
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....⭐
happy reading......🌹
gadis itu terus memandang langit dengan wajah lelah yang sangat menyedihkan.sebenarnya liora tak tau ada apa dengan dirinya,namun yang pasti ucapan wanita paruh baya tadi cukup mengganggu dirinya.
"Miss liora,saya harap anda tidak terlalu memikirkan ucapan wanita tadi.sejujurnya ia adalah ibu kandungnya Miss Natasha,wanita yang dulu mencari ribut dengan anda" liora tersentak saat suara dingin seorang gadis yang kini tepat berdiri dihadapannya.
"siapa?" tanya liora benar-benar binggung saat seorang gadis berdiri dihadapannya dan menatap tajam pada wajahnya.Liora merasa tak mengenal sosok dihadapannya ini.
"jangan pernah tinggalkan bos kami,dan jangan pernah menyakiti dirimu dan dirinya hanya karena ucapan beberapa orang" tambah Gadis itu dingin,bahkan tatapan tajamnya seakan tak bisa dipercaya oleh liora,mengapa ucapan gadis ini seakan mengetahui resah hatinya? liora terbungkam dengan helaan nafas berat.
"kenapa? kenapa kau berbicara seperti ini?" tanya liora lagi.hatinya benar-benar bimbang,ditambah lagi fakta bahwa wanita tadi adalah ibu dari wanita yang telah memancing amarahnya dulu.
"kau pasti mengerti siapa pria yang dimaksud oleh wanita paruh baya itu? yah,dia adalah bos kami Arkansas Dimitri Leander Wiguna! jangan pernah meragukan dia!" tegas gadis dengan penampilan tomboy itu tegas namun terselip nada permohonan disana.tanpa menunggu reaksi liora,gadis dengan jaket kulit hitam itu pergi begitu saja.
liora tersenyum kecut,siapa dirinya? tanpa status apapun apa bisa liora merasakan resah hanya karena seorang pria tampan bak seorang dewa yang selalu bersikap manis padanya? liora tak berhak atas perasaan apa yang Arkansas rasakan padanya,karna pria itu bahkan tak pernah mengatakan cinta!
"aku tak perduli pada Natasha,namun nyonya Beca? dia wanita yang baik dan begitu menyayangi putrinya,bagaimana aku bisa menyakitinya dengan merusak kebahagiaan putrinya.bahkan hubunganku saja tidak jelas apa?" liora bergumam dengan senyum miris terpatri dari wajah cantik yang kini terlihat penuh beban.
"kau melamun lagi? hehehehe...apa setiap kita bertemu kau selalu duduk ditaman dengan wajah lesu begitu? sayang sekali wajah cantik ini jadi terlihat jelek" ucapan jenaka seorang pria kembali membawa liora pada kenyataan setelah berkutat dengan segala lamunannya.
"astaga!! Mr Leonardo? kau...kau kenapa bisa disini?" kaget liora,gadis itu menatap tak percaya pada seorang pria tampan yang kini terlihat menatap nya dengan senyum ramah.
"kau selalu melamun ya cantik?.apa yang kau lamunkan kali ini?" tanya Leonardo dengan tatapan hangat yang tak pernah lepas dari wajah cantik liora,pria itu sangat merindukan gadis cantik nan manis ini!.
"hahaha...tidak ada,hanya sedang memikirkan sesuatu Mr Leo,tapi bolehkah ku bertanya.mengapa kau bisa berada di London?" liora bertanya berharap pria tampan dihadapannya tidak bertanya lebih jauh.
"aku sedang melihat ritel baru yang tengah kubangan disini,dan melihat persiapan pesta ulang tahun ku sekaligus pembukaan kawasan baru pusat perbelanjaan milikku" jawab Leonardo dengan senyum yang masih setia diberikan untuk gadis manis disamping nya.bolehkan pria itu berharap ?.
"ah....kau benar,pesta Gergino Corporation! aku mengingatnya" ucap liora antusias.
Leonardo tersenyum Sangat lebar,pria itu senang gadis manis yang ia cinta masih mengingat dirinya.
"apa kau akan datang? yah...kuharap kau bisa menjadi tamu terhormat untukku,aku akan sangat bahagia jika dipesta nanti ada seorang Dewi yang hadir" canda Leonardo penuh harap.
"hahaha...kau berlebihan sekali Mr Leonardo,tapi aku pasti datang.lagipula perusahaan kak Mathew dan Gergino adalah partner ,maka jika kak Mathew tidak bisa hadir.sudah pasti aku akan menggantikannya" kekehan liora terdengar sangat merdu ditelinga pria berdarah Amerika itu.
"terima kasih,aku akan menantikan kedatangan bidadari ku" canda Leonardo lagi,tapi sungguh semua candaannya adalah kebenaran hatinya,sayangnya liora tak pernah mengerti itu.dalam hati Leonardo tertawa miris.
"baikalah,maaf Mr leo-"
"tidak! Leo saja itu lebih baik,jangan terlalu formal rasanya menggelikan" sanggah Leonardo cepat bahkan sebelum liora selesai berucap.liora,gadis itu mengangguk dan tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putih dan lesung pipinya.cantik! Leonardo terpesona lagi dan lagi.
"nah....baiklah karna ini sudah beranjak sore,aku mohon pamit .sampai berjumpa di pesta mu Leo" pamit liora ramah dengan senyum manisnya.pria itu mengangguk dan ikut berdiri kemudian tanpa aba-aba.
grep.....
"eh...Leo?" kaget liora saat pria tampan itu memeluk erat tubuhnya.sangat erat dan seakan penuh keputusan asaan.
"maaf, sebenarnya aku sedikit merindukan teman cengeng ku ini.maka dari itu aku memelukmu,tidak apa kan?" gumam Leo ditengah aksinya memeluk liora,gadis itu mengeryit binggung namun tak lama terkekeh geli.
"apa setiap kita bertemu aku seperti akan menangis saja? kau ini sangat lucu Leo,sudah lepaskan pelukanmu atau aku akan mati sesak karena kau peluk begitu erat" canda liora sembari menepuk pelan punggung lebar pria itu,dengan berat hati Leo melepas pelukannya dan menampilkan senyum manis yang dipaksakan.yah,sejak pesta terakhir.hubungan keduanya menjadi akrab,bahkan tak jarang dulu Leonardo akan meminta liora untuk makan siang bersama.leonardo pria yang baik dan liora sudah menganggap pria itu sama seperti Nixon dimatanya.
"hahahaha...yah,kau gadis cantik yang lucu saat menatap langit dengan mata berkaca-kaca" balas Leonardo tersenyum mengejek menutupi sesak hatinya.
"hei!...jangan mengejekku,sudah aku pergi bye Leonardo" pekik liora sembari melambai dan masuk kedalam mobilnya.menjauh pergi dengan meninggalkan keretakkan hati lagi dan lagi.leonardo dia bukan jodohmu!.
sementara dari jauh seorang pria nampak bergidik ngeri melihat interaksi kedua orang itu.
"mam*uslah bos pasti mengamuk jika melihat Vidio ini" Pria berkaca mata itu berlalu pergi dengan cepat .
🖤🖤🖤
liora tengah merasakan udara semakin mendingin dengan aura mencekam saat seorang pria tampan yang masih lengkap dengan setelan jas hitam berjalan masuk ke kamar yang ia tempati.liora entah mengapa merasakan firasat buruk saat Arkansas mendatanginya dengan wajah gelap nan dingin tanpa ekspresi.
Arkansas tidak menjawab,wajah yang biasanya mesum dan jenaka saat bersama liora hilang entah kemana,kini pria itu nampak seperti es dingin yang membeku.
langkah berat pria itu semakin mendekat,mata setajam elangnya menatap liora dingin.liora bergidik,entah mengapa firasatnya menjadi tidak enak dan binggung.ada apa dengan pria ini? mengapa Arkansas sepertinya menahan kemarahan?.
liora menunduk dengan jari-jemari terpaut satu sama lain,entah mengapa semua keberanian nya seakan lenyap saat berhadapan dengan iblis berwajah malaikat ini.
Arkansas geram,iblis dalam dirinya meraung tak suka saat melihat reaksi ketakutan gadisnya.namun apa yang ia dapatkan hari ini sungguh menguji tingkat kesabaran seorang seperti dirinya.tempramental adalah sifatnya,arogant adalah imagenya,diktator adalah wujudnya dan garis akhirnya adalah kekejaman.pria itu tak Sudi berbagi,pria itu tak mau mengalah dan pria itu tak suka dibantah.sungguh seorang Tiran yang berdiri bak seorang great king.
"lihat aku dan tatap aku saat aku tengah berdiri dihadapanmu!!" desis Arkansas tajam,pria itu meraih dagu liora dan memaksa gadis itu menatapnya.sungguh mati-matian ia menahan kemarahan agar tak menyakiti pemilik hatinya.sial!.
liora mendongak dengan mata berkaca-kaca,entahlah mengapa ia selalu melankolis saat berhadapan dengan seorang Arkansas.
pria itu menghembuskan nafas berat dan sikap dinginnya seakan tak mau mereda juga,meski ia tahu gadisnya ketakutan.tapi liora sudah mengusik sisi mutlaknya.dia tidak suka berbagi,dan ia tidak akan pernah mau berbagi.apapun! .
"kemana dan apa yang kamu lakukan saat aku tak ada? siapa yang kamu temui dan apa yang kalian bicarakan" ucap Arkansas tajam.liora terbungkam,apa pria itu tahu apa yang ia lakukan?.
"jangan dekat dengan pria selain diriku dan keluarga dan jangan pernah menampilkan senyuman mu pada pria lain,kau milikku!!" tegas Arkansas dengan suara penuh ancaman.
"apa maksudmu?! aku dan kau,kita hanyalah partner bisnis,jangan seenaknya mengklaim diriku!!" hilang sudah kesabaran liora,gadis itu membalas sengit ucapan Arkansas tak perduli wajah tampan itu semakin menggelap.
Arkansas menyeringai buas,dan memajukkan wajah nya tepat di telinga gadisnya.
"kau jangan menguji kesabaranku baby,aku bisa menghancurkan siapapun saat kau membantahku.termasuk wanita penghasut itu!" smirk Arkansas saat melihat tubuh liora yang menegang kaku.bukan,bukannya ia tak tahu siapa yang tengah bermain api dengan nya,namun ia bersumpah akan menunggu waktu untuk membumi hanguskan mereka semua dalam satu kali bidikan.
"jangan..jangan memanggilku baby,kita tidak sedekat itu!!" pekik liora setengah mati menghilangkan gugup sesak dihatinya.Arkansas tersenyum tipis dan menggeleng santai.
"kau tak akan bisa membantah dan menolakku, perusahaan Mathew kini ada dalam genggamanku.jika kau terus menolakku maka akan kuratakkan semua,ingat kau milikku my beautiful target ,you are my mine always be" seringai Arkansas membuat jantung liora berdenyut sakit.pria ini terobsesi ini bukan rasa manis yang ia harapkan!
"kau keterlaluan!! aku ingin pulang,lepaskan aku!! kau pria baj-"
deg.........
Cup............
jantung liora berdegup kencang saat bibir hangat pria itu menempel sempurna dan melu*at bibirnya perlahan.
deg.....deg....deg.....
jantung itu terus berdegup dengan seringai Arkansas yang semakin lebar kala ciuman itu terlepas.
"jangan membantahku atau aku akan memberi peringatan lebih keras dari ini" ucap Arkansas sembari membelai bibir Cerry liora lembut ,ibu jarinya membelai dengan pelan dan penuh perasaan menghayati betapa lembut dan manis bibir gadis bersurai coklat itu.
"ini" tunjuk Arkansas pada bibir ranum liora.
"milikku!!" tegasnya tak terbantah.
"dan semua ini" manik pria itu kini menatap penuh pada seluruh tubuh sempurna milik liora,bahkan gadis itu kini diam mematung.
"milikku!! Liora Queensia Benedict hanya milik Arkansas Dimitri Leander Wiguna!!"santai,dan tak menampilkan ekspresi apapun,wajah arkansas tetap dingin dan datar.kemarahannya masih ada saat foto yang dikirim anggotanya masih menari indah didalam otaknya.foto liora yang dipeluk mesra oleh Leonardo Alaska Gergino.dan pria itu telah menabuh genderang perang pada seorang Arkansas Dimitri Leander Wiguna sang Tiran dari kerajaan bisnis Wiguna.
"mulai hari ini jaga dirimu dari mata lapar pria lain atau akan ada darah yang akan kutumpahkan karna dirimu ,baby !" desis tajam penuh peringatan.Arkansas benar-benar overprotektif dan kini liora menyesali nasibnya.terkurung dalam jerat sangkar emas seorang Arkansas.
Arkansas meninggalkan liora menuju ruang kerjanya,pria itu tersenyum penuh kemenangan saat liora tak mampu lagi membantahnya.pria itu memandang Axel yang kini juga menyeringai penuh rencana.
"kurasa nyonya Aprilio itu ingin bermain dan merasakan hal yang sama dengan nyonya Monika" kekehan Axel terdengar penuh rencana.tabletnya menampilkan saat dimana Rebecca berbicara dengan dua orang pria yang nyatanya adalah dua orang berandal yang disewa wanita itu untuk berpura-pura merampoknya,dan malangnya gadis sang bos begitu tak tega pada wanita yang seusia ibunya itu.dan Arkansas sungguh murka! mereka berani bermain muslihat dan lihat saja saat pria tiran itu turun tangan.dan kekesalan Arkansas semakin menjadi saat wajah mengejek ayahnya mulai ikut melempar bensin menyulut api.
"sial!!!"
TBC.....
semoga tetap suka ya🤗🤗