
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar.......🖐️
...💠...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R E A D I N G...
...💠...
semilir angin malam yang terasa lembut membawa jutaan perasaan baru bagi pria manis yang kini terlihat begitu gugup membawa laju motornya.
Aroma manis mawar menari indah di Indra penciuman nya.Tristan meremang,lembut halus tubuh cantik yang kini duduk diam diboncengannya menghadirkan sensasi baru dalam hidupnya.
melirik kearah spion motor,Tristan tersenyum tulus kala melihat sosok cantik itu mulai terlihat diserang kantuk.
"khem......." Berdehem gugup kala merasa seluruh tubuhnya bergetar aneh dan dapat ia lihat bahwa wajahnya memerah hingga ke daun telinga,Sial! hal aneh apa yang terjadi padanya? Tristan yang polos bertanya-tanya.salahkan saja kesendirian tanpa ketertarikan pada wanita selama hampir 25 tahun hidupnya.
Sakura merasa tubuh yang tanpa sadar ia peluk itu terasa kaku,atau mungkin menegang? sakura sendiri merasa canggung.ini pertama kali dalam hidupnya begitu dekat dengan seorang pria,mana lagi pria ini begitu tampan dengan wajah manis melelehkan hati.siapa wanita yang tahan coba?.
"hm....maaf nona sakura, sebenarnya aku ingin bertanya! khem.....dimana alamatmu? sejak tadi kita terus berputar-putar tak tentu arah!. sebenarnya jika kau begitu suka berdua denganku tak masalah juga,tapi ini sudah jam 12 malam dan kurasa seorang gadis harus pulang sekarang!" Tristan bertanya gugup,sial! jantungnya terus berdisko dan ia tak tau harus bagaimana.
Deg.....
sakura melongo! sial! wajah dokter muda itu kini sukses merona malu mengingat kecerobohannya,jadi selama mereka berkendara hampir 20 menit lamanya dan pria itu justru tak bertanya apa-apa hingga kini rasanya sakura malu setengah mati setelah mendengar penuturan polos bin menusuk si pria manis itu.
tanpa sadar sakura justru memeluk erat tubuh Tristan dan menenggelamkan wajahnya yang memerah di punggung lebar si babyface BE itu.
Deg....Deg....Deg....Deg....
demi tuhan!! Tristan menegang dengan tubuh kaku dan jantung berdebar kencang hingga ia takut debaran itu akan terdengar oleh gadis cantik dibelakangnya itu.
"ya Tuhan!! ada-apa dengan jantungku?! apa aku harus periksakan ini pada Gabril atau Rion?! astaga....tubuhku panas dan otakku Blank!!" batin Tristan meringis pening melanda. ayolah andai dirimu tau kau sedang mengalami syok awal jatuh cinta!.poor you little boy!.
"ma...maafkan aku Tristan,jalan Edenburg world hotel" Gugup Sakura sembari mengigit bibir bawahnya menahan rasa malunya.
Deg..........
Tristan menutup mata meredam debaran kurang ajar yang membuatnya pening kepala.
"aduh....kenapa suaranya bahkan lebih merdu dari suara piano dan terdengar manis melebihi kue buatan kakak ipar? heh... kau sudah mulai gila Tan!!" Tristan membatin miris,sudah cukup! ia harus mencari tau penyakit baru yang sedang ia alami apapun caranya!.
dan motor sport hitam itu kini berhenti sudah.sebuah hotel kini terlihat dan Tristan membantu sakura turun dengan meraih telapak tangan gadis itu hati-hati.
"Terimakasih" jawab Sakura gugup.
Tristan tersenyum dan tanpa sadar telapak tangannya naik dan mengacak rambut hitam gadis itu riang.
"tak masalah....em....sakura?" Tristan terlihat sedikit malu untuk mengatakan sesuatu.Sakura yang kini dipenuhi rona merah mengangkat wajahnya malu-malu.
"ia...kamu ingin bicara apa?" tanya Sakura pelan,sungguh suara manisnya mengalun lembut ditelinga Tristan,dan pria muda itu sukses merona malu hingga daun telinganya.
sakura ingin tertawa,namun ia menahan.tak pernah dirinya melihat pria sepolos pria manis dihadapanya ini,tak ada pria yang bisa sampai memerah seperti itu sebelumnya di kehidupan sakura,dan Tristan adalah satu-satunya.
Tristan mengangkat kedua tangannya dan meraih kuncian helm sakura dan melepas benda itu perlahan.sakura terdiam mematung saat wajah mereka kini begitu dekat,aroma coklat ceria yang berpadu dengan aroma dari minyak telon terhirup lagi olehnya.aroma yang unik!.
Sretth.....
Deg.....
sakura berdebar saat seret resleting jaket kulit yang ia kenakan perlahan-lahan terbuka dari atas leher hingga perut dan terakhir jaket itu terlepas lembut dari tubuhnya.Triatan melakukan semuanya sangat lembut penuh perhitungan.
"maaf jika aku melepas kembali helm dan jaketku darimu,tapi kau melamun tadi!" Tristan menjelaskan dengan gugup dan tanpa sadar sakura tertawa manis melihat reaksi lucu pria itu.
"haha...tidak...aku yang harusnya berterima kasih.terima kasih Tristan" sakura berucap tulus dengan senyuman manis yang menghiasi bibir plumnya.
tertegun......
"boleh minta nomormu?"
Deg...
sial...
Tristan menutup mulutnya cepat dengan manik menatap horor wajah kaget sakura.
apa-apaan kau Tristan?! Membatin dan merutuki dirinya sendiri,sekarang rasanya ia ingin tenggelam saja di lautan Atlantik!.
"Hahahaha.......kau lucu dan.....manis!!" Sakura tertawa lembut dan tanpa sadar meraih kedua pipi putih Tristan dan menariknya lembut.
"oh Tuhan inikah wujud seorang malaikat cantik?!" Tristan terpesona,ia diam saat sentuhan lembut jemari sakura terasa diwajahnya.
wajahnya memerah lagi!! ......
"08xxxxxxxxxx" linglung,bahkan Tristan tak bisa mendengar apapun selain terpaku pada wajah cantik dewi-nya itu.
"Tristan ...?" sakura menatap heran pria yang berdiri bak patung itu.
"TRISTAN!!" akhirnya sakura berteriak takut pria itu malah kerasukan karena sedari tadi tak menanggapi ucapan ya.
"JAMES GILA....JAMES GILA!!" gagap Tristan kaget.
puft.....
HAHAHAHAH...
"aduh....hahah...siapa lagi itu,Tristan? kau aneh!!" Sakura tertawa lepas sudah,adakah pria selucu ini?.
Tristan menggaruk tengkuknya canggung dan dalam hati merutuki kegugupan juga lamunannya!.
"maaf sakura aku..aku mengantuk,ia...aku mengantuk!!" Tristan beralasan,malu sudah sampai tujuh turunan ia didepan seorang gadis cantik justru melamun,turun sudah harga dirinya!.
sakura hanya mengangguk lucu dan mulai menulis nomornya pada kertas memo yang ia ambil dari tas kecilnya.
"ini nomorku,maaf ya aku malah menertawakanmu" ucap sakura sesal.Tristan menggeleng ribut,ini salahnya.
"ya sudah aku masuk ya dan.... terima kasih sekali lagi" sakura melambai sembari berbalik dan berjalan menuju pintu masuk.
Tristan melambai linglung, jantungnya masih berdisko tak mau berhenti juga.
"SAKURA!!!" Tristan bergegas kearah sakura yang sebentar lagi memasuki pintu masuk hotel.berbalik dan melihat Tristan yang sudah meletakkan helm dan jaketnya terburu-buru diatas motor,pria itu berjalan cepat hampir berlari kearahnya.
cup....
Deg......
mata indah sakura membola,bibir hangat itu menempel sesaat dipipinya dan saat itu juga ia baru tersadar saat suara deru motor mulai menjauh.
linglung.....
mata sakura mengikuti kemana motor itu melaju hingga berhenti sebelum keluar dari gerbang area hotel.
Tristan menaikan kaca helmnya dan menoleh kearah sakura yang menatapnya syok.
"INI BAYARAN KU! SEE YOU AGAIN BEAUTIFUL GIRL!!" Seru Tristan riang dan kembali melajukan motornya menjauh pergi.
Deg........
beautiful Girl? pria manis itu menuji dirinya cantik? pria asing yang baru ia kenal? Sakura hampir pingsan mimisan.
tanpa sadar senyumnya terbit indah dan ia berbalik dan seakan ada ribuan bunga yang mekar disekelilingnya.
.........💠.........
Kini disebuah gedung besar tempatnya pemilihan walikota berlangsung terlihat ramai oleh puluhan wartawan dari berbagai surat kabar dan media cetak lainya.
Harold berjalan didampingi Baron yang terlihat menggunakan skrup menopang kakinya yang belum pulih sepenuhnya akibat insiden dengan cucu Wiguna terakhir kali.
"ingat kau harus memenangkan pemilihan ini,dan saat layar besar itu selesai menampilkan pidato politikmu dan saat itu juga rekaman Wiguna akan pecah memenuhi seluruh forum!! dan saat itu terjadi mulailah berakting layaknya kau adalah korban dari para serigala liar itu!!" Baron menyerigai dingin.ia melirik kebelakang dimana seorang Hacker lepas tengah memberi anggukan kepala licik.yah,mereka akan menyabotase pemilihan walikota tahun ini dan memastikan menggiring opini publik untuk memilih Harold kembali dan memaksa pemerintah untuk menekan para Wiguna itu.
pemerintah memang bisa menekan Wiguna,hanya jika mereka punya cukup bukti dan kekuatan untuk menekan para raja dibawah kendali sang Lucifer dengan pangeran mahkota mereka sang Hades.dan saat ini mereka bahkan belum mengetahui calon pewaris sekejam dewa Zeus yang berada di belakang Lucifer dan Hades itu.
"kita harus berhati-hati Baron! Wiguna pemegang tertinggi sektor Ekonomi Global di Eropa ini,dan tanpa mereka ekonomi akan lumpuh! kita harus memaksa pemerintah kota untuk menarik dan menyita aset kekayaan mereka sebanyak-banyaknya dengan dalih untuk negara dan diam-diam akan kita pindah tangankan atas nama Perusahaan fiktif nanti haha...." Harold tertawa licik dengan senyum dingin Baron.
disebuah ruangan dengan berbagai kamera menyoroti,dan kini waktu para calon menaiki podium untuk mengatakan visi dan misi mereka untuk kedepannya jika lolos menjadi walikota selanjutnya dengan kamera siap menyiarkan secara langsung.
Harold maju dengan senyum ramah melambaikan tangan ke arah kamera.layar besar terdapat di seluruh halaman depan gedung pemilihan,layar itu berguna membuat agar para rakyat tau visi misi pilihan mereka .
"selamat siang semua warga kota London yang saya kasihi,saya Harold Atson menyapa para rakyat sekalian!!" sapa Harold tersenyum begitu lembut didepan kamera dan para warga yang hadir menyaksikan sepak terjang para pilihan mereka didepan layar besar yang tengah berlangsung.
hingga layar tiba-tiba menghitam dan nampak disana bukan Harold yang terlihat,namun putra kedua dari Wiguna-lah yang terlihat disana,dengan senyum dingin dan tatapan malas menatap ke depan.terlihat dan terdengar jelas itu adalah percakapan tiga orang namun sosok lain tidak terlihat,hanya sosok Arion Drew Lyesander Wiguna.
semua orang mulai riuh melihat layar yang sudah berganti,kini tak lama kesunyian melanda saat suara jantan dari pria tampan Kekasih para gadis Nasional itu mulai bicara.
"Erika? ada-apa?" terlihat disana betapa lembut pria itu berbicara,opini publik mulai memanas kala mengetahui sosok wanita yang tidak terlihat sama sekali hanya suara yang bisa membuat publik sadar bahwa ada sosok selain Arion disana.
dan tak lama...
suara wanita bernama Erika terdengar,meski wajahnya tak terlihat namun publik tahu bahwa Erika yang dimaksud adalah putri calon walikota sendiri.
"sejauh mana keluargamu terlibat dalam semua kemalangan kami?! kalian telah membunuh Susan!!"
riuh,saat Erika mengatakan prihal kematian desainer muda asal Prancis itu,Baron sukses mengiring keterkejutan masyarakat atas kejahatan serius yang kini di bicarakan dalam rekaman video itu.
namun senyum Baron tak bertahan lama.
dividio bukan ekspresi Rion yang mereka lihat sebelumnya,namun ekspresi sedih yang merubah opini Publik dalam satu kedipan mata.dimana wajah arogant dengan semua pengakuan itu terjadi? ini bukan bukti yang mereka dapat! Baron panik,ia menatap hacker yang kini terlihat berekspresi aneh menjurus pada ketakutan mematikan.
"apa ini? Erika....meski aku tak menyukai dirimu,tapi apa itu menjadi alasan kau memfitnah seluruh keluargaku? keluarga yang menjadi pilar besar seluruh kehidupan negara ini? Bagaimana kami bisa tau pembunuhan Susan? tidakkah kau terlalu berhayal,Erika?" para wanita menahan nafas melihat wajah tersakiti sosok pria incaran semua wanita lajang di Eropa itu.apa ini? beraninya wanita itu menuduh pria idaman mereka? Geraman marah mulai terdengar disepanjang alun-alun.
wajah tampan dengan sorot mata sendu itu membakar amarah publik terutama kaum wanita pemuja para putra Wiguna,Erika yang duduk tersembunyi di samping Hacker Baron sudah berkeringat dingin.
"kau pria sialan!! betapa bodohnya para wanita yang masih mengharapkanmu!! hahahaha..ya kau benar! bukan Wiguna yang membakar rumah sakit,namun Keluarga Susan sendiri untuk mengklaim asuransi! bukankah ini lucu? hah...jika Wiguna hancur maka kau akan merangkak kepadaku Rion,bukankah itu manis ?!!"
Erika memucat! sejak kapan percakapan itu berubah,ini bukan yang mereka rencanakan!
dan tak lama terdengar suara pria lain.
"tuan muda Rion,CD ini berisi rekaman bahwa orang dari Wiguna yang telah membakar gedung ! dan salah seorang dari mereka membunuh Susan,apa kau fikir kami akan diam saja?!!" terdengar jelas suara pria itu tengah marah besar,dan keributan publik bahkan merembet hingga sosial media.
Vidio dibagikan secara online dan terus menerus.bahkan acara pemilihan terlupakan dan kini wajah Harold mulai pucat pasi saat tayangan mulai terasa berbahaya untuk pihak mereka .
Baron panik....
pria itu meraih kerah Hacker yang ia pekerjakan dan mulai meraung.
"matikan!! cepat matikan benda sialan itu!!" Baron murka,Erika sudah bak raga tanpa jiwa saat Vidio sukses berubah tanpa mereka prediksi.
"Wiguna membunuh Susan? kalian punya bukti apa untuk menuduk kami sekeji itu?!!bukankah kau dengar Erika bicara apa sebelumnya? heh...Baron!! keluargamu lah yang membunuh adikmu sendiri?!! dan ....... buktikan dan saat semua tak benar....aku akan habisi kalian dengan tanganku sendiri!! pintar sekali kalian mencari kambing hitam!!" sosial media memanas.alun-alun dipenuhi keributan saat suara bak melody kematian dari Seorang Arion benar-benar terasa bahkan mampu membuat bulu kuduk semua yang menonton berdiri.
dan....
Boommmmmmm.....
habis sudah........
Vidio itu yang mereka siapkan sebagai senjata untuk menghancurkan Wiguna entah bagaimana menjadi bumerang mereka sendiri
disana terlihat bukan lagi sosok Arion,namun sosok dua wanita dan satu pria yang bergumul panas diatas ranjang dengan tubuh toples dan semua sudut kamera sukses mengambil gambar sempurna.
habis....!!!
mereka hancur....
"BARON.....MATIKAN!! MATIKAN PROYEKTOR ITU!!!" jerit Erika,wajahnya pucat pasi seakan tak ada darah dibalik kulit dan daging wanita itu.
Harold terjatuh dan terduduk lemas dilantai dingin saat semua kamera menyorotnya,dan Baron sudah terdiam saat kabel penghubung ia cabut paksa saat semua usaha menghentikan Vidio itu tak berhasil dan akhirnya ia memilih mencabut paksa kabel penghubung proyektor dan benda itupun mati.
dan tanpa semua orang sadari.
Prok......
kedua pria itu bertos ria didalam mobil sport dengan kaca gelap.
"terlalu mudah dan ini cukup menyenangkan!!" Axel,yah pria dengan kaca mata bening itu terkekeh sembari terus berselancar ria dengan laptop diatas pangkuannya.
Rion,pria itu menyeringai bengis dan mulai menekan earphone ditelinganya.
"apa kau puas dengan hadiah kami?!"
"BAJINGAN.....AKAN KUBUNUH KAU!!!"
BIP...
"hahahaha sampah!!" puas mendengar amukan dari sebrang dan akhirnya kedua pria tampan itu melaju pergi.
...🦅...
...🦅...
...TBC...