
Vote.....Like.....dan komentar ya my reader.
El makasih banyak-banyak buat yang selalu berbaik hati dan menghargai jerih payah ketikan pemula ini.vote,like dan masukan kalian selalu menjadi semangat ditengah rasa lelah mencari inspirasi.
i love you guys❣️
...🌴...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🌴...
Sudah dua bulan waktu berlalu semenjak kepergian Arkansas dan beberapa orang inti organisasi ke Brazil dari waktu yang sebelumnya Arkansas janjikan,dan waktu yang terus bergulir tak terasa terus berlalu kemelut masalah ekspedisi benar-benar menyita banyak waktu Arkansas dan para inti demi memperluas wilayah kekuasaan Blood Eagle.
Hari ini Mansion Wiguna telah diterpa badai kala sang menantu sulung tengah terlihat mengerang menahan kesakitan.
menantu kedua terlihat heboh dan panik sembari sibuk menelpon sang ibu mertua.
"mommy....ini bagaimana Liora kesakitan mom! kayra tidak tau harus apa hiks...mommy cepatlah datang" Kayra menangis kejer kala melihat para maid sibuk mengurus keperluan sang istri dari Arkansas menuju rumah sakit dengan Dyazel sang butler yang sibuk mengusap keringat dingin pada keningnya kala melihat wajah kesakitan sang nyonya sulung sembari terus bersikap profesional dalam mengintruksi para maid.
"tenang sayang...dengarkan mommy! mommy dan Liora sudah merapikan segala keperluan yang dibutuhkan untuk waktu kala persalinan,sekarang kamu tenang dan ikut intrusksi Dyazel dan bawa Liora kemobil Alphard putih ,jangan lupa pastikan kamu jangan panik!" suara tegas Anggi mengintruksi.
Kayra mengangguk,menutup telponnya dan berlari cepat kala melihat tubuh Liora sudah di gendong ala bridal oleh Lucas yang entah datang sejak kapan.
kayra meraih sebuah tas besar berisi perlengkapan siaga untuk Liora,dibelakang Kayra berlari Disabel istri dari Lucas dan kedua putra kembar Rion.
Raygan?
bocah itu dibawa oleh Sang kakek sejak dua hari yang lalu menuju Markas pusat BE.
"huh...huh....engghhh...Lucas...engghhh... akhhh.. tolong...ce..cepat!" Liora berusaha untuk tidak mengerang meski rasa sakitnya luar biasa menyiksa.
Lucas sudah berkeringat dingin.
" sial ini Mansion terlalu besar!! rasanya aku sudah berjalan cepat ratusan kilometer!!" batin Lucas memaki,sungguh dia diterjang panik melihat betapa sakit sang kakak perempuannya.
" TRISTAN!! MOBIL SUDAH SIAP? CEPAT BRENG*EK!!" Lucas meraung panik,istrinya Disabel bahkan bergetar sembari berlari dibelakang Kayra.
Tristan sudah tiba dengan suara rem keras mobil yang berhenti tepat didepan pintu masuk.
Lucas merasa nyawanya lepas saat melihat undukan tangga yang harus ia lewati demi turun kebawah dimana mobil Tristan sudah menunggu.
"CEPAT BODOH! KENAPA KAU MELAMUN KAKAK IPAR SUDAH KESAKITAN ITU,LUCAS!!" Tristan meraung jengkel melihat langkah Lucas yang berhenti di ujung tangga paling atas.
Lucas mengerang,bukan apa-apa! ini tangganya bukan main-main!
50 anak tangga yang sialnya kini terlihat begitu menjengkelkan, tunggu dan lihat bagaimana ia akan mengamuk pada tuan besar Rafendra yang sudah membangun dan Arkansas yang sudah merombak Mansion megah itu yang kini bertambah lebih tak manusiawi lagi.
Plakhhhh.....
Lucas tersentak kala pukulan keras Kayra pada punggungnya terasa.
"PRIA BODOH!! APA YANG KAU LAKUKAN?!! CEPAT JALAN APA KAU INGIN MEMBUNUH KAKAKMU!!" Raung Kayra berapi-api.
setelah menyadarkan Lucas,kayra menatap kedua putranya yang bermata merah siap menangis kala melihat kondisi salah satu ibu kesayangan mereka.
"Raider...Raino,kalian di Mansion saja ya sayang.nanti granpa Rafendra dan Raygan kembali baru kalian menyusul,mengerti sayang" ucap Kayra setengah terburu-buru membujuk kedua putranya itu.
"hiks...baik mami,cepatlah pergi dan selamatkan mommy dan adik kami" Isak Raino berkaca-kaca.
mengusak rambut kedua putranya dan Kayra berlari turun membawa tas besar.
tak perduli interaksi ibu dan anak itu,
Lucas meringis kala menunduk dan melihat betapa Liora menahan dengan mengigit bibirnya agar tidak bersuara dan merepotkan sang adik,Lucas merasa bersalah yang sangat besar kini.
"ma..maafkan Lucas kak!" Pria itu bergerak cepat mengumpulkan energi demi membawa tubuh sang kakak menuju mobil dengan selamat.
"Lama!!" Dumel Tristan yang sudah jengah menunggu.
Dyazel sudah mengirim pergi barang-barang persiapan Liora dengan mobil bodyguard,sementara Tristan begitu Kayra masuk bersama Dysabel dan Lucas yang dengan perlahan masuk bersama tubuh Liora,langsung menancap gas.
"engghhh ....huh...huh...ya..ya...Tuhan " Liora meringis sembari Kayra yang mengusap kening wanita itu dengan sabar.
"sabar kak,tarik nafas perlahan buang" instruksi Dysabel.yah,wanita yang juga tengah hamil itu berusaha menenangkan meski ia sendiri takut.
mobil melaju kilat membelah jalan saat mobil-mobil para bodyguard dan anggota BE membuka jalan untuk istri bos mereka.
..........🌴..........
Sebuah pesawat jet berwarna hitam terbang melesat disusul sebuah helikopter yang terlihat berusaha mengejar dari belakang.
"Mayday...mayday jaga ketinggian tetap stabil...Eagle 101 jaga kecepatan!"
klik.....
Pria tampan dengan kemeja hitam dilapis rompi dan sebuah Earphone menempel di telinganya itu terlihat acuh.
panggilan darurat peringatan tak ia indahkan.
"tunggu aku my dear...my kids! gumam lirih pria yang tengah memegang kontrol mesin jet itu dengan kalap.
"mayday...mayday...clean the area!"
bip...bip...bip...
"oh **** damn Fu*k !! dia sudah gila!! " sang pilot helikopter menjerit frustasi ditengah usaha menghubungi jet yang terlihat dikemudian oleh raja iblis yang tak takut mati.
"sudah tenanglah bawa saja benda terbang ini dan pastikan nyawa kami selamat ditanganmu! " sang co-pilot berujar jengah.
"diam kau Axel!! kau tidak tau berapa banyak usahaku saat merakit dan merombak ulang sistem terbang jet itu!!apa lagi kau bilang? benda terbang? mulutmu itu minta di sobek hah?!!" baiklah Axel angkat tangan saat James sudah mode senggol bacok.
"diamlah dan tidak bisakah kalian tenang sedikit? bagaimana jika helikopter ini jatuh?" Ryu menghardik kedua manusia berotak panas itu.
"paling juga lebur kita" jawab asal Gabril yang asik mengunyah keripik sembari bermain catur bersama Nixon tak perduli akan situasi mereka saat ini.
"mulutmu minta di eksekusi Riel? maaf saja aku belum siap lebur saat istri cantikku masih menunggu di rumah,enak saja wanita secantik istriku kutinggal untuk jadi janda! mimpi!" sambar Rion sarkasme.
"heh...istriku lebih cantik!" sengit Gabril tak mau kalah.
"koki gila yang masakannya membawa neraka itu? ck..ck..ck...masih bagus juga istri gitar spanyol-ku" balas Rion memancing.
"gitar spanyol apa? yang ada singa betina Afrika" Gabril tak mau mengalah.
Nixon dan Ryu memijit pangkal hidung mereka,sungguh pusing mendengar adu mulut dari arah depan dan belakang sekaligus.
Axel dan James yang perang dingin meski sesekali melempar ucapan sengit,dan kini lebih parah Rion dan Gabril yang justru berdebat akan istri siapa yang terbaik.
sungguh rasanya kepala Nixon dan Ryu mendadak berasap.
.........🌴.........
"baiklah Liora sayang....seperti saat Raygan dulu,tarik nafas lalu mengejan dengan kuat!" instruksi langsung dari Zeline.yah ibu mertua dari Daisy,ibu kandung dari Gabril itu turun langsung membantu persalinan meski ia sendiri sudah pensiun.
Liora menutup mata,air matanya mengalir dan bayangan wajah sang ibu Alisha melintas jelas dibenaknya.
"Bu...Liora akan mengalami untuk kedua kalinya,tolong kuatkan putrimu ini Bu!" Liora membatin lirih.
kedua tangannya mencengkram sprai ranjang dan kepalanya menengadah berdoa dan memohon.
sementara itu Anggi dan Rafendra beserta para keluarga lengkap dengan putra-putri para inti sudah tiba.
para anak-anak kecil tampan dengan wajah merah serta air mata berlinang terus menangis mencemaskan ibu mereka.
dan disudut kursi tunggu.
seorang anak berusia 6 tahun terduduk diam sembari manik tajamnya terus menyorot ruang tempat sang ibu tengah berjuang menghadirkan kedua adiknya kedunia.
"Daddy....cepatlah!" kedua tangannya terjalin erat diatas lutut,giginya bergemeratuk mendengar jeritan sang ibu.
"Raygan..." Anggi memanggil lirih saat melihat wajah datar cucunya itu.
"jangan sembunyikan emosimu boy,menangis lah seperti saudaramu yang lain" Selenia mendekat dan mengusap pucuk rambut cucunya itu.
"tidak gradma Selenia, laki-laki tidak boleh menangis meski mereka terluka sekalipun.jika Raygan menangis disini, sementara Daddy tidak ada.....maka siapa yang akan kuatkan mommy demi membawa adik Ray ke dunia?!"
Deg......
para orang dewasa disana tercengang,terbuat dari apa isi kepala anak ini? bagaimana Arkansas dan Liora bisa mendidik anak yang begitu luar biasa seperti ini?.
Anggi menangis haru diikuti tetesan air mata para ibu dan nenek yang lain.para kakek hanya tersenyum tipis, benar! inilah keturunan Wiguna sejati.
"boy...menangis bukan berarti Raygan lemah dan tidak bisa menjaga mommy dan adikmu,tapi menangis bisa membuat hati sedikit lega dan beban berkurang sayang.." jelas Zoya yang begitu terharu akan kedewasaan fikiran putra pertama Arkansas itu.
Raygan,bocah kecil itu hanya tersenyum tipis bahkan hampir tak terlihat sebagai senyuman jika saja orang tak jeli melihat raut wajahnya.
putra Arkansas itu menggeleng,ia sudah bersumpah tak akan pernah menangis sebagai senjata sang ayah menjaga keluarganya.
air mata adalah aib!
"tidak grandma Zoya,orang lain boleh menangis,namun putra sejati Wiguna tidak menangis" tegas Raygan yang perlahan berdiri kala mendengar suara tangis bayi dari dalam ruang persalinan.
Oekkkkkk...........
sementara dalam ruang persalinan seorang bayi kecil laki-laki telah berhasil dilahirkan kedunia.
"Syukurlah!" gumam semua orang lega
"Alhamdulillah cucuku telah lahir"Anggi mengelus dada dan memeluk tubuh Rafendra penuh haru.
hingga.......
semua orang menengadah keatas saat terdengar suara mesin helikopter dan entahlah?.
"apa itu Rafen?" Anggi bertanya bingung begitu suara itu benar-benar turun terdengar jelas dari arah atap rumah sakit Health Hospital.
.........🌴.........
"gila!! untung rumah sakit kita ada landasan Helikopter lebih dari satu!" Axel berucap ngeri kala Arkansas benar-benar membawa mereka menghentikan helikopter di atap rumah sakit.
terlihat jet pribadi itu sudah mendarat dengan mesin yang sudah mati.Pria itu,Arkansas! dengan wajah datar andalannya namun tak mampu menyembunyikan sorot mata panik bergegas turun dan berlari langsung memasuki sebuah pintu tangga darurat untuk turun ke lantai dimana istrinya tengah menjalani persalinan.
para inti yang baru saja membuka pintu helikopter melongo .
"apa bos mendadak bodoh karena panik? bukankah ada satu pintu lagi yang menggunakan lift? mengapa dia pakai tangga? ini kenapa aku jadi ingin tertawa!" James sibuk menahan getaran pada bibirnya setelah selesai bersuara,bahkan yang lain hanya bisa mengangguk geli.
"astaga! kita ditinggal " desah Rion kala sudah tak menemukan lagi penampakan saudara kembarnya itu.
"sudah cepat dan bergegas menyusul Arkansas, para istri dan anak-anak juga sudah menunggu disana" Ryu melangkah cepat sembari memasang kancing kemeja terakhirnya.
yah,mereka bahkan tak berpakaian dengan benar karena begitu terburu-buru mengikuti langkah kalap sang Bos.
.........🌴.........
Kini semua mata menoleh kala melihat sosok tegap yang datang dengan nafas yang nampak memburu.
"Dad!! di..dimana istriku?!" Yah,Arkansas telah tiba setelah sebelumnya berlari bahkan menambrak siapapun yang menghalangi jalannya.sungguh! pria itu yang terkenal cerdas dan kejam mendadak terlihat bodoh dengan wajah datarnya.
"Daddy,apa kau baru saja mandi?" pertanyaan polos Acella terdengar kala melihat kemeja hitam Arkansas terlihat basah kuyup.
"hah?" Pria itu mendadak linglung mendengar pertanyaan putri dari Axel itu.
ini dia menanyakan istrinya! mengapa jadi si gadis kecil itu bertanya apa dia mandi atau apa? Arkansas mendadak jengkel.
"Kansas,kemejamu basah? kau mandi atau apa?" Anggi bertanya mencerahkan kebingungan putra sulungnya itu.
"tangga?" jawab Arkansas asal sembari menerobos menuju pintu ruang bersalin dimana terdengar tangis bayi dari sana.
"Daddy bodoh!" Raygan menyeletuk tanpa menoleh kala matanya masih setia menatap kedalam ruang dimana ibunya berada.
mendengus dan Arkansas hanya bisa mengusak kasar rambut lebat putranya.
sementara itu.....
"engghhh...hah.....sakit se..sekali mami Zeline!! arkhhh...hah......hiks.." Liora menangis ,sungguh bayi keduanya ini sangat sulit dari sang kakak yang lahir awal.
"Sabar sayang...mami tau tenaganmu sudah berkurang banyak,tapi berusahalah sayang bayi kecilmu ingin melihat dunia" Zeline berujar lembut.
"ARKHHHH.....AK..AKUH INGIN SUA..HIKS..SUAMIKU MAMI!!" Liora menjerit akan rasa sakit yang sangat menyiksanya,sungguh ia butuh Arkansas kini memberi hangat dukungan dan penyemangat untuknya.
Zeline menoleh pada seorang suster wanita yang baru saja selesai membersihkan bayi Liora yang sudah lahir terlebih dahulu.
"ARKHHHH...ENGGHHHH"
Dan di lorong tunggu....
Deg......
jantung Arkansas maupun Raygan yang berdiri didepan pintu mencelos.
itu jeritan Liora....
istrinya.....
ibunya......
kedua pria berbeda generasi itu menegang.
hingga....
ceklek.....
"Suami dari Mrs Liora ?" seorang suster memanggil tenang.
tanpa banyak tanya Arkansas maju dan ikut masuk kedalam setelah meninggalkan Raygan dengan wajah tak terima ingin ikut dan melihat sang ibu.
Arkansas masuk dan langsung bertemu dengan tatapan sayu sang istri.
"Hiks.....Ar....." Liora memanggil lirih.
Grephhh....
Arkansas mendekat cepat dan menggenggam tangan halus sang istri lembut.
"bertahan sayang.....bayi kita akan hadir oleh cinta dan usahamu....berjuang sayang aku disini" Arkansas menggenggam hangat telapak tangan Liora dan membiarkan kuku jari indah itu menembus kulit telapak tangannya akibat Liora yang kini menyalurkan semua rasa sakit padanya.
Arkansas tak perduli,istrinya lebih sakit darinya.
cup.............
menutup mata dan menormalkan nafas,kecupan manis nan hangat Arkansas benar-benar obat yang mujarab bagi Liora.
"ENGGHHHH...hah...ayo bayi mommy!!!"
"bagus sayang...ayo sedikit lagi mami sudah lihat kepalanya!!" Zeline berseru heboh.
Arkansas mengusap perut sang istri,dan sesekali mengecup tempat dimana bayi mereka masih berjuang untuk keluar.
"bayi Daddy...bayi kecil kesayangan Daddy...keluarlah nak,jangan siksa mommy, ayo my little sunshine" ucap Arkansas sembari mengelus perut sang istri,dimana kini Liora dan zeline tengah berjuang kala kelahiran kedua cukup sulit.
...💐...
...TBC...
jika ada masukan komentar ya my reader ❣️