Love In Many Ways

Love In Many Ways
Lelaki Misterius



Sinar mentari pagi menerpa wajah mulus Lisa. Lisa yang merasa terganggu mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia merenggangkan tubuh nya lalu membuka mata nya. Tak ada Rey di samping nya, kemudian dia mengedarkan pandangan mencari sosok manusia itu. Tak ada siapa-siapa.


Yaudahlah. Aku mau mandi dulu, mau ke sekolah aja dah.


Lisa turun dari kasur nya dengan pelan. Kemudian ia mulai melangkahkan kaki nya ke arah kamar mandi. "Eh bentar. Kaki ku..." Lisa menunduk dan melihat kaki nya. Kemudian dia menggerak-gerakkan nya. Aneh, ia tak merasakan sakit, sudah tak seperti kemarin. "Kaki ku sembuhh... Yesss..." Lisa melompat-lompat untuk mengetes kaki nya. Dan benar saja, dia tak merasa sakit sedikit pun. Lisa berlari-lari kecil dengan riang ia masuk ke dalam kamar mandi.


"Cinta mu senyaman mentari pagi... Seperti pelangi... Selalu ku nanti... iii... hooo..." Lisa bernyanyi nyanyi kecil di dalam kamar mandi. Yah itu adalah hobi nya, bernyayi di dalam kamar mandi. Karena menurutnya di dalam kamar mandi suara nya terdengar sangat bagus di banding di luar kamar mandi.


"Mau ke sekolah?" Tanya Rey saat Lisa baru saja keluar dari ruang ganti dengan memakai seragam sekolah.


"Iya dumz." Sahut Lisa dengan semangat.


"Udah sembuh kakinya?"


"Udah. Nih liat kagak sakit lagi."


Setelah mendengar jawaban dari Lisa, Rey keluar kamar dan melangkah turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama dengan semua keluarga nya.


"Eh, Mommy?" Rey agak kaget saat melihat Mommy tengah duduk di kursi depan meja makan bersama dengan Ayah Bunda. Rey langsung menghampiri dan menyalami nya. "Mommy kapan pulang?"


"Kemarin malam." Jawab Mommy sambil tersenyum. "Lisa mana, Rey?"


"Di kamar, Mom." Jawab Rey lalu ikut duduk di kursi.


"MOOMMYY...!" Teriak Lisa dari arah tangga. Dia berlari kecil dan langsung memeluk Mommy nya. "Mommy Lisa kangen bangett..." Ujar Lisa.


Mommy tersenyum dan membalas pelukan Lisa, "Mommy juga, nak."


"Mommy sih pulang nya lama."


"Kan Mommy kerja, nak."


Lisa melepaskan pelukan nya kemudian duduk di samping Rey.


"Rey, Lisa nggak nakal kan waktu Mommy nggak ada?" Tanya Mommy pada Rey.


Rey tersenyum, "Nggak kok, Mom."


"Dia nggak buat masalah kan?"


"Nggak, Mom."


"Ih Mommy apaan sih." Lisa mengerecutkan bibir nya kesal.


Dan tentu saja itu membuat seisi ruangan tertawa melihat tingkah Lisa yang terkesan imut.


.


.


.


Lisa dan Rey berangkat ke sekolah menggunakan mobil. Tentu saja mobil sport nya Rey. Lisa menyandarkan kepalanya di sandaran kursi dan menatap ke arah luar jendela yang di biarkan terbuka. Sedangkan Rey tengah konsentrasi menyetir.


"WOY BERHENTI!" Tiba seorang pengendara mobil yang mendempet mobil Rey, berteriak-teriak menyuruh Rey untuk memberhentikan mobil nya. "BERHENTI WOY!" Seorang lelaki dengan memakai topeng tersebut terus saja berteriak-teriak.


"Rey itu siapa?" Tanya Lisa.


"Tutup kaca jendela nya, Cha!" Pinta Rey. Mendengar ucapan Rey, Lisa langsung menutup nya rapat-rapat.


"Rey mereka siapa?" Tanya Lisa mulai panik.


"Aku juga nggak tau, tapi kamu tenang yah."


"Rey aku takut..."


"Udah nggak papa, ada aku." Rey mengusap kepala Lisa dengan lembut menggunakan tangan kirinya. Lalu dia kembali fokus menyetir. Lelaki misterius itu terus saja berusaha mendempet mobil Rey.


"Rey di belakang juga ada!" Sahut Lisa saat melihat ke belakang yang terlihat terdapat beberapa orang yang menggunakan motor berusaha mencegat nya.


"Oke, kamu tenang yah."


"Rey aku takut..."


"Rey di depan!" Sahut Lisa.


Rey langsung menghentikan mobil dengan tiba-tiba dan itu membuat Lisa terjungkal ke depan. Mobil dan beberapa motor tadi berhasil mencegatnya.


"Kamu nggak papa?" Tanya Rey pada Lisa.


Lisa mengusap dahi nya pelan. "Nggak papa."


"TURUN!" Salah satu lelaki dari mereka memukul-mukul kaca mobil. "TURUN WOY!"


"AYO TURUN!"


"Rey gimana nih? Aku takut." Nada suara Lisa mulai bergetar.


"Aku keluar dulu. Kamu tenang, kamu tunggu di sini dan jangan keluar mobil. Kunci semua pintu mobil oke?"


"Rey kamu jangan nekat, itu bahaya. Mereka semua banyak." Cegah Lisa.


"TURUN WOYYY! DENGER NGGAK SIH?!" Bentak lelaki tersebut.


"Udah, kamu ingat pesan aku tadi." Dengan pelan Rey mulai meraih gagang pintu mobil, lalu dia membuka nya cukup keras, sehingga lelaki yang berada di samping pintu mobil tadi langsung jatuh terkapar.


"KUNCI PINTU NYA!" Teriak Rey saat dia keluar dari mobil.


Namun naas, baru saja Lisa akan mengunci nya, pergerakan nya kalah cepat oleh lelaki yang berada di samping pintu mobil sebelah.


"Keluar!" Pinta lelaki tersebut.


"KELUAR!" Bentak teman nya yang lain. Lelaki tersebut langsung menyeret Lisa keluar dari mobil.


"Lepasin gue!" Sahut Lisa.


"Nggak! Ikut kita!"


"Nggak mau! LEPASIN!" Teriak Lisa keras. Melihat dua lelaki berusaha menyeret istri nya, Rey langsung saja menghampiri dan menendang bagian dada lelaki tersebut sehingga dia jatuh dan memegang dada nya. Melihat teman nya terjatuh lelaki yang satu yang masih memegang Lisa, langsung ikut menyerang Rey.


"Lisa lari!" Teriak Rey.


Baru saja Lisa akan melangkahkan kaki nya berlari, dua orang kembali memegang tangan nya dengan paksa. "Mau kemana lo hah? Ikut kita!"


Sekitar 6 orang mulai mengepung Rey, sedangkan Rey berusaha memberikan perlawanan. Dua orang lain nya berusaha menyeret Lisa untuk masuk ke dalam mobil yang lelaki tersebut bawa tadi.


"Nggak mau! Ih lepasin!" Seru Lisa berusaha melepaskan cengkeraman tangan kedua lelaki tersebut di lengan nya.


"Nggak usah banyak drama, ayo cepet ikut!"


"Nggak mau! LEPASIN!" Tiba-tiba salah seorang yang memegang Lisa kembali jatuh tersungkur setelah sebuah tendangan mengenai pundak nya dari belakang.


Lisa menoleh ke belakang untuk melihat siapa orang itu. "Faro?" Dan yah, itu adalah Faro. Si es dingin itu yang menolong dirinya.


Faro kembali menyerang lelaki yang masih memegang tangan Lisa dengan kuat. Faro mengayunkan tinju nya namun berhasil di tangkis, kemudian dia kembali melayangkan tendangan nya ke arah kaki lelaki yang memakai topeng tersebut. Berhasil! Kemudian Faro kembali menendang kaki yang satu nya lagi, sehingga lelaki tersebut jatuh terduduk, Faro mengenai punggung lelaki tersebut dengan sikut nya sehingga pelaku tersebut jatuh tersungkur.


Faro menghampiri Lisa kemudian bertanya, "Kamu nggak papa?" Tanya Faro dengan napas yang tersengal.


"Nggak papa." Jawab Lisa. "Makasih."


Faro mengangguk, dia berusaha menetralkan napas nya. "Oke, kamu agak menjauh dari sini, takut nya nanti kejadian tadi malah terulang lagi."


Lisa mengangguk mengerti kemudian berlari ke arah samping mobil, dia berdiri di sana untuk melihat dan mengamati kembali semua yang terjadi. Ya Allah bantu kami semua ya Allah. Hindarkan kami dari semua marabahaya Ya Allah. Dan semoga Rey dan Faro nggak kenapa-napa Ya Allah. Amiinn...


Melihat Lisa sudah aman, Faro langsung berlari untuk membantu Rey yang terlihat mulai kewalahan melawan semua lelaki misterius itu. Ya iyalah, siapa sih yang sanggup. Satu orang lawan enam orang, kan nggak adil yah.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!