
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya......🦅
...🦅...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🦅...
...Musim indah saat pertama kali kita bertemu...
...hati kita pergi berjalan tanpa kita sadari...
...dan dikisah indah kita...
...kita berjalan meski tak sadarkan keinginan satu sama lainya...
...memimpikan masa depan...
...seolah kita bisa membaca apa yang akan datang...
...tak pernah berencana suatu hari nanti...
...kita akan terpisah...
...baik disaat lampau,kini dan mendatang...
...aku berjanji aku akan menjadi milikmu...
...kita akan bersama...
...melewati waktu...
...dimasa depan...
...aku akan menggenggam tanganmu...
...kau adalah satu-satunya bagianku yang hilang...
...aku tak bisa berkata-kata...
...baru tersadarkan...
...berjanji tidak akan lagi terpisah...
...dan saat aku merindukanmu...
...mata ini akan terpejam...
...kau selalu menjadi inspirasiku...
...semua harta dunia memang tak bisa membeli mesin waktu...
...tak bisa menggantikannya dengan sejuta cinta yang lain...
...dan kau tau...
...betapa berarti dirimu...
...dan kini kita membayar harganya...
...
...
..........🦅.........
...💠...
...💠...
...💠...
...💠...
pria itu berjalan mondar-mandir didepan pintu ruang Unit Gawat Darurat,James.ia menghela nafas berat dengan manik yang bergetar gelisah hingga.
drap.....drap....
James menoleh cepat kala para inti telah tiba cepat bersama istri mereka.
"kak James apa ini?, bagaimana bisa ini terjadi?!!" Ara berlari paling depan disusul Liora yang berada pada posisi paling belakang.
"dia...dia masih diperiksa didalam Ara,akupun tak tau" jawab James lemas.
"inilah...inilah akibat jika kau terus bermain-main James!!" hilang sudah,Tristan berteriak emosi mengingat betapa dirinya,Ara juga Freya begitu dekat dulu.hubungan persaudaraan mereka terlalu erat hingga Tristan merasa buruk melihat apa yang Freya alami.
Liora mendekat dan menepuk punggung rapuh pria manis itu lembut dan mencoba menengahi keributan yang bisa tersulut kapan saja.
dan pada akhirnya mereka hanya bisa menunggu hingga para orang tua akhirnya tiba.
Dan....
"bun-"
PLAK........
wajah James sukses menoleh keras saat satu tamparan keras mendarat diwajahnya.
"APA?!! BUNDA HARUS BAGAIMANA PADA DIRIMU JAMES?!! HIKS....BUNDA TIDAK PUNYA MUKA LAGI MELIHAT VELERI DAN RIANTI KARENAMU!! APA BEGITU SULIT MENJEMPUT SEORANG GADIS?!! SAMPAI KAPAN KAMU BERMAIN DENGAN PARA PENGHIBUR ITU JAMES?!! SAMPAI KAPAN HIKS....." Alika begitu murka begitu mendengar percakapan telepon suami juga Rafendra sebelumnya tentang alasan mengapa Freya bisa sampai masuk rumah sakit.sungguh apapun tak bisa lepas dari kecepatan informasi seorang Rafendra.
" maaf...." James menunduk dalam,hatinya perih dan untuk pertama kali ia melihat ibunya menangis karenanya.
Anggi mendekat dan menepuk punggung Alika lembut dan berucap sabar.
"Sabar Alika.....kau lihat putramu sudah menyesali semua,maafkan dia" Anggi menatap James iba.pria muda itu terlihat begitu terpukul bahkan bahu lebar yang biasa kokoh itu kini terlihat bergetar.
"SABAR? BAGAIMANA AKU BISA MENATAP RIANTI JIKA DIA DATANG,VELERI? SEMUA INI KARENA SIKAP TIDAK TERHORMAT PUTRAKU...HIKS... BAGAIMANA VELERI,BAGAIMANA?!" Raung Alika sesak.
Semua hanya mampu terdiam,bahkan Rafendra maupun Arkansas bungkam tak tau harus bersikap bagaimana.
"bunda......jangan seperti ini,James sudah mengakui kesalahannya beri dia sedikit hati" Liora meraih kedua tangan bergetar Alika yang nampak memerah salah satunya akibat menampar James Sebelum nya.
"Dengar James! bunda harap Freya tidak kenapa,jika sesuatu terjadi! bunda sendiri tidak akan memaafkanmu!" Alika berbalik duduk gusar dikursi tunggu.
Jeremi menghela nafas,sungguh kebobrokan James kini terasa menimbulkan kerusakan fatal.sebagai ayah ia harus mengambil sikap disini.
berjalan dan duduk dimana kini putranya terduduk bak raga tanpa jiwa.
"son,ayah sudah pernah bilang! laki-laki seburuk apapun jalan hidupnya,namun ada satu hal yang harus kamu pegang sebagai seorang pria.tanggung jawab! kau sudah diberi tanggung jawab oleh Liora sebelumnya dan kau melanggar itu.hah.........james,inilah yang ayah takutkan.kau terlalu bebas nak! dan sekarang cobalah dewasa, kau lihat Tristan? dia berubah setelah Cristal dan kini semua hanya melihatmu! jadilah laki-laki sejati yang memegang janji dan tanggung jawabnya!!" bijak Jeremi menepuk punggung lebar putranya.James menekan setiap ucapan ayahnya dalam hati dan berjanji pada dirinya sendiri,sudah cukup! dia bukan lagi pria labil namun pria dewasa yang sudah melalang buana menghadapi dunia bersama saudara-saudaranya.
"terimakasih ayah....aku mengerti" jawab James tersenyum tipis.ia mengangkat wajahnya menatap sosok sang ibu yang masih dirangkul oleh mommy-nya Veleri.
"bunda,maafkan aku! aku akan perbaiki segalanya" jawab nya penuh keyakinan.
Alika meski dikuasai amarah,namun tetap saja itu adalah putranya dan ia tak bisa marah terlalu lama.mengangguk dan tersenyum meski sangat tipis,ia berharap James segera berubah!.
............🦅.............
"Apa aunty Freya baik-baik saja?" Si kecil Acela bertanya entah pada siapa.
para generasi muda Wiguna Family kini duduk digazebo halaman depan dengan aneka kue dan susu digelas-gelas yang diletakkan oleh para maid demi kenyamanan pada tuan dan nona muda mereka.
"memangnya kenapa aunty sampai masuk rumah sakit?" Si Kecil Maxim bertanya dengan mulut penuh kue kering dengan taburan coklat diatasnya.
"yakh!! makan telan dulu bodoh!!" Bocah tampan dengan topi terbalik mendelik kesal saat remah dari kue kunyahan Maxim tersembur langsung mengenai wajahnya.
"kau makan cuka Raider? mengapa kau marah-marah coba?!!" Maxim balas mendelik jengkel,siapa yang tidak marah dikatai bodoh coba? lagipula Bukan salah dirinya jika kue itu melayang mengenai wajah raider.yah,setidaknya begitulah keyakinan Maxim si putra tunggal Marsel .
"sesuka hatimu!!" balas Raider jengkel.
"jadi?" Si kecil Raino menyerobot menatap wajah Diego dan Rayganta si saksi dimana saat Liora ibu mereka pergi terburu-buru.
para saudaranya mengangguk semangat penasaran tingkat tinggi,bahkan Diego sudah ancang-ancang melipat kaki dan duduk tegak menunggu informasi .
"ya..ya..ya...cepat katakan Raygan!!" Alarik mendesak dengan noda susu yang kini menghiasai wajahnya bagai kumis.bahkan untuk mendengar jelas informasi dari Rayganta ia meneguk tergesa-gesa susunya dan tak perduli dengan wajah mendelik saudara kembarnya.
hening......
bahkan para maid yang menjaga mereka memasang telinga lebar-lebar.
1 detik.........
2 detik.........
Raygan baru saja menelan kue buatan ibunya dengan santai,menatap wajah-wajah bodoh sepupunya dan mulai mengambil si Lucy dengan santainya tanpa perduli wajah ngeri saudara-saudaranya.
"Hei!! cepat katakan pada kami!!" desak Xain mulai tidak sabar.
Raygan mengangkat wajahnya dari melihat Lusy dan kini menatap wajah saudara-saudaranya.
"tidak tau" jawab Rayganta acuh.
krik....krik...krik.....
"dasar setan kutub!!" maki si kecil Ryuga jengkel.
"batu!!" umpat Xain menyahut.
"tembok China!!" timpal Gion diangguki oleh Raider dan Raino.
sumpah mereka menyesal meletakkan harapan pada manusia kecil tidak punya hati itu!.
Acela menghela nafas,gadis kecil itu merasa harus menyimpan kesabaran ekstra ditengah para anak lelaki tidak waras disini.para sepupu gila-nya! entah kapan dia memiliki sekutu disini?.
............🦅............
Rianti dan Davin tiba saat keesokan hari nya,pasangan itu terbang dengan penerbangan pertama saat berita kondisi putri mereka terdengar.
Daniel menuntun ibunya dengan cemas saat Rianti tak berhenti menangis.
"Vel....." Rianti memanggil lirih saat melihat Veleri berjalan tak jauh darinya nampak membawa beberapa kantung putih dan Rafendra yang berada disampingnya wanita itu dengan beberapa paper bag juga.bodyguard? mereka ada hanya saja Rafendra tak mau memerintah selama istrinya tak meminta.
"Rianti!!! astaga.....kalian tiba!!" Anggi dengan tak berperasaan meletakkan semua kantung yang ia bawa pada suaminya,dan Rafendra mendelik pada bodyguard mereka yang menatap linglung kelakuan ibu boss mereka.
" hiks....putriku kenapa vel? Freya baik-baik saja bukan?" Rianti bertanya kalut dengan Davin yang merangkul menenangkan istrinya.
"jangan cemas Ri,Freya hanya terkena hipotermia dan kelelahan saja.dia ada dilantai paling atas gedung ruang khusus keluarga!" jelas Anggi lembut,Rianti bernafas lega lalu mengikuti langkah saudarinya itu menuju lift.
"Daniel,apa kabar kamu nak?" Anggi menyapa hangat pria dewasa tampan yang berjalan disisi rianti itu.
"baik bunda,Daniel minta maaf jarang bertukar sapa" pria itu membalas hangat penuh sesal .
Anggi menggeleng dan mengusap bahu pria itu senang.
"tidak rasa ya,dulu waktu kecil kamu dan Nicolas begitu lengket sama bunda.sekarang rasanya jauh sekali setelah berkeluarga!!" goda Anggi mengenang masa lalu.
Ting........
lift terbuka dan semua orang masuk dengan Rafendra memeluk bahu Davin sapaan ala pria .
"apa kabarmu Rafendra?" Rafendra tersenyum samar dan mengangguk pelan,seperti biasa terlalu malas berbasa-basi.
"hais..kau ini!!" kesal Davin pada sahabatnya itu.
"istrimu tidak ikut Daniel?" Anggi bertanya kala suasana mulai menghangat.
"Istriku tidak bisa ikut bunda.ibunya sedang sakit" jelas Daniel samar.Anggi menepuk pundak keponakan nya itu menenangkan.
" tidak apa....semoga ibu mertuanya lekas sehat kembali" ucap Anggi lembut.
"terimakasih bunda" jawab Daniel hangat.
"sebenarnya apa yang telah terjadi vel? tolong jelaskan padaku?" pinta Rianti menatap wajah Anggi tegas.
Veleri melirik suaminya sesaat dan Rafendra hanya mampu tersenyum mengangguk tak apa .
"sebenarnya.........."dan sepanjang menuju bangsal,Anggi menjelaskan dengan sabar dan penuh kehati-hatian berharap agar Rianti maupun Davin tidak menempatkan segalanya diatas emosi nantinya.
terdiam dan menelaah penjelasan Veleri dan akhirnya pasangan itu hanya bisa menghela nafas panjang penuh perhitungan.
akhirnya mereka tiba di lorong khusun ruang perawatan keluarga,pintu kamar VIP terbuka oleh dua orang penjaga yang berdiri didepan pintu.
"Freya......." Rianti menatap sendu wajah tirus putrinya,berjalan setelah melempar senyum hangat pada para menantu yang menjaga didalam kamar saat suami mereka kini pergi dengan urusan mereka.
"bunda Rianti....." Rianti yang sedang mengelus rambut Freya menoleh saat sosok James yang baru keluar dari kamar mandi. pria itu nampak memiliki mata merah dan wajah lelah yang bahkan tak mampu tertutupi meski sudah mencuci wajahnya.
"maafkan James bunda....ini semua akibat kecerobohan James pada Freya..." ucapnya penuh sesal.
"tidak apa nak,lain kali tolong lebih bertanggung jawab atas apa yang menjadi kewajiban dirimu jika sudah berjanji" ucap Rianti bijak,Davin menepuk bahu James hangat dan Daniel hanya bisa diam.tak ada artinya juga menyalahkan James,yang terpenting kini bagaimana memberi dukungan moril pada adiknya itu .
Daniel mendekat dan mencengkram kuat bahu kokoh Di Driver sky itu.tatapanya tajamnya dan meski terasa sakit,James tidak bergeming.
"ingat janjimu lain kali,sebagai laki-laki yang harus kau pegang adalah janji dan tanggung jawab!!" ucap Daniel tegas,walau bagaimanapun James sudah ia anggap d saudaranya sendiri terlepas disini mereka bukan saudara kandung.James mengangguk dan tersenyum penuh terima kasih.
..........🦅..........
Cristal kini tengah berjalan-jalan diarea pusat kota,gadis itu baru saja mencari udara segar menikmati suasana malam kota California.gadis dengan rambut hitam panjang itu berjalan santai melihat-lihat suasana malam kota sibuk itu.
"hm... bagaimana kabar semuanya? aku sangat merindukan kalian! sebentar lagi,saat aku selesai menolong ayah dan ibu angkat maka aku akan kembali" gumamnya dengan senyum tipis menghiasi wajah cantik itu.yah,Cristal tau! kini wajahnya bukan lagi seperti dulu.namun, perasaannya masih sama.
"PENCOPET!!!" suara teriakan terdengar nyaring hingga.
Duakh.......
Cristal yang tak siap menerima tubrukan kuat, terhuyung.pencopet pria dengan masker itu menabrak dirinya dan pergi begitu saja.
menutup mata kala hills yang dia kenakan tak bisa menyeimbangkan tubuhnya.bersiap untuk jatuh gadis itu menutup mata dan.
"kok tidak sakit?" gadis itu membatin hingga.
"kau berat!!" suara maskulin seorang pria menyapa gendang telinganya dan aroma hangat dari Citrus kini menerobos penciumannya.
membuka mata dan saat itu juga waktu seakan berhenti.
Deg........
keduanya terpaku.
"mata itu" Sang pria serasa tenggelam kala surai selembut sutra itu menyentuh kulitnya ,dan mata coklat gelap itu seakan menenggelamkannya.
"Nix......" Cristal menjerit rindu didalam hati kala pria yang kini tengah memeluk tubuhnya agar tidak terjatuh adalah dia,pria yang sudah lama ia rindukan.
pria dengan kemeja putih dan dasi hitam yang masih terpasang rapi itu rupanya baru saja selesai bekerja dan kini tengah jalan-jalan merilekskan fikiran tanpa kembali kerumahnya terlebih dahulu.
Nixon membantu gadis asing itu berdiri tegak,dan saat sentuhan tubuh mereka terlepas.seakan ada serpihan yang hilang namun ia juga tidak tau apa? .
Tidak!!
Nixon menggeleng keras mengingat posisi Cristal yang masih akan abadi dihatinya.
Manik gadis dihadapannya itu nampak berkaca-kaca,entah? Nixon merasa hatinya sakit saat itu juga.
"kau tidak apa nona?" Nixon bertanya sembari meneliti cemas mana tau ada yang terlewat olehnya.
"tidak... terima kasih"
Deg.....
Jantung Nixon berdebar oleh europhoria yang entah datang dari mana.
suara gadis itu begitu halus membelai,suara tegas namun begitu lembut dan membuai.Cristal! gadis ini mengingatkan dirinya pada sosok gadisnya.
"Cristal"
Deg...........
sosok wanita paruh baya turun dari mobil dan memanggil nama gadis itu dengan nama yang selalu mengisi hari-harinya.Nixon terpaku.
"Nixon........maafkan aku"
dan saat itu,dunia Nixon seakan runtuh! gadis itu memasuki mobil dan meninggalkan dirinya dengan ruang hampa penuh arti.
siapa dia?
Nixon berlari mengejar mobil yang sudah berlalu.
"hah....hah...siapa kau?!! perasaan ini!! ini miliknya,milik my Diamond!!" nafas Nixon terengah-engah lelah berlari.
matanya tak lepas memandangi mobil SUV hitam dengan lambang Bunga sakura yang sudah tak terlihat lagi.
"Onail industries" guman Nixon saat berhasil menganalisis lambang keluarga pada mobil mewah itu.
...TBC...