Love In Many Ways

Love In Many Ways
Bandel



🏠Rumah Keluarga Hariwijaya🏠


Kamar Lisa👈


Setelah makan siang dan mengganti seragam sekolah nya, Lisa mengirimi pesan kepada kakaknya.


^^^Me!^^^


^^^Kak^^^


Penjajah Hidup;)


Kenapa?


^^^Me!^^^


^^^Pulang jam berapa?^^^


Penjajah Hidup;)


Kakak ada di rumah kok


^^^Me!^^^


^^^Masa?^^^


Penjajah Hidup;)


Iya. Kakak nggak


kemana-mana kok.


^^^Me!^^^


^^^Tadi pagi katanya mau kuliah^^^


Penjajah Hidup;)


Nggak jadi.


^^^Me!^^^


^^^Kenapa?^^^


Penjajah Hidup;)


Dosen nya nggak masuk.


^^^Me!^^^


^^^Sekarang dimana?^^^


Penjajah Hidup;)


Kamar lah. Dimana lagi?


^^^Me!^^^


^^^Oke^^^


Lisa bangun dari duduk nya lalu keluar kamar. Berjalan ke arah kamar Putra.


Tok.. Tok.. Tok...


Lisa mengetuk pintu kamar Putra.


"Kak Putra."


"Ya? masuk!" Ucap Putra dari dalam kamar dengan nada suara setengah teriak.


Cklek...


Lisa membuka pintu dan terlihat lah Putra sedang duduk di kursi di depan meja belajarnya. Di depannya terlihat sebuah laptop. Sepertinya dia sedang sibuk.


Lisa menghampiri Putra. "Kak Putra." Panggil nya.


"Kenapa?" Tanya Putra.


"Kak Putra ada konser kan Minggu ini?"


Putra menghentikan aktivitas nya kemudian menoleh ke arah Lisa yang sedang berdiri di samping kursinya sambil cengengesan. "Emang nya kenapa?"


"Lisa mau ikut nonton sama teman-teman."


"Oh, ikut aja."


"Tapi... Tiket masuk nya gratis kan? Hehee..."


"Nggak bisa lah. Semua orang yang nonton itu beli nggak minta."


"Tapi Lisa kan adik nya kak Putra, kasih bonus lah kak." Lisa berusaha membujuk Putra.


"Nggak ada yang gratis di dunia ini."


"Kak Putra pelit banget sih sama adik sendiri."


"Biarin." Ucap Putra degan senyum jahil nya.


"Kak Putra tega banget sih sama Lisa. Lisa mau nonton kak..." Rengek nya seperti anak kecil.


"Yaudah nonton aja."


"Tapi tiket nya gratis kan?"


"Hem." Putra menjawab masih konsentrasi dengan laptop yang ada di depannya.


"Sama teman-teman Lisa juga?"


"Hem."


"Bener kak?" kaget Lisa.


"Hem."


Mendengar jawaban kakak nya, Lisa sedikut kesal karenanya. "Bener apa nggak sih kak? Jawabnya ham hem ham hem, lagi nyanyi lagu Nisa Sabyan?" Ucap nya dengan kesal.


Putra hanya konsentrasi dengan pekerjaannya tanpa bersuara, tak mempedulikan adik manjanya yang lagi ngoce panjang lebar. Lisa semakin kesal dengan tingkah kakaknya.


"Kak? Kak Putra?" Masih tak ada jawaban. Tiba-tiba Lisa kepikiran dengan sebuah ide, dia mendekatkan wajahnya ke telinga Putra kemudian berteriak, "KAK PUTRA."


"Astagfirullah." Putra lamgsung memegang telinga nya yang berdengung karena teriakan Lisa. "Apasih dek? Kenapa?"


"Kak Putra dengar nggak sih apa yang Lisa bilang?" Ucap Lisa dengan nada kesal.


"Emang kamu ngomong apa?"


"Astaga kak... Jadi kakak nggak tau apa yang Lisa bilang? Dari tadi Lisa ngoceh kakak nggak denger?" Tanya Lisa dengan geram.


"Udah deh, kak Putra jahat. Lisa mau ke kamar aja." Kata Lisa dengan kesal, lalu hendak melangkah kan kakinya keluar.


Namun tangannya keburu di tahan oleh Putra. "Eh, iya iya... kakak denger kok. Nggak usah ngambek dong, kakak kan cuma bercanda."


"Nggak lucu. Kak Putra ngeselin."


"Canda doang dek. Tadi Lisa mau apa? Nonton sama teman-teman kan? Tiket gratis. Ntar kakak sedia in deh tiket gratis nya, asal jangan ngambek. Oke..." Ucap Putra membujuk Lisa yang masih memanyungkan bibirnya kesal.


"Lisa udah berubah pikiran. Lepasin tangan Lisa kak." Lisa berusaha melepaskan genggaman tangan Putra.


"Kakak lepasin kalo kamu udah nggak ngambek lagi. Udah yah nggak usah ngambek, kakak kan cuma bercanda."


"Nggak mau! Lepasin tangan Lisa kak..."


"Nggak mau tiket gratis nih?"


Mendengar ucapan Putra, Lisa langsung kepikiran soal teman-temannya. Mau taruh dimana mukanya kalau nonton nya nggak jadi? Apalagi kan Lisa sendiri yang dengan pede nya nawarin tiket gratis. "Yaudah deh iya iya."


"Nah gini kan enak. Senyum coba?" Pinta Putra.


"Ngapain?"


"Buat mastiin kamu nggak ngambek lagi."


Lisa langsung menunjukan senyum pepsodent nya di depan Putra.


"Dih, sok manis banget." Ledek Putra.


"Katanya suruh senyum..."


"Iya tapi nggak usah kayak gitu juga kali, sok manis."


"Biarin. Kan Lisa emang manis." Ucap Lisa dengan pede nya.


"Iya in." Putra menutup laptop nya yang ada di atas meja belajarnya. Kemudian berjalan ke arah lemari pakaiannya dan mengambil jaket nya.


"Kak Putra mau kemana?" Tanya Lisa.


"Basecamp."


"Mau latihan?"


Putra memakai jaket nya. "He-em."


"Lisa ikut dong kak..." Ucap Lisa.


"Nggak usah, kamu di rumah aja." Cegah Putra.


"Aiihh... Lisa mau ikut." Tiba-tiba mata Lisa tertuju pada kunci motor yang ada di atas meja. Lisa langsung mengambil nya dengan cepat.


"Kamu kerjain PR aja sana! Sini in kuncinya!" Pinta Putra mengalihkan topik pembicaraan.


Adik manja yang keras kepala tak mau di bilangin.


"PR Lisa udah selesai kak! Lisa mau ikut dong..." Rengek nya dengan manja.


"Nggak usah sayang. Kamu di rumah aja yah. Sini in kuncinya, ntar kakak telat. Nggak usah kepala batu deh." Kata Putra dengan lembut.


"Lisa mau ikut kak. Kalo Lisa nggak ikut, kuncinya nggak akan aku kasih." Ancam Lisa.


"Ck, yaudah iya. Tapi disana kamu jangan nakal."


"Yes. Siap komandan." Ucap Lisa dengan posisi hormat.


"Sini in kunci nya."


Lisa sudah akan memberikan kunci nya ke tangan Putra namun tiba-tiba kepikiran sesuatu, Lisa pun kembali mengambil kunci itu. "Eits, nggak bisa. Tunggu Lisa ganti baju dulu, baru Lisa serahin kuncinya. Ntar Lisa di tinggal lagi."


"Nggak mungkin. Ntar kakak tunggu deh. Sini in kunci nya. Adik baik jangan bandel dong."


"Nggak mau."


"Bandel banget sih, lama-lama kamu jadi noda loh. Noda membandel. Hahaa..."


"Rinso kali yah, di pake mencuci. Hahaa..."


"Udah ah. Sini kunci nya."


"Nggak mau. Lisa yang pegang kuncinya. Lisa mau ganti baju dulu." Lisa berjalan keluar menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


"Cepetan!" Teriak Putra


"Yoii."


Putra hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah adiknya yang bandel.


.


.


.


25 menit kemudian...


Lisa keluar dari kamarnya dan mencari Putra.


"Kak Putra." Panggil nya setengah berteriak.


"Dibawah." Sahut Putra dari lantai bawah.


Mendengar suara itu, Lisa langsung menuruni tangga menghampiri kakak nya di bawah.


Putra sedang berada di ruang keluarga, duduk di sofa sambil mengecek hp nya.


"Ayo kak." Ajak Lisa dengan semangat.


"Kamu lama banget sih. Dua tahun kakak nungguin." Kesal Putra.


"Ya maap. Hehee..."


Putra menghentikan kegiatannya lalu, menatap Lisa dari bawah sampai atas. "Mau kemana? Kondangan?" Ledek nya.


"Katanya mau ke basecamp."


"Iya sih. Tapi kok penampilan kamu kayak gini? Kayak Ibu Ibu mau ke kondangan!" Ucap Putra meledek.


"Ih apaan sih. Ini natural tau. Lisa cuma make bedak dikit doang kok, kan Kak Putra sendiri yang ngajarin Lisa. Katanya biar nggak malu-maluin kalo di ajak jalan." Kata Lisa dengan nada mengejek.


"Iya juga yah. Tapi kok keliatan nya cantik banget..."


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!