
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya......🌹
...🦂...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🦂...
tak terasa hari berganti Minggu dan Minggu berganti bulan,kini usia kandungan Liora telah memasuki usia 9 bulan lebih.tinggal menunggu waktu dimana tinggal menghitung hari saat cucu pertama dari Rafendra Wiguna itu akan terlahir kedunia.
Liora kini tersenyum manis duduk di taman mawar yang begitu indah dengan mawar-mawar indah yang mekar dengan sempurna,wanita cantik dengan dress rumahan berbahan chiffon pink lembut terus tersenyum manis menikmati keindahan senja sembari menunggu kepulangan sang suami tercinta.
"anak mom sehat ya sayang...mommy sangat ingin cepat bisa menggendongmu dan melihat wajah bayi mungil mom" Liora berucap lembut dan terus mengelus perutnya yang terasa sedikit nyeri.
menutup mata dan mulai menghirup aroma wangi dari serbuk mawar yang memenuhi taman.
"nyonya muda" Liora menoleh kala mendengar suara tak asing yang menginterupsi dirinya.
"paman Faren, ada-apa?" Liora bertanya binggung kala melihat sosok pria paruh baya ramah yang sudah bertahun-tahun mengabdikan hidup didalam keluarga suaminya itu.
"nyonya muda,nyonya besar meminta anda masuk karena hari mulai petang dan angin sore tidaklah baik nyonya muda!" Faren berucap sopan sembari terus tersenyum hangat menatap wajah cantik istri dari tuan mudanya itu,sungguh melihat Liora mengingatkan ia akan mendiang putrinya dulu.jika kecelakaan itu tak terjadi mungkin ia masih hidup bersama istri dan juga putrinya,sayang nasi sudah menjadi bubur.yang ia bisa lakukan hingga akhir adalah terus mengabadikan hidup untuk mengabdi pada kelurga wiguna.Rafendra ! ya,itulah nama pria baik yang sudah membantunya melewati hidupnya yang suram dulu.
Liora tersenyum dan menatap kearah taman bunga untuk sesaat sebelum bangkit dan masuk ke dalam mansion.
"baiklah paman,apakah mommy tidak apa menyiapkan makan malam tanpa saya paman?" Liora bertanya sembari ikut berjalan disamping pria paruh baya itu.
"tidak apa nyonya muda,lagipula usia kandungan nyonya muda sudah memasuki waktu melahirkan, hingga nyonya besar tidak ingin mengambil resiko" ujar Faren sopan.Liora mengangguk dan tersenyum lembut mengingat keposesivan ibu mertuanya itu .
Liora memutuskan melihat sejenak kedapur,apakah ada yang bisa ia kerjakan? melihat Anggi yang nampak sibuk mengomeli para maid yang entah berbuat salah apa membuat liora tersenyum geli melihatnya.
"Liora sayang....kenapa kesini nak? sana masuk dan bersihkan diri, sebentar lagi makan malam" tegur Anggi lembut begitu melihat sosok menantunya yang tengah berdiri tak jauh dari pintu masuk.
"haha...mom kenapa marah-marah? apa ada yang salah? perlu aku bantu mom?" tanya Liora beruntun.Anggi terkekeh dan menggeleng samar dan kembali memotong wortel yang sudah dicuci bersih oleh maid.
"tidak sayang...mommy hanya menegur seorang maid yang salah memasukan garam kedalam kue,itu juga salah mom yang malah membeli gula halus bukan yang berupa butiran" jelas Anggi santai.
"baiklah mom,Liora mau kekamar dulu.rasanya punggung Lio sakit sekali ingin berbaring sebentar" ucap Liora dengan diiringi sesekali meringis.Anggi melotot kaget dan segera melepas pekerjaan nya,wanita paruh baya itu segera mendekati menantunya dan mulai menyentuh perut buncit Liora.
"apa sudah mau waktunya? tapi menurut Zeline masih ada kurang lebih dua Minggu sebelum lahiran?" Anggi berucap binggung sekaligus panik.
"Faren....tolong kamu urus disini,saya akan membantu Liora untuk pergi beristirahat" ucap Anggi memanggil kepala pelayan mansionnya.
"mom.." Liora berujar tak enak kala melihat kelakuan ibu mertuanya itu,sungguh ia bisa jalan sendiri kekamar dan tidak perlu sampai ditemani seperti ini! sayang sekali ibu mertuanya sangatlah keras kepala.
"tidak ada bantahan ! sekarang ayo mommy bantu jalan" Anggi meraih lengan Menantunya dan menuntun istri cantik putranya itu menuju lift.
Begitu lift naik dan berhenti dilantai tiga,Anggi menuntun Liora berjalan menuju kamar.
" sayang,nanti makan malam tidak perlu turun.biar mommy suruh Arkansas membawakan makan malammu,mom tidak ingin kamu kelelahan!" ucap Anggi tegas.Liora mengangguk pasrah percuma membantah.
.............🔱..............
tak terasa Liora sudah tertidur pulas bahkan sampai melewatkan makan malamnya.yah,kamar Liora dilengkapi kunci fingerprint dan sensor sandi hingga tak ada yang bisa memasuki selain pemilik kamar.maka dari itu tidak ada yang bisa masuk untuk membangunkan sang pemilik jika tertidur dan melewati waktu beraktifitas.
memang ada sound Voice jika sewaktu-waktu ada hal penting yang ingin dibicarakan dan membutuhkan orang lain untuk masuk kedalam kamar mewah milik sang Hades,namun itupun jika sistemnya dimatikan oleh Arkansas.dan terpaksalah tak ada seorangpun yang bisa membangunkan Liora untuk makan malam,memang dasar Arkansas!.
"engghhh" Liora terbangun lesu dan terduduk sesaat memastikan tubuhnya siap dan sadar sepenuhnya.ia melirik kearah jam dan menghela nafas kala melihat sudah pukul 8 malam,dan suaminya itu belum juga pulang.
ia meraih ponselnya dan melihat notifikasi dari sang ibu mertua.
From : Mommy
Liora sayang,kalau kamu nanti turun jangan lupa minta maid panaskan makan malam kalian di microwave.mommy dan Daddy ke mansion mami Zoya,Rion dan Kayra ada dikamar mereka kalau butuh apa-apa dan Arkansas ada metting penting hingga mungkin pulang pukul 9 nanti.selamat malam sayang
read...
menghela nafas dan segera merapikan ranjang lalu bergegas membersihkan diri,tidak perlu mandi karena sore Liora sudah mandi dan kini cukup cuci muka,gosok gigi dan ganti baju.
akhirnya setelah selesai berbenah diri,Liora turun kelantai bawah dan memilih menunggu suaminya diruang tamu Mansion sembari menonton Televisi dengan seporsi salad buah menemani.Liora melihat Mansion sudah sepi karena para maid akan kembali ke paviliun para pelayan dibelakang mansion pada pukul 8 malam dan di mansion utama hanya ada para penjaga dan faren yang akan sesekali berkeliling memastikan semua pintu dan jendela sudah tertutup rapat sebelum kembali ke asrama para pelayan.
entah mengapa kini Liora mulai merasakan kantuk lagi,dan akhirnya ia terlelap diatas sofa ruang tamu dengan TV besar yang masih menyala.
"astaga...itu ibu hamil kenapa malah tidur disini!" celetuk Rion kaget begitu melihat sosok Liora yang begitu santainya terlelap di ruang tamu terbuka seperti ini.
tak lama suara mesin mobil terdengar berhenti didepan pintu masuk.
Rion berjalan cepat dan berhenti tepat didepan pintu yang terbuka kala para penjaga berjejer rapi menyambut tuan muda mereka pulang.Rion berdiri dan bersidekap dada menatap wajah lelah James dan wajah datar Arkansas,sungguh stok ekspresi saudara kembarnya itu benar-benar limited edition.senyumnya sangat terbatas!.
"well..sudah pulang big brother" sapa Rion dengan senyuman menyebalkan diwajahnya.
"ya sudahlah bodoh!! kau fikir kami hantu!!" suara kesal James menyambar sinis.Arkansas diam dan terus berjalan masuk,sungguh hari ini pekerjaannya terlalu banyak dibanding Rion.
"astaga!!" pekik Arkansas kala melihat sosok manis istrinya yang tengah tertidur pulas di ruang tamu.
"kenapa tidak dibawa masuk?!" geram Arkansas menatap Rion jengkel.
"memangnya kau sudi tubuh istrimu disentuh orang lain?lagipula Lio tidur disini juga karena menunggumu!" pancing Rion santai.
hening....
Arkansas terdiam bungkam.istrinya disentuh pria lain? mimpi saja,karena ia tak akan pernah rela.
James? pria itu sudah tepar dan kini tertidur diatas sofa yang tak jauh dari tempat Liora tidur.hari ini ada begitu banyak tempat yang harus ia datangi bersama Arkansas untuk mengurusi tender besar akan produksi kapal dan pengiriman senjata api ke Amerika.
Arkansas menatap penuh sesal wajah pulas istrinya,liora menunggu dirinya hingga tertidur di sofa seperti ini dan betapa berdosanya ia pada sang istri.berjongkok dan meraih tubuh Liora,Arkansas menggendong ala bridal dengan hati-hati menuju kamar tidur mereka.
"ck...tidak berterima kasih malah main pergi saja!! dasar manusia kutub!!" dumel Rion jengkel,ia melirik kearah James sesaat sebelum berjalan jahil dan .
Duakh...
"AKH...BANGS*T!!" amuk James kala menerima tendangan kurang ajar Rion hingga ia jatuh dari sofa dengan malangnya.
"tidur dikamar tamu sana!! jangan seperti gembel kau tidur sembarangan!!" ujar Rion acuh dan berlalu begitu saja sembari menahan tawa melihat wajah derita James.
"Siapa...? kenapa aku bisa jatuh begini?!! sialan!!" amuk James yang sudah sadar sepenuhnya,para penjaga menunduk dan pergi dengan wajah aneh seperti menahan sesuatu hingga.
hingga.....
Bwahahahah.......
"RION...KAU BANGS*T!!" teriak James emosi kala suara membahana Rion terdengar olehnya.
akhirnya dengan ringisan menahan sakit pada bok*ngnya,James berlalu memasuki kamar tamu di lantai bawah,ada memang kamar para inti di lantai 2. tapi ia sudah terlalu lelah dan mengantuk jadi tidak masalahkan untuk tidur dilantai bawah.
.............🔱.............
Arkansas menurunkan tubuh Liora dengan lembut diatas ranjang,pria itu kemudian melepas jas Armani hitam yang masih membungkus apik tubuh atletisnya .
terduduk diam disamping tubuh Mungil malaikatnya yang tertidur begitu pulas,jemari kokohnya dengan lembut meraih rambut panjang sang istri yang menutupi wajah manis itu.bergeser sedikit mengusap alis hitam yang terlukis indah bak busur panah dan turun menyentuh hidung mungil nan mancung yang terlihat menggemaskan dimatanya.Arkansas terkekeh dan tanpa sadar mengecup hidung mancung istrinya sayang.dan maniknya kini terkunci akan bibir merekah bak bunga sakura yang terpampang indah didepan matanya.
cup.........
menempel sempurna dan sedikit ******n kecil disana.
"hmmmm..." Liora mengeliat sedikit merasa terganggu.Arkansas terkekeh dan menepuk pucuk kepala istrinya sayang.
"tidurlah sayangku...tidurlah istriku sayang" bisik Arkansas lembut,bak mantra suci.Liora tersenyum tipis dan kembali terlelap damai.
cup.....
Arkansas berdiri lalu menunduk mengecup sayang perut buncit Liora dan akhirnya berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
30 menit kemudian.....
Pria tampan dengan rambut basah dan sebuah handuk kecil bertengger manis di leher kokohnya dan sebuah handuk hitam melilit sempurna menutupi area pribadinya,kini Ia berjalan santai menuju walk in closet untuk berpakaian.
"apa Liora sudah makan malam?" Arkansas membatin sejenak setelah keluar dari ruang ganti itu.
ia meraih ponselnya dan mendial sebuah nomor
"selamat malam Tuan muda,ada yang harus saya kerjakan?" suara Faren terdengar dari sana.yah,Arkansas mendial nomor Asrama Para pelayan karena ia tau jam segini para maid sudah kembali ke paviliun khusus pekerja.
"apa istriku sudah makan malam?" suara Arkansas terdengar dingin dan tanpa riak,begitu datar dan tidak tersentuh.sungguh,jika orang lain mendengar mereka pasti akan sangat tersinggung! namun Faren sudah terbiasa dan menganggap tak ada masalah untuk sikap tuan mudanya itu.
"belum tuan muda.nyonya muda hanya makan cemilan dan kue saja dan belum makan malam dengan benar" jelas Faren sopan.
tut......
disana,Faren menghela nafas kala sambungan terputus sepihak oleh tuan mudanya itu.mau bagaimana lagi,begitulah sikap sang putra mahkota Wiguna!.
kini Arkansas berjalan dan duduk disamping Liora lalu mengelus pipi bulat istrinya penuh cinta.
"Sayang...baby...bangun dulu mari makan malam" panggil Arkansas sabar.
"hm.." balas Liora tidak perduli dan masih asik dengan tidurnya.
"Liora......ayo sayang kita makan dulu" bujuk Arkansas lembut.
cup...
cup...
cup...
"ihhh...aku ngantuk Ar....mau tidur!" balas Liora serak.Ciuman bertubi-tubi pada wajahnya oleh Arkansas benar-benar membuat tidurnya tidak nyaman.geli,basah dari tetesan air rambut Arkansas benar-bena membuat Liora kesal.
Greph...
"astaga!!" kaget Arkansas saat Liora menarik tangannya dan kini ia sudah berbaring sempurna disamping sang istri.
Liora memeluk tubuh suaminya bak guling dan masuk kedalam pelukan hangat itu manja.
Arkansas terkekeh dan meraih suka cita tubuh berisi itu kedalam pelukannya .
Liora mendusel manja dan tenggelam didada bidang beraroma hutan Pinus itu dalam kedamaian ia kembali tertidur.Arkansas pasrah dan ikut tertidur juga setelah mengecup pucuk kepala istrinya.
pelukan hangat yang sangat nyaman.
hingga tak lama....
"aduh...akh...hah... aduh..kenapa sakit...ya Tuhan..." Liora meringis sembari mengusap perutnya pelan,keringat dingin mulai membasahi keningnya.
Arkansas tersentak dan terbangun panik.
...TBC...
see you next time