Love In Many Ways

Love In Many Ways
Black Pink?



"Iya kak! Lain kali aja." Sahut Rey. "Lisa, aku duluan yah."


"Iya, makasih yah."


Rey berlalu pergi. Lisa memandangi Rey sampai Rey benar-benar menghilang dari pandangannya.


"Hoi ngapain? Sini!" Panggil Putra.


Lisa pun berjalan mendekati kakaknya. "Apa? Kak Putra ngapain?"


"Ini, cuci motor." Jawab Putra. "Kok bisa kamu pulangnya ama Rey?" Tanya Putra lagi.


"Emang kenapa?"


"Nggak papa sih. Cuman agak aneh aja gitu. Tumben dia anterin kamu."


Putra terdiam sejenak." Jangan-jangan kamu..." Putra menggoda adiknya.


"Jangan-jangan apa lagi? Udah ah Lisa mau masuk!" Lisa masuk ke dalam rumahnya tak mempedulikan ucapan Putra lagi.


.


.


.


Kamar LisaπŸ‘ˆ


Setelah makan dan ganti baju, Lisa berbaring di atas ranjang nya yang empuk.


Team Be Best SquadπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


^^^Me!^^^


^^^Guys jalan yuk!^^^


MiramenπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Ayo.


^^^Me!^^^


^^^@Sarah^^^


^^^Gimana? Mau?^^^


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Aku nggak.


Kalian berdua aja.


MiramenπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Kenapa?


Nggak seru lah kalo


nggak ada kamu.


^^^Me!^^^


^^^Iyya.^^^


^^^Ayolah Rah.^^^


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Aku lagi nggak mood keluar.


Kalian aja.


MiramenπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Ayo lah.


Atau kita jemput aja


di rumah kamu?


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Nggak usah.


Aku lagi nggak mau kemana-


mana. Aku lagi bad mood.


^^^Mee!^^^


^^^Ya udah deh, jangan dipaksa.^^^


^^^@Mira, kita berdua aja.^^^


MiramenπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Ya udah deh.


^^^Mee!^^^


^^^@Sarah.^^^


^^^Kamu baek-baek dirumah.^^^


^^^Kalo ada apa-apa hubungi^^^


^^^kita!^^^


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Okee.


Lisa bergegas bersiap-siap. Dia mengganti pakaiannya lalu keluar kamar.


Lisa memgetuk pintu kamar Putra.


Tok.. Tok.. Tok...


"Kak Putra!" Panggil Lisa.


Tak ada jawaban, Lisa mengetuk kembali pintu kamar Putra.


Tok.. Tok.. Tok...


"Kak?" Masih tak ada jawaban.


Cklek!


Lisa membuka pintu kamar, lalu celingukan mencari kakaknya.


"Kak Putra ngapain? Dari tadi Lisa panggil loh."


"Kenapa?"


"Loh? Kak Putra? Ini? Ini uang dari mana?" Lisa melihat uang yang ada di atas meja. Dia melihat Putra sedang mencatat sesuatu.


"Uang Putra lah!" Jawab Putra.


"Kok banyak bener? Nyolong yah?"


"Sembarangan yah kalo ngomong. Ini uang aku sendiri, HKS! Tau apa itu HKS?"


Lisa terdiam sejenak seperti berpikir, lalu menjawab. "Nggak tau! Emang apa?"


"HKS itu 'Hasil Kerja Sendiri'. Udah tau kan?"


"Ooohh. Kak Putra hebat yah. Udah ganteng, pinter, kalo nyanyi suaranya bagus, trus pekerja keras lagi. Lisa makin sayang deh." Lisa memuji kakaknya.


"Hemm... Pasti ada maunya nih."


"Hehee..." Lisa cengengesan. "Jatah Lisa mana?" Lisa menyodorkan tangannya seperti minta uang.


"Udah ke tebak. Nih!" Putra memberi Lisa uang 10 ribu.


"Loh kak? Cuma segini? Ini mana cukup. Buat beli permen sih bisa!"


"Astagfirullah... Wahai anak muda, syukuri lah apa yang ada, syukuri rezeki yang Allah berikan. Karena sesungguhnya Petuah Bugis berkata: Aja' mu kapile-pile, pa' sala pile ammako matu'. Artinya bahwa sesungguhnya janganlah engkau memilih-milih takutnya nanti engkau salah pilih." Kata Putra menirukan gaya bicara syekh yang sedang ceramah.


"Iya deh. Tapi kan Lisa mau belanja, masa bawa uang nya cuma 10 ribu kak. Kan nggak cukup. Apa kata dunia ntar kalo anak dari keluarga Hariwijaya pergi belanja cuma bawa 10 ribu. Ntar masuk di siaran tv nasional artikel nya kayak gini 'Anak dari keluarga Hariwijaya pergi belanja di Mal dan hanya membawa uang 10 ribu. Apakah Pak Hariwijaya tidak menafkahi anak-anaknya sehingga uang yang dibawa cuma hasil dari memulung sampah.' Gimana?"


"Emang kamu belanja nya dimana sih? Kamu belanjanya di Mal milik perusahaan Daddy aja! Kan enak tuh, kalo mereka tau kalo kamu anaknya Pak Hariwijaya, ntar kamu dapet pelayanan VVIP." Jelas Putra.


"Emang sih. Tapi Lisa nggak mau ah. Maunya belanja pake uang kak Putra. Hehee... Kalo kak Putra nggak ngasih, Lisa aduin sama Daddy. Mau?" Lisa mulai mengancam.


"Aduin aja ih! Nggak peduli. Kamu kan punya uang sendiri trus punya kartu juga yang di kasih sama Daddy? Kartu nya kemana? Uang nya kemana?"


"Ya ada sih. Tapi kan Lisa mau simpen aja. Kalo ada uang kak Putra kenapa harus pake uang aku. Hehee..." Lisa cengengesan.


"Dasar kikir." Ucap Putra datar.


"Itu bukan kikir, tapi cerdik." Sahut Lisa. "Kok aku ngerasa kak Putra mulai pelit nih. Biasanya kan kalo ada uang kayak gini biasanya ngasih Lisa uang juga, atau ngajak Lisa jalan-jalan trus di traktir. Lah ini, Lisa minta sedikit aja kak Putra pelit banget."


"Gimana nih? Uangnya kan mau ku pake! Tapi kasian juga sih ngeliat nih anak." Gumam Putra.


"Kak Putra? Kok ngelamun? Minta uang dong kak, pliiisss.... Kak Putra kan baik, Yakan? Kak Putraaa.... uang dongg." Lisa menunjukkan wajah puppy eyes nya. Dan ntah mengapa nampak sangat imut dimata Putra.


"Tapikan..." Putra melihat ke arah adiknya yang menunjukkan wajahnya yang begitu imut. "Yaudah iya-iya, kakak kasih uang. Kamu ini ngegemesin banget sih." Putra mencubit pipi Lisa gemas.


"Aww... Kak Putra sakit tau." Keluh Lisa sambil mengusap kedua pipi nya.


Lisa tau dari kecil Putra selalu tidak tahan jika dia menunjukkan wajah puppy eyes nya. Sekeras apa pun pertahanan Putra jika Lisa sudah bertingkah begitu, Putra pun akan luluh dan menuruti kemauannya.


"Nih!" Putra memberikan sejumlah uang.


"Wah... gini kan enak." Lisa menerima uang itu dengan girang.


"Cukup? Mau nambah?"


"Nggak ding. Ini udah cukup, bahkan lebih. Tapi kalo mau di tambahin boleh-boleh aja sih."


"Enak aja. Udah sana gih." Pinta Putra.


Cup!


Lisa mencium pipi Putra singkat.


"Makasih kak Putra. Lisa pergi dulu yah." Lisa berjalan keluar kamar.


"Hati-hati. Pulangnya jangan kemaleman!" Teriak Putra.


"Iya kak!" Jawab Lisa.


.


.


.


🏭Mal🏭


"Hai, Lis." Sapa Mira.


"Eh hai. Kamu udah nyampe dari tadi?" Tanya Lisa.


"Nggak kok, baru aja. Yuk!" Mira mengajak Lisa masuk.


Mereka bersenang-senang berdua. Seperti tak ada beban. Bercanda bareng, ketawa bareng, dan mereka belanja bareng. Tak lupa untuk bermain juga.


Setelah berbelanja dan merasa cukup dengan belanjaan yang banyak, mereka menuju ke tempat makan.


Sambil menunggu pesanan mereka, mereka berbincang-bincang.


"Sayang banget yah, Sarah nggak ikut." Ucap Mira.


"Iya nih, padahal seru banget. Kapan lagi kan kita jalan kayak gini!" Jawab Lisa.


"Aku ngerasa ada yang aneh deh dari Sarah. Aku ngerasa kalo dia tuh sengaja gitu ngejauh dari kita. Setiap kita ajakin dia pasti nolak."


"Aku juga mikir nya gitu sih. Kayak dia berubah gitu. Udah nggak mau bareng kita lagi." Lisa membenarkan.


"He-em. Yaudah nggak usah di pikirin. Gimana kalo kita foto dulu."


"Foto?"


"Iya, ini kan pertama kalinya kita jalan, jadi kita foto dulu." Mira mengeluarkan hp nya. Lalu menyuruh seseorang yang juga tengah duduk, sedang menunggu makanan pesanannya untuk memfoto mereka berdua.


"Makasih yah!" Mira mengambil hp nya dari orang itu. Lalu melihat foto nya. "Wah... keren yah." Menunjukkan nya pada Lisa.


"Iya yah. Kirim dong, mau aku upload ke medsos ku." Lisa mengambil hp nya didalam tas.


"Okee! Aku juga mau."


"Tag aku!" Ujar Lisa.


"Okee!"



Setelah itu mereka men upload foto itu ke media sosial mereka masing-masing dan saling tag. Dengan caption 'Black Pink?πŸ”₯πŸ–€'


Setelah itu mereka makan bersama dan menikmati makanan yang di hidangkan.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!