
"Ngapain ke rumah lo?"
"Motor nya kan ada di sana."
"Ck, yaudah." Lisa berjalan duluan dengan tangannya dia silangkan di depan dada, dan jangan lupakan bibirnya yang udah kayak pengait mancing, Lisa bener-bener kesal saat ini. Rey menyusul sambil tersenyum melihat tingkah istri kecilnya yang benar-benar M.A.N.J.A.
"Rey cepetan!"
"Iya tunggu." Rey menyalakan motor sport nya bersiap-siap untuk segera berangkat.
"Tunggu dulu, gue belum naik!" Sahut Lisa dengan kesal.
"Udah?"
"Hm."
Motor melaju memecah jalanan yang padat. Masing-masing kendaraan berlalu lalang dengan tertib. Rey memberhentikan motornya tepat di sebuah Mall yang cukup besar. "Yuk masuk." Rey langsung menarik tangan Lisa agar Lisa mengikuti langkahnya. Namun, hal itu malah berbuah sebuah tatapan tajam dari Lisa.
"Berapa kali sih gue harus bilang, jangan pernah sentuh gue tanpa izin dari gue!" Sahut Lisa dengan tegas.
"Refleks." Ujar Rey memberi alasan.
"Hallah, itu pasti cuma alasan kamu doang kan? Iyakan? Pasti kar-..."
Belum selesai ucapan Lisa, Rey buru-buru menyelanya. "Udah, yuk masuk."
Lisa langsung mendengus kesal karena Rey memotong ocehannya begitu saja. Mereka berdua beriringan masuk ke dalam. "Ini kita mau ngapain?" Tanya Lisa.
"Keliling aja dulu."
Lisa langsung memberhentikan langkah kakinya dan menatap Rey dengan tatapan aneh. "Ya Allah gue capek. Lo mau kaki gue patah gara-gara keliling kagak jelas?"
Rey menghela napas pelan. "Yaudah kalo kamu capek, sini aku gendong." Ujar Rey sambil menepuk bahunya.
"Nggak, makasih. Gue lebih milih jalan 100 km dari pada harus di gendong sama lo." Lisa melanjutkan langkah nya tanpa mempedulikan Rey lagi.
Oke, sudah setengah jam mereka keliling di Mall yang luas itu, dan satu hal yang Rey tau selama mereka berdua berkeliling. Yaitu, dari tadi semua orang memandang ke arah Lisa, terutama para lelaki. Huh, itu membuat Rey agak cemburu. Dia tak suka kecantikan istri kecilnya di saksikan oleh banyak orang. Padahal kan Rey juga dari tadi diliatin banyak wanita, Rey nya aja yang nggak sadar. "Cha, kita ke sana dulu yah." Rey menunjuk kepada salah satu toko.
"Ngapain?"
"Udah ikut aja, yuk!"
Mau tak mau Lisa akhirnya menurut juga. Meskipun tak tau mau ngapain, yaaa nurut-nurut aja. Lagi males ngoceh.
"Mau beli apa, Mas?" Tanya salah satu penjaga toko tersebut. Terlihat jelas bahwa dia sedang berusaha menggoda suaminya Lisa yang mempunyai paras yang sangat-sangat tampan, terdengar dari suara nya di sengaja di halus-halus kan dan jangan lupakan tatapan nya yang genit. Kan jijik...
Lisa memberikan tatapan membunuh pada di penjaga toko itu, ntah kenapa dia sangat tidak menyukai ada wanita yang bersikap begitu pada Rey.
"Mbak, ini masker harganya berapa yah?" Tanya Rey sambil menunjukkan salah satu masker pilihannya.
"Itu cuma 5 ribu aja." Ucap nya sambil tersenyum genit.
"Oh. Kamu coba pake ini!" Pinta Rey pada Lisa yang sedang sibuk melemparkan tatapan membunuhnya.
"Ha? Ah nggak, ngapain gue pake masker kayak gitu."
"Udah, pake aja."
"Nggak. Pake aja."
"Nggak mau! Kalo lo nggak ngasih tau alasannya gue nggak mau pake!" Lisa memanyungkan bibirnya lima senti. Wkwkwk...
"Aku nggak suka semua orang liatin kamu kayak tadi, apalagi kalo cowok." Ujar Rey dengan nada datar.
Mendengar penuturan Rey, Lisa memicingkan matanya ke arah Rey. "Oh gue tau. Lo jealous yah? Ngaku lo?"
Baru saja Rey ingin menjawab, namun Lisa kembali melanjutkan ucapannya. "Atau jangan-jangan lo suka yah sama gue?"
Dengan santainya Rey menjawab, "Emang kenapa? Istri sendiri nggak papa kan?!"
Dengan sigap Lisa langsung menutup mulut Rey dengan telapak tangannya. "Hushh... Lo tuh berisik banget sih, kalo orang lain denger gimana? Mau tanggung jawab lo?"
Rey melepaskan dekapan tangan Lisa. "Yaudah nih pake. Kalo nggak ntar aku aduin sama Mommy kalo kamu selingkuh."
"Dih fitnah lo."
"Biarin. Nih cepetan pake."
Lisa mengambil masker yang ada di tangan Rey denagn kasar. "Ngeselin!"
"Yang bener pake nya, jangan miring-miring gini." Rey memperbaiki nya agar tidak terlihat miring. "Kamu mau itu, atau mau di ganti yang lain?"
"Ini aja." Jawab Lisa singkat.
"Yaudah, mbak ini saya ambil satu yah." Rey membuka dompetnya dan mengeluarkan uang warna biru nya guys untuk membayar masker yang harganya cuma 5 ribu. Maklum aja orang kaya nggak punya uang receh.
Saat Rey menyodorkan uang nya untuk membayar, ntah sengaja atau tidak penjaga toko tersebut malah memegang tangan Rey. Lisa yang menyaksikan adegan tersebut sontak membulatkan matanya antara terkejut dan geram, dia langsung naik pitam. Dengan kasar Lisa langsung menarik tangan Rey dan memegang nya erat.
"Mbak ini mau jualan atau mau godain para lelaki di sini sih?! Dari tadi saya liat mbak ini genit banget. Mentang-mentang liat cowok ini ganteng trus digodain gitu aja, nggak liat apa saya di sini? Saya ini istri nya mbak, jadi tolong dihormati posisi saya." Lisa sudah tak peduli jika semua orang tau mengenai dirinya dan Rey yang sudah menikah muda. Yang pasti saat ini dia benar-benar marah. Lisa beralih mengambil salah satu masker kemudian memakaikannnya pada Rey dengan kesal, menyadari bahwa sedang terjadi bahaya, Rey hanya menurut saja takut istri kecilnya ngamuk. "Lo juga ganjen banget sih, digituan cuman diem aja. Sini uang nya biar gue yang bayar." Dengan heran, Rey memberikan uang nya.
"Tolong sikap nya di ubah yah mbak, kalo kayak gini terus nanti pelanggannya nggak nyaman." Lisa menyodorkan uang yang di terima oleh penjaga toko tersebut.
"Tunggu kembaliannya." Mbak itu sepertinya tak suka dengan reaksi Lisa, liat aja tatapannya kayak kesal gitu sama Lisa saat mencari uang kembalian.
Ntah sadar atau tidak, Lisa terus saja menggenggam erat tangan Rey. Dia sedang cemburu kah?
Rey melihat sekilas tangannya yang terkait dengan tangan Lisa, Rey tersenyum sendiri saat menyadarinya. Mungkin kah Lisa cemburu? Mungkin kah benih-benih cinta sudah mulai tumbuh di hati Lisa? Mungkin kah Lisa takut kehilangan Rey? Nah, kan membayangkannya saja sudah membuat Rey senyam-senyum.
"Ini mbak." Penjaga toko tersebut menyodorkan uang kembaliannya.
Lisa menerimanya dan langsung menarik tangan Rey agar segera pergi. Mereka berdua berjalan beriringan diem-dieman. Tetapi, asal kalian tahu tangan Lisa masih menggenggam tangan Rey dan hal itu membuat Rey sesekali tersenyum.
Ngapain lo senyam-senyum?" Tanya Lisa dengan ketus.
"Ha? Nggak, nggak papa."
Lisa menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Rey. "Oh gue tau, lo suka kan sama mbak tadi? Lo suka kan sama dia makanya lo diem aja pas dia megang tangan lo? Istri lo dia apa gue? Kalo lo suka sama dia sana nikahin, jangan sama gue." Sahut Lisa kesal.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!