Love In Many Ways

Love In Many Ways
Sakit



Mendengar ucapan Lisa, Al langsung mendongak kan kepala nya dan menatap Lisa. "Berlebihan? Aku nggak berlebihan, Lisa. Aku ngelakuin ini itu karena aku sayang sama kamu. Ya, aku tau, mungkin aku tadi memang berlebihan karena emosi aku, aku bener-bener nggak tahan denger kamu pingsan. Tapi aku nggak akan mungkin bisa terima, kalo kamu di sakitin apalagi kalo kamu terluka."


Lisa balik menatap kedua bola mata Al. "Iya aku tau. Aku tau kamu ngelakuin ini buat aku." Mata Lisa sudah berkaca-kaca. "Tapi nggak gini cara nya. Bisa nggak sih, kamu jaga diri kamu? Jangan sampai kamu terluka kayak gini. Aku juga sedih liat kamu berantem kayak tadi. Kamu nggak usah nyakitin diri kamu sendiri buat aku!" Air mata Lisa sudah tak bisa dia bendung. "Aku... hiks... aku nggak mau kehilangan kamu, hiks. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa. Aku nggak mau kamu ninggalin aku, hiks. Dengan cara, hiks... kayak tadi, hiks... sama aja kamu bahayain nyawa kamu, hiks... Aku khawatir sama kamu Al..." Kata Lisa dengan tersedu-sedu. Dia benar-benar menangis.


Al tercengang melihat Lisa yang menangis, lebih lagi saat mendengar semua kalimat Lisa barusan. Al merangkul Lisa yang duduk di samping nya, meletakkan kepala Lisa di bahunya. "Ushh... Kamu jangan nangis. Maafin aku yah, aku nggak bermaksud buat kamu khawatir. Maafin aku!" Al mengusap kepala Lisa dengan lembut.


"Udah yah jangan nangis lagi. Aku tau ini semua salah aku, aku nggak bisa jaga kamu dengan baik! Ini semua terjadi gara-gara aku. Maafin aku!" Sambung Al.


Lisa menggelengkan kepalanya. "Ng-nggak. Ini bukan salah kamu kok, hiks. Kamu nggak usah merasa bersalah kayak gitu. Hiks... yang penting aku nggak... hiks, aku nggak papa, hiks. Dan kamu juga nggak papa, kan? Al, kamu nggak papa kan?"


"Nggak papa, aku baik-baik aja. Udah yah nangis nya." Jawab Al. "Cengeng banget." Ledek Al.


Mendengar kalimat Al barusan, Lisa langsung melepaskan pelukannya. "Aku nangis juga gara-gara kamu. Dasar reseh..." Lisa menghapus sisa air mata di pipi nya. Kemudian mengambil handuk kecil tadi.


"Mau di apain handuk nya? Aku udah mandi loh." Gurau Al.


"Udah diem aja." Lisa meletakkan es batu ke atas handuk kecil.


"Sini aku obatin." Lalu mengusapkan nya pada pipi Al yang agak lebam.


"Awww..." Al meringis menahan sakit.


"Sakit yah?"


"Pelan-pelan aja." Ucap Al sambil memegangi lukanya.


"Iya, ini udah pelan-pelan kok."


"Aww... Udah-udah. Kamu mau obatin atau mau nyiksa aku sih, tambah perih rasa nya."


"Ya obatin lah. Maka nya diem aja, nggak usah banyak gerak!" Lisa kembali mengusap luka Al.


.


.


.


🏠Rumah Keluarga Hariwijaya🏠


Lisa membuka pintu rumah utama. "Assalamualaikum." Sahut Lisa sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.


"Waalaikimussalam..." Jawab seseorang dari arah dapur.


Lisa yang mendengar jawaban tersebut, berjalan ke arah dapur. "Loh? Mom, kok nggak kerja?" Tanya Lisa sambil berjalan menghampiri Mommy nya yang sepertinya sedang memasak sesuatu, di bantu oleh Bi Asih.


"Daddy kamu lagi sakit."


"Daddy sakit? Sakit apa?" Tanya Lisa dengan khawatir.


"Kata nya cuma nggak enak badan."


"Trus Daddy dimana?"


"Di kamar nya, lagi tidur."


Lisa melihat Mommy nya sedang mengaduk sesuatu. "Mommy masak apa?"


"Masak bubur nih buat Daddy."


"Oh. Trus kak Putra mana? Udah berangkat? Hadiah Lisa udah siap kan?"


"Kakak kamu baru aja berangkat tadi sama Felice. Awal nya sih dia nggak mau pergi karena Daddy lagi sakit, tapi setelah Daddy yakinin kalo Daddy cuma nggak enak badan, yaaa jadi berangkat." Jelas Mommy.


"Trus hadiah Lisa?"


"Kalo itu Mommy nggak tau."


Di wajah Lisa jelas tergurat ekspresi kecewa. "Kalo gitu Lisa mau liat Daddy dulu yah Mom."


"Iya, jangan lupa seragam nya di ganti."


"Oke, Mom."


Lisa berjalan ke arah kamar Daddy nya. Lisa ingin melihat keadaan nya. Apakah separah itu, sampe Daddy nggak bisa masuk kerja?


Tok.. Tok.. Tok...


Lisa mengetuk pintu kamar Daddy nya.


"Dad..."


Tak ada jawaban. Lisa kembali mengetuk pintu.


Tok.. Tok.. Tok...


"Daddy... Lisa boleh masuk nggak?"


Masih tak ada jawaban sama sekali.


"Lisa masuk yah, Dad." Setelah berkata begitu, Lisa membuka pintu kamar dan terlihat lah Daddy nya di atas tempat tidur, terbaring dengan lemas. Matanya terpejam, rupa nya dia sedang tidur.


Lisa berjalan menghampiri Daddy nya. "Daddy..." Panggil Lisa dengan suara pelan.


Lisa duduk di tepi tempat tidur, menatap Daddy nya dengan tatapan sendu. "Daddy!" Panggil nya berulang.


"Hem." Jawab Daddy nya. Terlihat dia berusaha membuka mata nya.


Melihat keadaan Daddy nya, Lisa berusaha membendung air matanya. Dia benar-benar sedih, Daddy nya terlihat sangat lemas.


Daddy menoleh ke arah Lisa, "Lisa? Udah pulang, nak." Ucap Daddy dengan suara pelan.


"Daddy, Daddy sakit apa?" Tanya Lisa.


"Nggak papa, nak. Daddy baik-baik aja kok."


"Tapi Daddy keliatan lemes. Kita ke rumah sakit aja yah, Dad?"


"Ng-nggak usah, nak. Daddy cuma nggak enak badan aja. Insya Allah Daddy akan baik-baik aja."


Mendengar ucapan Daddy nya, tanpa Lisa sadari air matanya menetes begitu saja dari pelupuk matanya, membasahi pipi lembut nya.


"Loh? Kok nangis? Kenapa?" Tanya Daddy.


Lisa buru-buru mengusap air mata nya dengan punggung tangannya. "Nggak papa kok, Dad." Lisa tersenyum pada Daddy nya.


"Lisa jangan nangis dong. Princes Daddy kan kuat. Iya kan?"


Lisa hanya mengangguk.


"Lisa udah makan?"


"Belum, Dad."


"Yaudah makan dulu. Jangan lupa ganti seragam sekolah nya yah!" Pinta Daddy sambil tersenyum lemah.


"Iya, Dad. Kalo gitu Lisa keluar dulu yah."


Daddy mengangguk mengiyakan.


Lisa duduk di atas tempat tidur nya, dan menghubungi si kakak yang nyebelin.


^^^Me!^^^


^^^Kak^^^


^^^Kak Putra dimana?^^^


Tak ada jawaban, Lisa merasa agak sedikit kesal karena jelas-jelas kakak nya sedang online namun tidak menjawab sama sekali pesan dari nya.


^^^Me!^^^


^^^Kak Putra?^^^


^^^Bales dong kak^^^


^^^Lisa tanya^^^


^^^Kak Putra dimana?^^^


Pengatur Hidup;)


Sorry balas nya lama.


Sinyal di sini kurang bagus.


Ini kakak udah berangkat,


emang kenapa?


^^^Me!^^^


^^^Hadiah Lisa mana kak?😒^^^


^^^Kak Putra pergi kok^^^


^^^nggak bilang-bilang^^^


^^^Kakak sengaja kan?^^^


^^^Iyakan?^^^


Pengatur Hidup;)


Astaga.


Iya kakak lupa.


Maaf dek, kakak lupa.


Soalnya tadi kakak buru-buru.


^^^Me!^^^


^^^Alesan^^^


Pengatur Hidup;)


Nggak dek.


Kakak beneran dah.


Kalo nggak percaya tanya


aja sama Felice.


Tadi kita buru-buru soalnya


udah terlambat.


^^^Me!^^^


^^^Hemm^^^


Pengatur Hidup;)


Kamu maafin kakak kan?


Kamu percaya kan?


^^^Me!^^^


^^^Percaya nggak yah🤔^^^


Pengatur Hidup;)


Yaudah gini deh


Ntar kalo pulang


kakak bawain hadiah kamu


gimana? Mau?


^^^Me!^^^


^^^Iya deh.^^^


^^^Tapi kakak janjikan?^^^


Pengatur Hidup;)


Iya janji.


Asal kamu maafin kakak😋


^^^Me!^^^


^^^Iya.^^^


^^^Lisa maafin^^^


^^^Jangan lupa beliin Lisa yah kak^^^


^^^Yang bagus^^^


^^^Oke?^^^


Pengatur Hidup;)


Oke siap.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!