PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
my weakness



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....⭐


don't be a silent reader.....


selamat membaca.....🌹



⚜️⚜️⚜️My Beautiful Target ⚜️⚜️⚜️


kau tak pernah katakan kau mencintaiku...


saat kau bahkan tak bisa berhenti menatapku...


jangan membuatku meragu...


namun setiap kali kau mendekat,aku merasakan meski tak berkata...


aku ingin percaya pada semua ucapanmu...


karna semua terdengar manis...


namun jika kau sungguh menginginkanku, katakanlah...


sesuatu tentangku yang harus kau tahu...


terkadang aku menangis...


terkadang aku tertawa...


terkadang tatapanmu membuatku takut...


namun hatiku selalu ingin merasakan pelukanmu...


perlakuan manismu...


bersamamu siang dan malam...


berikan diri kita waktu...


aku tak mau menangis lagi...


setiap kali aku menunggu kepastian...


berharap kamu mengerti...


direlung waktu aku menunggu...


kau akan tahu,bahwa kau akan menjadi satu-satunya bagiku...


menunggu lah dan kamu akan tahu...


tiada tempat lain untukku berpulang...


jika kau mempercayai ku,sabarlah dengan cintaku...


seperti aku mempercayai dirimu...


sometimes..........


........................🥀🥀......................


suasana cafe yang nampak ramai tidak membuat meja pojok itu terpengaruh,disana.disana duduk 5 orang gadis dengan seorang pria tampan lengkap dengan kaca mata bacanya.Nixon sibuk dengan gadgetnya memantau urusan kantor yang diserahkan Mathew,Daisy dan angel sibuk mencari inspirasi baru untuk cafe dan resto mereka,Jessy dan amber yang sibuk melihat drama Korea terbaru didalam ponsel milik amber dan liora.gadis itu sibuk dengan lamunannya.sejak terakhir Arkansas mengobati pipinya yang bengkak,kini pria itu tengah berada di Swedia perjalanan bisnis katanya,entahlah liora tidak tahu?.


liora sedari tadi menghela nafas sembari terus memandang ponselnya,entah mengapa hari ini ia ingin sekali melihat Arkansas menelfon nya.teman-teman gadis itu melihat kegusaran seorang liora,tapi mereka juga tidak tahu harus apa?.


"ck... lama-lama itu ponsel berlubang kau pandangi terus Q,kalau gengsi mati saja sana" cerosos Amber jengah.


"makan tuh gengsi " sembur Jessy pedas.


"ck kalian kenapa sih? malah ngomel tidak jelas!" kesal angel sembari menatap iba wajah nelangsa liora.


"entahlah? kau lihat saja teman bodohmu itu,kalau cinta bilang saja ,gengsi malah dipelihara.susah sendirikan"timpal Daisy ikut-ikutan.


"ck...sembarangan,mana mungkin Arkansas mencintaiku,dia tidak pernah bilang .jadi kalian jangan asal mencap aku ada rasa sama pria pemaksa itu" kilah Liora menutupi perasaannya resah hatinya ,yang ia sendiri tidak bisa memastikan mengapa?.


sementara disisi bumi lainya......


suasana ruang rapat terasa mencekam kala aura bengis Arkansas benar-benar dingin mencekik.


"Xel,lakukan sesuatu lah! kau lihat para kepala bagian itu sudah mau mati menahan nafas ketakutan" bisik Ryu pelan sembari menyenggol lengan Axel yang terlihat acuh.


"sudahlah pasrah saja,siapa suruh mereka punya otak malah tidak dipakai" balas Axel acuh.damn! Ryu meringis kala Axel justru menambah kegelisahannya.


James dan Ryu hanya bisa diam sedang semua peserta rapat hanya bisa berdoa dalam hati ,sudah lebih dari 1 jam lamanya Arkansas hanya terdiam dengan manik tajam menyalang serta aura dingin mencekam menatap lurus ke depan tanpa sepatah katapun.jangankan bergerak,bernafas saja mereka semua bersyukur meski benar-benar terasa sulit.terkutuklah kepala bagian Humas yang berani menjual informasi rancangan sistem pada saingan mereka.hampir 2 Minggu lebih Axel memimpin kerja setiap departemen untuk menstabilkan sistem pertahanan perusahaan.


"hm...rupanya aku mempekerjakan orang-orang bisu disini!" desis Arkansas dengan seringai remeh yang mengerikan .para kepala devisi menunduk tak berani bersuara.


"pecat semua karyawan devisi humas dan Pastikan kepala devisi itu hilang dari dunia ini!" titah Arkansas tegas dan berlalu bersama para inti BE dibelakang nya .hembusan nafas mulai terdengar kala pria tiran itu sudah tak terlihat lagi.


"tuan muda Arkansas benar-benar lebih mengerikan dibanding tuan besar Rafendra" ucap salah satu anggota devisi keuangan.


"yah..jika gaji disini tidak besar,sudah lama aku resign"


"sudah ayo bubar"


🖤🖤🖤


"sudah kau bawa wanita tua itu ke markas pinggir kota?" tanya Arkansas yang kini duduk angkuh sembari menyecap cocktail ditangannya.


"sudah,Rion sudah mengikat wanita itu disana setelah Tristan dan Cristal membawa wanita itu diam-diam" lapor Axel singkat.


"apa yang akan kau lakukan bos?" tanya Ryu yang duduk tepat disamping Sang tiran,sedang Axel duduk didepan bersama James yang sedang menyetir.mobil Limosin itu berjalan perlahan menuju bandara.


🖤🖤🖤


"kau yakin akan menyetir sendiri Q? tidak perlu kami antar kembali?" tanya Amber cemas,gadis itu menatap mobil Audi mewah milik Arkansas yang kini dipakai oleh Liora.


"tidak perlu cemas,kalian kembali saja besok kita berkumpul kembali" ucap Liora meyakinkan.


"oh ia Q,jangan lupa undangan pesta itu kau baca.itu pesta ulang tahun di atas kapal pesiar" Nixon kembali mengingatkan undangan yang telah dikirimkan oleh pewaris Gergino.Corp.


"tentu" balas Liora dengan senyum tipis diwajahnya.


"baiklah kami pergi,kau berhati-hati menyetir" peringat Jessy kemudian tak lama mobil miliknya melaju meninggalkan cafe.


mereka bergegas dengan Daisy,Jessy dan angel semobil menuju apartemen yang mereka sewa,Nixon pulang semobil dengan amber,sedang liora pulang kembali ke mansion sang tiran,gadis itu terlalu takut membantah ucapan Arkansas atau ada yang akan tewas nanti.


mobil melaju dengan perlahan dengan fikiran liora yang terus terngiang ucapan ARKANSAS.


"tinggallah dimansion ku selama kau disini,jangan membantah dan jangan bertanya keputusan ku.jika tidak kau tau apa yang akan kulakukan pada teman-temanmu itu.kau tau aku,be my good lady"


"ARKH....DASAR TIRAN PEMAKSA" pekik liora kesal mengingat ucapan terakhir Arkansas sebelum dia pergi menuju Swedia .


mobil perlahan melaju perlahan,namun entah mengapa perasaan liora sedikit mengganjal.


"ini kenapa seperti ada yang aneh?" monolog liora bertanya pada dirinya sendiri,mobil melaju kencang kala mendapati sebuah turunan.entah kesialan dari mana,rem mobil blong!.


"sial!! kenapa bisa begini!!" liora panik seketika saat menyadari mobil sudah diluar kendalinya.keringat dingin sudah membanjiri telapak tangan dan keningnya.gadis itu dilanda panik saat kendaraan lain mulai banting setir menghindari kendaraanya.


tin.....tin....tin...


" GET OT OF MY WAY!!" pekik liora panik saat mobilnya hilang kendali.


gadis itu terus membunyikan klakson berharap kendaraan lain menyingkir dan dengan pasrah liora membanting stir saat melihat sebuah truk didepannya.


Brakh........



mobil liora menghantam pembatas jalan dan ringsek pada bagian depan.beruntung tidak ada korban dan ia sudah keluar dari jalanan utama menuju jalanan sepi agar tidak menimbulkan terjadi kecelakaan hebat.


"damn!! shhh...keningku" desis liora saat keningnya menghantam stir dan ia yakin kini keningnya pasti membiru.


sambil meringis menahan sakit,dimana darah sudah mengalir dari kening dan juga sikunya yang terkena kaca mobil yang pecah.liora keluar dan berjalan tertatih berusaha menghubungi siapapun yang bisa ia mintai tolong.


rasa sakit membuat keringat dingin mulai keluar disertai deru nafas yang memburu akibat rasa kaget dan rasa sakit yang mulai menjalar di seluruh tubuhnya yang serasa remuk.


bip....bip...bip...


klik...


"hallo,ya kenapa Q?" suara Nixon terdengar samar berhubungan tempat liora mengalami kecelakaan adalah daerah dengan sinyal lemah.


"Nix,to..tolong aku"


"hallo Q...hallo....kamu kenapa Q jawab!!"


Tut......Tut.....


sambungan terputus bersama dengan liora yang sudah jatuh tak sadarkan diri tepat disamping mobilnya yang rusak cukup parah.


sementara disana,Nixon masih berkendara bersama Amber terlihat panik saat menerima telepon dari Liora,entah perasaan mereka seketika menjadi tidak tenang.


"Nix,cepat cek lokasi dimana liora sekarang.aku takut terjadi sesuatu dengan nya!!" panik Amber seketika.gadis itu sudah mencoba menghubungi nomor liora sedari tadi namun tidak diangkat juga.


"ia sabar Amber!! kau fikir aku sedang apa dari tadi!!" grutu Nixon yang sibuk dengan ponselnya mencari lokasi liora dengan GPS.


"ketemu!!" pekik Nixon dan langsung memutar balik arah mobilnya secepat yang pria itu bisa.


🖤🖤🖤


kaki yang keseleo akibat terjepit kursi kemudi,kening yang dibalut perban serta kedua tangan yang lecet.sungguh sempurna kesialan seorang liora kini.


gadis itu terbangun disebuah ruangan bercat putih lengkap dengan selang infus kembali menusuk kulit nya.


menghela nafas dan diam menatap langit-langit ruang rawat inap ya.setelah kejadian Nixon dan Amber membawanya kerumah sakit ,mereka berdua harus rela pergi meninggalkan liora yang sedang terbaring tak sadarkan diri akibat pengusiran telak Axel dan kawan-kawannya.


dan disinilah liora berbaring dengan frustasi menyesali perbuatannya.


"Liora Queensia Benedict ! apa sudah puas bermain-main?!"


glek......


liora menelan saliva ya susah payah kala bulu kuduknya langsung meremang saat suara dingin dan tatapan tajam itu menusuk telak hingga bahkan liora tak berani menongak menatap sosok Arkansas yang kini berdiri tepat didepan pintu.


"hahahaha...Ar...kau..kau..kapan tiba?" tawa canggung liora sembari maniknya bergerak kesana-kemari terlalu takut menatap sosok iblis tampan dihadapannya.liora tanpa sadar menjadi salah tingkah dengan rasa takut setengah mati,oh ayolah bahkan dengan kakaknya Mathew ia tidak sampai setakut ini.namun lihatlah hanya dengan panggilan nama lengkap saja , Arkansas mampu membuat liora bergidik ketakutan.


dari pengamatan nya selama ini,liora tahu apa yang akan terjadi jika pria tiran ini mengamuk.lihat saja bagaimana dia meledakkan sebuah mobil mewah Toyota Corolla dulu.sungguh liora jera.


"apa yang sudah kau lakukan,rupanya kau senang membuatku jantungan!!" bentak Arkansas geram,pria itu hampir saja membunuh James jika tidak menerbangkan pesawat dengan kecepatan yang tidak masuk akal ,saat Axel mengabarkan bahwa gadisnya kecelakaan,saat itu dunia Arkansas seakan berhenti.dan begitu tiba di London,pria itu bahkan membawa Lamborghini Aventador nya secepat yang mobil itu mampu,bahkan ia sampai menyenggol dan menabrak kendaraan lain yang menghalangi jalannya.dan lihat betapa gilanya pria itu!.


Liora diam seribu bahasa,namun batinnya sudah mengeluarkan segala umpatan yang ia bisa akibat tidak mengerti mengapa rem mobil seorang Arkansas bisa blong ,padahal saat dibawa dari mansion mobil itu baik-baik saja.otak gadis itu berputar keras demi bisa menenangkan iblis yang seperti akan mengamuk.


"hiks...sakit " tanpa diminta air mata buaya liora keluar dengan sendiri,manik bulatnya menatap arkansas dengan pandangan seakan mengadu akan rasa sakit yang tengah ia rasakan.sungguh liora ingin muntah atas sifat pura-puranya ini,hell ! sejak kapan liora akan Sudi menangis meski tubuhnya hancur sekalipun.tapi demi menenangkan pria tampan dengan wajah iblis yang siap menghancurkan korban ini,baiklah liora dengan berat hati akan berperan sebagai gadis polos yang tengah membutuhkan perhatian.bolehkah liora tertawa?.


lihatlah kini,wajah yang semula gelap dengan kemarahan yang berapi-api kini sedikit melembut namun masih terlihat sisa-sisa tatapan tajam seorang predator.


"sekarang baru mengerti apa itu rasa sakit?" ejek Arkansas sembari menatap tajam wajah manis liora.namun liora tidak menyerah,gadis itu harus lolos dari hukuman jiwa seorang Arkansas.


"hiks...aku ini sakit Arkansas,hiks...jangan marah-marah kenapa sih?! hiks...aku mau pulang" baiklah tangisan drama liora dimulai.Arkansas tetap menampilkan wajah datarnya,namun percayalah betapa ia ingin tertawa melihat wajah menggemaskan gadisnya,oh ayolah.tanpa liora berpura-pura pun Arkansas tidak akan tega bersikap kasar apalagi sampai marah .tidak akan pernah!.namun kali ini liora harus diberi pelajaran agar tidak kembali membuat Arkansas jantungan dengan segala kelakuannya.


Ryu,james, Amber,Nixon hampir saja meledak dengan tawanya dibalik pintu saat melihat adegan putri manja dengan sang pangeran berwajah sedingin es,bisakah sang putri meluluhkan kemarahan pangerannya?.


"gila!! aku mau muntah lihat Q seperti itu,ingat bahkan waktu jatuh dari gedung lantai 3 saat melarikan diri dari musuh saja dia biasa saja.ini nangis hanya karena luka kecil? Astaga perutku keram!!" bisik Amber sembari menahan tawa.


"gadis gila memang Q itu,sudahlah kita kembali dulu " imbuh Nixon berusaha melerai tawa cekikikan Amber,bisa bahaya kalau si tiran itu terganggu dan mengamuk.


TBC......