Love In Many Ways

Love In Many Ways
Kasih Sayang (2)



"Mmm... Iya deh. Tapi kak Putra janjikan nggak bakal berubah dan tinggalin Lisa?" Tanya Lisa memastikan sambil mengacungkan jari kelingkingnya.


Putra tersenyum lalu mengaitkan jari kelingkingnya pada jari Lisa. "Janji."


"Udah janji yah, nggak boleh dilanggar!" Ujar Lisa.


Drttt...


Tiba-tiba hp Putra yang ada di saku celana nya bergetar.


"Bentar dek!" Putra melepaskan pelukan nya pada Lisa, lalu mengambil hp nya yang ada di saku nya. Tertera nama "Bendahara Rumah🔥❤️" dilayar. Putra langsung menerima panggilan itu.


"Halo?"


"....."


"Baik-baik aja Mom. Ini lagi di Halte, soalnya lagi hujan."


Putra terdiam sejenak mendengarkan.


"....."


"Iya Mom, Putra jagain kok."


"....."


"Iya Mom."


Telepon dimatikan. Putra menaruh kembali hp nya.


"Siapa kak?" Tanya Lisa penasaran.


"Mommy."


"Oh."


Lisa melihat ke arah jam tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 23.10 sudah larut malam.


"Kak, Lisa takut." Lisa kembali memeluk erat kakaknya, menyandarkan kepalanya di dada bidang Putra.


Putra mengusap kepala Lisa dengan lembut. "Udah nggak papa kok. Kan ada kakak. Nanti kalo hujan nya udah reda kita langsung pulang." Ucap nya menenangkan.


Lisa terdiam sejenak, kemudian kembali bicara. "Kak Putra." Panggil nya.


"Hmm."


"Kan tadi kak Putra berantem tuh sama teman-teman kakak. Trus kok tiba-tiba bisa akrab lagi?"


"Mmm... nggak tau juga sih. Kalo kita lagi berantem atau lagi ribut gitu biasanya kita tuh cuma bercanda. Nggak pernah diambil serius. Ya... walaupun kadang emang bener-bener emosi sih, tapi pasti urusannya nggak bakal panjang." Jelas Putra.


"Bagus dong kak."


"He-em. Karena diantara kami berempat nggak ada kata 'gengsi' buat minta maaf atau ngajak ngomong duluan kalo lagi berantem."


Lisa kembali teringat antara hubungan persahabatannya antara Sarah dari kecil. Kini ada Mira juga dan di tambah Ghea. Dalam hati Lisa berharap semoga mereka semua sama dengan teman-teman nya Putra.


Perlahan Lisa memejamkan matanya, dalam pelukan hangat kakaknya yang melindungi. Lisa terbawa dalam mimpi yang indah.


"Hujannya udah agak reda." Gumam Putra. Kemudian menoleh ke arah Lisa yang dari tadi terdiam tanpa bergerak sedikit pun.


"Dek?" Panggilnya dengan suara pelan. "Bolot?"


"Hmm." Jawab Lisa dengan mata masih terpejam.


"Bangun dek, hujannya udah agak reda."


Lisa mengerjapkan matanya pelan. Perlahn-lahan membuka matanya, melihat sekeliling.


"Yuk pulang!" Ajak Putra.


Lisa melepaskan pelukannya dan berdiri dari duduknya. "Yuk kak." Ujar nya.


.


.


.


🏠Rumah Keluarga Hariwijaya🏠


Putra membuka pintu rumah dengan pelan. "Assalamualaikum..." Sahut Putra dengan suara agak keras.


"Waalaikumussalam."


Terlihat Mommy datang ke arah mereka berdua dengan tergesa-gesa.


"Ya ampun. Kalian kok basah gini sih? Pulangnya juga malem banget!"


"Kan tadi hujan Mom." Kata Putra.


"Memang kamu ngapain sih ngajakin adik kamu buat keluar malem-malem, kalo terjadi apa-apa gimana? Untung Daddy pulang."


Putra tak menjawab apapun. Dia hanya diam mendengarkan semua omelan Mommy nya.


"Kalo sampe Daddy tau kalian pulang malem trus basah-basah gini. Bisa kena hukuman kalian."


"Mom. Mommy jangan salahin kak Putra. Lisa yang salah! Lisa yang pengen ikut sama kak Putra, ini semua salah Lisa!" Ucap Lisa. sambil tertunduk.


Putra dan Lisa tertunduk. Merasa bersalah karena sudah membuat Mommy nya cemas.


"Kalian nggak boleh ngulangin kesalahan yang sama lagi. Pulang malem trus basah-basah lagi. Kalian tau nggak dari tadi tuh Mommy nunggu kalian dengan cemas. Sampe-sampe Mommy nggak bisa tidur, Mommy tuh capek pulang dari kerja. Trus kalian malah buat Mommy kesal..."


Mommy yang melihat reaksi kedua anaknya pun merasa agak simpati. Niat nya untuk memarahi Lisa dan Putra dengan panjang lebar terhenti seketika.


"Maaf. Maafin Mommy nak! Mommy nggak bermaksud buat marahin kalian terlalu berlebihan. Mommy cuma terlalu lelah aja sampe nggak bisa ngontrol emosi." Ucap nya dengan suara yang lembut dan perasaan bersalah.


"Iya. Mommy ke kamar dulu yah. Kalian berdua jangan lupa ganti baju, ntar masuk angin loh." Pesan Mommy.


"Oke Mom." Sahut Lisa.


Setelah kepergian Mommy nya, Lisa langsung memeluk lengan Putra. "Kak Putra, Lisa. masih dingin." Ucapnya dengan manja.


"Yaudah peluk kakak."


Mereka berdua berjalan beriringan menuju kamar nya.


Lisa melepaskan pelukannya, lalu mencium pipi Putra singkat. "Lisa tidur dulu yah kak. Selamat malam." Ucap Lisa sambil membuka pintu kamarnya.


"Kakak mau ke kamar bentar, mau ganti baju. Kamu jangan tidur dulu!" Pesan Putra.


Lisa mengerutkan dahi nya bingung. "Kenapa?" Tanya nya.


"Abis ganti baju kakak mau ke kamar kamu."


"Ngapain?"


"Cuma mau nemenin adik kecil ku tidur kok."


"Beneran nih?" Tanya Lisa dengan antusias.


"Hem."


"Yeiy." Ucap nya dengan girang.


.


.


.


Setelah mengganti pakaiannya dengan piyama, Lisa duduk di tepi tempat tidur nya sambil memencet-mencet hp nya.


Cklek!


Pintu kamar terbuka. Terlihat Putra memasuki kamar dan berjalan ke arah Lisa. Putra duduk di samping adiknya.


"Masih dingin nggak?" Tanya Putra.


Lisa masih sibuk dengan hp nya lalu menjawab, "Masih."


"Sini peluk kakak."


Tanpa di suruh dua kali, Lisa langsung memeluk Putra dengan erat. Kepalanya dia sandarkan di dada bidang Putra.


Putra yang melihat Lisa sibuk dengan hp nya pun jadi penasaran. "Liat apaan sih?" Tanya nya.


"Liat story aja."


"Oh."


Lisa menyimpan hp nya lalu berkata, "Kak. Maafin Lisa yah."


"Karena?"


"Karena gara-gara Lisa, kak Putra kena marah sama Mommy. Inikan salah Lisa, seharusnya Lisa yang dimarahi bukan kak Putra "


"Nggak papa kok. Nggak usah di pikirin."


"Tapi kak..."


"Udah nggak usah tapi-tapian. Mending kamu tidur, biar besok nggak telat bangunnya ke sekolah."


"Besok kan Minggu kak."


"Eh iya yah."


"Ngomong-ngomong tiket Lisa sama teman-teman udah ada kan?"


"Tenang aja, semua udah beres." Ucap Putra dengan santainya.


"Yeiy, makasih kak Putra." Ucap Lisa girang.


"Yaudah kamu tidur gih." Pinta Putra.


"Ntar aja kak."


"Sekarang." Ucap Putra dengan tegas.


"Hem, iya deh."


Lisa melangkah menaiki tempat tidurnya dan berbaring di sana.


Putra menutupi seluruh tubuh Lisa dengan selimut. "Mimpi yang indah." Ucap nya lalu mencium kening adiknya dengan penuh kasih sayang.


"Kak Putra, peluk!" Kata Lisa dengan manja.


"Kakak mau ke kamar, mau tidur juga." Bantah Putra dengan halus.


"Kak Putra tidur disini aja, nemenin Lisa." Pinta adik manja yang keras kepala.


Putra terdiam sejenak, sambil berpikir. Sampai akhirnya, "Yaudah deh."


Putra kemudian berbaring juga di sebelah Lisa. Menarik selimut dan menutupi tubuhnya juga.


"Kak Putra, peluk." Pinta nya dengan lebih manja.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!