Love In Many Ways

Love In Many Ways
Angelina Miranti



"Iyya, iyya. Udah deh!"


Tiinggg...


Tiinggg...


Tiinggg...


Bel berbunyi tanda pelajaran akan segera dimulai. Siswa-siswi duduk di tempat duduknya masing-masing. Sarah pun sudah kembali ke tempat duduknya. Lisa melihat ke arah bangku sebelahnya dan Al tidak ada.


Al mana sih? Kok belum dateng-dateng juga. Apa dia bolos yah? Iiihhh paan sih kok malah mikirin Al.


"Selamat pagi anak-anak." Guru yang mengajar sudah masuk ke dalam kelas.


"Pagi pak." Jawab anak-anak serempak.


"Hari ini salah satu teman kalian tidak masuk karena sakit, saya sudah menerima surat dari orang tuanya tadi pagi."


Al sakit? Sakit apa? Kemarin baik-baik aja tuh.


"Oke kalo begitu kita mulai pelajaran hari ini...."


...*****...


Kelas 11 IPA 2 👈


"Rey mana sih? Udah jam segini belum dateng." Ghea melihat ke arah jam tangannya bolak-balik dan raut wajahnya terlihat khawatir.


"Udah, nggak usah di tungguin. Rey nggak bakal dateng." Ucap Vhino dengan santainya.


"Kenapa?"


"Kemarin dia chat aku, katanya suruh izinin sama wali kelas soalnya dia nggak enak badan." Jawab Vhino.


"Loh? Rey sakit? Perasaan kemarin baik-baik aja deh. Kok tiba-tiba sakit? Emang sakitnya parah?" Tanya Ghea beruntun.


"Nggak tau juga sih. Gimana kalo pulang sekolah kita jenguk?"


"Boleh. Kamu jemput aku, okee!"


"Iya deh. Eh kamu tau nggak soal Lisa?" Tanya Vhino.


"Lisa? Pacar nya Rey?"


"He-em." Vhino menganggukkan kepalanya. "Kamu tau nggak?"


"Nggak. Emang kenapa?"


"Kamu tuh selalu ketinggalan info yah. Kayak aku dong selalu update. Lisa itu sekarang udah berubah tau."


"Berubah? Maksudnya? Berubah jadi apa? Spiderman? I Ron Man?" Tanya Ghea sambil menahan tawanya.


"Kamu tuh yah. Aku lagi serius tau. Maksud aku tuh Lisa berubah nya jadi lebih cantik, lebih menawan, lebih menggoda. Penampilannya sekarang tuh jauh banget sama yang dulu. Lisa sekarang sudah jadi Su**per Beauty. Aku aja sampe tergoda. Coba aja Rey belum nembak dia pasti tuh bakal ku kejar-kejar sampe negeri China. Hehee... Rey bener-bener nggak salah pilih. Pilihannya sangat tepat." Ucap Vhino.


Ekspresi Ghea seketika berubah, yang tadi nya biasa aja sekarang sudah berekspresi dingin. "Ohh." Jawab Ghea singkat.


"Kok gitu jawabnya? Singkat bener?" Protes Vhino.


"Trus?"


"Ya... Jawab apa kek gitu? Kamu mah jawabnya cuma gitu. Oohh... aku tau, kamu pasti cemburu kan? Iyakan? Karena aku me muji-muji Lisa? Udah lah Ghea sayang kamu nggak usah cemburu, Vhino mu ini nggak bakal jatuh hati sama orang lain. Meskipun di luar sana banyak wanita-wanita cantik tapi cuma kamu yang paling cantik di hati aku untuk selamanya."


"Paan sih, nggak lucu." Kata Ghea dengan cuek.


Vhino terus-terusan bicara tanpa jeda kepada Ghea, tapi Ghea tak merespon sedikit pun.


...*****...


Kantin👈


Setelah jam istirahat tiba. Lisa dan Sarah langsung ke kantin, Lisa sangat lapar karena tidak sempat sarapan tadi pagi.


"Rah, aku mau nanya dong!" Lisa menghentikan makannya dan menatap Sarah.


"Paan?" Sarah masih melanjutkan makannya.


"Gimana hubungan kamu sama Al? Kamu... udah nembak dia?"


Sarah menghentikan makannya. "Belum, aku masih ragu nih. Masih nunggu waktu yang tepat. Emang kenapa? Kok kamu nanya nya gitu?"


"Ha. Eng-enggak, enggak kok. Cuma nanya aja, kan hadiah untuk Al udah lama kamu beli dan belum kamu kasih sampai sekarang."


"Ohh kirain kenapa." Sarah melanjutkan makannya. "Mmm... Gimana hubungan kamu sama Rey? Baik-baik aja kan?"


"Baik-baik aja."


"Kok aku nggak pernah liat Rey yah hari ini? Apa mungkin dia nggak masuk?"


"Kok kamu gitu sih? Dia kan pacar kamu. Masa dia nggak masuk sekolah kamu nggak nyariin." Sarah merasa heran dengan Lisa.


"Hai... boleh ikut duduk nggak?" Tiba-tiba seorang siswi datang menghampiri mereka.


Lisa dan Sarah mendongakkan kepalanya bersamaan.


"Eh. Kamu... i-iya boleh. Duduk aja." Lisa mempersilahkan siswi itu duduk.


Sarah masih terdiam menatap heran.


"Mmm... aku mau... mau berterima kasih sama kamu. Soal yang kemarin, makasih yah." Siswi tersebut merasa canggung.


"Yang kemarin? Udahlah kamu tenang aja. Ngomong-ngomong nama kamu siapa? Kalo aku Lisa."


"Aku tau kok." Siswi tersebut tersenyum.


"Kok tau? Emang sebelumnya kita pernah ketemu? Dimana?" Tanya Lisa merasa heran.


"Nggak pernah ketemu sih. Tapi aku tau kamu. Emang siswa-siswi mana sih yang nggak kenal sama Lisa. Seorang siswi cantik, baik hati dan pintar yang merupakan primadona sekolah."


"Kamu ini, nggak usah berlebihan." Lisa tersenyum mendengar ucapan siswi itu. "Nama kamu siapa?"


"Aku Mira." Siswi itu mengulurkan tangannya di depan Lisa.


Lisa membalas uluran tangan itu dan tersenyum.


"Ehemm" Sarah berdehem karena dari tadi dia di abaikan.


Lisa tersadar dan tersenyum. "Eh. Lupa deh. Kalo ini teman ku namanya Sarah."


"Mira." Mengulurkan tangan kepada Sarah.


Sarah membalas uluran tangan tersebut "Sarah."


"Mmm... kalian kenal dimana?"Tanya Sarah. Dari tadi dia sudah merasa penasaran.


"Ini loh yang kemarin aku ceritain sama kamu. Siswi yang di bully itu loh. Kamu ingat kan?"Lisa menyendokkan mie nya ke dalam mulutnya.


"Ohh jadi kamu orangnya. Gara-gara nolongin kamu Lisa telat masuk kelas dan sampe di hukum ama Bu Ria nulis tugas yang panjangnya sepanjang rel kereta api." Ucap Sarah ceplas-ceplos.


"Awww..." Lisa mencubit paha Sarah. "Sakit tau." Keluh Sarah, mengusap pahanya berulang.


"Jadi kemarin, kamu dihukum gara-gara aku? Aduuuhh... Maafin aku yah." Mira merasa tidak enak hati.


"Udah nggak papa, lagian kan udah berlalu juga jadi nggak usah dipikirin."


"Kamu kenapa nggak lawan Rani sama teman-temannya kemarin? Mereka kan udah kelewatan. Kalo aku jadi kamu, udah ku jambak-jambak rambut nya. Huh!" Sarah malah kesal sendiri.


"Mmm... Sebenarnya sih aku mau ngelawan. Tapikan kalo aku ngelawan bisa-bisa Rani lakuin hal buruk sama keluarga aku, termasuk Ayah aku. Ayah ku kerja di perusahaan Papanya Rani, terus aku sama adik ku juga dapat beasiswa dari ayahnya Rani. Jadi nggak mungkin aku ngelawan." Mira menundukkan kepalanya sedih.


"Ohh jadi gitu ceritanya." Lisa mengangguk-anggukkan kepalanya


"Kamu siswi kelas mana? Kok aku jarang ngeliat kamu?" Tanya Sarah.


"Aku kelas 11 IPS 1. Aku emang jarang keluar kelas karena aku nggak punya teman. Semua orang jauhin aku karena perintah Rani jadi aku cuma sendiri. Sesekali sih aku cuma keluar untuk makan atau ke perpustakaan. Tadi nggak sengaja sih liat kalian jadi aku samperin." Mira tersenyum tapi bisa dilihat dari raut wajahnya kalo dia tuh sebenarnya lagi sedih.


"Kasian banget." Sarah ikut prihatin.


"Gimana kalo kamu temenan sama kita aja? Dari pada kamu selalu sendiri." Ucap Lisa menawari.


"Bener nih aku boleh gabung sama kalian?" Tanya Mira merasa bahagia.


"Boleh. Kamu boleh gabung sama kita. Kan enak tuh kalo kita bertiga." Kata Sarah antusias.


"He-em, kami juga nggak keberatan kok. Gimana?" Lisa menawari.


"Mmm... Mau sih, tapi emang kalian nggak malu punya temen kayak aku?"


"Yaelah kita kalo temenan nggak pilih-pilih kali. Kan Lis?" Ucap Sarah.


"He-em." Lisa mengangguk membenarkan.


"Yaudah deh, aku mau aku mau, makasih yah." Mira tersenyum bahagia.



Nama lengkap ANGELINA MIRANTI


Nama panggilan Mira


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!