
"Udah, pokoknya diteruskan saja ya! Lanjutkan hal itu, saya suka!" kata Rey yang berusaha keras agar tidak semakin salah tingkah.
Melihat Rey yang terus-menerus salah tingkah, Lisa pun berniat menjahili Rey. Lisa ikut berdiri dan menangkup kedua pipi Rey, "Kamu kenapa sih Mas? Padahal biasanya aku juga manggil kamu pake kata-kata Mas juga loh..." kata Lisa dengan wajah imutnya.
Rey menggigit bibirnya karena tak kuat menahan keimutan Lisa. "Y-ya beda, kamu biasanya manggilnya kan Mas Husband... Kalo cuma dipanggil Mas doang rasanya ah mantap."
Lisa semakin menjadi-jadi, ia semakin bertingkah imut didepan Rey. "Oh gitu, berarti kamu suka dong aku panggil Mas?" tanya Lisa.
"Astagfirullah, kuatkan hati ini Ya Allah!" batin Rey. Rey hanya mengangguk sambil mengiyakan semua kata-kata Lisa.
Lisa tersenyum, "Mas Rey...." panggil Lisa dengan suaranya yang lembut.
Rey langsung berbalik tak kuasa menahan godaan Lisa. Saat ini Rey sedang bergelimang keimutan Lisa yang Lisa tunjukkan.
Lisa masih saja tersenyum manis, Rey sudah tidak kuat lagi dengan semua ini. "Rey kamu nggak papa?" Tanya Lisa bingung dengan tingkah Rey. Ia langsung menepis tangan Lisa dan bertingkah tak jelas.
Setelah itu Rey langsung berbalik dan tiba-tiba mengangkat Lisa agar berdiri diatas kursi.
"Waahhh... Kamu ngapain woi! Ih, ngapain aku diatas sini? Awas gihh mau turun!" pinta Lisa yang sudah berdiri diatas kursi.
"Udah diem!" tegas Rey. Rey melepaskan almamaternya lalu mengikatnya di pinggang Lisa. "Ini semua hak paten! Yang punya ini saya. Yang berhak cuma gua tau nggak!" kata Rey sambil menunjuk seluruh tubuh Lisa.
"Yee..."
"Sekarang pilih! Depan, belakang, apa bridal style?" tanya Rey.
"Hah?" Tanya Lisa yang semakin bingung.
Rey berdecak, "Ck... Cepetan pilih! Depan, belakang apa bridal style? Ah kelamaan!" Rey langsung berdiri didepan Lisa, menarik tangan Lisa dan Lisa pun jatuh diatas punggung Rey.
"Waahhh...." reflek Lisa berteriak karena terkejut.
"Udah kuy! Sorry, sunmori kita beda!"
Tiba-tiba Rey berlari sambil menggendong Lisa menuju kantin, di sepanjang koridor, anak-anak menyoraki mereka. Lisa hanya bisa bersembunyi di leher Rey karena malu.
Di sisi lain, ada mata yang tampak sendu dan sedih melihat kebersamaan kedua insan itu. "Mulut gue bisa ngomong kalo udah selesai, tapi hati gue nggak bisa dibohongi. Gue tetep masih nggak bisa relain lo selamanya sama Rey!" gumam Dinda yang hanya bisa melihat Lisa dan Rey dari kejauhan.
Sesampainya di kantin Rey memesankan makanan kesukaan Lisa yang sudah lama tidak Lisa makan lagi. Ia tahu pasti Lisa kangen dengan makanan kesukaannya. Lisa sangat senang dengan respon Rey. Rey begitu tau keinginannya.
"Kangen disini nggak?" Tanya Rey.
"kangen."
"Ibu kantinnya juga?"
Lisa menganggukkan kepala kemudian menoleh pada ibu kantin yang sedang sibuk. "Kangen banget..."
"Kalo..."
Tiba-tiba notifikasi di hp Lisa masuk. "Bentar yah Rey."
Rey yang sedang makan pun bertanya. "Siapa?"
"Devan." Jawab Lisa membaca pesan Devan.
"Apa katanya?" Ada nada tidak suka dari suara Rey.
"Nggak papa, cuman nyariin. Katanya sebentar lagi bakalan di umumkan pemenang lombanya di aula." Ia menyimpan hp nya kemudian melanjutkan makannya.
...*****...
"Eh gila deg-degan banget, pokoknya kamu harus menang yah Lis! Aku maksa pokoknya!" ujar Sarah yang sangat percaya diri.
"Iya Lis! Kamu harus juara 1 pokoknya!" pinta Mira.
"Semoga yahh, jangan terlalu pede dulu." Balas Vhino. "Yah walaupun kita beda sekolah, tapi kita lebih dukung kamu."
"Yah pasti lah, kamu harus menang yahh Lis."
Lisa hanya tersenyum, "Hehehehe pasti dong!" jawab Lisa dengan canggung. "Ya kalo nggak juara 1, masa depan ini taruhannya! Aku belum siap jadi mama muda yah!" pikir Lisa saat mengingat perkataan Rey sebelum lomba tadi.
Lisa berdiri bersama dengan rombongannya. Ada Devan dan Baim dan juga temannya yang mengikuti lomba, ia juga bersama dengan ketiga temannya dan pastinya tepat di samping nya ada Rey yang senantiasa berada di sisinya. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya pengumuman pemenang tiba.
"Selamat siang anak-anak..."
"Siang ibu..."
"Setelah melaksanakan rapat dengan para panitia lomba yang cukup lama untuk menentukan pemenangnya, ini waktunya ibu akan membacakan nama-nama siswa-siswi pemenang lomba cerdas cermat SMAN Bakti Husada 2022. Kita mulai dari kategori Sains! Juara 3, di menangkan oleh nomor peserta... 4, Aditia Perwira...."
Begitulah pengumuman dibacakan seterusnya, namun saat pengumuman juara 1, semua seolah-olah tak terkejut lagi dengan apa yang dibacakan oleh guru.
"Juara pertama lomba cerdas cermat Sains SMAN Bakti Husada 2022 adalah.... Nomor peserta 7, Muhammad Rahardian Fahreyzan..."
Semuanya bertepuk tangan saat Rey maju kedepan, dan menerima hadiah serta piala kemenangannya. Rey sengaja melirik Lisa dan mengedipkan sebelah matanya untuk memberi kode.
"Ciee... Yang pacarnya juara 1 ni yee..." ledek Sarah sambil menyenggol lengan Lisa.
"Traktirannya ditunggu ya Lis!" ledek Mira.
"A-apasih..." Lisa salah tingkah sendiri karena Rey yang tiba-tiba meliriknya.
Pengumuman kembali dilanjutkan, "Selanjutnya... Pengumuman pemenang lomba cerdas cermat Kategori Umum Juara ke-3, diraih oleh nomor peserta... 8, atas nama Nabila Syaputri...."
Tepuk tangan begitu riuh karena semuanya menantikan momen ini. Semua benar-benar tak sabar melihat hasil taruhan Dinda dan Lisa.
"Untuk juara ke-2 cerdas cermat Umum, diraih oleh nomer peserta.... 3, Akira Adinda Cahyani!"
"Whooooo!!!"
"W0000"
"KERENNNN!"
"Gilaaa!"
Sorakan demi sorakan terdengar dari barisan manapun. Sedangkan Dinda terdiam mematung tak berani bergerak lagi. Ia cukup syok dengan pengumuman barusan.
"Untuk Adinda dimohon untuk maju ke depan!"
Dengan langkah lemas dan tatapan kosong Dinda maju ke depan menerima hadiah serta piala dari guru. Wajah Dinda tampak muram dan tak bersemangat. Semua ini diluar pikirannya. Ia kira ia akan jadi yang pertama. Sementara Lisa sedikit lebih tenang karena Dinda menjadi nomor 2. Tapi dia masih takut karena situasi bisa berbalik kapanpun.
"Baiklah, juara pertama lomba cerdas cermat Umum adalah peserta dengan nomor urut... 3!"
Semua langsung terkejut dan bingung, nomor urut 3 adalah nomor urut Dinda, sementara Dinda sudah mendapatkan juara 2. Dinda tersenyum dan merasa sedikit punya harapan, ia berpikir mungkin tadinya panitia salah sebut. Dan sementara itu Lisa mencoba tenang dan percaya pada dirinya sendiri.
Salah seorang guru pun terlihat mendatangi guru yang membacakan hasil lomba dan berbisik. "Oh maaf semuanya, ternyata terjadi kekeliruan dalam pembacaan pengumuman. Jadi, pemenang lomba cerdas cermat Umum SMAN Bakti Husada 2022 adalah, peserta dengan nomor urut... 13, Melissa Sabrina Gianiggy..."
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!