Love In Many Ways

Love In Many Ways
Gesrek



Lisa membuka pintu kamar nya, dan menatap seantero ruangan itu. Tak ada yang berbeda, semua masih sama. Barang-barang nya juga masih lengkap. Lisa merebahkan dirinya di atas kasur dan menatap langit-langit kamar nya. Begitu banyak kenangan yang telah dia lalui di dalam rumah ini. Mulai dia kecil sampai sebesar ini. Perlahan air matanya kembali menetes, kali ini lebih deras dari sebelum nya. Dia menangis tak mengeluarkan suara sama sekali, hanya kelopak matanya yang terus saja meneteskan air mata. Dan membasahi pipi serta telinga nya dengan pelan.


Semua telah berlalu, semua sudah terlewat. Yang perlu dilakukan saat ini hanyalah menerima semua nya dengan lapang dada. Untuk beberapa saat Lisa meluapkan semua emosi nya dengan menangis sejadi-jadi nya.


Ding... Dong...


Ding... Dong...


Itu terdengar seperti bel rumah yang sedang di bunyikan oleh orang di samping pintu rumah. Lisa menghentikan tangisan nya kemudian menajamkan pendengaran nya untuk memastikan.


Ding... Dong...


Suara itu kembali terdengar. Lisa segera bangun lalu menghapus air matanya dengan cepat. Dengan segera ia berlari turun ke bawah dengan cepat. Lisa membuka pintu rumah, dan terlihatlah seorang lelaki yang agak tinggi dari Lisa dengan kulit putih dan alis yang tebal, eits jangan lupakan mata nya yang indah bagaikan rembulan. Ah elah lebay.


"Hai kepiting rebus..." Sapa Fadil sambil tersenyum.


"Ngapain?" Tanya Lisa dengan cuek. Dia emang jarang akur sama Fadil, bawaan nya berantem mulu. Kenapa? Ya nggak tau juga, mungkin karena pembawaan nya emang gitu atau memang mereka di takdirkan untuk tidak selalu akur.


"Nggak ngapa-ngapain kok. Cuma mau jalan-jalan aja. Hehehee..."


"Oh." Kata Lisa dengan singkat.


"Ini Tuan rumah gimana sih?! Di sini aku tamu loh, masa nggak di persilahkan masuk." Protes Fadil.


"Terserah. Tanpa di persilahkan juga biasa nya main masuk gitu aja."


"Tuh tau. Yaudah yuk masuk." Dengan tidak tau malu nya Fadil langsung masuk begitu saja tanpa mempedulikan Lisa yang masih berdiri di samping pintu. Ntah karena emang Fadil orang nya kayak gitu, atau emang karena udah keseringan ke rumah Lisa maka nya dia menganggap rumah Lisa itu juga rumah nya.


Lisa memutar bola matanya jengah, kemudian menutup pintu lalu menyusul manusia yang tak tau malu itu.


Melihat Fadil sedang duduk di ruang tengah, Lisa ikut duduk juga dan memainkan handphone nya.


"Ini tamu loh, Lis. Bikinin minum kek, apa kek." Ujar Fadil.


"Bikin sendiri." Ujar Lisa dengan ketus.


"Tamu adalah raja, gimana sih kamu." Ujar Fadil kesal. "Oh iya kamu sendirian di rumah?" Tanya Fadil sambil celingukan ke arah lain mencari kehidupan lain.


"Sendiri." Jawab Lisa singkat, dia masih sibuk berselancar di dunia maya.


"Berapa lama Mommy di luar kota?"


"Nggak tau."


"Kak Putra?"


"Di ruamh nya kak Felice."


"Kamu beneran sendiri? Di rumah sendirian?"


"Ck, iya sendirian. Dari tadi di bilangin kok, bawel banget sih." Sahut Lisa dengan kesal.


""Kan nanya nya baik-baik." Wajar saja Fadil heran melihat Lisa di rumah sendiri. Apalagi dia pikir Lisa bermalam sendirian di rumah,itu semakin membuat nya bingung. Bukan nya Lisa penakut? Mana berani dia tinggal di rumah sendiri, tapi ini?


"Mmm... Biar nggak kesepian, gimana kalo nanti aku temenin di rumah?" Tanya Fadil menawarkan. Jujur saja dia agak khawatir kalo Lisa tinggal di rumah sendiri. Yah meskipun dia sering berantem nggak jelas sama Lisa tapi dia tetep sayang kok sama sepupu nya yang satu ini.


Lisa menoleh sekilas pada Fadil kemudian kembali fokus pada ponsel nya. "Nggak usah."


"Kamu sendiri di rumah bahaya loh, Lis. Kalo ada maling gimana?"


"Nggak bakal."


"Siapa tau ada."


"Kagak ada ih. Kamu ini maksa banget sih." Perlahan Lisa merebahkan tubuhnya di atas sofa.


"Yaudah terserah." Fadil mengeluarkan hp nya yang sedari tak berhenti bergetar-getar karena pesan yang terus saja masuk, belum melihat nya pun dia sudah tau kalo itu pasti grub nya. Fadil membaca draf pesan.


...The Prince💣🔥...


Bryan B*cot🔥


Gaess


Bosen nih


Gaes


Yuhui


Adakah kehidupan?


Yuhuii


Permisi


Kacang-kacang


Kacang mahal loh gens


15 ribu satu kantong


Gaess


Tok... Tok... Tok...


ada orang nggak nih


Masa seorang Bryan saudara nya


Aliando di kacangin


Devan😐


Berisik banget sih


Kurang kerjaan banget


Aku lagi belajar nih😒


Bryan B*cot🔥


Santai pak Ketos😁


Pak ketos rajin banget ih.


Andre😏


Si Bryan ngapa sih?


Kehabisan obat kah?


Berisik banget bah.


Ganggu orang bucin aja


Ardi Gila☺


He-em iya tuh


Lagi asyik juga.


Bryan B*cot🔥


Pamer teros.


Kalian berdua tukang pamer.


Mentang-mentang punya pacar.


Devan😐


Bagus kah begitu?


Berdosa sekali sama masyarakat jomblo


Reza Aja☇


Aku juga bosen nih.


Jalan-jalan yuk😃


Ardi Gila☺


Boleh. Dimana?


Devan😐


Di tempat kemarin asyik juga.


Bryan B*cot🔥


Ah nggak-nggak.


Nggak mau aku di tempat yang kemarin.


Kalian inget kan para cewek yang kerumunin


kita, mereka semua kayak semut yang liat


gula aja. Ya emang sih aku manis kayak gula


tapi nggak usah kayak gitu juga kali.


Andre😏


Iya ih.


Jijik aku sama cewek kayak mereka


^^^Me!^^^


^^^Kalian semua bisa diem nggak?^^^


^^^Berisik banget dah^^^


Reza Aja☇


Akhirnya nongol juga


Tumben telat


Kemana aja?


^^^Me!^^^


^^^Nggak kemana-mana^^^


^^^Cuma di hati kamu aja❤😆^^^


Reza Aja☇


Uh meleleh aku😣


Devan😐


Bucin😨


Andre😏


Pen muntah😣


Ardi Gila☺


Pak Rhoma berkata


'Sungguh terlalu'


Bryan B*cot🔥


Jadi dimana kita jalan?


^^^Me!^^^


^^^Jalan?^^^


Bryan B*cot🔥


Iya.


Kita main ke rumah kamu


aja yah😁


Ardi Gila☺


Sekalian makan😁


Devan😐


Mau main play station aku tuh


Reza Aja☇


Aku ikut aja.


Andre😏


Aku juga


^^^Me!^^^


^^^Loh? Kok malah^^^


^^^ke rumah aku?^^^


^^^Aku nggak ada di rumah^^^


Andre😏


Trus dimana?


^^^Me!^^^


^^^Rumah nya Lisa^^^


Bryan B*cot🔥


Yaudah kalo gitu kita


main nya kerumah Lisa aja


Sekalian😁


Andre😏


Mau main atau mau PDKT😏


Bryan B*cot🔥


Dua-dua nya lah.


Kalo bisa dua kenapa harus satu😆


Satu kali berdayung


Dua pulau terlampaui😂


Devan😐


Bangun woyyy jangan mimpi


Lisa itu suka nya sama aku😏


Ardi Gila☺


DIAM SEMUANYA!


Jadi sekarang kita kerumah


nya Lisa atau ke rumah nya Fadil?


Bingung aku tuh


Bryan B*cot🔥


Rumah nya Lisa


Di situ kan ada Fadil


Devan😐


Bener itu


Reza Aja☇


Terserah


Ardi Gila☺


Aku ikut aja.


Andre😏


Aku juga


^^^Me!^^^


^^^Loh?^^^


^^^Kok malah ke sini sih?^^^


^^^Eh jangan!^^^


Bryan B*cot🔥


Gak papa


Sekali-kali doang kok


Iya nggak gaess?


Devan😐


He-em


Andre😏


Yoi bro


Faro Es Dingin🎈


Aku ikut!


Melihat pesan dari Faro sontak semua terkejut dan kaget, termasuk Fadil. Ternyata dari tadi Faro menyimak semua percakapan tanpa mau menyela sedikit pun? Bener-bener es batu yah, diem-diem baee. Dan apa tadi? Dia mau ikut juga? Nggak salah nih?


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!