
"Nih." Rey menyodorkan sepasang sepatu tersebut yang diterima dengan kasar oleh Lisa tanpa mengucapkan rasa terima kasih. "Emang kenapa sih sepatu harus di taruh di atas lemari? Bukan nya ada tempat lain?" Tanya Rey.
"Ya kan kemarin gue nonton, trus gue liat nih sepatu kayak ngehalangi pandangan gue, jadi yaaa gue lempar aja ke atas lemari." Jelas Lisa sambil memakai sepatunya.
Seketika Lisa tersadar kemudian dengan kesal dia berkata, "Ih ngapain juga gue harus jelasin ama lo, gak guna banget." Ucap nya dengan ketus.
Rey tersenyum sekilas melihat tingkah istri nya yang agak-agak... Apa yah?! Nggak usah dilanjutin ntar galak nya keluar.
.
.
.
🏫SMAN Bakti Husada🏫
"Eh Lis gue mau nanya dong." Ujar Ghea.
"Apa?"
Ghea mendekat pada Lisa dan berbisik. "Kamu... Kamu udah nikah yah sama Rey?"
Sontak Lisa terkaget dan menbelalakkan matanya membulat. Dia terkejut, kenapa Ghea bisa tau?
Lisa menatap pada Sarah dan Mira dengan tatapan tajam. Yang di tatap pun cuma bisa cengar-cengir. "Tau dari mana?"
Ghea menunjuk Sarah dan Mira dengan ekor matanya. "Noh, si Sarah ama Mira yang bilang."
"Eh maaf yah Lis. Kemaren pas kamu gak masuk sekolah kita nggak sengaja ngomong itu trus di denger sama Ghea sama Vhino." Ucap Sarah dengan muka yang di buat se menyesal mungkin.
"Vhino? Vhino tau juga?" Tanya Lisa.
Sarah dan Mira mengangguk membenarkan.
Lisa menggelengkan kepalanya dan memasang wajah datar. "Bener-bener yah kalian. Bisa-bisa rahasia ku ini satu planet yang tau."
"Hehee... Maaf yah Lis. Oh ya satu lagi, pas kita jelasin sama Ghea sama Vhino untuk jaga rahasia ini. Eh nggak sengaja juga di denger sama Al." Ujar Mira.
Lisa sontak terkejut. "Al? Al juga tau?" Matanya membulat sempurna.
Sarah mengangguk. "Iya. Kemarin dia denger. Ya akhirnya aku kasih tau semuanya deh. Tapi kamu tenang aja dia udah janji kok nggak bakal ngasih tau siapa-siapa."
Wajah Lisa terlihat sedih. Rahasia yang selama ini dia takuti akan di ketahui orang lain akhirnya terbongkar juga. Dan yang paling membuat dia sedih adalah Al sudah mengetahui nya, mengatahui semuanya. "Nyesel juga nggak ke sekolah kemarin." Ucap Lisa dengan pelan.
"Lisaa... Kamu nggak marah kan? Iyakan? Kamu maafin kita berdua kan?" Ujar Sarah dengan nada memohon di balut dengan ekspresi penyesalan nya.
"Maaf yah Lis. Kita nggak sengaja. Jangan marah yah, maafin kita dong yah? Yah yah?" Sambung Mira.
Lisa tersenyum berusaha terlihat baik. Oke guys akting nya Lisa di mulai lagi nih. Gimana kelanjutan nya pemirsa. "Nggak papa kok. Aku nggak marah kok dan aku juga nggak nyalahin kalian. Mungkin ini emang sudah waktunya mereka tau."
Ghea yang sedari terdiam mengerutkan keningnya bingung. "Jadi gimana? Bener atau nggak? Pasti nggak bener kan? Sarah sama Mira pasti cuma bercanda, iyakan Lis?"
Lisa menghela napas. "Aku emang udah nikah sama Rey." Ujarnya dengan pelan.
"*WHAT*? BENER?" Seru Ghea kaget.
Lisa, Sarah dan Mira menempelkan jari telunjuk nya di bibirnya. "Husssshh..." Seru ketiga nya berbarengan.
Ghea refleks menutup mulutnya dengan telapak tangannya. "Eh sorry-sorry. Kalo gitu aku ke toilet bentar yah. Daahh..." Ghea berlari pergi begitu saja meninggalkan tanda tanya.
"Mungkin kebelet." Jawab Lisa.
Ghea langsung masuk ke dalam toilet dan mengunci pintunya dari dalam. Ghea menyandarkan tubuhnya pada pintu. Oke guys ini merupakan kejadian langkah yang pernah terjadi di muka bumi ini. Catat hari tanggal dan bulan nya guys. Karena apa? Ya karena si tomboy nangis guys. Bener-bener nangis. Masalahnya Ghea itu cewek yang kuat, berdarah dingin dan mempunyai sifat yang agak-agak datar. Dan penyebab dia nangis adalah cuma karena REY. REY NIKAH SAMA LISA. Si tomboy kan jadi patah hati mohon di maklumi.
Bener-bener udah nggak ada harapan lagi. Rey bener-bener udah nikah. Udah nggak ada yang perlu di harapkan lagi. Udah nggak ada yang perlu di inginkan lagi. Arghhh...
Pupus sudah harapan Ghea untuk bersama Rey. Dari kecil mereka sudah berteman dan dari saat itu pula Ghea sudah menaruh hati pada Rey. Ya Ghea yang salah sih, sebenarnya dia tau kalau Rey itu cuma anggep dia saudara tapi gimana lagi?! Perasaan kan nggak bisa di bolak balik kan, Ghea juga cuma manusia. Ghea malah berekspetasi tinggi dan menginginkan yang lebih kan jadi gini jadi nya.
.
.
.
Piiingg...
Suara notif pesan dari hp Lisa. Lisa meletakkan sendok nya lalu mengambil hp nya di dalam saku.
Alfahreizy:)
Aku tunggu kamu
di belakang sekolah
sekarang!
Lisa yang melihat pesan itu tadi Al merasa agak gugup. Lisa sudah dapat menebal apa yang akan di bahas oleh Al nanti nya. "Emm... Aku ke toilet bentar yah."
"Jangan lama-lama yah." Ucap Mira.
"Oke."
"Hati-hati, jangan sampe tergoda sama om-om kalau nggak mau di penggal ama suami." Sahut Sarah di selingi dengan gelak tawa nya.
"Bodo amat." Ujar Lisa dengan cuek. "Yaudah aku pergi bentar. Daahh..."
Lisa sampai di belakang sekolah, terlihat Al sudah duduk menunggu di kursi yang agak panjang sambil memikirkan sesuatu.
Lisa menghela napas berusaha menenangkan dirinya agar tidak grogi. "Ada apa Al?" Tanya Lisa.
Al menoleh pada sumber suara. "Eh duduk dulu!" Pinta Al dengan canggung. Eh gimana sih rasanya ketemu sama mantan? Trus gimana sih rasanya di ajakin ngomong sama mantan? Mantan yang masih di sayang. Oke, pemirsa nggak usah kepo ini urusan Lisa sama Al. Biar mereka berdua yang rasain yah, kita nggak akan mungkin tau rasanya kalo nggak di praktekin.
Sesuai pinta Al, Lisa duduk bersebelahan di samping Al. Dan untuk beberapa waktu tak ada yang mau memulai pembicaraan. Masing-masing dari mereka berdua sibuk. Al terlihat sibuk memikirkan kalimat yang pas untuk dia ucapkan pada Lisa. Sedangkan Lisa sibuk menggaruk-garuk rumput dengan kakinya, menunggu Al untuk segera memulai ucapannya. Sampai akhirnya...
"Ada apa Al? Mau ngomong apa?" Lisa merasa bosan dengan suasana panas dingin ini dan memutuskan untuk segera bertanya.
Al menghela napas pelan. "Aku udah tau kenapa kamu mutusin aku..." Al menggantungkan ucapannya. Mencoba mencari kata yang pas untuk menyambung nya.
Dalam hati Lisa sudah dapat menebak apa yang dimaksud Al dengan ucapan nya tadi. Dia menyiapkan hatinya untuk menerima semua ucapan yang akan di utarakan oleh Al.
"Kamu udah nikah kan sama Rey?" Al menatap ke arah Lisa mencoba mencari kejujuran dari kedua benik mata Lisa.
Lisa terdiam tak menjawab. Benar-benar membingungkan, apa yang harus dia jawab, toh Al juga udah tau. Al juga agak salah sih, udah tau jawaban nya malah nanya lagi. Tapi nggak salah juga sih kan Al mau denger itu dari mulut Lisa sendiri. Eh ini Author maksudnya apaan sih?! Kagak ngerti dah.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!