
"Iya sih. Tapi kok penampilan kamu kayak gini? Kayak Ibu Ibu mau ke kondangan!" Ucap Putra meledek.
"Ih apaan sih. Ini natural tau. Lisa cuma make bedak dikit doang kok, kan Kak Putra sendiri yang ngajarin Lisa. Katanya biar nggak malu-maluin kalo di ajak jalan." Kata Lisa dengan nada mengejek.
"Iya juga yah. Tapi kok keliatan nya cantik banget..."
"Lisa kan emang cantik. Mirip Prilly Latuconsina kan?" Tanya nya dengan pede.
"Gue kece gue kece dari lahir, ke ce, gue kece gue gue kece..." Lisa bersenandung ria.
"Pede banget sih, masih beda jauh kali. Prillly emang cantik sih, tapi dimana- dimana tuh gantengan Aliando Syarief."
"Apa hubungannya kak?" Kata Lisa bingung.
"Nggak tau juga. Hahaa..."
"Gaje banget. Hahaa..."
"Yaudah yuk!"
.
.
.
Basecamp👈
Putra dan Lisa berjalan masuk ke dalam ruangan latihan.
Terlihat ke tiga teman nya sedang sibuk dengan aktifitas masing-masing.
"Kok nggak latihan?" Tanya Putra, lalu berjalan masuk ruangan.
"Gimana mau latihan, kamu nggak ada? Nggak lengkap dong?" Ucap Andra dengan nada kesal.
"He-em, tumben telat? Dari tadi kita nungguin tau nggak." Sambung Zidan.
"Ampe kita lumutan nungguin nya. Lama banget." Ucap Dion membenarkan.
"Aduuh... Maaf yah guys, aku nggak bermaksud buat kalian kesal." Ujar Putra dengan perasaan bersalah.
"Kalian semua jangan salahin kak Putra. Ini semua gara-gara aku!" Sahut Lisa tiba-tiba. "Aku yang minta ikut sama kak Putra makanya kak Putra telat, maafin aku."
"Kamu?" Heran Andra.
"Oh aku ingat, kamu adik cantik nya Putra kan?" Tanya Dion.
"Iya."
Andra berbisik di telinga Dion. "Kamu kenal?"
"Iya, Lisa ini adik nya Putra."
"Yaudah nggak papa, kita semua maafin." Kata Andra dengan lembut.
"Yee... Giliran adek aku aja kalian langsung gercep." Ucap Putra dengan nada mengejek.
"Kan cantik, nggak bisa lah kita marah ama cewek cantik." Sahut Dion.
"Udah lah, mending kita latihan." Ajak Zidan.
"Yaudah yuk!"
"Adik cantik... Kamu duduk dulu yah di sana, biar nggak capek berdiri nya." Pinta Dion sambil menunjuk sebuah sofa.
"Iya, makasih kak." Ucap Lisa sambil tersenyum.
"Aduh dek... Senyum mu itu loh, melelehkan hatiku..." Ujar Zidan dengan lebay nya.
"Iya ih, manis bener." Ucap Andra membenarkan.
"Udah deh, ntar yang di puji lehernya naik 3 meter." Ledek Putra. "Mau latihan nggak nih?"
"Mau kok."
"Yaudah ayo."
Semua mengambil posisi masing-masing. Putra mengambil gitarnya, siap untuk menyanyikan sebuah lagu. Sedangkan Lisa hanya duduk diam memperhatikan mereka.
Tiinggg...
Suara notifikasi hp Lisa. Lisa mengambil hp nya di dalam tas nya.
Manager Rumah🙆🏻♀️❤️
Sayang? Dimana?
^^^Me!^^^
^^^Di luar Mom, sama kak Putra^^^
Manager Rumah🙆🏻♀️❤️
Putra mana?
Mama telpon kok
nggak diangkat?
^^^Me!^^^
^^^Kak Putra lagi latihan Mom^^^
Manager Rumah🙆🏻♀️❤️
Oh lagi sibuk.
Yaudah kamu jaga diri
Bilangin sama Putra,
pulang nya jangan kemaleman
^^^Me!^^^
^^^Oke Mom^^^
Lisa menyimpan kembali hp nya di dalam tas nya.
.
.
.
Setelah selesai latihan...
Lisa, Putra, dan teman-temannya lagi makan. Putra memesan makanan, di suruh diantar ke ruangannya. Dari tadi Lisa tak makan apapun, dia hanya minum Coca Cola sambil melamun.
"Adik cantik, ayo dimakan." Pinta Andra.
"Iya kak." Ucap Lisa.
"Iya, ayo makan. Banyak loh ini."
"Iya kak."
Lisa melihat ke arah jam tangannya, jam menunjukkan pukul 22.15 malam, kemudian melirik ke arah Putra sekilas.
Lisa berbisik pada Putra. "Kak, pulang yuk." Ajak nya.
"Ntar dulu."
"Ini udah larut malam kak."
"Iya, ntar kita pulang. Kakak habisin dulu ini."
"Cepetan kak."
"Iya sayang ku..." Ucap Putra dengan manis. Memang Putra belum makan apapun dari tadi siang, makanya dia jadi rakus.
Putra dan ketiga temannya masih sibuk mengunyah makanannya. Sedangkan Lisa dari tadi hanya bolak-balik mengecek hp nya.
"Guys, aku duluan yah." Ucap Putra setelah meneguk minum nya. Kemudian berdiri dan mengambil jaket nya yang ada di sofa.
"Loh? Kok cepet banget?" Tanya Andra.
"Iya. Nggak asyik banget! Kita kan belum ngobrol-ngobrol." Sambung Zidan.
Putra yang sedang memakai jaketnya, menjawab, "Sorry nih. Bukannya nggak mau, tapi kan aku bawa adik aku, ntar aku di omelin lagi sama Mommy gara-gara pulangnya kemaleman."
"Yaelah Putra, adik mu masih mau di sini, mau ngobrol sama kita-kita. Yakan?" Tanya Dion kepada Lisa.
Lisa memulas senyum nya kemudian berkata, "Maaf yah kak, Lisa mau pulang dulu. Lain waktu kita ketemu lagi." Ucapnya dengan lembut.
"Nggak asyik banget nih, kita kan belum ngobrol soal masa depan kita nanti nya." Ucap Zidan kepada Lisa.
Mendengar itu Lisa hanya tersenyum menanggapinya.
"Enak aja. Lisa itu cuma sama aku. Selesai konser aku ke rumahnya buat lamar dia, abis itu kita nikah, gampang kan?" Ucap Andra tak mau kalah.
"Halu nya jangan ketinggian woy! Dia itu cuma milik aku, kalian berdua nggak usah mimpi ketinggian. Lagian aku udah dapat restu kok dari calon kakak ipar aku. Yakan Putra?"
"Kalian bertiga jangan ngadi-ngadi. Adik ku itu nggak boleh nikah sama cowok yang nggak normal!" Bantah Putra.
"Maksud kamu kita bertiga nggak normal?" Tanya Dion.
"Wah parah nih!" Kesal Andra.
"Ngajak ribut nih anak!" Sambung Zidan.
"Aku nggak bermaksud kayak gitu. Tapi kalo kalian berasa yah... berarti tepat sasaran." Ucap Putra santai.
"Bener-bener yah nih anak."
"Belum pernah di bacotin orang bisu yah?"
"Belum pernah di pelototin orang buta yah?"
"Hallah, terserah kalian deh. Yang pasti aku nggak bakal biarin salah satu dari kalian buat deketin adik aku. Aku nggak bakal rela, hidup adik aku sia-sia!" Ucap Putra cuek.
"Cih, kok ngatur?" Ucap Dion sambil berdecih.
"Hidup-hidup siapa, yang ngatur siapa?" Ujar Andra.
"Ini kan hidup nya dia, kok kamu yang atur?" Kesal Zidan.
"Suka-suka dia dong, dia mau sama siapa. Kan buat kebahagiaan dia sendiri." Ucap Andra.
"KAKAK KANDUNG NYA siapa?" Tanya Putra dengan nada penuh penekanan. "Kebahagiaan dia itu tergantung dari..."
Belum selesai ucapan Putra, Lisa buru-buru menyela. "Kak Putra! Udah! Kapan pulang nya kalo kayak gini terus? Mommy udah nungguin di rumah, ini udah larut malam kak!"
Mendengar ucapan adik nya, Putra langsung tersadar. "Maaf dek, kakak kelepasan!" Ucap Putra pada Lisa dengan lembut. "Kalian sih ngajak ribut. Kan aku jadi lupa pulangnya!" Ucap Putra dengan kesal.
"Yang duluan siapa?" Ucap Dion dengan nada tinggi.
"Kalian lah!" Kata Putra dengan nada meninggi juga.
"Loh? Kok kita?" Tanya Zidan.
Lisa menggelengkan kepalanya frustasi kemudian kembali duduk di sofa dan menyaksikan adu mulut itu lagi.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!