
Dan masih banyak lagi komentar dari para netizen, eh salah ketik, maksudnya para siswa dan siswi. Bukannya nolongin mereka malah ngegosip. Rey, Sarah dan Mira tak mempedulikan ucapan mereka semua, itu tak akan penting. Yang terpenting sekarang adalah Lisa. Rey benar-benar terlihat sangat khawatir.
Tanpa mereka sadari ada yang menatap mereka dengan sangat kesal. "Uhh dasar pamer." Kesal Rani dengan tatapan tajam sambil menghentakkan kaki nya kesal.
"Itu Lisa lagi pingsan." Kaget Mila.
"Halla, paling cuma acting. Biar dapat perhatian dari Rey." Cibir Gina.
"Dasar cewek suka nya caper terus. Rey itu kenapa sih harus suka sama dia? Kenapa nggak yang lain aja? Kayak aku misalkan. Kan aku jauh lebih baik dari Lisa, ngeselin banget." Ujar Rani tambah kesal.
"Lisa nya aja yang ganjen." Kata Gina.
"Tapi itu beneran pingsan." Sahut Mila.
"Udah, lu diem aja. Jangan bikin gue makin emosi." Bentak Rani.
Gina dan Mila langsung menutup mulutnya rapat-rapat tak ingin kena semprot dari kekesalan Rani.
.
.
.
Ruang UKS👈
Rey langsung meletakkan tubuh Lisa di atas ranjang yang ada di UKS.
"Lisa... Lisa bangun..." Sarah menepuk-nepuk pipi Lisa lembut.
"Lisa... Bangun dong. Lisa, ayo bangun..." Mira memegang tangan kiri Lisa sambil terus berusaha membangunkan nya.
Ada guru yang melihat mereka dan langsung menghampiri mereka. "Ini ada apa?" Tanya guru yang bertugas menjaga UKS itu.
"Lisa pingsan Bu." Jawab Rey.
"Kena bola basket Bu." Sambung Mira.
"Oke kalo begitu yang disini satu orang saja yang lain boleh keluar dulu, bisa nunggu temannya di luar ruangan aja yah."
"Baik Bu." Sahut Sarah dan Mira berbarengan.
"Rey jagain Lisa!" Pinta Sarah sebelum melanjutkan langkahnya keluar ruangan bersama dengan Mira.
"Tunggu sebentar Ibu ambilin minyak kayu putih dulu!"
"Baik Bu." Jawab Rey. Rey duduk di kursi yang ada di samping ranjang itu. Rey menatap Lisa sejenak kemudian memegang tangan Lisa dengan lembut. "Lisa... Bangun... Jangan buat khawatir kayak gini..." Ucap Rey dengan lembut.
Maafin aku Lis, aku nggak bisa jaga kamu tiap saat. Aku... Aku udah gagal. Jujur, aku nggak ingin terlalu berlebihan karena kamu udah nggak bersama aku lagi. Sekarang kamu udah ada Al, aku berusaha ngehargai perasaan Al. Aku tau dia sangat-sangat sayang sama kamu begitupun kamu, kamu juga sangat sayang sama Al. Meskipun hubungan kita udah lama berakhir, namun aku ngerasa aku masih sulit melepaskan mu. Itu udah ku coba namun nggak ada hasilnya, yang ada aku cuma tambah sayang sama kamu. Dan sekarang, sekarang aku mulai pasrah dengan semua keadaan ini, aku akan biarkan semuanya berlalu tanpa ada paksaan.
Rey menghela napas berat, masih memandang Lisa yang masih memejamkan matanya.
"Rey. Ini minyak nya." Mendengar suara itu, Rey langsung melepaskan tangan Lisa dan menoleh ke arah sumber suara. Terlihat Ibu yang tadi menyodorkan minyak itu kepada Rey. "Ini, kamu coba olesin."
Rey mengambil minyak tersebut, lalu mengoleskan nya pada sekitar dahi Lisa, pelipis nya dan area hidungnya. Kemudian dia menyodorkan minyak tersebut ke arah hidung nya. Perlahan terlihat ada pergerakan dari Lisa, perlahan Lisa membuka matanya sambil memegang kepalanya yang terasa masih sakit. Dalam pandangan nya dia bisa melihat ada Rey dan seorang guru yanv sedang menatapnya.
"Rey..." Ucap Lisa dengan suara Lirih.
Rey terlihat tersenyum bahagia. "Lisa, kamu nggak papa kan? Ada yang sakit nggak?" Tanya nya.
"Kepala ku sakit." Keluh Lisa sambil memegangi kepala nya.
"Kok aku bisa ada di sini sih?!" Gumam Lisa namun cukup di dengar oleh Rey.
"Tadi kena bola basket di lapangan."
Mendengar ucapan Rey, Lisa baru teringat akan kejadian tadi. Satu per satu kepingan ingatannya muncul, mulai dari saat dia berjalan melewati lapangan menuju ke arah Perpustakaan bersama dengan Sarah dan Mira, lalu kemudian kepalanya terkena bola basket dari siswa yang sedang bermain, lalu kemudian dia sudah tak ingat apa-apa lagi.
Rey mengambil air minum yang terletak di atas meja di samping ranjang. "Ini, kamu minum dulu."
"Udah mendingan?" Tanya Rey pada Lisa.
"Sedikit." Lisa kembali membaringkan tubuhnya.
"Kalo begitu Ibu keluar dulu yah, kamu jaga Lisa dulu!"
"Baik Bu."
Setelah kepergian Ibu guru tadi, Rey kembali duduk di kursi yang dia pakai tadi.
"Sarah sama Mira mana?" Tanya Lisa saat melihat tak Sarah maupun Mira.
"Di luar."
"Lisa kamu udah sadar?" Sahut seseorang dari arah pintu masuk. Rey dan Lisa langsung menoleh. Ternyata Sarah, Sarah berlari ke arah Lisa dengan girang.
"Kamu nggak papa kan? Ada yang sakit nggak? Kepala kamu nggak papa? Tadi kena bola pasti sakit banget yah? Kamu agak pusing nggak?" Tanya Sarah beruntun.
Lisa tersenyum melihat kepanikan temannya itu. "Aku nggak papa kok. Oh iya Mira mana?" Tanya nya.
"Lagi ke kantin. Tadi kata nya mau beli makanan trus mau di bawa ke sini." Jelas Sarah.
"Oh."
"Yaudah aku mau balik ke kelas." Lisa berusaha bangun.
Rey yang melihatnya langsung dengan sigap membantu Lisa. "Makasih Rey." Ucap nya sambil tersenyum ke arah Rey.
"Tapikan kamu baru aja sadar. Kamu kan pasti masih lemes! Kamu di sini dulu aja." Pinta Sarah yang masih khawatir.
"Udah, nggak papa kok. Aku nggak papa."
"Kamu di sini dulu. Ntar bisa izin sama guru kelas nya." Ucap Rey.
"Aku udah nggak papa kok, Rey. Aku mau ke kelas aja. Makasih yah Rey udah nolongin."
Rey hanya mengangguk.
Lisa berusaha turun dari ranjang, Sarah berusaha membantu nya dengan memegangi nya.
Lisa dan Sarah berjalan keluar UKS, di susul oleh Rey di belakangnya. Rey hanya ingin mengantar Lisa sampai depan kelas nya, takut terjadi sesuatu lagi pada Lisa.
Namun, saat berjalan melewati koridor, terlihat Mira berlari ke arah mereka dengan wajah yang begitu panik. "Lisa, Lisa...huh..." Ucap Mira dengan ngos-ngosan akibat berlari tadi.
"Ngapain sih pake acara lari-lari? Kayak di kejar maling aja." Ucap Sarah.
"Mana ada, kebalik itu." Ucap Lisa pada Sarah.
Rey hanya mendengar pembicaraan mereka tanpa berniat untuk menyela.
"Eh iy yah. Emang ada apa sih, Ra?" Tanya Sarah pada Mira yang masih berusaha mengatur napas nya.
Mira yang masih ngos-ngosan berusaha menjawab. "Itu... huh... huh..."
"Kenapa? Ada apa?" Tanya Lisa.
"Atur napas dulu. Tarik napas..." Mira mengikuti instruksi dari Sarah.
"Heeemmhh..." Mira menarik napas nya.
"Buang..." Ucap Sarah memberi instruksi.
"Huuftt..." Mira terus melakukan hal itu sampai agak mendingan.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!