengan cepat meraih sebotol air mineral yang tersedia di atas meja,membuka tutup botol itu lalu memberikannya pada Ara.
gadis itu meminum dengan kalap dengan Dexter yang sibuk menepuk punggung gadis itu pelan.
"sudah lebih baik?" tanyanya lembut penuh perhatian.Ara mengangguk samar belum menyadari sosok itu sepenuhnya.
"sudah kukatakan,makan itu pelan-pelan saja! tidak ada yang akan merebut semua darimu.dasar gadis kecil nakal!!" ucap Pria itu sedikit bernada mengejek.dan hal itu sukses membuat Ara tersadar,pria itu bukan salah satu dari kakak-kakaknya.
mendongak dan.
deg....
wajah tampan dengan alis hitam tebal,hidung mancung dan rahang tegas yang kokoh itu tengah memberikan senyum lembut dan juga seulas smirk tipis yang disadari Ara dengan jelas.
"a..anda siapa?kenapa om disini?" Ara mendorong kuat pria yang telapak tangannya entah sejak kapan bertengger manis di punggung Ara.pria itu mendengus sesaat,om? hell!! apa wajah tampan nya terlihat tua? Dexter menghela nafas frustasi.
"ck...tidak sopan!! aku ini baru saja menolong mu nona!! dan kau malah mengatakan diriku om?!! apa kau tidak bisa lihat umurku bahkan lebih muda dari kakakmu itu!!" ucap Dexter kesal.gadis ini sungguh terlalu!! dia ini pria muda yang mapan dan tampan,banyak wanita bahkan mengemis perhatiannya dan putri Wiguna ini malah menyebutnya om! sungguh bolehkah Dexter menertawai nasibnya menyukai gadis remaja labil?.
"memang berapa umur mu?" tanya Ara menatap polos dan sedikit curiga.
menyugar rambutnya kasar lalu pria itu berucap sabar.
"23.anda puas nona?!!" jelas Dexter gemas.
"oh"
Dexter melongo gemas akan reaksi gadis cantik ini,oh? hanya oh! seketika Dexter terbahak.
Bwahahahah.....
"kau baik-baik saja tuan?!! kau tidak kerasukan bukan? kau tidak gila...mengapa tertawa? jangan membuatku takut!!" Ara berucap panik saat pria itu justru tertawa tanpa alasan.bahkan gadis itu segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya saat perhatian para tamu kini menuju pada dirinya.bahkan para kakak-kakak nya!! baiklah hari ini kau akan tamat Ara jika tidak segera pergi.
deg.....deg.....deg......
jantung Ara seketika merasa berdebar dua kali lipat dari biasanya saat sebuah sapu tangan kini mendarat disudut bibirnya.
"kau makan seperti anak kecil,lihat bahkan kau tidak sadar banyaknya cream yang sudah belepotan di bibirmu" pria itu berucap santai sembari terus membersihkan sudut-sudut bibir Ara dari noda-noda cream kue yang gadis itu makan.
Ara? gadis itu diam mematung tak mengerti apa yang tengah ia rasakan saat ini.
pria itu tersenyum puas melihat keterpakuan gadis incarannya,sebentar lagi Ara akan menjadi miliknya!.
"cantik sekali " batin Dexter kala maniknya tak bisa berpaling dari bibir pink merekah Ara,bibir yang seketika membuat otaknya blank.
"khem....... Ara!!"
seketika Ara tersadar,suara berat dan dingin dari Rafendra sang ayah membuat gadis itu sadar seketika.
bahkan dibelakang Rafendra telah berdiri ibu dan juga kedua kakak kembarnya bersama kekasih mereka.
Arkansas menatap tajam penuh aura intimidasi yang kuat.memindai pria yang sudah berani mendekati adik kesayangannya.Arkansas tidak akan mentolerir apapun mengenai Ara juga Liora.
Anggi menahan sekuat tenaga tubuh Rafendra sementara Kayra dan Liora menahan dua kembar Hades itu susah payah.
ingatkan Anggi jika Rafendra bisa saja membalik meja dan mengamuk membantai pria muda tampan yang kini duduk bersama putrinya.
Dexter tersenyum sopan dan terlihat begitu tenang tak terpengaruh sama sekali akan aura permusuhan yang diberikan Rafendra bersama para putranya.Dexter tak akan gentar!.
berdiri dan membungkuk sopan,pria muda itu mengambil telapak tangan Anggi dan mengecup punggung tangan wanita paruh baya itu sopan,calon ibu mertuanya sangat luar biasa.bahkan Dexter tanpa sadar sudah mencap Anggi sebagai calon ibu mertuanya,lucu sekali pikir pria itu.
"saya Dexter Artura Wishnutama senang bisa bertemu dengan Anda nyonya Anggita Veleria Wiguna" sapaan perkenalkan diri Dexter terdengar percaya diri.dan itu sukses membuat Rafendra meradang.
"Grrrrr....apa yang kau lakukan pada istri dan juga putriku tuan muda Dexter Wishnutama?!!" Rafendra mengeram murka.wajah suami dari Anggita Wiguna itu memerah disertai manik menatap nyalang,berani sekali pria muda itu mengecup punggung tangan seorang istri dari Rafendra? sepertinya Dexter harus waspada sekarang.
Dhuakkkkk.....
Anggi menginjak telapak kaki Rafendra keras,wanita itu menatap Rafendra sengit penuh peringatan.
"jangan buat keributan,atau ku buang selimut dan bantal itu keluar agar kau tidur bersama nyamuk!!" bisik Anggi jengkel.Rafendra berdecak saat istrinya mulai mengancam.
"hahaha...hallo Dexter,maafkan suami Tante dan silahkan nikmati pesta nya kembali" ucap Anggi ramah.
Dexter tersenyum sopan lalu berucap.
"terima kasih nyonya Wiguna ,anda memang benar sangat ramah namun saya tidak menyangka anda begitu cantik" puji Dexter tersenyum sopan.
"Kau!!"
TBC..........