Love In Many Ways

Love In Many Ways
~Kekasih Impian~



"Yaelah kita kalo temenan nggak pilih-pilih kali. Kan Lis?" Ucap Sarah.


"He-em." Lisa mengangguk membenarkan.


"Yaudah deh aku mau, aku mau, makasih yah." Mira tersenyum bahagia.


"Karena Mira udah termasuk sahabat kita, gimana kalo kita bikin GC?" Tanya Sarah.


"Wah ide bagus tuh." Sahut Lisa.


.


.


.


🏠Rumah Keluarga Hariwijaya🏠


Sepulang sekolah Lisa langsung menuju meja makan tanpa mengganti seragam sekolah. Dia merasa sangat lapar karena tak sarapan tadi pagi.


"Ya Allah dek, kok nggak ganti baju dulu?" Sahut Putra yang baru pulang.


"Ntar aja kak. Lisa lapar!" Lisa menoleh lalu melanjutkan makannya.


Putra hanya geleng-geleng, lalu masuk ke dalam kamarnya.


Lisa tak menghiraukan Putra, dia menghabiskan makannya. Selesai makan, Lisa masuk kedalam kamarnya. Mengganti seragam sekolah nya dan tiduran di atas tempat tidur nya.


Rey? Seharian ini aku nggak pernah liat Rey. Dia kemana yah? Dia juga nggak masuk sekolah tadi. Apa dia sakit?


Kemudian Lisa mengambil hp nya dan menghubungi Rey.


^^^Me!^^^


^^^Rey?^^^


^^^Kamu dimana?^^^


Tak ada jawaban, Lisa mulai khawatir. Kemudian mengirimi pesan berulang kepada Rey.


^^^Me!^^^


^^^Rey? Bales dong^^^


^^^Jangan bikin aku khawatir.^^^


^^^Dari kemarin kamu nggak^^^


^^^ada kabar sama sekali.^^^


Setelah beberapa lama menunggu akhirnya dibalas juga.


Can Rey🤪⚡️


Iya? Kenapa?


Maaf yah nggak


pernah ngabarin.


^^^Me!^^^


^^^Dimana?^^^


Can Rey🤪⚡️


Di rumah.


Kenapa emangnya?


^^^Me!^^^


^^^Kok nggak ke^^^


^^^sekolah tadi?^^^


Can Rey🤪⚡️


Lagi nggak enak


badan aja.


^^^Me!^^^


^^^Kamu sakit?^^^


^^^Aku ke rumah kamu^^^


^^^yah sekarang.^^^


Can Rey🤪⚡️


Nggak usah.


Aku udah nggak papa kok


^^^Me!^^^


^^^Beneran nih?^^^


Can Rey🤪⚡️


Iyya


^^^Me!^^^


^^^Yaudah.^^^


^^^Cepet sembuh ya.^^^


Can Rey🤪⚡️


Siap!


Setelah mengetahui kabar Rey, Lisa sudah merasa tenang. Dia kembali termenung memikirkan hubungannya dengan Rey. Tak berselang beberapa lama dia tertidur dengan pulas.


.


.


.


Malam Hari🌛🌃


Tak terasa malam sudah menjelang.


"Mmm... Haaaauummm." Lisa menggeliat dari atas tempat tidur. "Ha? Sekarang jam berapa?" Mengalihkan pandangannya ke arah jam tangannya.


Lisa bangun dari tidurnya dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan seluruh badannya. Setelah selesai semua dia keluar dari kamar nya dan berjalan ke meja makan.


"Bi? Mommy belum pulang?" Lisa menghampiri Bi Asih di dapur.


"Belum Non." Jawab Bi Asih.


"Trus kak Putra mana?"


"Di kamar Non. Pas saya ajak makan katanya sih nggak nafsu makan. Tadi juga saya mau ngajak Non Lisa makan tapi Non Lisa nya tidur jadi saya nggak mau ganggu."


"Ohh nggak papa Bi. Yaudah yuk makan." Lisa menarik tangan Bi Asih yang masih sibuk di dapur.


"Saya makannya di dapur aja Non." Bi Asih menolak.


"Di meja makan aja Bi, sekalian temenin Lisa makan." Lisa masih memaksa.


"Nggak enak Non."


"Udah nggak papa. Yuk."


Akhirnya Bi Asih mengalah dan mengikuti langkah Lisa ke arah meja makan.


.


.


.


Selesai makan Lisa beranjak dan pergi ke arah kamar Putra.


Kak Putra lagi ngapain yah? Kok tadi wajahnya lesu banget. Kok nggak makan?Apa dia baru saja di tolak sama cewek? Tapi cewek mana sih yang akan menolak seorang kak Putra?


Tok.. Tok.. Tok...


Lisa mengetuk pintu kamar Putra.


"Kak Putra." Panggil Lisa.


"Kenapa?" Sahut Putra dari dalam kamarnya.


"Lisa boleh masuk?" Tanya Lisa.


"Ya!"


Lisa membuka pintu kamar dan melihat kakaknya sedang duduk sambil bermain gitar.


"Kak? Kak Putra?" Lisa berjalan ke arah Putra dan duduk di sebelahnya.


"Apa?" Masih memainkan gitarnya.


"Kok nggak makan?"


"Nggak nafsu aja."


"Lisa perhatiin, kok kak Putra lesu banget dari tadi? Kayak nggak bergairah gitu. Sampai nggak makan lagi."


"Nggak papa." Jawab Putra cuek.


"Apa jangan-jangan kak Putra habis nembak cewek trus di tolak? Makanya galau gitu?"


"Iddih sok tau."


"Hehe..." Lisa kemudian bangun dari duduknya lau berjalan ke arah tempat tidur Putra dan berbaring disana. "Kak, nyanyi dong satu lagu, Lisa pengen denger nih!"


Putra pun mengikuti kemauan Lisa itu. Dia menyanyikan satu lagu untuk adiknya.


~Kekasih Impian~


Lagu: Natta Reza


Aku tak pernah meminta


Sosok pendamping sempurna


Cukup dia yang selalu


Sabar menemani dalam kekuranganku


Namun Tuhan menghadirkan


Sosok wanita terhebat


Kuat tak pernah mengeluh


Bahagiaku selalu bersama mu


Reff:


Andai ada keajaiban


Ingin ku ukir kan


Nama mu diatas bintang-bintang


Angkasa


Agar semua tahu


Kau berarti untuk ku


Selama-lama nya kamu milikku


Kini telah ku buktikan


Kamu pendamping setia


Kuat tak pernah mengeluh


Bahagiaku selalu bersama mu


Andai ada keajaiban


Ingin ku ukir kan


Nama mu diatas bintang-bintang


angkasa


Agar semua tahu


Kau berarti untuk ku


Selama-lama nya kamu milk ku


Namun kusadari diri ku


Tak kan mampu selalu


Bahagiakan kamu


Tapi akan ku perjuangkan untukmu yang


terhebat


Kekasih impian


Andai ada keajaiban


Ingin ku ukir kan


Nama mu diatas bintang-bintang


angkasa


Agar semua tahu


Kau berarti untukku


Selama-lama nya kamu milikku...


Putra menoleh kepada Lisa yang sedang terbaring di atas tempat tidur tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Lisa? Hoii? Bolot? Tidur yah?" Panggil Putra. Melihat tak ada reaksi, Putra berdiri dan mendekati Lisa.


"Ya ampun... ternyata tidur, astaga."


Putra sudah akan menggendong adiknya dengan gaya bridal style tapi kemudian kembali terpikir olehnya untuk tidak mengganggu tidur Lisa.


Di biarkan nya Lisa tidur lelap di tempat tidurnya. Putra memperbaiki posisi tidur adiknya kemudian mengambil selimut dan menyelimutinya.


Cup!


Putra mencium kening adiknya dengan penuh kasih sayang.


"Selamat tidur." Putra mematikan lampu kamar, kemudian ikut berbaring di samping Lisa. Tapi Putra tak langsung tidur, dia mengambil Hp nya dan memandangi sebuah foto.


Setelah beberapa lama berkutat dengan hp nya akhirnya dia merasa mengantuk. Putra menyimpan hp nya lalu mematikan lampu yang ada diatas meja. Kemudian mendekap adiknya dengan penuh kasih sayang sampai dia ikut terlelap.


.


.


.


Pagi Hari🌞🌄


"Haauumm..." Lisa menggeliat. Lalu kemudian tersadar ada seseorang yang mendekapnya erat. Dia mendongakkan kepalanya dan melihat Putra yang sedang tertidur lelap di sampingnya.


"Kak Putra?" Ucap Lisa dengan suara serak nya khas orang baru bangun tidur. Dia baru ingat semalam dia ketiduran.


Melihat kedua mata Putra bergerak seperti akan bangun, Lisa langsung pura-pura tidur.


"Hauummm... Udah pagi. Jam berapa?" Gumam Putra. Dia melihat adiknya yang masih tertidur dalam pelukannya.


"Dek? Hoii? Lisa? Bangun!" Tak ada jawaban.


"Udah, nggak usah pura-pura tidur. Bangun gih." Ucap Putra.


Masih tak ada reaksi dari Lisa.


"Bangun ihh." Putra mencubit pipi adiknya.


"Aww kak Putra apa-apaan sih. Sakit tau!" Keluh Lisa dengan wajah cemberut.


"Makanya bangun. Dari tadi di bangunin juga." Ucap Putra. "Kok lama-lama aku ngerasa kalo pelukan kamu kok makin erat. Kakak ngerasa tercekik."


"Ntaran aja bangunnya, Lisa masih mau tidur, masih mau peluk kak Putra. Hehe..." Lisa memejamkan matanya sambil tersenyum.


"Kamu mau bunuh kakak yah, lepasin tangannya." Putra berusaha melepaskan diri dari pelukan Lisa yang semakin erat.


"Nggak! Lisa mau peluk kak Putra. Lisa suka pelukan kak Putra." Lisa semakin menguatkan pelukannya.


"Suka sih suka. Tapi kalo gini namanya kamu tuh lagi nyiksa kakak tau nggak, lepasin dulu."


"Ntar dulu kak, diem dulu. Kak Putra inget nggak dulu pas Lisa masih kecil? Kak Putra tuh sering banget peluk Lisa. Kak Putra tau nggak? Kalo Lisa di peluk kayak gini sama orang terutama sama Daddy dan kak Putra, Lisa tuh ngerasa kayak Lisa terlindungi dan Lisa ngerasa nyaman banget kalo lagi kayak gini." Ucap Lisa panjang lebar.


"Terakhir kita sekamar kapan yah kak? Mmm... kayaknya udah lama banget yah? Mungkin terakhir waktu umur Lisa masih umur 12 tahun kayaknya. Dan pas Lisa udah gede Lisa pisah kamar sama kakak, Lisa udah punya kamar sendiri."


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!