
"Eh nggak usah."
"Udah ambil aja." Lisa meraih tangan kanan Faro kemudian meletakkan uang nya di telapak tangan Faro. "Ambil aja, makasih buat yang tadi."
"Hm, yaudah sama-sama." Akhirnya Faro menerima nya dengan terpaksa. "Yaudah kalo gitu aku anterin pulang yah."
"Nggak usah." Nah kan sekarang jutek nya keluar. Nada suara nya itu loh yang khas terdengar judes. "Itu kayak nya mobil nya pak Anto deh." Ucap Lisa sembari menunjuk mobil sedang yang berwarna putih melaju ke arahnya. Dan benar saja, itu pak Anto. Dia memberhentikan mobil nya tepat di depan pagar sekolah. "Aku duluan." Ucap Lisa kepada Faro, lalu kemudian segera berjalan masuk ke dalam mobil.
"Non Lisa mau kemana? Ke rumah, atau mau ke rumah nya Den Rey?" Tanya pak Anto.
"Mmmm... Mommy udah pulang?"
"Belum, Non."
"Yaudah kalo gitu ke rumah nya Rey aja."
"Baik, Non."
Lisa merebahkan kepala nya di sandaran kursi, sembari menatap jalanan di luar sana. Huh, rasa nya capek banget. Pandangan nya tertuju ke arah luar jendela, menatap jalanan yang di penuhi dengan kendaraan yang berlalu lalang.
.
.
.
🏠Rumah Keluarga Agrananda🏠
"Huh, bosan." Sahut Lisa sembari menjatuhkan dirinya begitu saja di atas kasur. Lisa menatap langit-langit kamar nya. Ntah apa yang harus dia lakukan sekarang.
Tok.. Tok.. Tok...
Suara ketukan di pintu kamar terdengar.
"Siapa?"
"Aqeela kak." Sahut Aqeela dari balik pintu.
"Oh. Bentar!" Lisa segera bangun dan membukakan pintu untuk Aqeela. "Kenapa?"
"Kak Lisa lagi sibuk nggak?"
"Nggak. Kenapa?"
"Temenin Aqeela main dong kak." Ujar Aqeela dengan nada dan tatapan yang berharap.
"Main? Dimana?"
"Di Taman Bermain doang kak, deket kok. Ayolah kak... Yah yah..."
"Kamu ini udah SMP loh. Masa mau main kayak anak-anak."
"Hehehee... Kan bosen kak di rumah terus. Kak Lisa mau kan nemenin Aqeela?"
"Yaudah iya."
"Yeiy, makasih kak Lisa yang paling baik yang ter-best." Sahut Aqeela dengan girang.
.
.
.
Taman Bermain🎡
"Kak Lisa, Aqeela mau naik itu..." Sahut Aqeela sambil menunjuk ke sebuah wahana bermain.
Lisa mengikuti arah jari tangan Aqeela. "Jangan, itu bahaya. Cari yang lain aja." Pinta Lisa.
"Dari tadi kita cuma keliling-keliling doang loh kak. Ini nggak boleh, itu nggak boleh. Itu nggak bahaya kok kak. Aqeela mau naik itu yah kak, boleh yah?"
Lisa menatap kedua mata Aqeela yang tampak berbinar-binar. Dari tadi Aqeela ingin naik ini, ingin naik itu. Tapi nggak bisa. Karena Lisa terus saja melarang. Katanya apalah, bahaya lah, inilah. Kan belum di cobain. "Yaudah. Tapi kamu hati-hati yah. Kakak tunggu di sini." Ujar Lisa.
"Oke kak. Yaudah Aqeela kesana yah." Aqeela segera berlari untuk naik wahana yang dia ingin kan.
"Hati-hati!" Sahut Lisa. Lisa menggelengkan kepalanya melihat Aqeela yang begitu antusias untuk bermain.
"Lisa yah?" Tanya seseorang.
Merasa di panggil, Lisa menoleh pada sumber suara. Ternyata itu sepupu nya, si Fadil. "Eh Fadil, ngapain ke sini?" Tanya Lisa.
"Biasalah, lagi jalan-jalan sama para teman cogan-cogan ku." Ucap Fadil sambil menunjukkan teman-teman nya yang kira-kira berjumlah 6 orang. Lisa memindahkan pandangan nya kepada para teman-teman nya Fadil. Dan benar saja, semua teman-teman nya terlihat tampan.
Dan diantara para teman-teman nya Fadil, Lisa dapat mengenali salah seorang di antaranya. Seseorang yang baru saja dia kenal, seseorang yang sudah membantunya dan seseorang yang bersebelahan duduk dengan nya di kelas. "Hai, Lisa." Sapa Faro.
"Hai." Jawab Lisa.
"Kamu kenal sama Faro?" Tanya Fadil.
"Kenal lah. Kan dia siswa baru di sekolah ku." Jawab Lisa.
"Oh iya yah. Faro kan pindah sekolah, kalo gitu kamu kenalan gih sama teman-teman ku yang lain." Pinta Fadil. Kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Lisa, dan berbisik. "Lumayan lah, mereka kan pada ganteng semua. Siapa tau ada yang cocok." Goda Fadil diambil mengedipkan salah satu matanya.
"Ih paan, ogah. Kamu kan tau, aku nggak segampang itu akrab sama orang baru, trus aku juga kurang nyaman kalo ngobrol sama manusia baru." Lisa ikut berbisik.
"Iya tau. Tapi setidaknya kamu sapa lah mereka semua. Mereka kan ganteng semua, terutama si Faro. Tapi gantengan aku lah di mana-mana."
"Idih pede banget."
"Oke, siapa tadi yang mau kenalan sama sepupu ku ini yang paling cantik. Silahkan aja!" Pinta Fadil pada teman-teman nya. Lisa langsung membulatkan matanya kaget kemudian memberikan hadiah pada Fadil dengan sebuah cubitan di lengan nya. Enak aja dia ngomong gitu, emang Lisa barang yang kayak di jual gitu.
"Hai, aku Devan." Lelaki yang berambut coklat dan kulit yang putih itu mengulurkan tangannya pada Lisa, dan di sambut baik oleh Lisa.
"Aku Bryan." Lisa membalas uluran tangan tersebut dan memberikan senyuman yang terlihat di paksakan. Jujur saja, berada di situasi seperti ini itu sangat membuat Lisa tak nyaman sama sekali. Ya Tuhan teman-teman nya si Fadil good looking semua. Semua ganteng tanpa terkecuali, yah Lisa mengakui itu.
"Kalo aku Reza." Sahut Reza. Lisa mengangguk tanda mengerti.
"My name is Andre. I'm from-..."
"Udah nggak usah sok Inggris. Ayo cepetan, ini kesempatan langkah loh. Selanjutnya siapa...?" Sela Fadil.
"Aku Ardi."
"Nah, kalo si Faro pasti kamu udah tau. Jadk nggak usah kenalan lagi." Ujar Fadil. "Oh iya, kamu ngapain ke sini? Trus sama siapa? Kamu nggak kabur dari rumah kan?" Tanya Fadil dengan beruntun.
Lisa menatap Fadil dengan tajam. "Nanya nya satu-satu woy."
"Haih, yaudah. Kamu ngapain ke sini?"
"Aku nemenin Aqeela. Tuh dia lagi main." Lisa menunjuk ke arah wahana yang sedang di naiki oleh Aqeela dengan ekor matanya.
"Aqeela? Adik nya Rey?"
Lisa mengangguk kan kepala nya. "Eh sini duduk. Ngapain pada berdiri semua." Lisa menyuruh semua manusia baru itu untuk duduk. Karena dari tadi mereka hanya berdiri macam patung.
"Trus kamu ngapain ke sini?" Tanya Lisa pada Fadil.
"Nggak. Lagi reuni aja."
"Reuni?"
"He-em. Tuh si Faro pake acara pindah sekolah. Dia kan friend kita di sekolah jadi kita bertujuh jarang ngumpul. Ngumpul sih ngumpul, tapi kagak lengkap kalo nggak ada Faro." Jelas Fadil.
"Oh. Faro teman sekolah kamu?"
"Iyalah. Kita kan para pangeran sekolah yah." Sahut Devan dengan bangga.
"He-em. Pangeran sekolah gitu loh." Sambung Ardi.
"Trus pangeran sekolah jalan-jalan nya ke sini? Di Taman Bermain buat anak-anak?" Tanya Lisa.
"Ya nggak gitu. Kebetulan aja kita lewat, jadi mampir dulu. Iyakan guys?"
Semua teman-teman nya Fadil mengangguk membetulkan ucapan nya Fadil.
"Trus nggak sengaja liat kamu, jadi yah sekalian samperin aja."
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!