PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
jejak



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya......🦅


...🦅 HAPPY READING 🦅...


Beautiful girl


dimanapun kau berada


aku tahu saat aku melihatmu


kau telah membuka pintu hatiku


aku tahu


aku akan mencintaimu lagi meski sekian lama


aku mencintai lagi


aku menyapa meski kau dulu berpaling


tapi kini


kini sesuatu dimatamu membuatku sadar


jantungku berdegup kencang


aku tahu begitu saja


bahwa aku mencintaimu lagi dan lagi


semua ini permainan takdir


karena ketika cinta datang


aku berlari hanya untuk temukan


meski dunia berkata kau telah pergi


dimanapun kau berada


aku takut bahwa


aku gagal dan kehilangan


kini kumohon untuk cintaku


tak masalah menunggu sekian lama


aku mencintaimu lagi


gadis cantik


akan kucari dirimu lagi


biarkan kudekap seluruh keindahan mu


dan aku bahagia


yang kucintai adalah dirimu



.......🦅.......


Keheningan terjadi saat suara deru motor sport itu kini telah berhenti di sebuah kompleks apartemen elit salah satu dari sekian banyak investasi milik Wiguna corporation.


"Frey.......sudah sampai" ucap James mencoba membuat gadis cantik itu tersadar dari keterdiamannya.


Freya tak bersuara,masih dengan tubuh bergetar ia melirik sekitar mereka.benar! ini memang pintu masuk gedung apartemen nya.


turun dan melepas helm di kepalanya dalam kebungkaman.James sungguh frustasi! ia tak pernah mengurusi hal seperti ini dan tidak akan pernah mau,namun! ini adalah Freya,gadis yang entah bagaimana kini bisa membuat jantungnya berdebar kencang tak biasa.


Greph.............


entah setan dari mana! James memeluk tubuh bergetar gadis itu erat,membenamkan wajah gadis itu pada dada bidangnya.membuat agar gadis itu bisa mendengar debar jantungnya.


Freya lemas.kedua tanganya jatuh disisi tubuhnya,ia ingin menangis namun entah mengapa hatinya tak membiarkan itu.


malam ini ia melihat dirinya hampir diperkosa dan malam ini juga ia melihat pembunuhan yang brutal! bagaimana ia harus bersikap? Freya hanya gadis biasa yang hidup dengan cara yang biasa juga.


"Freya.....katakanlah sesuatu! jangan diam seperti ini,tolong.........maafkanlah keterlambatanku.... please Freya i want you to say something!!" desah James putus asa.


Deg..........


James menegang kala tubuhnya terdorong oleh gadis dipelukanya itu.


"pulanglah......" Freya melepas jaket kulit yang melekat menutupi koyakan pada pakaianya,James menegang.apa gadis itu tak sadar seberapa menggodanya dirinya? James takut akan ada penghuni apartemen lain yang melihat gadis itu tidak senonoh nanti.


"FREYA!!!" pekik James frustasi.pria itu berjalan cepat mencoba menyusul kepergian gadis itu.gadis malang yang memeluk erat tubuhnya sendiri sembari berjalan menunduk dan dapat James lihat kedua bahu mungil itu bergetar.


"Non-" security tercengang melihat keadaan salah satu penghuni gedung apartemen itu,bahkan setiap pria yang melihat gadis itu berhenti sejenak sembari meneguk air liur mereka menatap pandangan berantakan gadis itu.


hingga....


Krek.....


para pria itu bahkan penjaga gedung menegang kala sosok pria yang berjalan gusar dibelakang gadis itu kini mengeluarkan sebuah senjata api dengan mimik wajah penuh emosi.


"jaga mata kalian atau kubuat kalian buta selamanya!!" desis James berang.dan seketika para pria itu berjalan cepat pergi menjauh.


Ting............


pintu lift terbuka.


Freya masuk dan segera luruh berjongkok dibelakang sudut lift,Bahkan gadis itu tak sadar kehadiran James yang berdiri tepat disampingnya tanpa suara.


lift terus naik hingga lantai 7.Freya berjalan lemah menuju pintu kamar apartemennya,tangan gadis itu bahkan gemetar saat mengeluarkan key card miliknya dari dalam kantung celananya.


"hiks........" ia ingin berteriak bahkan saat tanganya tak mampu memasukan card dengan benar.gemetar! James menghela nafas berat,pria itu meraih tangan dengan lengan nampak biru itu lembut dan meraih card kunci kamar gadis itu perlahan.


klik............


pintu terbuka dan freya masih terdiam didepan pintu dengan James yang masih berdiri disampingnya mencoba menahan air mata kala maniknya terasa panas melihat keadaan hancur gadis malang itu .


"Fr-"


"pergilah........ terimakasih" James bungkam saat pengusiran halus itu mengucur mulus dari bibir yang beberapa waktu lalu terasa manis olehnya.


"Tunggu-"


Blam..........


James menyentuh daun pintu itu putus asa,bahkan gadis itu tak membiarkan ia selesai bicara.


Freya luruh tepat didaun pintu yang baru saja ia tutup dan dibaliknya James juga terduduk bersandar disana dengan perasaan campur aduk tak terkendali.


tes...........


"Freya.....aku tau ini semua adalah kesalahan diriku,tapi aku mohon jangan seperti ini! tolong Freya......jangan acuhkan aku.apa yang harus kulakukan agar menghapus mimpi buruk malam ini?!" James berucap putus asa.pria itu meremas surai gelapnya dengan wajah penuh emosi penyesalan dan putus asa.


Freya dibalik pintu menangis,menutup mulutnya dengan kedua tangan dan menekuk kedua lututnya membenamkan wajahnya disana.


"pergilah......." gumam Freya lirih.


bangkit dan berlalu menuju kamar,ia butuh waktu dan hati yang hancur butuh waktu!.


James disana,pria itu terdiam hampir 3 jam lamanya dan panggilan telpon dari Arkansas menyadarkan lamunan hampa pria itu.


Big bos calling.......


"kenapa bisa terjadi hal seperti ini?!! kau sudah Liora beritahu dua jam sebelumnya,apa yang kau lakukan hah?!!" James menutup mata kala hal pertama yang ia dengar adalah amukan dengan intonasi begitu dingin mencekik dari sang tirani.


"maaf......aku menyesal" hanya itu! James tak bisa membela diri dan hanya kata maaf yang bisa ia ucapkan.sungguh Tristan akan terbahak jika melihat penampilan James yang begitu hancur seperti itu.yah, James tak pernah menangis kecuali saat menerima hukuman Si tiran saat mereka kecil dulu.dan kini,James memang tidak menangis namun mata merah pekat dan rambut acak-acakan sudah mampu membuat penampilan seperti seorang pria yang baru putus cinta!.


terdengar keheningan panjang dari sebrang.ayolah ini pukul 2 pagi dan dapat James ketahui jika laporan Ryu pada Axel telah membuat gempar para inti lainya bahkan sudah sampai ke telinga si bos tiran! jadi entah bencana apa yang akan terjadi besok? James pasrah!.


DEG.....


jantung James hampir copot begitu mendengar suara halus penuh kecemasan dari sebrang,bukan.bukan lagi suara dingin tirani namun suara lembut penuh buai halus yang ada.Liora! James semakin tenggelam dalam penyesalan.


"James?" suara Liora masih memanggil.


"ia.....ma...maafkan kelalaian ku Lio,aku....aku bersalah" lirih James sembari meneguk lututnya frustasi,hancur! suaranya bahkan terdengar serak dan Liora disana nampak menghela nafas iba.


"sudah kembalilah pulang...biarkan Freya tenang dulu,lagipula kami bisa meminta staf apartemen memantau Freya,pulang dan istirahatlah James.kau butuh tenangkan diri,kita lihat saja kedepannya" ucap Liora bijak.james mengangguk meski ia tau Liora tak akan melihat itu,bangkit dan melangkah pergi dengan berat hati.


sambungan terputus dan James berlalu meninggalkan hatinya disana.


"Freya,aku pulang"


...............🦅................


new York city....GLJ Building center....


Nixon menghempaskan tubuhnya di atas sofa ruang kerjanya.


kepalanya menengadah menatap langit-langit dan tangannya terulur keatas dengan sebuah Liontin yang terbuka memperlihatkan sebuah foto sosok cantik pemilik hatinya.


"harus berapa lama lagi aku mencari Cristal? harus berapa lama lagi kau menyiksa hatiku?!!" gumam Nixon lirih.


ia sudah meretas hampir seluruh cctv disemua jalan terdekat hingga 500 meter dari tempat kejadian hilangnya Cristal,namun nihil!.


sudah ia cek seluruh rumah sakit yang mungkinkan Cristal dirawat jika memang masih hidup,namun sia-sia.


Nixon tau Para BE masih tetap mencari sama seperti dirinya walau tidak sekeras dahulu,namun apa salahnya berharap?


Nixon lelah secara mental dan fisik,namun dia bahkan belum punya keberanian lagi untuk bertemu para sahabatnya.


dia sendiri ditengah keramaian yang terasa hampa!


Cup.......


hanya bisa mencium dengan penuh cinta bandul Liontin yang berisi foto sosok indah sang pemilik hati.


"aku tak perduli sampai kapan,aku akan mencintaimu lagi dan lagi!!" gumam Nixon sendu.pria itu bangkit dan berjalan keluar dari kantornya,ia butuh sedikit suasana baru untuk hati dan fikiran-nya.


.........🦅.........


Los Angeles California.............


disebuah rumah sakit,didalam salah satu kamar rawat.


sepasang suami istri nampaknya menatap sesosok gadis yang masih terbaring setelah operasi besar yang dilakukan setelah bangun dari koma,dengan wajah tertidur yang damai gadis itu terlihat begitu cantik meski separuh wajahnya rusak.


"papa, apa gadis itu akan terus tidur? aku...aku harap gadis itu segera bangun agar kita bisa mengetahui siapa dia" wanita paruh baya itu berucap sembari mengusap tangan sang gadis dengan handuk basah.


"pah,entah mengapa mama sangat menyayangi gadis ini.pah,jika apa yang dokter katakan itu benar.mama akan pastikan dia menjadi putri kita!!" wanita paruh baya itu tersenyum senang membayangkan rencananya.


sang pria mengusap rambut istrinya dan mengangguk pasrah.


gadis cantik yang malang.


yah,pasangan paruh baya itu menemukan tubuh sang gadis tepat ditepi pantai tempat vila mereka berada saat itu.kepala penjaga mereka berteriak saat menemukan sosok gadis yang wajahnya hancur sebagian,dan mereka membawa tubuh itu kerumah sakit terdekat dengan cepat.dan malangnya gadis itu dinyatakan koma hampir selama 2 tahun dan baru beberapa bulan ini ia berhasil melewati masa kritisnya namun sayangnya mata sang gadis belum terbuka.


klik.......


pintu terbuka dan seorang dokter wanita masuk.


"selamat pagi Mr dan Mrs onail dan seperti biasa anda pasangan yang sangat hebat pagi ini!!" dokter muda cantik itu menyapa hangat pasangan yang sudah hampir 2 tahun ini selalu mengisi salah satu bangsal rumah sakit itu.


"morning to dokter Sakura" balas wanita paruh baya itu ramah.


yah,dokter blasteran Jepang Eropa itu bername tag Sakura Delviero.


"baiklah pemeriksaan rutin saja,anda tidak perlu cemas.sepertinya nona muda ini sudah lebih baik dari terakhir kali" ucap Sakura setelah selesai menyuntikan entah apa pada selang infus sang gadis.


"hm... dokter,kami ingin bertanya soal operasi wajahnya nanti.apa tidak masalah?" sang pria paruh baya bertanya cemas.dokter cantik itu tersenyum dan dengan dibantu seorang suster,ia merapikan kembali alat-alatnya.


"tidak masalah tuan onail,kita bahkan bisa memulai operasi plastik pada wajahnya dan perkiraan dokter ahli nona ini akan sadar beberapa hari lagi" jelas sang dokter mantap.


kedua paruh baya itu menghela nafas lega.


"dokter tolong persiapkan segalanya dan untuk countur wajah akan saya berikan sebuah foto nanti" ucap sang wanita paruh baya senang.


" baiklah Mrs onail,saya lakukan" sakura pamit dan berlalu mengurus permintaan keluarga pasienya.


tanpa siapapun sadari,jari jemari sang gadis bergerak perlahan dan mata indah itu mulai terbuka.


...........🦅............


James sudah berdiri saat senja tiba didepan pintu apartemen Freya,ia cemas dan berharap bisa melihat kondisi gadis itu.


pagi tadi ia dicerca habis oleh Samantha juga Tristan,dan demi apapun ia butuh melihat wajah Freya untuk ketenangan hatinya


sudah berulang kali ia memencet bel namun tak juga pintu itu terbuka.


"Freya.... apa kau didalam?! tolong buka pintunya Freya....tolong" James putus asa,sudah dua jam ia berdiri dan mengetuk pintu saat bel tidak bekerja,namun nihil pintu itu masih tertutup rapat.


"James" Pria itu menoleh dan mendapati Tristan berdiri menatapnya iba.


"dia tak mau membuka pintunya Tan!! apa yang harus aku lakukan?!!" desah James frustasi.


"sudahlah....biarkan dia tenang,sekarang kembali kemarkas ada pengiriman nanti jam 12 malam" jelas Tristan menatap wajah frustasi itu lagi.


"baiklah"


akhirnya mereka berdua berbalik dan pergi tanpa tau dibalik pintu disebuah kamar mandi seseorang gadis cantik yang masih lengkap dengan pakai kemarin malam terbaring didalam Bathup dengan shower yang masih menyala.


"Ayah.....ibu... kakak....." gumam gadis itu lirih dan akhirnya jatuh menutup mata.


..........🦅...........


Samantha berjalan mondar-mandir penuh kegelisahan.ini sudah dua hari lamanya dan Freya tidak bekerja.


"Freya...angkat telepon nya!! gumam Samantha kesal sekaligus cemas.


"Miss Samantha,nona Dorothy datang ingin memeriksa gaun pengantin yang ia pesan Minggu lalu" Samantha menoleh saat salah satu asistennya masuk dan memberi laporan.


"bagiamana ini?!! desain gaun itu adalah buatan Freya!! apa yang harus aku lakukan?!!" balas Samantha menatap wajah pria gemulai dihadapannya itu.


"apakah gaun summer dress wedding slave?" tanya sang asisten cepat.


"ya...ya..ya...apa kau tau?" Samantha bertanya cepat.


"oh.....itu sudah siap diruang dekor.tinggal prepare dan tambahkan sedikit dekorasi untuk mempercantik,intinya gaun itu sudah siap" jelas sang asisten yakin.Samantha menghela nafas lega dan berjalan cepat menuju ruang tamu VVIP butiknya.dan sang asisten menuju ruang dress up untuk mengambil gambar gaun yang hampir 99% siap.


.........🦅..........


dan disebuah rumah mewah di Indonesia....


Prank.........


Rianti mematung saat foto putri semata wayangnya jatuh dan kini, jantungnya berdegup kencang.


"MAS.....MAS DAVIN!!" Rianti berlari mencari suaminya dengan perasaan tidak enak yang terus membayangi.


"Ma...mama kenapa teriak begitu?" seorang pria dewasa tampan bertanya begitu keluar dari dapur.


"Daniel......perasaan mama tidak enak!! adikmu... Freya!! coba kamu telpon Kansas atau Liora!!" ucap Rianti panik.


"ada-apa mas? mama kenapa?" wanita cantik dengan apron coklat bertanya saat keluar dari dapur.


"Tidak apa istriku,mama hanya mencemaskan Freya.kamu tau sejak memilih tinggal di London,Freya jarang sekali memberi kabar.jika mommy Veleri tidak memarahi gadis nakal itu,mungkin saja ia lupa masih ada mamanya disini!!" ucap Daniel jenaka.


Rianti tidak mengindahkan putra dan menantunya itu,andai saja ponselnya tidak kehabisan daya sudah ia hubungi putri nakalnya itu.


"Freya....kamu baik-baik saja kan nak!!" batin Rianti cemas.


...TBC...