
Lisa duduk di sisi tempat tidur nya dan mengirimi Daddy dan Mommy nya pesan. Memberitahu bahwa dia ingin keluar sebentar, agar kejadian semalam tak terulang lagi.
Piiingg...
Seseorang mengirimimya pesan. Lisa langsung membuka pesan itu dan membacanya.
Si CoRe🔥
Pacar...
Aku udah ada di depan
rumah kamu nih.
Cepetan keluar
^^^Me!^^^
^^^Oke.^^^
^^^Tunggu bentar^^^
Lisa menyimpan hp nya di dalam tas nya. Kemudian keluar untuk menghampiri Al.
Lisa membuka pintu utama rumah, terlihat Al sedang duduk di atas motornya, sambil sesekali melihat ke arah jam tangannya.
"Hoi." Sapa Lisa sambil berjalan ke arah Al.
Al langsung menoleh ke arah Lisa. Al terus menatap Lisa sampai Lisa berada di hadapannya, pandangan nya tak beralih sedikit pun. Pandangan yang awalnya biasa aja kini berubah jadi pandangan yang tajam.
Yang di tatap seperti itu pun merasa salah tingkah. "Apaan sih Al? Kok natap nya gitu banget?" Tanya Lisa dengan malu.
Al sejenak berpikir sambil menatap Lisa. "Baju kamu terlalu terbuka." Ucap nya sambil mengalihkan pandangan.
"Terbuka gimana? Ini udah bagus kok." Lisa menatap dirinya sendiri.
"Terlalu terbuka."
"Lah trus?"
"Ganti!" Pinta Al.
"Loh? Nggak usah Al, ini udah bagus kok."
"Pokoknya ganti! Ini terlalu terbuka. Aku nggak suka kamu pake baju kayak gini. Baju kurang bahan kok di pake, bikin kesel aja."
"Tapikan..."
"Sekarang!" Kata Al dengan tegas.
Lisa memanyungkan mulutnya kesal. "Yaudah iya, tunggu disini." Ucap Lisa, lalu kembali masuk ke dalam rumah dengan wajah yang di tekuk.
Huh, dasar reseh. Aku udah susah-susah milih baju berjam-jam, malah dikira jelek di suruh ganti. Nyebelin banget!
Lisa terus saja menggerutu sepanjang menaiki tangga rumahnya.
.
.
.
Setengah jam kemudian...
Lisa berjalan ke arah Al masih dengan wajah kusam. Masih kesal dengan perintah Al yang menurutnya sangat menyebalkan.
"Nah, ginikan enak di liat nya. Kamu makin imut tau." Puji Al sambil tersenyum senang.
Lisa hanya tersenyum kecut mendengar penuturan cowok reseh itu.
"Mama kamu ada nggak?" Tanya Al.
"Mommy nggak ada."
"Ya... nggak jadi deh. Padahal kan aku mau pamit dulu sama calon mertua. Hahaa..."
"Iddih, sok-sok an. Mana berani kamu, yang ada kamu malah di tendang ke Antartika biar nggak balik-balik. Hahaa..."
"Jahat bener. Emang Mommy kemana? Pulangnya jam berapa?"
"Mommy lagi kerja. Biasanya kalo pulang sekitar jam 10 atau jam 11 malem."
"Kok malem banget?"
Lisa mengangkat kedua bahunya. "Ya nggak tau juga, mungkin emang kayak gitu."
"Jangan-jangan..." Al sengaja menggantung kan ucapannya di selingi dengan tatapan tajam.
"Jangan-jangan apa? Jangan ngadi-ngadi yah. Mommy aku tuh perempuan baik."
"Loh? Kok salah paham? Bukan aku yah ngomong kayak gitu. Emang Mommy kamu kerja nya apa sih? Jarang loh ada perempuan apalagi Ibu Rumah Tangga yang kerja. Kayak Mama aku palingan juga cuman tinggal di rumah."
"Mommy ku pengacara." Ujar Lisa.
"Pengacara?"
Lisa mengangguk kan kepalanya membenarkan, "He-em."
"Wah keren dong."
"Iya dong, Mommy aku gitu loh." Ucap Lisa berbangga diri.
"Dih, yang di puji siapa, yang tersanjung siapa." Cibir Al.
"Biarin, kan aku anak nya."
"Yaudah yuk berangkat!"
.
.
.
Stadion👈
"Hai guys." Sapa Lisa.
"Kok kalian belum masuk?" Tanya Al.
"Gimana mau masuk kalo kita nggak punya tiket masuk? Kan Lisa yang pegang tiketnya." Ucap Mira.
"He-em, lama banget sih. Dari tadi kita tungguin loh." Sambung Sarah.
"Ya maaf." Lisa merogoh tas nya dan mengambil tiket masuk. "Nih tiketnya."
Lisa membagi-bagikan tiket tersebut kepada satu persatu teman-teman nya.
"Loh? Vhin? Rey mana?" Tanya Lisa setelah melihat ada Vhino namun Rey tak kunjung terlihat.
"Katanya nggak bisa ikut. Dia ada acara makan malam bareng keluarganya." Jelas Vhino.
"Oh yaudah."
"Kok kamu nggak pake masker, Lis?" Tanya Sarah.
Lisa mengerutkan dahinya bingung. "Buat apa?"
"Ya... siapa tau para fans nya kak Putra malah nyerang kamu. Kan kamu adiknya."
"Nggak papa kok. Mereka nggak ada yang tau kalo aku adiknya kak Putra, jadi tenang aja."
"Oh. Yaudah kalo gitu, yuk masuk."
"Kuyy."
"Let's go."
.
.
.
Mereka semua masuk kedalam stadion. Ada Sarah, Mira, Ghea dan juga Vhino.
Setelah sampai di dalam mereka semua tercekat dan terkejut melihat semua penonton yang begitu banyak. Mereka duduk bersebelahan di kursi, diantara banyak nya penonton.
"Ini nggak mimpikan?" Tanya Ghea takjub.
"Wah, manusia disini banyak bener." Tutur Sarah.
"Ini pertama kalinya aku nonton konsernya seorang Putra secara langsung biasa nya cuma liat di tv." Sahut Mira.
"Iya juga, kita sama. Ini juga pertama kali nya aku masuk stadion. Kakak mu punya banyak penggemar yah, Lis." Sambung Vhino.
"Ya iyalah. Kak Putra tuh dari kecil udah berkarir. Udah jago nyanyi. Dia juga sering tuh di undang sama acara-acara di tv. Eh, kan pernah juga tuh di undang keluar negeri. Kan, Lis?" Ujar Sarah.
Lisa mengangguk membenarkan ucapan Sarah.
"Kok kamu tau?" Tanya Ghea.
"Ya iyalah aku tau. Akukan sahabat Lisa dari kecil, jadi otomatis aku tau semua dong."
"Sok tau." Ledek Vhino.
"Dih, beneran kok."
"Kamu beruntung banget yah, Lisa." Ujar Ghea.
"Iya ih, aku tuh fans tau nggak sama The One by One. Nggak nyangka ternyata salah satu vokalis nya adalah kakak kamu. Ini kali pertama nya aku nonton langsung konsernya." Ucap Mira dengan girang.
"Tapi kalian harus tau satu hal." Ucap Sarah dengan nada berbisik.
"Apa tuh?"
"Meskipun kakak nya Lisa udah terkenal dan jadi populer, tapi kak Putra nggak sombong loh. Dia tuh kayak biasa aja gitu loh." Ucap Sarah.
"Wah idaman ku banget." Sahut Mira.
"Nggak usah mimpi." Ucap Ghea.
"Jangan ngehalu." Sambung Vhino.
"Syirik aja."
"Tapi nggak mungkin lah seorang Putra belum punya pacar. Mustahil gitu loh." Ujar Sarah.
"Iya juga sih."
Lisa dan Al hanya diam mendengarkan semua pembicaraan mereka.
"Aku juga pernah sih nonton dia di tv. Tapi nggak terlalu suka nonton tv, lebih suka main game." Ujar Ghea.
"Huh dasar."
"Itu kan makanan sehari-hari kamu."
Ghea hanya cengengesan mendengar celotehan teman-teman nya.
"Tapi aku denger-denger dia udah mau nikah loh." Ucap Mira.
"Ha?"
"Masa sih? Denger dimana?"
"Nggak sengaja aja liat gosip nya. Tapi nggak tau juga itu bener atau nggak." Jelas Mira.
"Bilang aja kamu kepoin dia, stalking-stalking sosmed nya. Iyakan?"
"Hehee... Dikit doang kok."
"Sama aja gobl*k."
"Gosipnya sih setelah lulus kuliah, dia bakal nikah." Ucap Mira lagi.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!