
Setelah mengetahui bahwa Rey sudah masuk ke dalam kamar mandi, Lisa sudah tak dapat menahan tangisan nya lebih lama lagi.
Lisa menangis tertahan, mulutnya dia tutup agar tak terdengar oleh siapa pun. Mata nya yang memandang keluar jendela terus mengeluarkan air mata yang sangat deras, melebihi hujan. Wah bisa banjir ini...
"Hiks... hiks..." Lisa terus menangis sesegukan. Ingin rasa nya dia mengeluarkan semua kepedihan yang ia rasakan saat ini. Apalah daya nya, semua sudah terjadi dan dia pun tak bisa mengubah nya. Jangan kan mengubah, menolak saja dia tak bisa.
Kaki yang dia pakai untuk berdiri sekarang serasa sangat lemas, sehingga dia harus memegang pada tepi jendela yang dia pakai untuk bertumpu. Se rasa tak tau harus kemana dan tak tau harus berbuat apa. Semua terjadi begitu saja. Dan sekarang dia harus hidup bersama dengan Rey, dia benar-benar sangat membenci nama itu. Menyebut nya saja sudah membuat nya emosi. Tapi inilah yang harus dijalani, tanpa bisa dihindari lagi. Mental nya bener-bener down saat ini, tak bisa di hindari lagi mood nya jelek untuk hari ini.
~Someone You Loved~
Lagu: Lewis Capaldi
I'm going under and this time I fear there's no one to save me
This all or nothing really got a way of driving me crazy
I need somebody to heal
Somebody to know
Somebody to have
Somebody to hold
It's easy to say
But it's never the same
I guess I kinda liked the way you numbed all the pain
Now the day bleeds
Into nightfall
And you're not here
To get me through it all
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
I'm going under and this time I fear there's no one to turn to
This all or nothing way of loving got me sleeping without you
Now, I need somebody to know
Somebody to heal
Somebody to have
Just to know how it feels
It's easy to say but it's never the same
I guess I kinda liked the way you helped me escape
Now the day bleeds
Into nightfall
And you're not here
To get me through it all
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
And I tend to close my eyes when it hurts sometimes
I'll be safe in your sound 'til I come back around
For now the day bleeds
Into nightfall
And you're not here
To get me through it all
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
But now the day bleeds
Into nightfall
And you're not here
To get me through it all
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
Cklek!
Pintu kamar mandi terbuka.
Mendengar suara pintu terbuka, Lisa buru-buru menyudahi tangisan nya. "Huh, tenang! Tenang! Oke, aku harus tenang!" Lisa menghapus sisa air matanya. "Aku nggak boleh lemah. Aku kuat kok! Aku yakin semua akan baik-baik aja. Huftt..." Lisa mengatur napas dan berusaha mengendalikan emosinya.
"Cha, kamu nggak mandi?" Tanya Rey. Saat melihat Lisa masih setia berdiri di dekat jendela.
Apaan sih sok perhatian banget, udahlah cuekin aja. Lisa kembali mengatur emosi nya agar tak membuat diri nya harus marah-marah pada cowok yang sok perhatian itu. Lisa berjalan mengambil handuk dan masuk kamar mandi tanpa menoleh sedikit pun pada Rey yang tengah duduk.
Setelah mandi dan mengganti pakaiannya dengan piyama, Lisa mengambil hp nya dan duduk di sofa yang ada dalam kamar tersebut.
"Cha?" Panggil Rey. Tak ada jawaban, Rey mengulangi panggilan nya. "Icha?" Masih tak di jawab. Masalah nya dia masih khawatir dengan keadaan Lisa.
Lisa pura-pura tuli atau memang nggak denger?Dengan santai nya dia memencet- hp nya tanpa peduli dengan hal lain di sekitarnya, terutama pada Rey yang dari tadi memanggil nya.
Rey mendekat ke arah Lisa, dan duduk di samping nya. "Kamu kenapa?" Tanya nya dengan lembut. Namun yang di tanya tak menjawab sama sekali. "Ada apa? Kamu kenapa?" Ulang Rey. Rey menggeser duduk nya untuk lebih dekat.
"Jangan mendekat!" Sahut Lisa. Dia benar-benar harus super sabar saat mendengarkaan suara sosok yang satu ini. Mendengar suaranya saja udah buat dia emosi, pokok nya semua yang berhubungan dengan cowok itu dia membenci semua nya. Bener-bener yah, dasar caper alias cari perhatian.
"Kamu kenapa?" Tanya Rey lagi. Dia harus memastikan semua baik-baik saja dengan istri nya ini.
Lisa memutar bola mata nya jengah. "Nggak usah nanya-nanya!" Tegas Lisa.
"Ada apa? Kamu ada masalah apa? Kok kamu kayak gini? Aku punya salah apa?" Tanya Rey dengan sabar.
Mendengar semua pertanyaan Rey, membuat Lisa sudah tak bisa mengontrol emosinya. Suara itu benar-benar membuat emosinya ingin sekali meledak, meskipun dia sudah berusaha untuk menahan nya. Lisa menyimpan hp nya dan menatap Rey lekat. "Nggak usah banyak tanya deh, Rey. Gue tau lo itu cuma pura-pura sok polos, aslinya mah iya bahagia, seneng kan lo liat gue menderita kayak gini. Lo tau gue itu ngerasa terkekang nggak bisa ngapa-ngapain, itu semua gara-gara lo. Gue risih, gue nggak suka sama lo, gak suka lo deket-deket sama gue. Gue nggak suka lo sok perhatian, sok polos, sok ini sok itu semuanya. Nggak bakal mempan Rey. Gue nggak mungkin luluh. Dan lo nanya gue ada masalah apa? Gue nggak suka sama lo, ini semua terjadi gara-gara lo. GUE BENCI SAMA LO! PAHAM KAN?! Jadi nggak usah deket-deket gue, lo urus hidup lo, gue urus hidup gue sendiri. Urus hidup masing-masing!" Sahut Lisa dengan sangat emosi. Rey berhasil membuat emosi Lisa meledak-ledak bagai bom
Rey terkejut mendengar semua kalimat Lisa barusan. Dia sungguh tak menyangka semua itu bisa keluar dari mulut Lisa. "Lo? Gue? Kenapa cara bicara kamu kayak gitu?" Tanya Rey dengan pelan.
"Kenapa? Nggak suka? Ya suka-suka gue dong. Mulut-mulut gue!"
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!