Love In Many Ways

Love In Many Ways
Khawatir



"Pacar?"


"Hem."


"Kok diem? Kamu udah ngantuk?"


"Belum."


"Di situ hujan nggak?"


"Nggak. Emang di situ hujan?"


"Cuma gerimis doang sih. Mmm... Kamu tau nggak?"


"Nggak."


"Hahaa... Aku juga nggak. Kamu tau nggak beda nya hujan sama kamu?"


"Nggak tau dan nggak mau tau."


"Bener nih? Yaudah aku nggak akan ngasih tau!"


"Bercanda doang. Yaudah apa dong bedanya?"


"Kalo hujan itu air yang turun dari langit lalu jatuh kepermukaan bumi. Kalo kamu itu anugerah Tuhan paling indah yang turun dari langit lalu jatuh ke hati ku. Hahaa..."


"Hahaa... Kamu bener-bener udah pro deh Al. Dikit-dikit ngegombal."


"Iya dong. Pacar... Tidur yuk. Aku udah ngantuk nih."


"Yaudah. Sana tidur."


"Tidur bareng."


"Ha?"


"Maksudnya tuh kamu tidur di kamar kamu, aku tidur di kamar aku, tapi dalam waktu yang sama."


"Oooh. Kayak Dilan sama Milea lagi?"


"Hehee... Tuh tau."


"Kamu ngikutin cara Dilan mulu. Ntar Dilan nya marah loh."


"Kan udah aku bilang, aku udah izin. Jadi nggak papa lah."


"Hmm... Yaudah deh."


"Oke, sekarang di situ udah jam berapa?"


Lisa mendongak melihat ke arah jam dinding yang ada di kamarnya.


"Jam 10 lewat 12 menit."


"Kalo aku jam 10 lewat 15 menit. Oke, kita tidurnya di menit ke 25, berarti kamu tidurnya sekitar 13 menit lagi, kalo aku 10 menit lagi."


"Oke deh."


"Sana gih kamu siap-siap tidur. Jangan lupa gosok gigi, cuci muka, cuci kaki, cuci piring..."


"Eh kok cuci piring? Hahaa..."


"Ya kali aja belum di cuci, hahaa..."


"Yaudah aku tidur dulu yah."


"Iya sana. Matiin gih telpon nya."


"Yaudah aku matiin yah. Daah..."


"Eh bentar..."


"Kenapa?"


"Hampir aja lupa. Selamat tidur pacar ku. Lopyu."


"Hahaa... Selamat tidur juga. Lopyu tu."


Setelah mengucapkan kalimat itu, Lisa langsung mematikan telponnya. Kemudian meletakkannya hp nya di meja, kemudian kembali berbaring. Menutupi seluruh badannya dengan selimut lalu memejamkan matanya.


.


.


.


Pagi Hari🌞🌄


Lisa sudah bangun dari tadi. Jam masih menunjukkan pukul 05.42


Selesai sholat, Lisa langsung masuk ke kamar mandi dan mengguyur badannya. Pagi-pagi buta dia sudah mandi, emang nggak dingin tuh?


Selesai mandi Lisa langsung memakai seragam sekolahnya.


Tok.. Tok.. Tok...


Suara pintu kamar di ketuk.


"Bolot." Panggil Putra dari balik pintu kamar Lisa.


Lisa yang sibuk menyisir rambutnya didepan cermin. "Iya? Ada apa kak?" Sahut Lisa.


"Boleh masuk nih?"


"Masuk aja."


Cklek...


Putra membuka pintu kamar Lisa. Kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar dan duduk di atas kasur.


"Bolot?" Panggil Putra.


"Apa sih kak?" Tanya Lisa, masih menatap dirinya di depan cermin. Memperhatikan penampilannya dengan saksama.


"Mmm... Kakak mau nanya."


"Apa?"


"Kamu suka nggak sama kak Felice?"


"Suka, suka kok. Siapa yang nggak suka? Kak Felice kan baik. Emang kenapa? Kok tanya gitu?" Lisa berjalan ke arah lemari pakaian nya ingin mengambil jepitan rambutnya.


"Nggak papa sih, cuma nanya aja. Kan bentar lagi kakak udah lulus kuliah. Trus kerja, trus lamaran. Hehe..."


"Iddih. Nggak usah ngebut kali kak, dapet restu dari Daddy Mommy aja belum, sok-sok an mau lamaran." Ucap Lisa meledek.


"Serah deh. Yang penting berjuang."


"Iya in." Ujar Lisa. Lalu berjalan mengambil tas nya dan hp nya di meja. "Kak Putra nggak kuliah?"


"Kuliah kok, tapi masuk nya siang nanti."


"Kalo gitu anterin Lisa yah."


"Nggak ah, males. Kamu sama pak Anto aja napasih, susah banget."


"Kalo sama pak Anto nggak seru. Ayolah kak... Pliiisss..." Lisa memohon sambil menggenggam kedua tangannya di depan dada.


"Yaudah deh. Kamu tunggu kakak di luar aja." Putra berdiri lalu keluar kamar. Dia ingin mengambil jaket dan kunci motornya, tak lupa bawa masker. Kenapa? Karena takut di liat oleh para masyarakat diluar sana, Putra kan mempunyai banyak fans. Nanti di kerumuni lagi. Kan dia penyanyi terkenal gaess.


.


.


.


Gerbang Sekolah👈


Lisa menyalami punggung tangan kakaknya. "Makasih kak Putra."


"Sama-sama. Sana gih masuk, belajar yang bener."


"Siap."


.


.


.


Kelas 11 IPS 5👈


Bel sudah berbunyi dari tadi, guru kelas juga belum datang. Dan... dapat di tebak apa yang dilakukan siswa siswi jika guru kelas tidak ada di kelas. Apalagi kalau tidak membuat keributan.


Dari tadi Lisa terus melihat ke arah pintu masuk kelas. Sambil berharap Al segera datang sebelum jam pelajaran di mulai.


"Selamat pagi anak-anak." Guru kelas sudah datang.


Semua siswa siswi langsung duduk di kursi masing-masing. Menghentikan aktivitas mereka masing-masing. Semua membisu, tak ada yang berani bersuara melihat guru kelas yang datang. Ya iyalah, guru kelas hari ini kan bu Ria.


Al mana sih? Kok belum datang?


Dari tadi Lisa sudah gelisah menunggu kedatangan pujaan hati nya. Namun, yang di tunggu-tunggu tak kunjung datang.


.


.


.


Jam Istirahat...


Sarah menghampiri Lisa di bangkunya. "Lis, kantin yuk." Ajak Sarah.


"Kuy." Mira ikut bersuara.


"Kalian duluan aja dulu." Ucap Lisa. Lisa merogoh saku nya dan mengambil hp nya.


"Kenapa?"


"Ntar aku nyusul." Jawab Lisa.


"Yaudah deh, yuk Mira." Sarah dan Mira keluar kelas menuju ke arah kantin, meninggalkan Lisa yang sedang sibuk dengan hp nya.


Lisa menghubungi Al, menanyakan kenapa dia tidak datang ke sekolah hari ini. Dari tadi Lisa sudah merasa khawatir dan cemas, kalau kalau ada sesuatu yang tak di inginkan telah terjadi.


^^^Me!^^^


^^^Al?^^^


^^^Dimana?^^^


^^^^^^Kok nggak masuk sekolah?^^^^^^


^^^Kamu nggak kenapa-kenapa kan?^^^


^^^Jangan bikin aku khawatir deh Al!^^^


Lisa mengirimi pesan spam pada Al, Lisa sudah sangat khawatir. Untuk bebarapa menit tak ada jawaban dari pesan Lisa. Itu membuat Lisa semakin cemas. Sampai akhirnya...


Piiingg...


Lisa langsung membuka pesan itu.


Si CoRe🔥🖤


Kenapa sayang?


Kangen yah?


^^^Me!^^^


^^^Kamu dimana?^^^


^^^Kok nggak ke sekolah?^^^


Si CoRe🔥🖤


Telat bangun, hehee😁


^^^Me!^^^


^^^Hu... Dasar^^^


^^^Jangan bikin khawatir dong😒^^^


Si CoRe🔥🖤


Ya maap


^^^Me!^^^


^^^Iya deh. Yaudah aku mau^^^


^^^ke kantin, kamu^^^


^^^baek-baek di rumah.^^^


Si CoRe🔥🖤


Siap. Kamu belajar


yang bener yah


^^^Me!^^^


^^^Okee^^^


Si CoRe🔥🖤


Jangan nakal yo


Jangan genit-genit


sama cowok lain. Awas loh😒


^^^Me!^^^


^^^Iya. Nggak kok^^^


Lisa memulas senyum bahagianya. Kemudian menyimpan hp nya dan berjalan keluar kelas.


Tapi saat akan menuju kantin, Lisa berpapasan dengan Rey dan Dinda dari arah yang berlawanan. Lisa yang melihat mereka berdua pun berniat untuk meledek nya.


"Hai Rey..." Sapa Lisa.


"Hai."


"Hai Dinda..."


Dinda hanya membalas dengan tersenyum canggung. Sebetulnya dia merasa sedikit tidak enak dengan Lisa. Kenapa? Karena akhir-akhir ini dia cukup dekat dengan Rey. Sejujurnya dia tak mau terlalu dekat dengan Rey, takut baper. Tapi karena urusan OSIS jadi nya dia terpaksa. Dinda masih mengira kalau Rey itu masih pacaran sama Lisa.


"Kalian mau kemana?" Tanya Lisa dengan ramah.


"Ruang OSIS." Jawab Dinda sambil tersenyum.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!