Love In Many Ways

Love In Many Ways
Tamu Tak di Undang



Lisa hanya memasukkan beberapa baju, memasukkan seragam sekolahnya dan juga buku-buku pelajaran. Setelah semua nya sudah siap dia keluar dari kamarnya, menuruni tangga dan menghampiri Mommy nya yang sedang berada di ruang keluarga. Tampak nya Mommy lagi kerja, mata nya terus menatap ke arah laptop yang berada di depan nya, serta terlihat banyak berkas-berkas dan dokumen berserakan di atas meja.


Lisa berjalan menghampiri, "Mom."


"Hem." Mommy menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari laptop nya. Jari-jarinya masih sibuk mengetik.


"Mom, Lisa mau pergi yah."


"Kemana?"


"Rumah nya Sarah."


"Iya, tapi pulangnya jangan kemaleman!" Pesan Mommy. Mommy belum melihat ke arah Lisa, tak menengok sedikit pun.


"Kalo Lisa mau nginap, boleh nggak?"


Mendengar ucapan Lisa, Mommy baru menoleh pada Lisa. "Menginap? Berapa hari?" Mommy sekilas melihat pada tas yang dibawa oleh Lisa.


"Cuma sehari doang, Mom. Boleh kan?"


"Mmm... Yaudah iya."


"Makasih, Mom."


Mommy menatap ke arah Lisa tajam, lebih tepat nya menatap kedua mata Lisa. "Kok mata Lisa kayak bengkak gitu, abis nangis yah?" Tanya Mommy.


Di tanya begitu, Lisa terlihat gelagapan menjawab, "Ng-nggak, enggak kok Mom. I-ini itu... cuma, cuma kelilipan aja." Jawab Lisa terbata-bata. Sambil mengucek mata nya.


Sebetulnya Mommy belum puas dengan jawaban Lisa, namun dia tak ingin terlalu banyak bertanya. "Yaudah, tapi ingat cuma sehari yah, nggak boleh lebih!"


"Oke, Mom. Lisa pergi yah." Lisa menyalami tangan Mommy nya.


"Hati-hati!"


.


.


.


🏠Rumah Keluarga Pradipta🏠


Lisa memencet bel rumah yang berada tepat di samping pintu rumah utama.


Ding Dong...


Ding Dong...


"Iya sebentar!" Teriak seseorang dari dalam rumah.


Cklek!


Pintu rumah terbuka. Terlihat seorang wanita dengan memakai celemek sedang berdiri di sana, dia adalah Asisten Rumah Tangga dari keluarga Pradipta.


"Eh Non Lisa. Ada apa Non?" Tanya nya.


"Sarah nya ada?"


"Ada, lagi di kamar nya. Ayo sini masuk, Non!"


Lisa berjalan masuk ke dalam rumah. Mengikuti langkah kaki dari Asisten tersebut.


"Ayo masuk, Non. Non Lisa langsung masuk aja ke kamar nya, Non Sarah lagi di kamar."


"Hem, Bibi aja yang panggilin. Saya nggak enak kalo saya main masuk aja."


"Ah, Non Lisa kayak yang baru dateng aja. Non Lisa kan udah sering ke sini masih aja canggung. Yaudah Non Lisa duduk dulu, Bibi panggilin Non Sarah nya."


"Oke, Bi." Lisa berjalan ke arah sofa dan duduk di atas sofa itu, menunggu kedatangan Sarah.


Tak berselang beberapa waktu, terlihat Sarah berjalan menuruni tangga rumahnya.


"Hoi." Sapa nya pada Lisa. Sarah duduk tepat di depan Lisa, di sofa yang lain, yang terletak berseberangan dengan tempat yang di duduki oleh Lisa.


"Hmm."


"Masih inget aja yah ke sini. Aku kira udah lupa, melupakan masa lalu eaaa..." Gurau Sarah. Pasalnya, selama mereka naik kelas 2 SMA Lisa sudah jarang ke rumah Sarah. Kalau berkunjung sih sering.


"Ya ingat lah. Ini kan rumah aku juga."


"Enak aja kalo ngomong, ya nggak lah, aku masih waras tau." Sahut Lisa sewot dengan perkataan Sarah barusan.


"Lah? Terus? Tuh bawa tas, mau ngapain? Jangan bilang kamu mau nginep? Rumah aku lagi di tutup, pintu kamar aku lagi nggak bisa kebuka dan WC nya juga masih dalam perbaikan, jadi silahkan cari tempat lain!" Gurau Sarah.


Lisa memicingkan mata nya tajam ke arah Sarah. "Teman la*nat kau. Lagian kan juga cuma sehari, aku kangen tau tidur bareng kamu. Kangen sama suara ngorokan kamu yang merdu itu, ups. Hahaa..." Ledek Lisa, dia menutup mulut nya sembari tertawa.


"Ih aku nggak ngorok yah, kamu tuh yang suka ngigau kalo lagi tidur." Ucap Sarah balik meledek Lisa.


"Iya deh, marilah kita bersama-sama menunduk sejenak untuk melupakan dan menutup aib teman masing-masing."


"Halla nggak usah acting. Di sini bukan teater."


"Hehee... Mama sama Papa ku mana?" Tanya Lisa sengaja membuat Sarah kesal dengan pertanyaan nya. Memang Sarah sering marah pada Lisa, jika Lisa memanggil kedua orang tua nya dengan sebutan 'Mama Papa'.


"Paan sih? Mama ku, Papa ku. Bukan Mama Papa kamu!" Tegas Sarah dengan tatapan tajam, mengarah pada Lisa.


Lisa cengengesan mendengar penuturan Sarah, "Kamu juga sering kayak gitu sama Mommy Daddy aku, kalo kamu ke rumah. Aku nggak marah tuh."


"Kalo aku beda. Bwee..." Sarah menjulurkan lidahnya ke arah Lisa.


"Iddih. Beda nya dimana coba?"


"Nggak usah banyak tanya! Tuan rumah lagi nggak mood."


Mereka berdua terdiam sejenak. Sampai akhirnya Sarah kembali membuka suara. "Oh iya mau minum apa?"


"Es Cincau ada nggak?" Gurau Lisa.


"Nggak ada!"


"Mmmm... Kalo Coca Cola, ada?"


"Nggak ada!"


"Jus Alpukat ada? Pasti ada dong. Iya kan?"


"Nggak ada. Nggak usah minta yang aneh-aneh deh."


"Hehee... Yaudah teh anget aja deh."


"Nggak ada. Kamu minum air putih aja deh."


"Kata nya tadi nawarin 'mau minum apa' Lah ini malah dia sendiri yang milihin. Dasar tuan rumah pelit!"


"Kamu tuh tamu tak di undang. Yaudah kalo mau minum teh anget sana bikin sendiri!" Pinta Sarah.


"Lah? Kok aku? Tuan rumah kan kamu, aku kan sebagai tamu. Tugas tuan rumah melayani tamu nya dong." Ujar Lisa.


"Ya emang. Tapi tamu nya nggak usah se mena-mena dah. Tuan rumah nya lagi capek." Harap dimaklumi sifat dan tingkah mereka berdua. Maklum temenan udah lama mah kayak gini. Meskipun begitu, mereka bisa saling mengerti arti ucapan masing-masing jadi jangan khawatir mereka berdua cuma bercanda kok.


"Ada yah tuan rumah kayak gini." Gumam Lisa. "Yaudah suruh aja bibi nya."


"Nggak bisa, dia lagi sibuk."


"Astaggirullah, kamu berdosa banget." Ucap Lisa berdrama. Lisa paling suka dalam situasi kayak gini, dimana dia dan Sarah ngobrol bareng dan obrolannya itu gaje, alias nggak jelas tapi seru. Tak ada yang menyela dan tak ada yang menggangu. Lisa benar-benar menyukai situasi jika mereka sedang berdua.


"Aku nggak berdosa, kamu yang berdosa." Balas Sarah.


"Kamu jangan dzolimi."


"Dzolimi dzolimi... Udah ah kok malah nge tiktok sih. Nanti nggak ada habis nya lagi. Yaudah ke basecamp yuk!" Ajak Sarah sambil berdiri.


Lisa yang tak mengerti dengan maksud Sarah, dahi nya mengernyit. "Kemana? Basecamp apaan?"


"Udah ikut aja!"


"Basecamp mana dulu? Bukan tempat penampungan Narkoba kan?" Gurau Lisa.


"Ih, Narkoba apaan? Emang aku punya kayak gitu disini? Maksud aku tuh ke kamar, kamar aku!" Jelas Sarah.


"Ooohh..."


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!