
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komen ya...⭐
happy reading....🌹
⚜️⚜️⚜️my beautiful target ⚜️⚜️⚜️
hancur.....
semua hancur.....
kemarahan didalam diri wanita cantik itu begitu berkobar,ia menatap wajah wanita yang duduk gelisah dihadapannya berang.
"APA-APAAN INI STEFANI?!! KAU BILANG MEREKA AKAN BERHASIL MEMBUNUH GADIS J*LANG ITU? MANA...MANA BUKTINYA MEREKA BAHKAN TIDAK KEMBALI!!" pekikan kemarahan Natasha menggema di seluruh ruang kondominium miliknya.
"kau fikir aku tidak marah hah!! jika aku tahu ini akan terjadi,aku tidak akan menyewa para sampah itu!! lagipula siapa yang tahu para sampah itu kemana sekarang.mereka menghilang!!" suara Stefani meninggi.ia jauh-jauh datang dan menerima tawaran sebagai model kembali dari agensi yang sama dengan tempat Natasha bekerja,wanita berhati licik itu berharap dengan bekerja sama dengan Natasha maka dendamnya akan mudah berbalas namun apa? seakan Liora punya lebih dari satu nyawa setiap kematian menyapa gadis itu.Stefani geram dan dengkinya semakin menghitam.
Prank.......
AAARRGGKKHHHH........
semua benda dilempar hingga berserakan dan pecahan kaca terlihat dimana-mana.Natasha benar-benar membenci gadis bernama liora itu.gadis yang telah berani mengambil tempatnya.
"sudahlah Natasha,dari pada kau mengamuk seperti itu.lebih baik kau fikirkan cara agar cepat melenyapkan gadis murahan itu" kesal Stefani,manik matanya berkilat penuh dendam dan amarah .wanita itu berdiri dan berlalu membuka pintu kamar kondominium Natasha.
"sebaiknya cari pembunuh yang lebih berbobot dari sebelumnya.setidaknya gadis sial itu harus cacat" ucap Stefani dan berlalu dari hadapan Natasha yang menatapnya sembari menyeringai licik.
"benar...kau benar Stefani,jika gadis murahan itu cacat apa Arkansas akan tetap memandangnya? hahaha.... cacat dan hina" monolog Natasha sebelum tertawa sendiri bagai hilang akal.
🖤🖤🖤
terlihat diatas sebuah ranjang king size,seorang gadis terduduk dengan tatapan kosong dan tubuh diam tak bergerak.
"huft...." gadis itu menghela nafas berat dan tak terasa sebutir kristal bening membasahi pipi halusnya.
dari jauh seorang pria nampak bersandar pada dinding dengan sorot mata sendu menatap gadis yang bahkan tidak menyadari keberadaannya.pria itu berjalan perlahan dengan kedua tangan mengepal erat di kanan kirinya,sungguh.dadanya bergemuruh penuh penyesalan melihat raga bagai tak bernyawa gadis pemilik hatinya.
"liora" panggil Arkansas pelan,kini ia tepat berdiri disamping tempat tidur gadisnya .tepat disamping liora,pria tampan itu merengkuh tubuh linglung liora dan memeluknya erat namun juga penuh kelembutan.
liora merespon.namun siapa sangka,gadis itu justru memeluk tubuh Arkansas balik dengan erat.
hiks.......
takut,rasa takut liora menyebabkan satu isakan lolos.Arkansas sudah menyelamatkannya lebih dari satu kali,dan tanpa sadar hati dingin gadis itu kini perlahan menghangat dan mulai bisa menerima keberadaan Arkansas disisinya.ia tahu semua yang dilakukan pria itu untuk dirinya dan liora sungguh bersyukur untuk itu.
Arkansas menutup matanya erat saat hatinya mencelos sakit mendengar isakan pedih gadis manis yang sedang memeluknya erat.
"please don't cry,you're hurt my heart"lirih Arkansas sembari mengecup pucuk rambut liora sayang.tolonglah,siapa pria yang akan tega melihat air mata gadis yang ia cinta? tidak ada!.
"mengapa...mengapa kau begitu sadis membunuh mereka ? hiks....aku...aku takut melihatmu seperti itu,meski aku dan sering melihat pembunuhan,namun apa yang kau lakukan hiks... sangat kejam" Isak liora tak berani menatap mata tajam Arkansas.
"dengar baby,itu belum seberapa.bahkan aku bisa menyiksa mereka lebih dari itu jika kau tidak ada,perbuatan mereka tidak bisa kumaafkan.siapapun yang menyakitimu harus mati ditangan ku,bahkan mereka yang bermain peran dibelakang ini akan menunggu gilirannya" suara Pria itu nampak begitu dingin penuh dengan aura membunuh hitam dan pekat.liora bergidik dan gadis itu ketakutan.
"A..Arkansas" lirih liora .
"hm" Pria itu berdehem sembari mengelus punggung liora lembut,mereka masih saling berpelukan dan aroma maskulin itu berhasil menenangkan tangis liora .
tidak lama liora melepas perlahan pelukan mereka,gadis itu menatap Lamat wajah tampan meneduhkan dihadapannya.arkansas menjulurkan jemari kokohnya merapikan helaian rambut liora yang berantakan,manik mata keduanya bertemu .liora meremas jari jemarinya gugup dan yakinlah kini Arkansas sedang menahan senyumnya demi mendengar apa yang gadis manis ini ingin katakan.
"te..terima kasih,kalau tidak ada k-" terdiam,liora terdiam tak mampu berkata lagi saat jari telunjuk pria itu menyentuh bibir plum milik nya.
"sudah ku katakan,kau adalah tanggung jawabku jadi keselamatanmu adalah harga dari nyawaku sendiri" ucap Arkansas lembut membelai wajah terdiam liora.liora tersentuh,jantungnya meronta dengan kerasnya.bahkan kini wajahnya memerah dan pria itu justru kini terkekeh.
"malu Hem?? lihat wajah cantikmu memerah,perlu ku kecup? " goda Arkansas.kini pria itu kembali pada mode mesum dan menyebalkan ya . bunga-bunga dihati liora seketika menghilang.
"MESUM....MATI SAJA SANA !!! DASAR PERUSAK SUASANA" pekik liora sambil melempar bantal yang dielak sempurna oleh pria yang kini tertawa mengejek sambil berdiri dan menghindar dari amukan singa betinanya.
"lihat kau malu? ... oh astaga bagaimana jika bibirku menghilangkan ronamu? mau tidak baby?" kembali Ucapan penuh nada menggoda nakal Arkansas membuat liora malu sekaligus jengkel.
bugh....
bantal itu kini sukses mengenai wajah tampan Arkansas yang masih saja tertawa mengejek.pria itu terdiam dan tak lama.
hahahaha...
"kau malu baby?....bahkan kau melemparkan cinta padaku" ucap Arkansas semakin menggoda dengan wajah santai tanpa dosanya.
"ARKANSAS........MATI SAJA SANA!! PERGI KAU DARI KAMARKU!!"teriak liora jengkel.
"hahahaha...lihat kau bahkan mengatakan kamarku sebagai milikmu,apa kau sudah tidak sabar menikah denganku?" kembali dan kembali Arkansas menggoda gadis pemarah manis dihadapannya.rupanya menjahili gadis ini akan menjadi hobi baru pria dingin itu.
sementara dibalik pintu....
duakh....
pria manis itu mendorong wajah tampan James sedikit menjauh dari daun pintu.
"James,minggir kenapa? aku tidak bisa menguping dengan jelas" bisik Tristan kesal sembari mendorong tubuh James menjauh sedikit dari pintu kamar pribadi sang bos.
Seth...
James membalas dengan menarik kerah kemeja Tristan keras.
"kau saja yang tuli,sudah diam jangan berisik nanti bos balok es dengar.kau mau dikirim ke Afrika"balas James sengit,kedua pria gila itu kini berdiri di balik daun pintu kamar Arkansas dan menempelkan telinga mereka baik-baik agar bisa mendengar suara pertengkaran manis sang bos.sungguh tidak ada pekerjaan kedua inti BE ini.
Axel dan Ryu menggeleng pasrah melihat kelakuan kedua sahabatnya,berdoa saja si tiran tidak mengetahui kelakuan kurang ajar mereka atau katakan selamat tinggal saat barang kesayangan mereka akan dieksekusi tanpa jejak nanti.
Rion dan Gabril terkikik sedang Marsel dan Xander menghela nafas jengah melihat kelakuan absurd James dan Tristan.
"jika kalian ketahuan si balok es,lihat saja koleksi mobil sportmu james akan dibakarnya dan kau Tristan , siap-siap saja koleksi parfum bayimu akan dibuang "peringat Rion dengan ekspresi horor diwajah tampannya.
"kau jangan menakutiku Rion" Tristan mendelik takut dan perlahan meringsuk menjauhi pintu kamar utama markas.
"kau benar juga , siapa yang tidak tahu iblis tega itu.sudahlah lain kali akan ku bawa Miss liora memihak padaku hingga aku bisa membalas si tiran tega itu" ucap James menggebu.
"memang kau berani melawan bos?" tanya Ryu menyeringai menantang.
"ya...ya...ya mana berani hehehe...bercanda Ryu ,kau ini tidak bisa diajak humor sedikit " gagap James,sungguh putra lingga ini sangat kaku .sangat berbeda sekali dengan sang ayah ,lingga sangat humoris dan petakilan dulu saat muda.dan entah mengapa putranya terlahir kaku dan menjengkelkan seperti Ryu? James dan Tristan mendesah lelah atas sosok Ryu Stevano Hara itu.
"sudah kalian segera bersiap ,kita semua akan kembali bersama ke London 2 jam lagi" Rion bangkit bersama Gabril menuju pintu keluar diikuti marsel dan Xander.
🖤🖤🖤
Arkansas merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru.liora terdiam kaku saat liontin mendiang sang ibu kini terlihat didepan matanya.tapi ada yang berbeda.
semakin jeli dan teliti,liora melihat kedalam mata Rubi .sebuah cahaya kecil dari sana terlihat berkedip lemah.
Arkansas membalik tubuh liora dan memasangkan kembali kalung itu dan kini benda itu telah melingkar indah menghiasi leher putih jenjang gadisnya.
"kalung ini sudah ku beri chip pelacak,jika suatu hari aku tidak ada bersamamu maka tekan bandul Rubi ini dan BE yang berada didekat tempat mu berada akan datang karena chip itu adalah sinyal bahaya yang hanya dimiliki ratu Arkansas dan percayalah.apapun yang aku lakukan ,dimana pun aku berada meski harus mati aku akan datang untuk dirimu.ladyku my Queen"ucap Arkansas penuh ketegasan dan kelembutan secara bersamaan.liora terdiam dan maniknya kembali berkaca-kaca,sungguh pria ini mampu memporak porandakan hatinya yang bahkan tidak lagi ingin mengenal cinta dan kasih sayang.
Arkansas kembali memeluk tubuh liora dan mengecup kedua pipi putih gadis itu.
Cup....Cup....
"tolong jaga dirimu setidaknya sampai aku berada disampingmu dan menjagamu" lembut,dominan dan tegas.liora tak mampu berucap,lidahnya kelu dan jantungnya kembali berdebar kencang.Arkansas pria jantan yang dominan dan penuh pesona lembut yang kini berada disisinya melindungi dirinya.
TBC......
tolong beri support dengan tinggalkan jejak setelah membaca.