Love In Many Ways

Love In Many Ways
Hadiah



"Udah bangun?" Tanya sebuah suara.


Lisa yang mata nya masih tertutup hanya mengangguk polos. Namun sedetik setelahnya Lisa tersadar.


Ha? Tunggu! Siapa itu? Siapa yang berani masuk kamar tanpa se izin ku?


Dengan secepat kilat Lisa langsung membuka mata nya dan mencari sosok yang tadi bertanya pada nya. Betapa terkejut nya dia saat melihat sosok lelaki yang sedang berdiri di samping tempat tidur, lelaki itu menyilangkan kedua tangan nya di depan dada, dan menatap ke arah Lisa.


Lisa langsung bangun dan memeluk lelaki tersebut dengan erat. "Kak Putra kapan pulang?" Tanya Lisa, masih memeluk Putra.


Putra membalas pelukan adik nya yang terkasih. "Kemarin malam. Kamu nya udah tidur."


"Kak Felice mana? Udah pulang juga kan?"


"Lah iya, dia ada di dapur. Lagi bantu Mommy."


"Kak Putra udah dari tadi di sini? Kok nggak bangunin Lisa?"


"Yaaa lumayan, kakak nggak tega aja bangunin kamu. Keliatan nya tidur nya nyenyak banget."


"Heheee... Iya." Lisa langsung teringat akan hadiah nya, dia melepas pelukan nya dan menatap kedua mata Putra. "Hadiah Lisa mana, kak?"


Putra mengerutkan kening nya. "Hadiah apa?" Tanya nya pura-pura tak tau.


"Hadiah Lisa, kak Putra udah janji loh."


"Hehee... Iya deh. Ada kok di kamar, ntar kakak ambilin. Kamu mandi dulu gih sana, nanti keburu telat ke sekolah."


"Janji yah?"


"Iya. Sana mandi. Ntar kamu berubah jadi Bolot lagi kalo bau."


"Iya Kang Buddy ku sayang..." Lisa berjalan mengambil handuk nya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Putra keluar kamar dan berjalan ke kamar nya sendiri untuk mengambil hadiah yang ingin dia berikan.


Lisa sudah selesai mandi dan sudah memakai seragam sekolah nya, sekarang dia sedang sibuk menyisir rambut nya di depan cermin.


Tok.. Tok.. Tok...


Suara ketukan pintu.


"Masuk!" Lisa menyahut.


Cklek!


Putra membuka pintu kamar, dan terlihat dia membawa tiga kotak yang terlihat sudah dibuat sebagus mungkin. Mungkin itu hadiah nya Lisa, mungkin saja.


"Wah, ini semua buat Lisa?" Tanya Lisa saat melihat tiga kotak tersebut. Di antara semua kotak tersebut, ada yang ukuran nya terlihat agak kecil, berukuran sedang dan ada yang paling besar. Lisa segera menyambar nya dari tangan Putra.


"Eh, satu-satu." Putra kembali mengambil kotak tersebut dan meletakkan nya di atas tempat tidur.


"Uwwwaw..." Sahut Lisa histeris. Dia begitu senang melihat tiga kotak itu, melihat bungkus nya saja dia sudah memastikan pasti hadiah di dalam nya begitu mahal. "Lisa mau buka yang ini dulu." Lisa membuka kotak yang menurutnya paling kecil di antara para kotak lain nya.


Lisa membuka nya dan ternyata isi nya adalah...


hp iPhone 12 Pro Max yang harga nya sekitar puluhan juta.


"Ya nggak papa. Kan bisa di ganti, kamu pake yang itu aja. Mahal loh itu."


"Ya Lisa tau. Tapi kan Lisa pikir mubazir aja kak. Kan Lisa ganti hp baru dua bulan yang lalu, masa ganti lagi."


"Jadi nggak mau nih? Yaudah sini!" Putra langsung mengambil hp itu dari Lisa.


Tak terima Lisa langsung mengambil nya kembali. "Ya jangan, kan ini buat Lisa. Ntar Lisa pake." Lisa menyimpan hp itu di samping nya, lalu membuka kotak yang lain nya. Lisa membuka kotak yang berukuran sedang. Dan ternyata isi nya...


"Apa ini Miskha?!" Lisa terlihat begitu kaget melihat isi dari kotak tersebut. Isi nya dua buah mug yang satu nya bergambar kan foto Iqbaal Ramadhan dan yang satunya bergambar kan foto BoyBand BTS. Kedua nya merupakan Idola nya dari dulu.


"Wah... Oppa-oppa ku..." Lisa memeluk kedua mug itu histeris dia begitu bahagia, dia begitu senang dengan hadiah yang satu ini.


"Suka? Mahal loh itu." Tanya Putra.


"Suka banget... Makasih kang Buddy." Lisa tersenyum sangat manis pada Putra, lebih tepat nya sok manis.


Putra memutar bola matanya jengah lalu berdecih. "Cih."


"Yang satu ini juga, buka dong." Pinta Putra.


Lisa mengambil kotak yang paling besar dan paling tersebut. Jantung nya sekarang dag-dig-dug serr. Apa yah isi nya? Semahal apa itu?


"Loh?" Tanya Lisa. Lisa heran karena isi nya adalah gaun pengantin. Dalam hati dia terus bertanya, apa Putra tau kalo dia akan menikah?


"Dek, kakak pulang cepet itu karena Mommy bilang kamu akan segera menikah." Kata Putra. Terdengar dari kalimat nya barusan dia sangat berhati-hati, takut Lisa malah sedih.


"Jadi waktu kakak mau pulang ke sini kakak sempet mampir dulu beli ini, ini Felice loh yang pilih." Sambung Putra saat melihat Lisa hanya diam membeku menatap gaun itu.


Seketika air mata Lisa menetes dari pelupuk mata nya. Dia terdiam, namun mata nya terus berair.


Putra yang melihat nya sangat tidak tega, sungguh dia sangat mengerti bagaimana perasaan adik kecil nya saat ini.


"Dek..." Putra menggeser posisi duduk nya lebih dekat dengan Lisa. Kemudian menggapai bahu adik nya dan menyandarkan kepala Lisa di bahu nya. Dia mengusap punggung adik nya pelan.


"Jangan nangis dong! Adik kakak kan kuat. Mommy udah ceritain semua nya. Kakak yakin, ini semua Daddy lakuin buat kebahagiaan kamu nanti nya."


"Hiks...Hiks..." Lisa tak bisa menjawab. Dia hanya terus menangis sesegukan.


"Hush, udah yah. Kakak tau ini semua berat buat kamu. Tapi kamu harus kuat. Kamu nggak boleh ngebantah permintaan Daddy, karena orangtua lebih tau apa yang terbaik untuk anak nya. Jadi nggak usah sedih."


"Tapi, hiks kenapa harus secepat ini? hiks... Lisa kan masih muda, Lisa masih belum siap, hiks... hiks..." Ucap Lisa di sela-sela tangis nya.


"Dek... Kamu liat kondisi Daddy sekarang. Kakak sedih liat nya. Kakak nggak tau alasan Daddy nikahin kamu secepat ini, tapi yang kakak tau ini Daddy lakuin buat kebahagiaan kamu. Kakak juga percaya sama Rey, kalo dia bisa jaga dan bahagia in kamu. Daddy milih Rey itu udah keputusan yang sangat tepat."


Melihat Lisa tak menjawab Putra melanjutkan ucapan nya. "Kamu nggak boleh nolak permintaan Daddy, kamu kan tau Daddy sangat-sangat sayang sama Kamu. Kamu liat Rey, dia mungkin juga punya perasaan kayak kamu sekarang. Tapi dia berusaha menutupi nya dan terlihat baik-baik aja. Dengan patuh dia nerima semua nya tanpa ada kata menolak."


"Kak, Lisa belum siap untuk semua ini, Lisa harus gimana kak?"


"Nggak papa kok. Lisa harus percaya dan yakin bahwa semua akan baik-baik aja." Putra berusaha menenangkan.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!