PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
lautan emosi



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya......🌹


...💞...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...D...


...I...


...N...


...G...


...💞...


...Tanganku bergetar...


...tetesan darah menggulir waktu...


...perlahan genggaman itu semakin lemah...


...kenangan yang tersisa...


...air mata dan keheningan...


...memoriku terbuka satu persatu...


...perasaan sakit dan kekosongan...


...cinta buta yang menghancurkan...


...hilang secepat kedipan mata...


...dimalam sepi tanpa bintang...


...dan serpihan cinta yang tertinggal...


...aku merindukan sesuatu yang jauh...


...menutup mata lagi dan lagi...


...apa yang ada digenggaman ini?...


...tetesan darah dan air mata...


...waktu yang tergenggam...


...kenangan pahit yang kembali...


...jiwa yang berdiri hampa...


...fikiran yang berkelana nan jauh disana...


...air mata yang belum mereda...


...menunggu harapan meski waktu terus bergerak pergi...


...apa arti cinta?...


...apa arti harapan?...


...sesuatu yang membuat air mata...


...perasaan yang tak bisa terjawab...


...perasaan yang bisa kau dapatkan...


...jika saling menatap...


...tetesan darah,air mata dan cinta...


...waktu...



.............🍁............


Mobil Arkansas berhenti saat sebuah pohon besar tumbang dan tergeletak tepat menghalangi jalannya.


Ckitttt......


Brakhhhh.....


berhenti dan keluar dengan membanting pintu mobilnya emosi.Nafas Pria tampan itu memburu dengan kilatan kemarahan yang menutup gelap hatinya.disana,didepan matanya.Hyuga bukan hanya menumbangkan sebuah pohon namun mengirim beberapa pembunuh bayaran demi menghambat langkahnya.


"cih..... sampah!!" desis Arkansas dengan seringai buas diwajahnya,yah.akan ia habisi dulu para tikus pengganggu ini.


Ryu turun dari motornya begitu mobil sport sang tiran nampak berhenti,menatap ke depan dan berdecak kesal saat itu juga.


taphhhh... taphhhh..... taphhhh...


Ryu turun dari motornya dan berjalan cepat kearah sang bos dengan membawa dua buah katana ditanganya.


"bos" panggil Ryu pelan sembari menyodorkan sebilah benda tajam itu pada Arkansas.pria tiran itu menoleh dan menerima katana yang Ryu berikan padanya .


"well......selamat datang dua tuan muda!! izinkan kami menghentikan langkah anda berdua disini,sangat beruntung jika kami bisa membunuh dua pria terhormat seperti kalian!!" salah seorang pria dengan masker hitam menutupi wajahnya bicara dengan nada remeh yang sangat kentara.mereka,ada 10 motor KLX hitam dengan masing-masing berisi dua orang pembunuh bayaran disana.mereka bersiap untuk melenyapkan nyawa sang tiran.


HAHAHAHAH.....


tawa Arkansas meledak sesaat sebelum sorot matanya kini menajam kembali .


"menarik....sangat menarik! pria sampah itu tak mampu menghabisi kami,maka dia kirim para pemakan bangkai kemari? wah....jijik-nya..." balas Ryu pedas,Arkansas terkekeh dan tanpa aba-aba.


wushhhh....


Sringgghh...


Srethhh....


"ARKHHHH!!!"


Bughhhhh.....


katana itu melayang dan menebas leher pengendara KLX yang berada paling dekat dengannya,gerakan cepat serta tebasan telak membuat dua orang langsung jatuh dari atas motor dengan kepala yang hampir putus .


hening....


"hm........sensasi yang luar biasa,darahku mendidih setelah melihat darah mereka...Ryu cepat selesaikan!!" ucap Arkansas santai,matanya terpejam seakan menikmati lelehan darah yang kini menetes dari ujung pedang dan menciprat wajahnya.


"BEDEBAH!! SERANG!!" amuk pemimpin para pembunuh itu.


Ryu terkekeh lalu berlari cepat menuju motornya,satu tangan mengendalikan stang dan satu lagi menghunus katana.


motor berputar cepat dengan katana yang menebas para pembunuh.


Arkansas melirik Ryu sekejap, berjalan perlahan menghadapi para pembunuh yang sudah mengelilingi dirinya dengan pedang tajam menghunus.


Tranggg.....


suara tubrukan benda tajam yang terdengar memekak telinga,Arkansas dengan brutal tak membiarkan mereka lolos dan melawan kembali.racun dari laba-laba Black Widow yang dioleskan pada ujung katana milik Ryu membuat Arkansas mampu membunuh mereka dalam satu kali sabetan.


"Ryu cepat selesaikan kita harus bergegas, perasaanku tidak enak!!" ucap Arkansas tiba-tiba.


kedua pria itu lantas bergerak cepat menghabisi para pembunuh kiriman Hyuga,tak lama beberapa motor datang dari arah belakang.


Ryu menoleh dan seketika seringai licik nya terbit.disana,disana nampak Rion,Marsel dan juga James datang .yah,hanya mereka yang bisa karena para inti lainya memiliki luka cukup berat.


"asik.....pesta sendiri heh?!!" ucap Rion sedikit keras.


"sudahlah Rion,cepat selesaikan aku ingin segera bertemu Liora agar bisa pulang dan memeluk istriku angel!!" ucap Ryu jengah.


akhirnya para pria inti itu turun dan mulai ikut membantu.


.............🦂🦂.............


Liora merasakan sesuatu yang dingin dan basah mengenai wajahnya,dan tubuhnya yang seakan dibekap erat.mata indahnya masih setia terpejam menunggu waktu kematian mendekat.jemari wanita itu menyentuh wajahnya.


Deg......


ini darah!


Liora membuka mata cepat dan nafasnya seketika tercekat saat melihat tubuh Leo kini memeluknya erat dan darah yang keluar dari mulut pria itu.


"Le...Leo....." lirih Liora pilu, Leonardo tersenyum tipis,tangan Liora melingkar memeluk Leonardo dan saat itu seakan waktu berhenti.jemari Liora dipenuhi darah dan itu darah dari Leonardo!.


Hyuga menatap pemandangan dihadapan-nya dengan sorot mata dingin dan kosong seakan tiada jiwa lagi disana.


"kenapa? kenapa cintamu begitu besar pada wanita yang bahkan tidak bisa membalas perasaanmu itu? kau laki-laki menyedihkan Alaska!!" ucap Hyuga serak,hatinya terguncang saat dirinya benar-benar sadar bahwa dia hendak menembak Liora Sebelumnya,beruntung Leonardo melindungi wanita cantik itu dan kini Hyuga terduduk lemah dengan penyesalan besar dihatinya.


"A..aku hanya melin...melindungi cintaku hingga akhir...." gumam Leonardo lirih.


Liora mematung,maniknya memerah dengan nafas tercekat yang sungguh menyiksa.Leonardo kini jatuh dipangkuanya.


"Le...Leo....." panggil Liora serak,tubuh wanita itu bergetar hebat dan merengkuh naik tubuh besar Leonardo kedalam dekapannya.air matanya perlahan jatuh mengenai wajah Leonardo yang kini terlihat meringis menahan sakit.


"kau...kau tidak apa Lio? tidak apa jangan menagisi aku...." gumam Leonardo serak.nafasnya naik turun tidak beraturan dan perlahan jemarinya naik mengusap air mata di pipi Liora lembut.


dan pertama kali dalam hidup setelah Arkansas suaminya,Liora kini merengkuh tubuh pria lain dan memeluk tubuh pria itu erat dengan tangis pilu yang menyayat hati.


"mengapa kau lakukan ini? hiks...jangan lakukan ini padaku Leo!! hiks...jangan!!" Isak Liora pilu.tubuh wanita itu bergetar hebat dengan tangisan pilu menyayat hati,Leo tertembak! pria itu mengorbankan dirinya untuk menjadi tameng Liora dari timah panas yang Hyuga berikan.


"ti...tidak apa,akuh...aku bahagia melihatmu menangis untukku...." ucap Leonardo tersenyum lembut meski rasa sakit mulai menghantam tubuhnya,namun pelukan dan air mata Liora untuk dirinya sudah cukup membuat Leonardo merasa rasa sakit itu adalah kado terindah untuk dirinya.


Liora terisak pedih menatap sesaat penuh kebencian pada Hyuga dan kembali menatap nanar sosok yang kini terbaring dipangkuanya.


"A...ayo kita..kita kerumah sakit Leo....a..aku akan membawamu....." ucap Liora terbata-bata.


uhuk.......


tubuh Liora mengigil kala darah menciprat pakaian dibagian perut nya saat Leo mulai terbatuk dan darah keluar dari mulut pria itu lagi.


"tidak...jangan Liora,aku tidak mau....percuma sa..saja,aku tidak punya cu...cukup waktunya!" balas Leonardo dengan nafas terengah-engah.


Liora terdiam,maniknya semakin memerah dengan linangan air mata yang semakin deras mengalir.


"waktu? apakah dengan mengindahkan waktu aku masih bisa melihatmu lagi setelah hari ini? aku...aku selalu berdiri didepan takdir waktu yang terus menyakiti diriku,kakiku melangkah melewati semua ini terus menerus" Liora berujar dengan tatapan hampa menatap sosok Hyuga yang duduk lemas diatas dinginnya lantai dan pria itu kini menangis!


menunduk dan mengusap wajah pucat Leonardo perlahan,lalu kembali berucap.


"katakan Leo,katakan ini hanya mimpi dimana hanya perlu seseorang untuk membuatku bangun! aku memanggil namun semua semakin menjauh,tidak sekalipun aku inginkan ini" ucap Liora lirih,Leonardo tersenyum tipis dan menatap wajah cantik itu nanar.


"kau tau,aku masih mencintaimu jauh didalam lubuk hatiku,tolong jangan menangis untuk perasaanku ini.uhuk...kau..kau adalah mimpi yang indah dan tak mungkin ku raih,uhuk... seperti...seperti bintang indah dilangit sana" ucap Leonardo pelan sembari mengatur nafasnya yang mulai terasa berat,Liora menangis pilu dan mengusap darah disudut bibir Leonardo perlahan.


"dan ketika rasa...uhuk...rasa rindu ini datang,akuh...aku hanya bisa mengingat gambaran dirimu diingatan ku,aku...aku ingin berlari dan meminta kau memeluk diriku seperti ini uhuk......namun...hah...namun aku tak bisa aku tak berhak! uhuk....hah...karena kau bukan milikku" ucap Leonardo tersendat kala jantungnya terasa seperti diremas kuat dengan rasa sakit yang begitu menyiksa.


"jangan...hiks...jangan bicara lagi....kau...kita harus pergi ke rumah sakit Leo!!" Isak Liora dan Leo hanya tersenyum sembari menggeleng pelan.


"tidak,biar..biarkan seperti ini dan dengarkan uhuk...aku" Leo bersikukuh.


"ingatlah ini Liora hah...hah..uhuk...inilah akhir ...akhir dari perjalanan cinta ini,aku akan berdiri dari awal dan...dan sampai akhir untukmu, seperti sebuah suar ditengah lautan.aku...aku uhuk....aku tetap berdiri sendiri.tak perduli berapa kali pun aku berfikir,hanya hah..hah..hanya kau yang terindah sebagai jawaban atas semua gelisah ku.aku ingin mendorong jauh bayangmu dariku, namun...namun semua sia-sia kau uhuk...kau sudah menancap kuat disini,dihatiku" Leonardo tersenyum getir dan menatap wajah sendu wanita cantik itu dan wajah dingin nan sendu Hyuga kemudian .


mengambil nafas dan mulai menatap Liora penuh kasih.


"entah...entah apa aku bisa melihatmu lagi setelah ini" gumam Leonardo dengan suara yang kini hampir seperti bisikan.


Liora mengusap wajah Leo penuh kasih dan air mata pilu yang terus mengalir,wanita itu berbicara perlahan.


"kumohon hiks...kumohon aku tak ingin kehilangan dirimu Leo,kau seperti kak Mathew bagiku.aku...tak ingin kau pergi karena diriku..semua salahku" Isak Liora pedih.


Leo menggeleng pelan lalu berujar lembut.


" aku...aku bahkan hidup kosong selama mengenal dirimu Liora,aku berfikir keras bagaimana hidup tanpa dirimu.dan aku temukan jawabannya,aku uhuk..aku tak bisa hidup tanpamu,apakah ini hanya mimpi indah dimana aku tak ingin terbangun lagi.kau memeluk dan menangis uhuk... untukku,yah.meski terlambat aku akan jujur,aku..aku mencintaimu Liora dan maaf untuk itu" darah semakin banyak keluar dari mulut dan hidung Leonardo,Ia tak ingin beranjak dan biarlah takdir membawanya pergi.


"TIDAK...HIKS....KUMOHON LEO..maafkan aku hiks..." Liora meraung dan menggeleng kuat memohon.


"kita..kita harus kerumah sakit agar kau bisa ditolong hiks...kumohon!!" ucap Liora pedih,wajah Leo basah dengan darah dan air mata dari wanita yang ia cinta, tersenyum dan menggeleng lemah.percuma kerumah sakit,rumah sakit ada jauh dipusat kota dan apartemen ini ia sewa tepat di daerah pinggiran kota sangat sepi dan tenang dan letak peluru itu sudah tidak memungkinkan ia selamat , Leo pasrah dan memilih mati dipelukan wanita yang ia cintai.


"tidak...biar...biarkan aku tidur disini dalam pelukanmu" lirih Leonardo yang merasakan tubuh bagian bawah hingga pinggang mulai mati rasa.Liora mengangkat kepala Leo perlahan dan memeluk pria itu dengan tubuh bergetar hebat.


" Tuhan...kumohon...tolonglah" batin Liora meraung pedih.


nafas wanita itu tercekat begitu merasakan nafas Leonardo mulai hilang.


"kau mentari bagiku,kau bukan milikku namun ...namun aku dan hatiku milikmu..bahagialah untuk...untukku" bisik Leonardo tepat disamping telinga Liora.


"Liora" panggil Leonardo kala merasakan tangis Liora semakin menjadi.


"hiks...hm..." balas Liora lirih tubuh Leo semakin terasa berat dalam topangannya.


"aku...aku mengantuk,baringkan akuh...dan saat mataku terpejam nanti...kuburkan aku berdampingan dengan makam kedua orang tuaku..." suara Leo kini benar-benar samar hingga Liora harus menunduk dan mendekatkan telinganya pada pria itu


Liora mengigit bibir bawahnya kuat menahan tangis,bahkan darah yang keluar dari perbuatannya tak ia rasakan lagi.ia mengusapkan sapu tangan pada wajah Leo, menghilang darah yang mengotori wajah tampan itu.


tubuh Leo sudah terbaring dengan paha Liora sebagai bantalannya,pria itu menutup mata dengan senyum manis terpatri indah di bibirnya yang sudah memucat.


Liora mendongak menahan air matanya yang keluar deras.


uhuk........


deg.......


jantung Liora berdebar kencang kala Leonardo batuk keras dengan darah yang mengucur dari mulut nya.


Leo perlahan menyentuh dadanya,dan menatap Liora sayu.


"jantung..uhuk..jantung ini sebentar lagi akan berhenti untukmu...dan saat itu tiada lagi seorang pria bernama Leonardo yang mencintai Liora,maaf...uhuk...terima kasih untuk rasa ini" lirih Leonardo tersenyum tipis pada akhirnya.


"kumohon hiks...jangan tinggalkan aku Leo. LEO!!!" pekik Liora.


"Ayah dan ibuku....mereka datang" gumam Leonardo lemah.


"TIDAK....JANGAN..KUMOHON LEO!!" teriak Liora kalap,ia menepuk pipi Leo perlahan-lahan dengan hati menjerit pilu memohon pada Tuhan.


"Demi Tuhan..kumohon jangan ambil dia seperti ini.. Tuhan...kumohon...jangan ambil lagi seseorang disisiku" batin Liora menangis pilu,lengan yang berada diatas tubuh pria itu mulai terkulai lemah.


"liora,aku...aku sudah tidak kuat lagi.mereka tersenyum padaku dan mengulurkan tangannya,ayah dan ibuku" ucap Leonardo sesaat sebelum nafas pria itu tak terdengar lagi.


"tidak...tidak..TIDAK....LEO...LEO......JAWAB AKU..JAWAB AKU.... LEONARDO ALASKA GERGINO...JAWAB AKU! AKU TIDAK IZINKAN KAMU PERGI SEPERTI INI!!" jerit Liora kala kini,waktu seakan berhenti kala tiada gerakan lagi


tubuh itu telah terkulai meninggalkan Liora yang menatap hampa pada sosok itu.


"Leo" lirih Liora pilu,tanganya bergetar mengusap surai kecoklatan Leonardo.


sosok Leonardo berdiri dan memandangi Liora dan jasad nya hampa,ia berjalan kearah kedua orang tuanya yang memberikan senyum teduh mereka, sebuah cahaya terang sudah menanti.Leonardo menoleh kebelakang dan menatap sosok cantik Liora sendu.


" selamat tinggal cintaku" jiwa yang telah melepas raga itu akhirnya menghilang bersama hembusan angin.


Liora terdiam setelah lelah menangis yang tiada arti,pandanganya kosong.diraihnya telapak besar yang sudah mulai terasa dingin itu.


dan saat jiwa sudah meninggalkan raga,menangis pun tak akan bisa membuat mata yang telah terpejam itu kembali terbuka untuk menatap dunia.


Leonardo telah pergi,pergi membawa cinta yang sampai akhir nafas pun tak akan bisa terbalas.namun ia bisa tersenyum karena disaat terakhir rasa itu telah tersampaikan dengan pelukan hangat dan air mata tulus pengantar waktu akhir hidupnya.


...TBC...


HUAAAA....demi Tuhan El nulis part ini penuh air mata,kalau kalian ingin lebih bisa baca sambil dengar sountrack Decendent of the sun,judulnya one again.feel banget itu,coba ya🤧