Love In Many Ways

Love In Many Ways
Yang Salah Siapa?



"Atur napas dulu. Tarik napas..." Mira mengikuti instruksi dari Sarah.


"Hemphh..." Mira menarik napas nya.


"Buang..." Ucap Sarah.


"Huft..." Mira terus melakukan hal itu sampai dia merasa agak mendingan. "Itu Al lagi berantem di lapangan, sama siswa yang tadi, yang buat Lisa pingsan!" Sahut Mira kembali panik denagn nada yang cepat.


"Ha? Kok bisa?"


"Nggak usah banyak tanya. Ayo cepetan! Dari tadi udah banyak siswa yang melerai, tapi Al kayaknya nggak mau berhenti, ntar anak orang mati lagi! Ayo cepetan kita susul!" Panik Mira sambil mengajak mereka.


Mereka bertiga langsung berjalan menuju lapangan basket. Rey menyusul mereka dari belakang.


Terlihat semua siswa-siswi berkumpul untuk melihat adegan yang menegangkan tersebut. Para siswa terlihat berusaha memegangi Al yang membabi buta tak peduli dengan sekitarnya. Tujuannya cuma satu, yaitu siapa pun yang berani melukai pacar nya, maka mau tak mau orang itu harus hancur apapun alasannya.


Al melayangkan pukulan nya pada siswa yang sudah oleng tersebut, akibat tak mampu mengimbangi Al. Tak ada yang berani membantu siswa tersebut, karena semua siswa takut pada Al, kalo kalian tanya kenapa? Ya karena Al itu terkenal sebagai gangster, tak akan ada yang berani melawannya. Mereka hanya bisa melihat adegan tersebut.


Jujur saja, para siswa-siswi banyak heran dan bingung melihat sikap Al saat ini. Pasal nya yang mereka tau itu Rey yang pacaran dengan Lisa, namun kenapa Al yang harus marah dan kayak gini? Bahkan Al sama sekali tak bisa mengontrol emosi nya. Kenapa bukan Rey? Rey aja nggak kayak gini. Al ada hubungan apa sama Lisa? Apa Al suka sama Lisa? Dalam pikiran para netizen terselip banyak pertanyaan.


Bugh...


Bugh...


Bhaaghh...


Serangan demi serangan di berikan oleh Al. Pukulan itu mendarat di perut, pipi dan kakinya, siswa itu berusaha menangkis serangan dari Al namun sia-sia. Siswa tersebut jatuh tersungkur. Al sudah tak peduli lagi dengan keadaan lawannya yang sudah sangat lemas.


Al juga sempat mendapat pukulan dari siswa tersebut, karena beberapa kali siswa itu melawan.


"Al udah..." Teriak Ryan yang masih memegangi Al.


"Al, anak orang bisa mati!" Teriak Alex yang juga sedang memegangi nya.


Vhino yang melihat adegan itu dari kejauhan langsung berlari ke arah lapangan. "Heh? Al?" Vhino langsung mendekat dan membantu memegangi Al.


"LEPASIN!" Bentak Al dengan menghentakkan tubuhnya, Al memberontak, agar pegangan para siswa terlepas. Kedua matanya masih tertuju pada siswa yang tersungkur tersebut. Kedua mata Al terlihat merah dan tatapannya begitu tajam hendak membunuh."Kalian mau lepasin atau kalian yang mau kena imbas nya." Ucap nya dingin.


Semua yang mendengar ucapan itu tentu merasa agak takut. Suara itu terdengar sangat menyeramkan bagi siapa pun yang mendengarnya. Karena merasa diri nya terancam siswa yang memegangi Al langsung melepaskan pegangannya.


Al menghampiri siswa yang masih tersungkur tersebut, lalu menarik kerah baju nya. "Bangun..." Pinta Al dengan suara dingin. Sambil menarik paksa siswa yang kesakitan tersebut. "BANGUN!" Bentak Al lagi.


Dengan susah payah siswa tersebut berusaha bangun.


Bugh...


Namun baru saja dia berhasil berdiri Al sudah melayangkan pukulannya kembali ke arah perutnya. Vhino, Alex dan Ryan yang tak tahan melihat Al langsung berlari dan memegangi kembali kedua tangan Al.


"Al, udah..." Sahut Ryan.


"Jangan cegah gue. Dia itu wajib di musnahkan! Berani nya sama cewek doang!" Ucap Al dengan nada sedikit meninggi.


"Lepasin! Lo berdua jangan ikut campur! Ini urusan gue sama si pengecut itu!" Bentak Al kembali memberontak.


"Al, udah!" Tiba-tiba Lisa datang dan berdiri tepat di depan Al sembari memegang salah satu tangan Al.


Seketika Al terdiam, dan menatap Lisa dengan mata yang memerah. Perlahan emosi nya mulai turun. "Lisa?" Ucap nya dengan nada pelan.


Melihat Al sudah agak tenang, Alex dan Ryan perlahan melepaskan tangan Al.


"Kamu nggak papa?" Tanya Al pada Lisa dengan nada khawatir. Al menatap kedua bola mata Lisa. Begitupun dengan Lisa, mereka berdua melakukan adegan tatap-tatapan eaaa... Sudah tak peduli dengan siswa-siswi yang menatap mereka sambil berbisik-bisik tetangga.


Baru saja Lisa akan menjawab, Sarah, Mira dan Rey sudah datang dan menghampiri mereka.


"Al, kamu nggak papa?" Tanya Rey.


"Nggak papa, Rey." Jawab Al.


"HEI?!" Bentak seorang guru dari kejauhan yang terlihat mendekat ke arah mereka.


"Kalian berdua ke ruang BK sekarang, dan untuk siswa-siswi yang lain silahkan masuk kelas masing-masing!" Tegas Pak Rudi. Setelah berkata begitu dia langsung pergi begitu saja. Rupa nya ada siswa yang melaporkan tentang kejadian ini.


.


.


.


Ruang BK👈


Al duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan itu, dia duduk berhadapan dengan siswa yang dia pukuli tadi, terlihat siswa tersebut masih meringis menahan sakit di tubuhnya.


"Kalian ini kenapa sih mesti pake berantem segala? Apakah masalahnya separah itu, sampe kalian harus berantem kayak gini? Sikap kalian ini bisa mencemarkan nama baik sekolah kita. Ingat, kalian itu bukan anak kecil lagi, kalian udah SMA. Kenapa pikiran kalian masih sedangkal itu sih? Punya masalah tuh di selesaikan baik-baik, bukan malah berantem. Kalian pikir dengan cara kayak gini masalah akan selesai? Tidak kan? Justru akan menambah masalah yang baru..."


Kedua nya hanya terdiam tak menjawab apapun. Kedua nya hanya mendengar ocehan Pak Rudi. Al terlihat menunduk dan sesekali melempar tatapan tajam ke arah siswa tadi.


"Sekarang bapak tanya sama kalian berdua, kalian ada masalah apa?"


"Dia mukul saya Pak!" Ujar siswa tadi yang bernama Gino sambil memegangi pipi nya yang lebam.


Al masih terdiam mendengarkan.


"Lalu?" Tanya Pak Rudi seolah meminta untuk melanjutkan.


"Saya sedang main basket di lapangan pak, trus dia langsung datang marah-marah dan mukulin saya Pak!" Jelas Gino.


"Apa itu benar, Al?" Tanya Pak Rudi pada Al yang sedari tadi hanya terdiam.


Al menghela napas, kemudian menatap ke arah Pak Rudi. "Benar Pak, benar saya mukulin dia, tapi dia juga mukulin saya Pak!" Tegas Al.


Pak Rudi mengernyitkan dahi nya. "Kenapa kamu langsung mukulin dia? Ada masalah apa?"


"Dia udah buat Lisa pingsan Pak. Kepala Lisa kena bola basket karena dia yang kena Pak! Saya sebagai lelaki nggak terima sama perlakuan dia kepada Lisa!" Ucap Al dengan tegas.


"Tapi aku nggak sengaja."


"Nggak sengaja gimana? Jelas-jelas kepala Lisa kena bola. Bagian mana nya yang nggak sengaja? Ha?" Nada suara Al semakin meninggi. Al benar-benar marah, sangat-sangat marah. Dia tak akan pernah terima wanita nya di sakiti, apapun alasannya.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!