
Degh... Jantung ku serasa berhenti berdentum! Ya Tuhan, sekarang apa nih yang harus aku lakukan? Sarah dan Al menunggu jawabanku? Aku kan nggak bisa jujur sekarang! Aku kan mau Sarah yang bahagia dengan mengubur perasaan ku ini dalam-dalam. Tapi kenapa semuanya malah jadi berjalan di luar rencana ku?
Al terlihat sangat terkejut dengan berita tak jelas itu. Dia masih menatap sepasang bola mata Lisa, menunggu jawaban dari mulut lisa.
"A-aku... aku..." Lisa bingung harus berkata apa.
"Udah lah, Lis. Kamu nggak usah khawatir. Kamu tau nggak aku tuh ngerasa, aku ini orang yang paling beruntung di dunia ini, karena aku punya sahabat kayak kamu." Ujar Sarah.
"Tapi... Tapi kamu..." Lisa ingin bicara namun Sarah keburu menyela.
"Aku?" Sarah tersenyum tipis. "Kamu nggak usah khawatirin aku. Aku tuh nggak ada hubungan apa-apa sama Al. Ini semua udah di rencanakan, kami cuma pura-pura. Kamu tenang aja, aku nggak mungkin suka sama spesies cowok kayak dia. Hahaa..." Sarah tertawa.
Kamu harus bertahan Rah, harus! Demi kebahagiaan dua orang yang kamu sayang. Demi Lisa dan Al. Kamu harus terlihat bahagia di depan mereka berdua. Tinggal sedikit lagi, drama ini akan segera berakhir. Kamu harus kuat!
Lisa masih menatap bingung, masih tak mengerti arti ucapan Sarah.
"Ntar suka beneran aku nggak tanggung jawab loh. Aku kan orangnya mempesona." Ucap Al dengan pede nya.
"Iddih..." Sarah mengejek. "Lisa, ini semua udah di rencanakan. Ini semua cuma sandiwara. Ini rencana aku sama Al. Dari awal itu Al minta bantuan sama aku, buat deketin kamu. Sebagai temen yang baik yah, aku bantuin lah." Ucap Sarah.
Aku nggak nyangka mereka se akrab ini. Jadi... Jadi mereka cuma pura-pura? Ini semua sudah mereka rencanakan.
"Jadi...Kalian nggak pacaran?" Tanya Lisa.
"Nggak lah." Jawab Sarah dengan santainya. "Lisa... Harusnya kamu sadar dari dulu kalo Al itu bener-bener sungguh-sungguh sama kamu. Kamu harus percaya kalo Al memang suka sama kamu, karena ada buktinya." Sarah mengambil secarik kertas dari tasnya. Al terlihat sangat terkejut begitu melihat kertas yang sangat familiar bagi nya itu. Begitu pula Lisa.
Ah iya. Aku ingat! Ini kan kertas catatan rahasia Al waktu itu, yang sempat mau ku ambil!
Sarah menyerahkan kertas itu pada Lisa. "Nih buktinya. Ntar kamu baca."
Lisa mengambil kertas yang di berikan oleh Sarah, lalu melihatnya. Di sana tertulis sepuluh alasan pendek dengan judul...
"10 Alasan Mengapa MELISSA SABRINA GIANIGGY HARIWIJAYA"
Melihat tulisan itu Lisa tampak terkejut.
Apa? Melissa? Namaku? Namaku tertulis di sini?
"Ini..."
"Itu punya Al. Dan sekarang kamu yakin kan dengan perasaan Al?"
Jadi nama yang tertulis di catatan rahasia Al adalah nama ku?
Lisa menatap ke arah Al dengan tatapan tak percaya. Sedangkan Al berusaha menghindari kontak mata dengan Lisa, untuk mencegah rasa malu nya.
Trus kenapa kertas ini ada sama Sarah? Pantes dulu Sarah pernah memintaku berjanji untuk tidak merebut Al darinya. Mungkinkah karena kertas ini? Mungkinkah Sarah sudah tau hal ini sejak lama?
"Jadi kamu yang ambil? Pantesan aku cari-cari nggak ketemu. Nyatanya di ambil sama squwidward ." Ucap Al dengan nada mengejek.
"Bukan aku Miskha. Ini kertas tuh aku nemuin di bawah meja. Nggak mungkin lah aku nyuri ini dari kamu." Ujar Sarah.
Sekali lagi suara pemberitahuan berkumandang.
"Sekarang cepat kalian masuk. Nanti film-nya keburu mulai." Pinta Sarah.
Sarah mendorong paksa tubuh Lisa dan Al masuk ke dalam teater dua.
"Tapi, Rah..."
Sarah mengangguk dan tersenyum untuk Lisa. "Ayo masuuuuuk!"
Alhasil Lisa dan Al melangkah masuk perlahan sambil masih menoleh ke Sarah. Dan Sarah masih memulas senyum untuk mereka berdua.
Setelah Lisa dan Al benar-benar menghilang dari pandangannya, air mata Sarah menetes dari kedua matanya. Ekspresi bahagianya tadi kini sudah berubah. Sarah sudah tak bisa lagi membendung air matanya.
Kamu harus kuat, Rah. Ini demi dua orang yang kamu sayang. Keputusan kamu ini udah tepat. Ternyata pura-pura bahagia itu nggak enak rasanya. Rasanya se menyakitkan ini. Nggak! Aku nggak boleh lemah. Seiring berjalannya waktu, aku pasti bisa melupakan perasaan ini untuk Al. Aku harus move on. Yang ku harapkan sekarang, semoga mereka bahagia.
Sarah menyeka air matanya. Lalu berjalan keluar dari tempat itu.
~Lumpuhkan Ingatanku~
Lagu: Giesha
Uuu Uuuu
Jangan sembunyi
Ku mohon padamu
Jangan sembunyi
Sembunyi dari apa yang terjadi
Tak seharusnya hatimu
Kau kunci
Bertanya
Cobalah bertanya pada semua
Di sini ku coba untuk bertahan
Ungkapkan semua
Yang ku rasakan
Reff:
Kau acuhkan aku
Kau diamkan aku
Kau tinggalkan akuuu
Lumpuhkanlah ingatanku
Hapuskan tentang dia
Ku ingin ku lupakannya
Jangan sembunyi
Ku mohon padamu
Jangan sembunyi
Sembunyi dari apa yang terjadi
Tak seharusnya hatimu
Kau kunci
Lumpuhkanlah ingatanku
Hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku
Tentangnya
Hilangkanlah ingatanku
Ku ingin ku lupakannya
Woooo
Lumpuhkanlah ingatanku
Hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku
Tentangnya
Hilangkanlah ingatanku
Ku ingin ku lupakannya
Lumpuhkanlah ingatanku
Hapuskan tentang dia
Ku ingin ku lupakannya
Kau acuhkan aku
Kau diamkan aku
Kau tinggalkan aku
...*****...
🏠Rumah Keluarga Agrananda 🏠
Kamar Rey👈
Setelah sepulang sekolah tadi, seharian ini kerjaan Rey cuma tiduran di atas tempat tidur nya tanpa melakukan apapun.
Dia hanya tiduran sambil terus mendengarkan musik dari hp nya.
Jangan lemah dong Rey. Ini demi kebahagiaan Lisa. Kamu harus merelakan dia. Kamu nggak bisa memaksakan perasaan kamu ke Lisa. Lisa juga berhak bahagia dan tentunya kebahagiannya itu bukan aku, bukan aku orang itu. Kamu harus nerima kenyataan itu. Seiring berjalannya waktu pasti kamu bisa ngelupain dia. Kamu nggak boleh egois, kalo mencintai kan nggak berarti harus memiliki. Mungkin aku bisa ikut bahagia saat melihat Lisa dan Al bahagia nanti.
Tanpa sadar setetes air mata Rey mengalir turun di pelupuk matanya.
~Tetap Dalam Jiwa~
Lagu: Isyana Sarasvati
Tak pernah terbayang
Akan jadi seperti ini pada akhirnya
Semua waktu yang pernah kita lewati
Bersama nyata hilang dan sirna
Hitam putih berlalu
Janji kita menunggu
Tapi kita tak mampu
Seribu satu cara kita lewati
Tuk dapatkan semua jawaban ini
Reff:
Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Memang tak mudah
Tapi ku tegar menjalani kosongnya hati
Buanglah mimpi kita yang pernah terjadi
Tersimpan tuk jadi histori
Hitam putih berlalu
Janji kita menunggu
Tapi kita tak mampu
Seribu satu cara kita lewati
Tuk dapatkan semua jawaban ini
Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda (dunia kita berbeda)
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda (dunia kita berbeda)
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Rey menatap langit-langit kamarnya. Perasaanya saat ini memang benar-benar kacau. Rey sudah tak tau harus berbuat apalagi untuk semua yang terjadi. Dari dulu dia sudah berusaha melupakan perasaanya untuk Lisa, tapi ketika dia hampir berhasil Lisa kembali memberinya harapan. Sehingga perasaan yang akan hilang itu, sedikit demi sedikit kembali pulih. Tapi saat ini? Lisa? Menghancurkan perasaanya dalam sekejap.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!