Love In Many Ways

Love In Many Ways
Kenapa Gitu?



"Akhirnya kamu balik Cha! Aku khawatir banget sama kamu, aku kangen banget sama kamu dan aku pengen banget selalu lindungin kamu saat ini!" Kata Rey yang masih memeluk Lisa.


Lisa sontak terdiam, terpaku dengan reaksi Rey. Dan yah, ia tak tau harus merespon dengan apa dan harus bagaimana. Rey memejamkan matanya dan memeluk Lisa dengan sepenuh hati. Mencoba untuk melepaskan seluruh rasa rindu nya pada wanita yang selalu membuat nya resah.


"Jangan tinggalin aku lagi! Aku janji bakal turutin semua kemauan kamu, tapi tolong jangan tinggalin aku lagi! Aku bener-bener pengen jaga kamu, kamu jangan takut aku selalu ada disamping kamu. Dan aku janji aku bakal bongkar semua kebusukan Dinda!" Tutur Rey.


Lisa terkejut mendengarnya, "Kamu udah tau kalo ini semua rencana Dinda?" Tanya Lisa.


Rey melepaskan pelukan nya dan mengangguk, "Setelah kamu pergi, Dinda terus-terusan kejar aku cuma biar aku lupain kamu dan jadian sama dia. Aku aja nggak tau kalo sebenernya dia itu kayak gitu."


Lisa tertegun mendengar ucapan Rey barusan, ia kagum sekaligus terkejut dengan apa yang dikatakan Rey.


Rey memegang pundak Lisa, "Udah yah jangan marah lagi, kita bongkar semua kelakuan Dinda abis itu kita ruqyah bareng-bareng!"


"Hahahaha..."


Rey berdiri dan memandangi Lisa dari atas sampai bawah. "Kamu kok kayak berubah yah, tapi apa yang berubah..." Rey memegangi dagunya sambil berpikir. "Kok kamu jadi lebih cantik sekarang?"


Lisa menunjukkan wajah puppy eyes -nya, "Jadi dulu nggak cantik gitu?" Tanya Lisa dengan imut.


Rey jadi salah tingkah melihat keimutan istrinya, "Eh nggak... Nggak gitu! Maksudnya, kok kamu jadi lebih cantik sekarang, keliatan lebih terawat aja gitu."


Lisa mengibaskan rambutnya kebelakang, "Yaiyalah, kan aku tinggal nya sama kak Felice. Selama di rumahnya kak Putra tuh kak Felice selalu manjain aku trus banyak deh yang dia ajarin, makanya luka di hati aku tuh cepet sembuh..." Kata Lisa dengan bangga.


Lisa kembali memandang Rey, "Kenapa? Nggak boleh yah jadi lebih cantik?" Tanya Lisa lagi.


"Bo-boleh... Kata siapa nggak boleh? Malah lebih enak dipandang gitu, tapi jangan terlalu cantik di depan cowok lain yah!" Pesan Rey.


"Bodo amat. Aku kan cantik cuma buat diri sendiri sama suami, kalo orang lain mah aku nggak peduli. Karena apa? Karena mereka punya mata, jadi wajar kalo liat. Yang nggak wajar itu kalo aku tebar pesona biar mereka naksir. Eh btw aku emang mempesona sih..." Kata Lisa dengan percaya diri.


Rey memutar bola matanya malas. "Iyadeh, udah sana gih mandi!"


"Ntaran aja, aku masih wangi nih!"


"Eh iya kamu tau nggak panti asuhan deket sini?" Tanya Lisa.


"Tumben nanya gitu, kenapa?"


Lisa menunjukkan keranjang yang di penuhi dengan baju-baju lamanya. "Ini baju pada jarang aku pake dan masih bagus-bagus juga, bahkan ada beberapa yang belum sempet ke pake sama sekali, ada beberapa yang masih baru juga. Daripada aku buang, mending kasih ke yang membutuhkan aja. Sama beberapa buku-buku lama juga, mending aku kasih ke mereka aja."


"Uuuh baiknya istriku..." Rey gemas dan mencubit pipi Lisa. "Yaudah sana mandi, ntar aku antar kesana!"


"Males mandi, pake parfum aja lah!"


"Ya Allah Cha..."


Rey langsung mengangkat Lisa ke pundaknya lalu membawanya sampai di depan pintu kamar mandi.


"Mandi sekarang!"


"Padahal kan aku udah pake parfum!" Gerutu Lisa dengan lirih.


"MANDI!"


Lisa pun menurut dan mandi sesuai keinginan Rey. Saat Lisa sudah selesai mandi, Rey sudah turun duluan kebawah untuk menunggu.


Lisa duduk di depan cermin sambil menatap dirinya sendiri, "Saatnya menunjukkan bakat ku!" Gumam Lisa bangga.


Dengan lihai Lisa memoleskan tiap alat make up kewajahnya, menggunakan alat-alat kecantikan seperti eyelash curler, hair curler, dan lainnya. Memakai anting dan kalung yang sesuai dengan outfitnya.


"Oke Lisa kamu udah cantik sekarang!" Ucap Lisa dengan begitu percaya diri didepan cermin. "Aku baru sadar kalo aku cantik, pantes aja banyak yang naksir..."


Lisa mengambil tas nya dan turun kebawah untuk menemui Rey, "Rey, yuk berangkat!" Ajak Lisa semangat.


Rey berdiri dengan mata yang masih tertuju ke ponselnya, "Udah selesai? Yaudah yuk, aku udah masukin semua barang-barang nya kedalam mobil!"


"Oke makasih..."


Begitu Rey mengangkat pandangannya, ia terperangah sekaligus kagum melihat penampilan Lisa yang begitu feminim tapi terkesan sangat cantik dan imut.



"Wow..." Kata itu lolos begitu saja dari mulut Rey tanpa ia sadari.


Lisa menatap bingung pada Rey yang menurutnya terlihat bertingkah aneh. "Kenapa Rey? Yuk berangkat!"


"Eh ha? Oh oke oke..."


...*****...


Di mobil


Lisa ingin minta maaf pada Rey, tapi ia bingung bagaimana cara memulai pembicaraannya. Antara gengsi dan bingung. Sesekali ia melirik Rey yang sedang fokus menyetir.


Rey yang menyadari gerak-gerik Lisa yang aneh pun memulai pembicaraan, "Kamu kenapa Cha? Mau ngomong apa?"


"Eemmm so-sorry..."


Rey mengangkat salah satu alisnya, "Sorry? Buat apa?" Tanya Rey bingung.


"Buat semuanya... Aku salahin kamu, aku diemin kamu, aku marah-marah sama kamu, bahkan aku ngejauhin kamu tanpa mau dengerin penjelasan dari kamu sama sekali. Aku emang egois..."


Rey mengurangi laju mobilnya, ia menengok dan mengelus kepala Lisa dengan lembut. "Nggak papa sayang... Kamu marah itu wajar, aku ngerti kok posisi kamu saat itu. Dan tugas aku cuma nunggu dan usaha biar semua masalah cepat kelar."


Lisa tersenyum manis mendengar ucapan Rey, ia senang Rey begitu dewasa dan begitu menyayangi nya. Bahkan tak sekali Lisa mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hati, tapi dengan kemuliaan hati Rey masih memaafkannya. Ntah beberapa kali Lisa harus mengucapkan kata syukur karena ia telah di pertemukan dan dijodohkan dengan orang yang sangat tepat baginya.


"Lain kali... Kalo ada masalah apa-apa jangan di pendam sendiri. Kan ada aku, apa gunanya aku sebagai suami kalo nggak bisa jadi tempat cerita dan berbagi untuk kamu. Jadi lain kali kamu harus cerita sama aku, tenang aja aku nggak bakal cegah kamu nangis..."


Lisa heran dengan jawaban Rey, "Kenapa gitu?"


Bersambung....


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!