
~Cintamu Bukan Untukku~
Lagu: Pasto
Aku kira perbedaan yang menyatukan kita
Setelah sekian lama kini semuanya sirna
Apakah yang terbaik cinta harus berakhir?
Ini semua karenamu, terserah apa maumu
Aku masih bisa berdiri dan menatap matahari
Meski tak lagi tempatku di hatimu
Tak perlu kumengejarmu karena kau takkan kembali
Cinta kini tak untukku
Cintamu bukan untukku
Aku kira perbedaan yang menyatukan kita
Setelah sekian lama kini semuanya sirna
Apakah yang terbaik cinta harus berakhir?
Ini semua karenamu, terserah apa maumu
Aku masih bisa berdiri dan menatap matahari
Meski tak lagi tempatku di hatimu, ooh
Tak perlu kumengejarmu karena kau takkan kembali
Cinta kini tak untukku
Cintamu bukan untukku
Hoo-ho-ooh
Bukankah dulu begitu besar cintamu?
Entah apa yang terjadi di hatimu (di hatimu)
Oh, di hatimu (di hatimu)
Di hatimu, uuh
Aku masih bisa berdiri dan menatap matahari
Meski tak lagi tempatku di hatimu, ooh
Tak perlu kumengejarmu karena kau takkan kembali
Cinta kini tak untukku
Cintamu bukan untukku
Aku masih bisa berdiri dan menatap matahari
Meski tak lagi tempatku di hatimu, ooh
Tak perlu kumengejarmu karena kau takkan kembali
Cinta kini tak untukku (bukan untukku)
Cintamu bukan untukku
Cintamu bukan untukku
Rey menutup pintu kamar dengan pelan, meninggalkan istri nya yang tengah di penuhi amarah saat ini. Rey berjalan menuruni tangga, menuju meja makan.
"Loh? Rey, Lisa mana?" Tanya Bunda saat melihat Rey datang hanya sendirian tanpa istri nya.
"Lisa lagi sakit, Bund. Dia nggak bisa ke sekolah hari ini."
"Yaudah kalo gitu, kak Rey anterin Aqeela ke sekolah yah." Sahut Aqeela sambil cengengesan.
"Hm." Jawab Rey.
.
.
.
🏫SMAN Bakti Husada🏫
Tepat saat motor Rey berhenti di parkiran, Dinda datang dan menghampiri Rey dengan ramah.
"Hai Rey." Sapa nya sambil tersenyum.
"Hai."
"Ke kelas bareng yuk."
Rey melangkahkan kakinya masuk ke dalam di ikuti oleh Dinda di samping nya. "Gimana masalah kemarin? Udah selesai kan?" Tanya Rey.
"Oke kalo gitu makasih, aku duluan yah." Rey mempercepat langkahnya meninggalkan Dinda yang sedang bertanya-tanya. Kenapa dengan Rey?
Jujur saja, hari ini mood Rey kurang bagus akibat kejadian tadi pagi. Rey jadi malas ngomong gitu, yaaa emang sih Rey itu asli nya pendiam. Rey meletakkan tas nya kemudian duduk di kursi nya.
"Eh bro, muka kamu kenapa? Di tekuk mulu, ada masalah apa?" Tanya Vhino.
"Nggak papa." Jawab Rey singkat. Rey lebih memilih mengambil buku pelajarannya dan membacanya dengan rinci.
"Pasti ada apa-apa nya ini." Sahut Ghea dari bangku belakang.
"Kamu berantem yah sama istri kamu." Bisik Vhino.
"Nggak." Jawab Rey lagi. Dia masih terfokus pada buku nya.
"Trus?"
"Aduh Vhino, orang yang lagi belajar itu jangan di ganggu dong. Gimana sih?!" Sahut Ghea lagi.
"Dasar pengganggu. Diem aja napa sih!" Ujar Vhino.
"Hai Rey." Sapa sesorang. Semua mata memandang ke arahnya.
"Eh Dinda, mau ngapain?" Tanya Vhino.
"Rey kamu di panggil sama pak Rudi, sekarang!" Ujar Dinda sambil tersenyum. Tanpa dia sadari dari tadi Ghea memandang tajam ke arahnya.
"Ngapain?"
"Nggak tau, di suruh ke ruang guru sekarang."
"Yaudah kalo gitu aku ke sana dulu yah, Vhin." Rey menaruh buku nya.
"Hati-hati cuy." Sahut Vhino dengan keras.
Rey mengangguk kemudian melangkahkan kakinya keluar kelas, dan Dinda juga mengikuti nya dan terus mengekor tak tau malu. Ya maklum aja, istri nya lagi nggak masuk sekolah, jadi yah bebas lah kalo mau deketin Rey.
"Sok cantik banget sih si Dinda." Ujar Ghea dengan kesal.
Vhino yanng mendengarnya langsung melemparkan tatapan tajam nya. "Kamu cemburu yah?"
"Ng-nggak kok. Paan sih?!"
"Udahlah ngaku aja." Ucap Vhino dengan santai. Dari dulu Vhino memang sudah tau kalo Ghea itu suka sama Rey. Dan bodohnya, Vhino malah balik suka sama Ghea yang tau kalo perasaannya tak akan mungkin pernah di balas. "Kamu itu move on aja kenapa sih susah banget?! Rey kan udah beristri, udah jadi suami orang. Jadi kamu stop berharap sama dia. Mending kamu sama aku aja, aku orang nya setia kok." Vhino menaikkan satu alis nya. Yang di balas oleh tatapan tajam oleh Ghea.
"Perasaan itu nggak akan mungkin bisa di ubah dengan mudah. Kamu paham nggak sih?! Aku cantolin kamu di pohon bambu juga lama-lama."
"Ya jalani aja dulu, siapa tau kita cocok."
"Cocok pala lu!" Sahut Ghea tambah kesal.
.
.
.
Saat berjalan melewati koridor bersama dengan Dinda, Rey malah berpapasan dengan Sarah dan Al yang lagi bucin-bucin nya. "Eh Rey, Lisa mana?" Tanya Sarah.
"Lisa lagi sakit."
"Sakit? Lisa sakit? Parah nggak? Atau gimana? Perlu ke dokter?" Tanya Sarah beruntun.
"Satu-satu dong, Yank. Rey jadi ngagk tau mau jawab yang mana." Ujar Al.
"Lisa cuma demam kok."
"Tapi kenapa dia nggak pernah ngasih kabar? Aku telpon juga nomor nya nggak aktif tuh." Ujar Sarah.
"Oh itu. Lisa ganti hp, hp nya yang kemaren rusak jadi beli lagi yang baru." Jawab Rey. Mira yang mendengar penuturan Rey agak merasa heran. Kenapa Rey bisa tau itu semua? Iya sih memang Lisa pacarnya, tapi kenapa dia bisa tau sampe hal sedetail itu? Lisa ganti hp aja dia tau?
"Wah parah tuh anak. Baru aja kemaren dia ganti hp, udah ganti lagi." Ujar Sarah. "Kalo gitu kita ke kelas dulu yah Reu, makasih info nya." Ujar Sarah kemudian berlalu pergi bersama Ayang Bebep nya.
.
.
.
Kelas 11 IPS 5👈
"Good morning, class!..." Sapa Miss Dita selaku guru bahasa Inggris.
"Good morning, Miss Dita..." Jawab semua murid dengan serempak.
"I have a good news for you." Kata Miss Dita pelan-pelan agar bisa di cerna dengan baik. "Faro! You may come in, please!" Miss Dita memandang ke arah pintu. Begitu juga dengan seisi kelas. Mereka semua ingin tau seperti apa teman baru mereka. Ganteng kah? Tinggi kah? Putih kah?
Tak lama seorang siswa laki-laki memasuki kelas. Semua mata memandang ke arah siswa tersebut. Ohh semua wanita jadi histeris, kenapa tidak? Siswa baru tersebut terlihat sangat tampan, benar-benar tampan. Bahkan ketampanan nya sedikit lagi mencapai si most wanted sekolah, Rey. Kalo gangster sekolah si Al sih kayak nya hampir imbang.
"Faro, please introduce yourself." Kata Miss Dita ramah.
Siswa tersebut mengangguk pelan tanda mengerti. "Hi everybody. My name is Alfaro Caesar Giavanno, I hope we can study together here. Thank you." Ujar Faro dengan sopan.
"Baik Faro, silahkan duduk di sebelah sana, di bangku kosong yang agak tengah itu." Pinta Miss Dita sambil menunjuk sebuah bangku.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!