
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....🌹
⚜️ Happy Reading ⚜️
Ara duduk dengan isakan lirih,didepannya duduk sang kakak sulung dan Ayahnya.kedua pria yang paling ia takuti sekaligus hormati di dunia kini tengah menatap dirinya tajam.
"kenapa tidak meminta izin Daddy atau kakakmu saat keluar little girl?!!" desis Rafendra tajam.suaranya bahkan terdengar mengalun bengis ditelinga Ara.gadis itu menunduk dalam dengan isakan lirih yang terdengar ketakutan.
"matilah Daddy dan kakak akan menghukumku!!" batin Ara ketakutan.sungguh Ara tidak pernah mau menerima hukuman dari ayahnya terlebih kakak sulungnya itu.walaupun kasih sayang kedua pria itu sangat besar,namun percayalah mereka tak suka dibantah.
"hiks...maaf Daddy,kakak hiks...a..Ara sudah diberi izin mommy...Ara minta maaf dan tolong jangan hukum kak Dexter hiks...Ara janji tidak akan keluar tanpa izin kalian lagi" Isak Gadis itu lirih.Rafendra mendesah dengan Arkansas yang tetap diam dengan wajah dinginnya.
"Ar...sudahlah kasihan Ara,jangan terlalu keras padanya!!" ucap Liora mulai kasihan melihat adik iparnya itu.Liora bahkan sudah memeluk tubuh bergetar gadis remaja itu lembut dan Anggi hanya melihat datar wajah suami serta putranya itu.
"sudahlah baby,ini urusan lelaki.jika dia bisa membuktikan padaku bahwa dia memang mampu,akan kubiarkan dia mendekati adikku!!" ucap Arkansas tegas.
"hiks...Daddy jahat!! kakak juga hiks...Ara hanya makan dengan kak Dexter!!" Isak Ara yang langsung memeluk tubuh ibunya erat.ya Ara diapit Anggi dan Liora dikanan kirinya.
..............⚜️❇️⚜️..............
sementara itu........
netra biru secerah lautan itu terbuka,Dexter memindai perlahan dimana ia berada kini.ingatnya bahwa ia tadi masih makan bersama gadis pujaannya,lalu entah bagaimana bisa ia berada disini dan dimana Ara?.
Deg.......
jantung Dexter berpacu cepat dengan manik yang bergetar gelisah mencari gadisnya.Ara,Ara dimana gadis itu?.
"ARA.....ARA...OH TUHAN!! ARA DIMANA KAMU?!!" pekik Dexter kalut,sungguh pria itu begitu tersentak kaget saat kaki dan tangannya kini terikat diatas kursi.
"ishhh.....kenapa denganku?!!" Dexter mendesis kala kepalanya terasa berputar nyeri.
"sudah bangun kau!! dasar buaya buntung sialan!!"
Deg....
Dexter menoleh lalu menatap datar beberapa sosok yang baru saja masuk dengan wajah dingin dan bengis mereka.
"kalian?!! dimana ini,dan kuminta baik-baik lepaskan aku!! dan biarkan aku melihat Ara!!" ucap Dexter setenang mungkin,wajah pria itu terlihat begitu dingin.
"kau bertanya dimana ini? kuberi tahu.ini di markas kami dan Ara? mimpi saja kau bisa bertemu adik kami lagi!!" James bersuara santai sembari menekan kata markas,pria itu berjalan santai bersama Ryu,Marsel,Tristan dan Gabril.mereka duduk di sofa melingkar menghadap Dexter.
Dexter diam,Pria itu berusaha melepas ikatan pada tanganya.namun gesekan tali serat nilon itu membuat kulitnya luka dan perih memerah.
"bagaimana aku bisa disekap disini?!!" batin Dexter berfikir keras.
"kau terkena obat bius Gabril dan anggota kami membawamu kemari begitu perintah Rion turun!!" ucap Tristan melihat wajah melamun Dexter.
Krangggg.......
pintu besi itu terbuka dengan dua pria yang memiliki wajah bak pinang dibelah dua kini masuk dengan aura gelap mereka masing-masing,dan sungguh aura dari Arkansas benar-benar mengerikan membuat udara terasa sesak menekan.
Dexter akui,Arkansas benar-benar tiran penuh wibawa dan aura yang sangat mengintimidasi.namun percayalah Dexter tak gentar,meski sungguh rasanya kini ia sulit bernafas bahkan hanya dengan tatapan dari Arkansas saja.
Arkansas menyerigai,ia memandang dingin sosok pria yang lebih muda tiga tahun darinya.
"harus kuakui,pria ini punya sisi dominan yang cukup kuat.tapi aku akan tau jika kemampuannya sudah kucoba!" batin Arkansas menyeringai picik.
sepersekian detik,wajah bengis itu terganti senyum ramah yang begitu tenang.tapi percayalah Rion dan yang lainya tau,wajah ramah Arkansas lebih mengerikan dari seringai pria itu sendiri .
"lepaskan dia!!" titah Arkansas santai sembari duduk angkuh diatas kursi kebesarannya.
"bos!! apa kau gila?!! dia ini buaya buntung yang seenaknya menyentuh adik kita!! dan kau suruh kami melepasnya?!! hell!! kau sakit bos?!!" pekik Gabril tak terima.
HAHAHAHAH.....
Arkansas tertawa lepas seakan menertawakan hal yang begitu lucu.Rion,Ryu, Marsel,James , Tristan bahkan Gabril saling melirik tak mengerti.apa Arkansas salah minum obat?.
"Dexter!! bersiaplah jika kau menang Sparing maka kau boleh mendekati adikku!!" ucap Arkansas santai,Rion menyerigai.ternyata Arkansas berniat memberi pelajaran Dexter secara halus dengan nama Ara sebagai pemicunya.
"sebaiknya kau memohon dan bersujud lah pada tiran itu,jika tidak berdoa saja semoga nyawamu masih selamat!!" ucap Tristan sebelum berlalu pergi bersama kawan-kawan.
kini Dexter telah dilepas oleh anggota BE,pria itu dibawa kesebuah ruangan dengan sebuah ring Sparing bela diri besar disana.
............❇️.............
Dexter menatap sebuah meja dengan tiga buah senjata pertahanan diri disana.yah kini Dexter dibawa ke ruang bawah tanah tepat dibawah mansion besar Wiguna,tempat para penjaga dilatih disana.
"aku tak ingin kau katakan aku pria picik yang tidak memberikanmu senjata untuk melawan,jadi pilih satu dan pastikan senjata itu bisa menyelamatkan nyawamu!!" ucap Arkansas santai sembari tersenyum layaknya predator yang tengah mempermainkan buruannya.
tiga orang pria inti BE masuk dengan baju latihan mereka.Dexter menatap dingin tiga orang kakak laki-laki Ara.mereka Ryu,James dan Gabril.
Ryu dan Gabri masuk dengan samurai ditangan masing-masing,James sudah menyerigai dengan double stik ditangannya.
baiklah sepertinya ketiga pria itu memiliki dendam kesumat pada dirinya,Dexter berdecak.mereka main keroyokan!! tapi sayangnya dalam perang dan cinta semua di halalkan.dan karna rasa cinta dan kasih sayang mereka pada Ara membuat para pria itu akan dengan senang hati membantai Dexter.
"Wah...main keroyokan heh??!" ucap Dexter mengejek.
"kalau ia kenapa? kau masalah?!! tidak suka pergi sana,lagipula Ara tidak butuh kau!!" mulut Wasabi Ryu kembali bekerja,Dexter terkekeh tak mau tersulut emosi atau dia akan kalah sebelum bertanding.
"mulai!!" titah Rion bengis,Arkansas menyerigai dengan sebuah Wine yang berputar pelan ditanganya.
"MAJU KAU!!" James memulai dengan semangat.double stik ditanganya menyerang beringas berusaha memukul tubuh Dexter membabi-buta.
Trang.........
pedang ditangan Dexter menangis double stik James dengan cepat,pria itu bahkan memutar badan dan memukul perut James dengan ujung pedangnya.
Duakh...
uhuk...
"hell!! hebat juga kau!!" ucap James semakin terbakar.
"kemana matamu!! lawanmu bukan hanya satu!!" ujar Ryu yang datang dengan cepat melayangkan katana miliknya.
Tringgggg.....
pedang dan samurai khas cepat itu beradu nyaring,Ryu menyerang ganas dengan pertahanan kuat Dexter menghalau serangan-serangan.Semua pria inti BE itu tercengang.Ryu benar-benar mendapat lawan sebanding,tak mereka sangka.sungguh kemampuan bertahan Dexter luar biasa.
Tranggg....
Tringgggg.....
Duakh.....
kedua benda tajam itu saling menyerang,Dexter sungguh Awas.
Srakhhhhhh....
sekali gerakan, double stik James terlempar keluar arena.sembari melawan Ryu yang menyerangnya kalap,Dexter menumbangkan James dengan melucuti senjata pria itu.Jamea turun dengan sumpah serapahnya.
Gabril maju dengan pedang tajam yang ia seret menyentuh lantai.kini Dexter berhadapan dengan Ryu dan Gabril.
"Majulah!!" ucap Dexter tetap tenang meski lengan dan paha kirinya sudah tersabet samurai Ryu hingga koyak dan darah mulai membasahi pakaiannya.
Ryu dan Gabril saling melirik dengan seringai bengis mereka.
"MATILAH!!" pekik Gabril bengis.
Tranggg......
Tringgggg....
zringgg.....
Pedang Dexter menahan kedua samurai yang bersiap membelah tubuhnya.
Ryu menyerang dari depan dengan Gabril yang melayangkan pedangnya dari belakang.
Zretthhhhh
"ISHHH...." Dexter menahan ringisan kala pedang tajam Gabril menebas punggungnya
uhuk....
Dexter melompat jauh dari jangkauan kedua iblis inti BE itu,darah keluar dari mulutnya saat ia mulai terbatuk sembari mengatur nafas kelelahan.
Arkansas menyerigai dan menatap puas penyerangan brutal kedua inti BE itu.Rion terkekeh dengan smirk iblisnya.
"hebat juga kau masih hidup setelah serangan kami!!" ucap Ryu pongkah.pria itu bahkan tak perduli wajahnya yang sudah luka tersayat ujung pedang Dexter,bahkan Gabril harus menahan sakit pada perutnya yang tersabet oleh serangan Dexter tadi.ketiga pria itu sudah tampak kacau dengan darah disekujur tubuh mereka.
"baiklah cukup!! istirahatlah 30 menit,setelah itu Tristan,Marsel dan Xander.mereka akan datang !!" ucap Rion santai.
Dexter tersenyum tenang meski luka pada tubuhnya begitu mengerikan.
tidak!! ia tidak boleh mati dan akan ia buktikan ia sanggup.
"aku bisa membunuhnya Rion!! kau jangan menghentikan kami!!" ucap Ryu dingin.
"siapa yang bilang dia harus mati,ayolah aku ingin dia menerima pelajaran dari kita!!" ucap Rion santai,lihat bahkan dia begitu mudah mengatakan mati pada orang lain.
Axel berdecak kagum melihat tontonan dihadapannya.yah,Axel kini berkumpul di ruang pengawas bersama Rafendra dan para ayah lainya.
"gila!! hebat juga anak muda itu!!" celetuk Lingga yang duduk disamping Alex,kedua pria itu begitu antusias melihat Sparing berdarah pada putra mereka.sungguh tipikal orang tua tidak waras.
"bos,nampaknya kau sudah menemukan penjaga untuk Ara.sepertinya tuan muda Wishnutama ini sangat menjanjikan!!" ujar Bimo enteng.Rafendra mengangguk dengan smirk iblisnya,ayah dari Ara itu begitu jeli memindai calon penjaga untuk putrinya.berdoa saja semoga Arkansas tidak kalap membunuh anak muda itu.
kembali ke markas......
kini Tristan,Marsel dan Xander sudah siap dengan senjata mereka masing-masing.Tristan memegang sebuah tombak kayu panjang dengan ujung terdapat besi yang tajam.Marsel membawa cambuk kulit dan Xander,pria itu hanya memakai sarung tangan dengan jari-jari meruncing tajam.
Dexter mengganti pedangnya dengan yang baru,kini masing-masing tanganya membawa pedang sebagai senjata.
"mulai!!" titah Rion cepat.
Wush.....
tombak Tristan terayun mengincar perut Dexter,bersyukurlah pada obat penambah tenaga yang diberikan Rion sebelumnya atau dia akan mati tanpa melawan.
seberapa hebatpun Dexter dalam bertarung,melawan 6 orang iblis bukanlah perkara mudah.terlebih lagi mereka benar-benar seperti ingin membunuh dirinya dalam setiap pergerakkan.Dexter bersyukur kakeknya dulu benar-benar menggembleng dirinya dalam pelatihan yang keras dan tanpa ampun.
Tranggg......
Srassshhhhh......
tombak Tristan dan cambuk Marsel bekerja berirama,mereka benar-benar mengincar tubuh Dexter.pria itu menghindar dan melompat jauh setelah menebas punggung Marsel secepat kilat.
"ARKHHH....Brengs*k!!" Maki Marsel yang terkena serangan Dexter,meski tak parah dan terlalu dalam.namun ujung pedang Dexter benar-benar tajam!.
Dexter melayangkan pedang ditangan kanannya memutus cambuk Marsel dan akhirnya pria itu turun dengan kekesalan mendarah daging.untung ini hanya Sparing dan bukanya perkelahian hidup dan mati,jika tidak Marsel bersumpah akan menebas kepala Dexter.
Bugh......
"AKHHHH..." Dexter terpental jauh akibat serangan pukulan telak dari Xander,terlalu fokus mengindari Tristan,Dexter akhirnya tak sadar membuka celah bagi Xander menyerang.
Tap....tap....tap...
Xander mendekat dengan senyum remeh diwajahnya,Tristan sudah terkekeh sendiri melihat hasil ukiran tombaknya pada tubuh Dexter.lihat pakaian Dexter sudah koyak sana- sini dengan luka berdarah dimana-mana.
Duakh....
"menyerah!!" ujar Xander dengan kaki yang sudah menginjak dada Dexter.
Dexter terbatuk darah,namun senyum sombongnya tetap bertahan.
"hehehe...uhuk...jika karna serangan pengecut kalian ini aku menyerah!! uhuk...maka kau salah besar,aku akan mendapatkan Ara bagaimanapun caranya calon kakak ipar!!" tekan Dexter tajam penuh keberanian.
Xander mengeram dengan Tristan yang sudah berdecak tidak suka,Dexter benar-benar menantang mereka.sudah sekarat masih bisa melawan, benar-benar!.
Xander terbahak,pria itu melirik Arkansas yang sudah memberi kode agar mereka turun.Tristan jalan dengan sedikit dipapah oleh Xander akibat paha kirinya tersabet pedang Dexter dan jangan lupakan Xander yang tadi berhasil mendapat luka pada lengan kanannya sewaktu membantu Marsel.sungguh pertahanan pria itu cukup kuat.
Arkansas mendekat dengan smirk licik diwajahnya.
pakhh....pakhh..
pria itu menepuk pipi Dexter pelan,kakak sulung Ara itu tersenyum begitu ramah hingga membuat bulu kuduk siapapun berdiri.
Rion ingat,dulu saat Ara bermain ditaman saat mereka masih anak-anak.Rion ditugaskan oleh ibunya menjaga Ara,yah meski hanya taman dibelakang mansion,namun Keluarga itu tak mau ambil resiko.
saat itu Arkansas tengah belajar merakit bom dengan Alex dan Rion lah yang bermain bersama sang adik.hingga tak siapapun sadari Ara terlalu asik berlari mengejar kupu-kupu dan akhirnya gadis kecil manis itu tersandung kakinya sendiri dan jatuh.
Ara menangis keras.dan percayalah Rion sudah keringat dingin sambil membantu sang adik berdiri.anggi datang dan mengatakan semua baik-baik saja sambil membelai Rambut Rion dan Ara.dan saat itu Arkansas datang sembari tersenyum layaknya kakak yang baik pada rion.tapi siapa yang sangka,malam itu Arkansas mengajak Rion Sparing Boxing di ruang tinju!! dan paginya Rion harus dilarikan kerumah sakit akibat cedera parah hingga patah tulang dan berakhir koma selama sebulan penuh akibat serangan brutal Arkansas yang tak tanggung-tanggung.
ingat Arkansas bagai memiliki tangan dewa kematian sedang mereka hanya pion catur yang bertugas melaksanakan apapun keinginan sang tiran jika tak ingin tinggal nama.
Arkansas tersenyum dan mengusap darah pada wajah Dexter.
"bersiaplah,besok kau akan menghadapi diriku!!"
deg....
Rion menegang,ia fikir Arkansas hanya akan menonton,namun tenyata!.semoga Dexter selamat.
TBC.....
PS: maaf guys kalau kalian merasa kakak-kakak Ara terlalu posesive,tapi ini memang image yang sengaja El bangun.karna El sendiri pengen punya kakak laki-laki yang begitu menjaga adiknya.disini El tekankan bahwa Arkansas dkk hanya ingin pendamping yang benar-benar mumpuni menjaga adik mereka,jadi wajar Dexter mendapat pelatihan sedikit.jadi bagi yang merasa tidak suka,tidak apa-apa El terima 😊