
"Iyalah, biar cepet selesai. Harusnya kamu ngucapin 'makasih' gitu loh, karena ada aku kamu jadi tambah semangat." Ucap Lisa dengan pede nya. Tetapi sebenarnya ucapannya itu benar adanya, yekan. Tadi Rey semangat banget loh, ampe lapangan nya aja di dribling. Wkwkwk...
"Yaudah iya, makasih yah sayang udah support aku." Ucap Rey mesra. Dan tentu saja berhasil membuat Lisa salah tingkah dibuatnya.
"Udah ah, yuk..." Ajak Lisa.
Lisa mengikuti Rey sampai ke depan ruang ruang ganti, banyak teman-teman Rey yang juga menyusul hendak mengganti pakaiannya juga.
"Ekhem... Mau di gantiin nih baju nya?" Ledek teman Rey.
"Hati-hati loh, ntar kelewat batas."
"Mentang-mentang udah pacaran, di halalin dulu dong, Rey."
"Apaan sih kalian, aku tunggu di luar ya!" Kesal Lisa.
"Hahahaaa... Iya deh iya. Kita mah percaya yah!"
Semua teman-teman se-tim Rey sudah masuk, tinggal Rey dan Lisa saja yang diluar.
"Nggak mau masuk?" Tanya Rey.
"Ih nggak! Di dalem kan cowok semua."
"Tadi katanya mau ikut ganti baju?"
"Ya iya, maksudnya ikut sampe sini, bukan sampe dalem."
"Oh gitu... Tapi kalo mau masuk juga boleh, tapi diruang ganti aku aja jangan yang lain."
Lisa langsung membulatkan matanya, menatap geram ke arah Rey. "Mulai mesum yah!"
Rey mendekatkan wajahnya kemudian berbisik, "Nggak papa dong, sama istri sendiri kok. Kan udah halal."
"Ih gila! Udah sana ganti baju, aku pengen pulang nih."
"Hahahaa... Iya iya, tunggu bentar!"
Euyy... Sejak kapan Rey jadi mesum. Kayak bukan Rey yang aku kenal dulu. Lisa memilih untuk duduk menunggu di salah satu kursi sambil melainkan ponselnya, ia asyik berselancar di dunia maya.
"Cha, yuk pulang." Ajak Rey sambil membereskan barang-barang nya.
"Udah?"
"Udah. Yuk pulang."
"Ntar dulu, lagi asyik nih." Jawab Lisa yang masih asyik dengan dunia nya.
"Hai kak Rey." Sapa seorang siswi pada Rey.
Rey hanya tersenyum kaku menanggapi nya, sementara Lisa langsung memberikan tatapan menohok pada cewek tersebut. Apalagi saat melihat cewek itu tersenyum manis pada Rey, ihh jijik liatnya.
"Jangan senyum!" Geram Lisa.
"Emang kenapa?" Tanya Rey.
"Masih nanya? Pokok nya jangan senyum sama cewek selain aku! Tapi nggak papa, nanti kamu mau ku cincang-cincang ntar dirumah." Ancam Lisa.
Sedangkan Rey langsung menutup mulutnya rapat, ia tau kalau Lisa sedang cemburu dan sedang berada di mode galak.
"Hajar aja, jangan di kasih ampun!" Pinta Author.
"Bentar, Thor. Pemanasan dulu, serasa udah panas duluan liat mukanya." Kesal Lisa.
"Gaskeun jangan di kasih ampun. Kalo nggak kasih aja Rey sama Author."
"Ih nggak boleh! Rey cuma milik aku! Author diem aja deh nggak usah ikut campur." Kesal Lisa.
"Udah berani ngelawan yah sekarang?"
"Kenapa nggak?" Tantang Lisa.
"Yang pertemukan kamu sama Rey itu Author harusnya berterima kasih dong."
"Nggak ah, aku kan emang udah ditakdirkan sama Rey."
"Uuhh... Aku kick kamu dari cerita, baru tau rasa."
"Ancam terooooss... Author banyak ngomong deh, udah ah lanjut aja cepetan!"
"Iya bawel."
Oke, lanjut...
Cewek itu berjalan mendekat, wajahnya terlihat berseri-seri. Sepertinya dia sangat bahagia bertemu dengan Rey. "Kak Rey, kak Rey jago banget main basket."
Rey menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Makasih." Ucapnya canggung.
"Oh iya, nama aku Liora dari kelas 10 IPA 2." Ucapnya memperkenalkan diri.
"Mmm... Kak Rey boleh foto nggak?" Tanya Liora penuh harap.
Rey refleks menoleh pada Lisa yang ada di samping nya, dan Rey langusng mendapat tatapan membunuh. "Maaf, aku nggak bisa."
"Loh kenapa? Sekali aja kok, kak. Mau yah? Yah? Yah? Pliiss..." Mohon Liora.
"Ekhem... Maaf yah, Dek. Tapi kak Rey nya udah punya pacar, ntar Rey nya di bedah kalo sampe berani macem-macem." Sahut Lisa. Ampun dah, begini nih jadinya kalau punya pacar good looking kayak Rey. Kemana-mana di kerumuni terus. Nah gimana perasaan pacarnya kalo cowoknya digituin.
"Yah, jangan dong, kak. Aku cuma mau foto sama kak Rey. Bentar aja kok."
"Nggak bisa, Rey lagi buru-buru. Yuk Rey kita pulang!" Tanpa menunggu jawaban dari Liora, Lisa langsung menarik Rey untuk segera berlalu pergi. Sementara Rey hanya bisa mengikuti langkah kaki Lisa dengan pasrah. Ia tak pernah menyangka kalau ternyata Lisa aslinya posesif banget.
.
.
.
🏠Rumah Keluarga Agrananda🏠
Lisa menghempaskan tubuhnya di atas kasur. "Uh capek banget hari ini."
"Gantu baju dulu, Cha!" Pinta Rey sambi membuka dasi nya.
"Icha, ganti baju dulu..." Ulang Rey saat melihat Lisa tak merespon ucapannya.
"Icha, ganti bajunya sayang... Kalau nggak mau ntar aku yang gantiin, kamu mau?" Goda Rey.
"Eh mau ngapain?!" Lisa langsung mendudukkan dirinya kaget saat Rey duduk di kasur, di samping nya.
Rey langsung tersenyum simpul. "Emang kamu pikir aku mau ngapain?"
Refleks Lisa menyentuh kancing bajunya membuat Rey menahan tawanya. "Nggak ada!" Ketus Lisa.
"Kok galak banget?"
"Suka-suka aku dong!"
"Nggak boleh galak-galak loh sama pacar sendiri."
"Bodo."
"Kamu marah yah gara-gara cewek tadi? Kamu cemburu yah?"
"Ih sorry yah. Mana ada aku cemburu, kagak usah ge-er deh." Sahut Lisa semakin kesal.
"Trus marah kenapa?" Tanya Rey. Ia menaik turunkan alisnya meminta jawaban.
"Nggak ada. Aku nggak marah kok."
"Sayang... Sini dengerin aku." Rey menggenggam kedua tangan Lisa. "Mau sebaik apapun wanita diluar sana aku tetap milih kamu. Jadi kamu tenang aja yah, nggak usah khawatir. Karena aku tetep milik kamu kok." Tutur Rey.
Lisa jadi salah tingkah dibuatnya, apalagi mendengar ucapan Rey yang sok puitis blew. "Apaan sih Rey, udah ah aku mau ganti baju." Lisa langsung melepaskan genggaman tangan Rey kemudian berlari masuk ke dalam ruang ganti dan mengunci nya.
Lisa bersandar di pintu dengan wajah yang merah merona. Huh, tenang. Tenang yah tenang. Kalo dia ngomong gitu wajar yah. Tapi kenapa aku seneng kayak gini sih.
Lisa berusaha menenangkan dirinya sendiri, jantungnya semakin lama semakin berdebar kencang serasa siap untuk melompat keluar. Wkwkwk...
Selesai mengganti baju nya, Lisa keluar kamar dengan santainya. Mencoba untuk tenang saat melihat Rey yang sedang duduk santai di pinggir kasur sambil memainkan ponselnya. Lisa berjalan keluar kamar mencoba untuk tidak memikirkan apa yang terjadi.
"Eh, Icha!" Panggil Rey.
"Apaan?" Tanya Lisa lalu melanjutkan langkah kakinya.
"Nggak papa. Yuk makan!" Ajak Rey lalu berjalan mendahului Lisa.
Lisa bergumam kesal sambil berjalan mengikuti Rey dari belakang.
Lisa duduk di sofa lalu menyalakan tv. "Rey!" Panggil Lisa.
"Apa sayang?" Sahut Rey dari arah dapur.
"Rey sini!" Panggil Lisa lagi.
"Kenapa? Kamu rindu yah? Nggak bisa jauh-jauh dari aku yah?" Tanya Rey lalu duduk di samping Lisa.
"Nggak usah kepedean deh, Rey." Ucap Lisa. "Pengen martabak nih." Sambung Lisa.
"Martabak?"
Lisa mengangguk cepat, "Mau martabak coklat." Ucap Lisa sambil menunjukkan wajah puppy eyes nya, yang berhasil membuat Rey serba salah.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!