
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komen ya....β
ok ini el up lagi..... let's go.....
selamat membaca...πΉ
πΏπΏπΏmy beautiful target πΏπΏπΏ
seorang pria berusia hampir 30 tahun menatap lapar pada gadis cantik yang tengah duduk manis disebuah kursi disudut ruangan .liora sedang menunggu sang kakak yang sedang bersiap naik ke atas podium mengumumkan sesuatu.
"tolong perhatiannya sejenak.
saya rasa hadirin semua telah mengenal siapa saya,saya Mathew Anderson CEO dari Garden luxurious jewelry berdiri disini untuk menyambut para tamu atas peringatan ulang tahun perusahaan kami,sekaligus memperkenalkan kepada semua kolega dan rekan bisnis kami pada sosok Benedict yang selama ini kami rahasiakan.cucu tunggal dari mendiang Tuan besar Fredrick Benedict selaku pemilik musium bangsawan Benedict dan pemegang saham terbesar pada perusahaan GLJ.mari saya panggilkan Nona Besar Liora Queensia Benedict " suara bahagia Mathew disambut riuh tepuk tangan para hadirin.
"terima kasih atas sambutannya mari kita Bla....Bla...Bla......"liora berbicara dengan pembawaan anggun dan tenang,semua mata memandang gadis itu penuh minat.
tak lama liora selesai dan memberikan kata sambutan sekedarnya sebagai wujud ramah tamah.gadis itu turun kembali dan disambut pelukan hangat kakak angkat serta kakak iparnya.
disaat Mathew dan Joana pergi menyapa rekan bisnis mereka,Stefani dan Monika datang bersama seorang pria yang sangat dihindari oleh liora,lelaki paruh baya yang tidak tahu diri dan tidak pernah sadar akan umur bersama kedua wanita ular itu datang mendekat dengan senyum menjijikkan diwajahnya.
"selamat malam miss Benedict,senang akhirnya saya bisa menyapa gadis secantik anda" Andre ,pria itu menatap seluruh tubuh liora penuh minat.liora harus menahan emosinya saat melihat pria yang sepantaran usia ayahnya itu tersenyum menjijikkan kepadanya.
"wow ada apa ini tuan Andre,apakah adik saya ini terlihat cantik?"tanya Stefani membuat liora mendengus jijik.apa-apa Stefani ini,apa dia berniat menjual adik tirinya?.
"haha...ternyata putri tiriku ini sungguh menarik dimata tuan Andre"tambah Monika,liora menggumpat dalam hati mendengar suara ibu tirinya itu.rasanya ia menyesal mengundang para penyihir itu kepestanya.
"maukah berdansa denganku cantik?"goda Andre pada liora sembari menatap terus pada tubuh liora menyeringai.
"maaf,jaga sopan santun dan mata anda"kesal liora.
"berdansalah dengannya liora,tuan Andre sangat menyukaimu"ucap Stefani menyeringai.
"kenapa bukan kau saja,lagipula wajahmu itu terlihat sama tuanya dengan tuan Andre"balas liora pedas.Pria itu tersinggung mendengar ucapan liora yang menyebutnya pria tua .
"kau sungguh tidak bisa diajak baik-baik,jangan sok jual mahal.kau tinggal berdansa saja denganku dan akan kuberikan berapa pun untuk itu"sombong Andre sembari menjilat bibir nya menyeringai.
"bang*at laki-laki ini,jika tidak dalam keramaian sudah kurontokkan giginya itu"batin amber yang berdiri tidak jauh bersama Jessy,Daisy ,angel juga nixon.liora diam berdecih dalam hati,tidak mungkinkan dia mengacaukan pestanya sendiri demi orang-orang sampah seperti mereka.
"maaf selera saya sangat tinggi,dan anda terlalu jauh dari kata layak"balas liora sengit.amber dan sahabat-sahabat liora terkekeh pelan,sungguh pedas mulut sahaba mereka itu.
tanpa mereka sadari dua pasang mata tajam menatap mereka tajam.Arkansas dan Leonardo mengawasi gadis mereka dalam diam.
Arkansas mengeram dalam hati menatap Andre tajam saat pria bodoh itu secara terang - terangan menatap gadisnya penuh gairah.apa ini? tiba-tiba tangan lancang pria itu berusaha menyentuh gadisnya.
sudah cukup.....
Plak......
tangan kekar Arkansas menepis kasar tangan Andre,pria paruh baya itu tersentak kaget begitupun semua orang,entah sejak kapan kini Arkansas telah berdiri dibelakang tubuh liora.
Grep.....
tubuh liora ditarik kearah dada bidang pria itu,Arkansas tidak sudi tubuh gadisnya dilihat pria lain.dengan erat Arkansas memeluk tubuh liora dan membuat gadis itu tidak mampu bergerak dan berfikir kala tangan kekar Arkansas berada di pinggang gadis itu.
"mine"tegas arkansas menatap semua orang,menunjukkan bahwa gadis yang berada didalam pelukannya adalah miliknya.
"sekali lagi tangan kotormu menyentuh milikku,jangan salahkan saya jika tangan anda akan saya tebas!!!"ancam Arkansas tajam dengan aura membunuh yang pekat.
Stefani dan Monika bergetar ketakutan.andre langsung menunduk dan beranjak pergi,sungguh pria ini mengerikan.
"pst... Xel...Axel...gila si bos beneran bucin sama Miss liora"bisik Tristan pada Axel yang melongo dengan sebuah handicame ditangannya.
"kau sedang apa sih Xel? masih ada waktu kau merekam bos?? kau memang tidak ada otaknya" maki Ryu yang bersandar santai pada dinding menatap sekitar.
"kau yang bodoh,jika bos dan Miss liora berhubungan maka James akan kusuruh loncat dari pesawat hahaha...."tawa Axel bertos ria dengan Tristan yang sibuk mengunyah sepiring Black forest cake.
"hahahaha ....kau memang sahabat laknat Xel"tawa Tristan heboh.
"to...tolong lepaskan aku,aku butuh sendiri dulu"
liora segera melepas rangkulan Arkansas dan berlalu pergi dengan cepat saat Stefani dan Monika tidak terlihat lagi.tatapan iri dan dengki dari para wanita atas liora tidak dipedulikan gadis itu,saat ini ia butuh sendiri.
Arkansas diam dan menatap dalam punggung liora yang perlahan menjauh.
"apapun akan kulakukan untuk mendapatkanmu,tunggu dan lihatlah my lady!!"gumam Arkansas terdengar mengerikan.
π€π€π€
seorang gadis tengah menatap langit dari sebuah balkon seorang diri,melupakan sejenak hinggar binggar pesta yang bahkan dibuat khusus untuk dirinya.terutama Arkansas,pria itu sudah merusak akal sehatnya.
"anginnya sangat menyegarkan dan bulannya terlihat sangat indah bukan?" liora tersentak kala suara berat seorang pria menyapa gendang telinganya.gadis itu menoleh dan mendapati sosok Leonardo berdiri di belakangnya dan tersenyum hangat sembari menatap langit.liora menginggat,pria itu adalah orang yang berjasa telah menyelamatkannya dulu.berterima kasihlah pada kecepatan informasi Nixon,setidaknya kini ia bisa menunjukkan rasa terima kasih dengan menyapa sembari memberikan senyuman tulus pada pria itu.
"benar,cuaca malam ini sangat indah dengan angin sejuk yang tertiup"balas liora sembari mengulurkan telapak tangannya gesture ingin menyapa.
"LIORA dan senang bertemu dengan Anda Mr Leonardo,dan saya ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan anda dulu.maaf saya pergi tanpa pamit"sesal liora sembari menerima jabatan hangat tangan pria itu.
"tidak masalah,jangan bicara seformal itu padaku.bukankah dulu aku berkata bahwa saat kita bertemu lagi,itu artinya kita sudah resmi berteman bukan.ingat saat kau menangis ditaman hahahaha...."canda Leo menatap penuh arti wajah manis liora yang tengah merasa malu kini.
"hahaha..ia kau benar,sungguh jangan diungkit lagi dan aku tidak akan pernah mengakui bahwa saat itu aku menangis"tawa canggung liora merasa malu akan candaan Leonardo padanya.
"haha..baiklah senorita ,malam ini cuaca sangat menyenangkan dengan gadis cantik yang tengah berdiri menemaniku"goda Leonardo senang sekali dapat berbincang dengan pujaan hatinya.
"meski kami tidak membicarakan sesuatu yang khusus,setidaknya aku merasa nyaman didekatnya"batin Leonardo senang.
"kurasa Leonardo akan menjadi seorang teman yang baik selain Nixon"batin liora lega.
"terima kasih sekali lagi kau sudah menyelamatkan ku dulu"ucap liora tersenyum hangat menatap pada wajah pria itu.
"tidak perlu sungkan,aku sejak pertama melihatmu.aku selalu menganggapmu gadis yang menarik dan bisa menjalin pertemanan suatu saat nanti dan yah,hal itu terjadi sekarang.senang gadis baik dan lembut sepertimu menjadi temanku"ucap Leonardo sembari mengusap rambut panjang liora lembut.gadis itu tersentak namun senyum tulus Leonardo menenangkannya.
"mulai sekarang aku akan menganggapmu sebagai teman hatiku Miss Benedict"liora tertegun,entah mengapa gadis itu justru menginggat sosok Arkansas yang selalu mengacaukan hatinya.keduanya saling berjabat tangan dengan senyuman lebar menghiasi wajah mereka.
keduanya terus terlibat perbincangan akrab yang hangat,meski liora memandang Leonardo sebagai teman namun itu sudah cukup bagi pria itu untuk merasa puas,setidaknya liora.gadis itu mulai dekat dengannya.
tanpa Liora maupun Leonardo sadari,tidak jauh dari posisi mereka.seorang pria dengan wajah datar nan tampan memandang mereka tajam.wajah tampan itu memerah dengan tangan terkepal kuat.
"Liora!!"desis nya tajam,manik itu terus menatap dalam diam dibalik kerumunan para undangan.
"mengapa bajing*n itu mendekati ladyku!? apa yang mereka bicarakan?"batin arkansas yang menatap wajah cantik liora yang tengah tersenyum bersama leonardo.untuk pertama kalinya Arkansas merasa hatinya sakit dan bagian dari dirinya hilang,tapi apa pria itu tidak tahu?.
mencengkram erat kemeja pada bagian dada, arkansas mengeram menahan kemarahannya.
"melihatnya membuatku dipenuhi amarah"gumam Arkansas menatap tajam pada pria yang berani memegang tangan gadisnya,wajah kesalnya begitu suram.
"beraninya dia!!!"Arkan mencengkram erat gelas yang berisi wine ditangannya.
prank.......
gelas itu pecah dengan suara keras yang cukup menarik perhatian.
tes....tes....tes....
tetesan darah dari telapak tangan pria itu mengalir deras menimbulkan keriuhan serta kepanikan para tamu wanita.arkansas diam dan terus menatap tajam pada wajah liora dan Leonardo.pecahan kaca yang menembus telapak tangannya tidak berarti apapun saat hatinya tengah tertelan api kemarahan melihat gadis yang ia klaim miliknya bersama pria lain.cemburu?,bisakah arkansas membantai seseorang saat ini.
Ryu, Axel dan Tristan bergidik ngeri saat melihat hawa membunuh pekat dari tubuh sang bos tiran.para tamu seketika meringsut menjauh ketakutan saat manik setajam elang itu dipenuhi tatapan haus akan darah.berbalik dan pergi,Arkansas butuh pelampiasan sekarang.
"tahan dirimu Ar,jangan mengamuk disini"batin Arkansas menyeringai kejam.
TBC....
semoga suka , kritik dan saran El akan terima dengan senang hati π€